Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 88


__ADS_3

" Erwin Sialan !!! Bajingan !!! Kamu juga bajingan, Al !!! Dia hampir meniduriku !!! " kata Callista menangis histeris.


" Untung saja obat yabg dikasih Clinton cepat bereaksi. Kalau Dia benar benar meniduriku, Aku benar benar akan membunuhnya dengan tanganku sendiri !!!! " katanya terisak sambil memukul lengan Al berkali kali.


" Maaf, hanya dengan cara itu agar Erwin tidak curiga dan Kita bisa tau semuanya. " jawab Al pelan karena Dia merasa sangat bersalah akan perkataan Callista tadi yang hampir ditiduri.


Callista memutar posisi duduknya membelakangi Al.


" Iya. Karena itu Aku sampai hilang kendali. Aku pukul kepalanya dengan vas bunga berkali kali. Aku benar benar sangat membencinya. "


" Tapi semua yang Aku lakukan, Aku tidak menyesalinya. Tua bangka itu, dengan santainya bilang sangat mencintai Mama. Karena cemburu dan iri mengetahui harta warisan lebih banyak diberikan ke Mama dan Papa, membuatnya berhasrat membunuh Mereka. Dan menuduh Papa Kamu sebagai Pelakunya. Aku benar benar ingin mencincangnya hidup hidup!!! "


" Iya. Aku tau. Dia juga sudah sengaja membunuh Papaku. Lagi lagi hanya karena harta. Besok bukti buktinya akan diserahkan Hans ke kantor polisi. " kata Al.


" Terima Kasih telah membiarkanku untuk tahu semuanya. Terima kasih telah memberikanku kesempatan kedua. Terima kasih karena sudah mau melepaskanku, tidak memasukkanku ke dalam Penjara. " bisik Callista lirih, suaranya serak. Dia tidak berani menatap Al, Dia masih memunggungi Al.


" Jika Om tidak membodohiku, Kita pasti masih Suami Istri, Hidup bahagia bersama Anak Anak Kita, Al. Aku akan sangat bersyukur karena memilikimu, Tapi .... Aku menyia nyiakanmu. Membuatmu pergi begitu saja. "


Al menyentuh kembali pundak Callista yang menangis.


" Sudahlah, Kamu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik daripada Aku, Kamu cantik dan sebenarnya hatimu juga baik. " kata Al.


Callista mengusap airmatanya dan menoleh menatap Al. Jari jarinya meremas ujung kemejanya, seperti hendak mengumpulkan kekuatan. Manatap Laki Laki yang didepannya yang kini bukan Suami dan miliknya lagi. Meski Dia tau, melepaskan Al sama saja melepaskan separuh hidupnya. Tapi Dia sudah yakini bahwa ini yang terbaik untuk semuanya.


" Aku janji, Aku akan berubah menjadi Wanita yang lebih baik lagi. Aku akan membiarkanmu hidup bahagian bersama Yesline. Aku juga janji, Aku akan bahagia bersama Laki Laki lain nanti. " kata Callista dengan bibirnya gemetaran.


Al menatap Callista nanar, apa yang dikatakan Callista membuatnya terenyuh. Dia tau betapa kalimat itu sangat berat untuk diucapkan tapi Callista berhasil mengucapkannya tanpa menangis walau sudah berkaca kaca.


Dengan ragu Al menarik Callista ke dalam pelukannya.


" Sekali ini saja Yes .... Aku hanya ingin menenangkannya, membesarkan hatinya yang sudah sangat hancur. Dia tidak memiliki siapa siapa lagi. Maafkan Aku karena menemaninya malam ini tanpa meminta ijin dari Kamu. " gumam Al dalam hati.


" Aku yakin, Kami bisa hidup lebih baik setelah ini. "


Callista menganggik di dada Al, Jarinya meremas baju Al, Dia sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menangis. Untuk yang terakhir kalinya menikmati bau parfum Al, menikmati kenyamanan dalam dekapan Al yang menenangkan dan hangat, untuk yang terakhir kalinya bisa sedekat ini, Untuk terakhir kalinya sebelum berpisah.


" Angin malam yang dingin dan malam yang sangat pekat. Sampaikan tangis sepiku pada bulan, mungkin Dia bisa pinjamkan Aku cahanyanya.


Agar malam ini Aku bisa tertidur lelap dalam terang. Tanpa ketakutan, kegelapan yang mencekam. Yang akan mengambil sisa sisa senyumku.


Mungkin dengan mata sembab, Dia akan mengasihaniku. Wanita malam yang dipermainkan oleh takdir.

__ADS_1


Kehilangan cinta hidupnya karena keserakahan karena Laki Laki bejat !!!


Hai, Bulan ..... Lihatlah Aku dari tempatmu, Dibawah sinar mu Aku membeku dan dalam dekapnya Aku mencair.


