
Clinton melanjutkan langkahnya ke arah dapur untuk mengambil minuman. Clinton sengaja memperlambat langkahnya di dapur karena takut Dia akan melakukan hal hal yang membuat Dia akan bekerja sendiri atau senam jari sendiri.
Clinton mulai membuka isi kulkas dan melihat ada beberapa mie instan. Dia berencana untuk masak mie instan sembari menunggu Al dan Yesline selesai melakukan Olahraganya.
Karena bagaimanapun Clinton adalah Laki Laki normal jangan sampai Dia berfantasi dengan hal hal lain.
Layaknya Seorang Chef yang lagi ikut lomba, Clinton memotong motong sayuran dengan penuh hati hati dan sambil merebus mienya. Dia juga menyalakan musik dari ponselnya untuk menemaninya.
Selesai masak, Dia menikmati mie nya di ruang tv sembari nonton. Tidak berapa lama kemudian, Al keluar dan melihat Clinton lagi menikmati mienya disana sambil nonton.
" Waaah .... Kamu lapar ??? sampai segitunya, Sekalian saja telan mangkoknya!!! " kata Al yang melihat Clinton minum kuahnya langsung dari mangkoknya tanpa sendok.
" Berisik !!!!! Tolong iya ..... Kalau mau beradegan plus plus itu, Beri kode untuk Tetangga sebelah !!! " sindir Clinton.
" Hahahahhahaha ... Maklum Bro, Kalau sudah keenakan suka lupa ... Namanya Manusia kan suka khilaf seperti kata Kamu. " jawab Al ketawa.
" Aish .... Sialan ...!!! "
" Bro, Ingat rencana Kita. Aku belum dapat kabar, ada masalah apa di Rumah Sakit. Makanya Kamu tolong jagain Yesline iya. Apalagi Rizky ada disini.... "
" Siap Bos....." jawab Clinton.
" Aish .... Udah Saya bilang jangan panggil Saya Bos !!!! " cetus Al.
" Upsss.... Sorriii ... "
" Lagipula, Saya bingung deh sama Kamu. Kenapa sih Kamu nutupin bisnis Kamu ini dari Kaluarga Kamu ???? " tanya Al.
" Ssstt .... Tidak usah dibahas. Cukup Kamu saja yang mimpin usaha Saya ini soalnya Saya tidak cocok jadi CEO dan lebih cocok Kamu .... " jawab Clinton dengan alasan.
Al dan Clinton memang mempunyai beberapa usaha yang Mereka bangun bersama. Namun Al hanya memantau saja selebihnya Dia serahkan sama Clinton sahabatnya itu.
Al sengaja membangun perusahaan sendiri dan menutupinya dari Keluarganya karena Al tidak ingin perusahaan itu menjadi rebutan harta gono gini saat Callista dan Al bercerai.
Karena sejauh ini, Al ingin selalu bercerai dengan Callista. Namun hal itu sangat sulit mengingat permintaan Papanya dan rasa bersalah Keluarga Gunawan terhadap Callista.
" Iya iya ... " jawab Clinton.
" Satu lagi, Jangan terlalu dekat dan kontak fisik dengan Yesline kalau gak terdesak bangat !!! " ancam Al.
" Iya Al !!!!! Lagian Dia bukan tipe Saya, Cewek judes gitu !!!! " cetus Clinton beralasan.
" Kalau mau jelekin Istri Orang jangan didepan Suaminya !!! " cetus Al lalu meninggalkan Clinton.
Al melihat Istrinya itu yang masih tidur pulas karena kelelahan. Dia menatapi wajah cantik Yesline. Membenarkan selimutnya supaya menutupi tubuhnya setelah habis berolahraga bersamanya.
" Maafin Aku iya Sayang ... Aku akan berjuang demi Kamu dan Anak Kita. " kata Al pelan sambil membenarkan rambut Yesline.
Al melihat jam sudah pukul 4 pagi. Dia langsung mandi dan bersiap siap. Dia langsung pergi ke atap gedung Apartemen itu karena sudah menunggu disana untuk Heliplkopter yang membawanya ke Jakarta.
Dia sengaja tidak membangunkan Yesline karena tidurnya masih pules.
__ADS_1
*
*
*
*
Al tiba di Jakarta atau lebih tepatnya di Rumah sakit dan langsung menuju Ruangannya. Asistennya langsung menghampirinya dan memberi tahu bahwa rapat hari ini dimulai jam 10.00 pagi.
Rapat dadakan Direksi hari ini untuk mengganti Direktur yaitu Papanya Al.
" Apa ?? Papa akan diganti ???? Kenapa Saya baru dengar hal ini ??? Dan siapa calon kandidatnya ??? " tanya Al saat Asisstennya memberi informasi itu.
" Tuan Djumadi. Paman dari Ibu Callista. "
" Braaaakkkkk .... !!!!! "
Al menggebrak mejanya karena kesal. Dia langsung mengabil ponselnya. Dia melihat ada beberapa panggilan dari Yesline. Namun Dia mengabaikannya dan lebih fokus ke Callista.
Berkali kali Al menghubungi Callista tapi tidak dijawab membuatnya makin kesal. Al langsung menghubungi Papanya.
" Halo Pa .... ???"
" Kamu pasti sudah dengar kan ??? " sahut Papanya saat Al membuka perkataan.
" Iya Pa. Ada apa dan kenapa bisa begini ??? "
" Pa, Al tidak berambisi untuk posisi itu ... " jawab Al menolak.
" Tapi Rumah Sakit ini akan buruk jika jatuh ditangan yang salah !!! Apa Kamu mau kerja keras Keluarga Kita akan jatuh ke tangan Manusia licik itu ?????!!! "
" Kalau begitu katakan semuanya sama Al biar Al mengerti. Siapa Manusia licik yang Papa maksud dan rencana apa yang selalu Papa sembuyiin dari Al. Tolong Pa .... Jangan begini dan supaya Al juga tau dan bisa mikir, Langkah apa yang akan Al ambil. " kata Al sama Papanya itu.
Mendengar perkataan Al, Papanya menghela nafasnya.
" Papa akan ceritakan semua setelah keputusan rapat nanti. "
" Al akan tunggu penjelasan dari Papa. " kawab Al dan mematikan panggilannya.
Al langsung membalas pesan Yesline.
" Sayang, Maaf baru bisa balas pesan Kamu. Hari ini Aku sibuk bangat karena ada rapat dewan direksi jadi akan sulit untuk menghubungimu. Jaga Dirimu baik baik iya dan Jaga Kesehatanmu. Ingat ada Baby Kita di tubuhmu. Doakan Suamimu yang akan berjuang mencari nafkah. "
Setelah membalas pesan Yesline, Al melirik jam tangannya dan masih ada waktu satu jam sebelum rapat dimulai. Dia berencana ke ruangan Dokter jaga yang menangani Pasien selama Dia tidak disini. Karena beberapa pasiennya diserahkan ke Dokter jaga itu. Makanya Al mau melihat perkembangannya dulu.
Al pun langsung ke ruangannya dan Mereka berdua mengunjungi Pasien yang ada disana. Setelah hampir setengah jam Mereka berdiskusi dan mengecek perkembangan Pasien.
Tiba tiba Callista dan Pamannya sudah berada di RS. Al dan Callista saling tatapan.
" Halo Suamiku .... Kemarin Aku pulang kerumah, Tapi kata Bi Inem Kamu juga jarang pulang ke rumah iya .... " kata Callista senyum dan memeluk Al.
__ADS_1
" Halo Al, Apa kabar ??? " tanya Djumadi.
" Baik Om. Om sendiri apa kabar ??? Sepertinya hari ini semangat sekali ....'' kata Al sedikit menyindir.