Bolehkah Kamu hingga dilangit lebih lama ??? Agar Aku bisa terus bersamanya.


Mencuri Dia semalam dari Istrinya, Bilang pada matahari untuk istirahat besok hari.


Aku janji, Setelahnya ......


Aku tak peduli lagi. "


******


Dirumah Erwin, beberapa Pengawalnya sudah sadar dari efek obat tidur. Mereka terperanjat saat mengingat kali sebelum Mereka pingsan. Sekretaris sekaligus tangan kanan Erwin berlari ke dalam rumah untuk mencari Erwin. Sangat terkejut ketika melihat Erwin terkapar dibawah tangga dalam kondisi kepalanya yang berdarah. Dia langsung menganggkat tubuh Erwin bersama rekan rekannya lalu membawa Erwin masuk ke dalam mobilnya.


" Saya akan bawa Bos ke rumah sakit, Kalian cek rumah. Laporkan kepada Saya jika ada yang mencurigakan. " perintah Asisten Erwin kepada beberapa Orang didepannya.


" Baik, Bang. "


Dia menutup pintu mobil. " Jalan Pak. " katanya ke Supir.


" Tuan muda. Tuan Erwin terluka. "


********


Disela sela permainan game Clinton, ponselnya berdering dan Dia mengumpat kesal karena harus menyudahi permainan itu untuk menerima panggilan itu.


" Ya ??? "


" Jelek amat suara Kamu !!! " cibir Seseorang dari seberang.


Clinton kaget. Dia mengenali suara itu. Dia menarik ponselnya dan melirik layar ponselnya.


Benar ternyata Dia tidak salah dengar. Itu Nicho yang menelponnya.


" Sialan, Kamu !!! kenapa nelpon ??? "


" Pengen tau kabar Al, Yesline dan Wanita licik itu. Udah lama Saya gak dengar kabar Mereka."


" Kalau Aku jadi Kamu, lebih baik Aku fokus kerja daripada ngurusin Mereka yang ribet bangat. Capek Saya lama lama !!!! " cetus Clinton kesal sekali saat Al memarahinya dan Nicho tertawa mendengarnya.

__ADS_1


" Kayaknya ada yang seru nih ??? goda Nicho mrnimpali.


" Bukan seru tapi bakalan ruwet !!! Bakalan terjadi perang dunia kedua !!! "


" Maksud Kamu ??? Siapa dan Siapa ??? " tanya Nicho kaget.


" Al dan Yesline !!! " jawab Clinton sambil membenarkan posisi duduknya.


"APAA ??? Serius Kamu ??? Ada apa emang ?"


Clinton menceritakan semuanya kepada Nicho dan Nicho mendengarnya dengan seksama.


" Al memang tidak tau diri !!! " cetus Nicho kesal membuat Clinton kesal.


" Dalam keadaan seperti ini, Aku harus ada buat Yesline. " kata Nicho.


" Mau kesini Kamu ??? Atau mau nyusul ke Bangka ??? "


" Mau tau ajah deh Kamu !!! Udah deh, Terima kasih untuk info berharganya. Nanti Aku bawain oleh oleh dari Singapura. " kata Nicho tersenyum jail.


" Sialan !!! Kamu kora Aku, Anak kecil yang suka dikasih oleh oleh ??? Kecuali kalau bule, Aku mana nolak. " jawab Clinton tersenyum.


" Gampanglah !!! bisa diatur .... Bye !!! "


Nicho memutus panggilannya. Clinton kembali menghempaskan tubuhnya di kasur. dia lelah dan mau tidur. Sudah beberapa saat lalu Hans tidur disamping Clinton. Mereka tidur di ruang tamu.


********


Wanita yang didepan gerbang itu bisa melihat dengan jelas apa yang sedang dilakukan sepasang Manusia di dalam sana. Dia meremas besi didepannya. Terlalu kuat hingga telapak tangannya lecet dan berdarah.


Dia meringis merasakan sakit, Tapi sakitnya tidak berasal dari luka itu melainkan dari hatinya yang paling dalam. Wanita itu tidaka berniat untuk masuk kedalam hanya untuk melihat berpelukan, Untuk apa ......


Dia pergi membawa rasa sakitnya, menerjang malam yang dingin dibawah guyuran hujan yang mengantar kepergiannya. Hujan seperti mewakiii perasaannya. Dia tau, Wanita itu sedang merasa tersakiti.


" ***Air .... Dinginmu menusuk tulangku. Tubuhku bergetar dibawah terpaanmu.


Aku kedinginan .....


Tapi kehangatanku lupa pulang,


Aku harus bagaimana ???? Menangis bersamamu ???? Atau berlari mencari tempat untuk berteduh ?? Disana ada kehangatan lain jika Aku mau***. "

__ADS_1


__ADS_2