" Hahahaha .... Sepertinya semangat Om sudah jelas jelas terlihat iya ??? ... Maklum lah, Kan sebentar lagi Om menjabat di RS ini sebagai Direktur, Jadi harus semangat .... " jawabnya sambil tertawa.
" Semoga itu bisa terjadi. " jawab Al membuat Djumadi sedikit berubah wajahnya menjadi tidak suka.
" Callista, Bisa ikut ke ruanganku !!! " kata Al.
" Om, Callista ke ruangan Al dulu iya. " katanya pamit sama Om nya.
" Baiklah. Om tunggu di ruang rapat. "
" Permisi Om. " kata Al lalu meninggalkannya diikuti oleh Callista.
Al dan Callista sudah berada di ruangannya Al dan Mereka berdua duduk di sofa.
" Kenapa Kamu tidak angkat teleponku ??!!! " tanya Al.
" Oh .... Jadi yang tadi nelpon itu Kamu ??? Maaf iya soalnya Aku tidak tau soalnya Kamu kan tidak pernah telepon Aku ... !!! " jawab Callista menyindir.
" Jangan berlebihan !!!! Aku mau tau apa maksud Kamu dengan mengganti posisi Papa dengan Om Djumadi ??? " tanya Al.
" Hei Suamiku .... Saham terbesar di RS ini milik Kakekku. Jadi terserah Saya dong mau diganti dengan siapa ??? Atau Aku harus ganti Kamu ajah Al ??? Gimana kalau Kamu ajah yang jadi Direktur ??? " kata Callista menyindir lagi sambil senyum.
" Callista !!!! " bentak Al.
" Saham itu masih atas nama Kakekmu,
Dan sesuai perjanjian di atas materai RS ini akan jatuh pada keluarga gunawan jika Aku dan Kamu menikah. Dan Kamu harus ingat bahwa perubahan saham itu menjadi milik Kakekmu, karena Kakekmu memberikannya kepadamu karena rasa bersalahnya sama Kamu. Jadi dari awal ada RS ini kerja keras Keluarga Gunawan. '' jawab Al menahan kesal.
" Hahahaha .... Persetan dengan perjanjian atau apapun itu Al !!! Aku hanya ingin sedikit memberikan percikan saja kepada keluarha Gunawan dan Kalian sudah kalang kabut. " kata Callista sedikit pamer dan menyombongkan dirinya.
" Baiklah kalau itu keinginanmu. Kita bercerai !!! Aku akan urus surat perceraian Kita. " cetus Al.
" Waow .... Al Gunawan sudah berani menceraikanku ??? Kalau boleh tau apa karena wanita malam itu alasannya ??? " cetus Callista melotot dan menatap Al.
" Sialan benar dugaanku. Callista sudah tau tentang Yesline. " gumam Al.
" Hah ??? Wanita malam ???? Wanita malam yang mana ??? " tanya Al pura pura bego.
" Hahahaha .... Al .... Al .... Aku tau Kamu di singapura bersama Wanita malam. Atau jangan jangan harga dirimu sudah jatuh ??? Bercinta dengan Wanita murahan seperti Dia ??? " sindir Callista.
" Callista .... Jaga mulutmu !!! Dia Istri sah ku, Jangan pernah merendahkannya !!! " bentak Al karena tidak terima Yesline dibilang begitu. Hingga membuat Al mengungkapkan keberadaan Yesline di hidupnya.
" ISTRI ????!!! Kamu sudah menikahi Wanita malam itu ??? " tanya Callista tidak terima.
Karena bagaimanapun, Callista sangat mencintai Al walau Keluarga Mereka sedang dalam perdebatan. Namun saat Al mengatakan bahwa Dia sudah menikahi Yesline membuat hatinya sangat sakit.
" Kkrreekkkk ...... '' pintu ruangan Al terbuka.
__ADS_1
" Siapa yang menikah ???? "