Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 63


__ADS_3

Yesline bingung, tiba tiba air matanya mengalir dan dadanya sakit. Callista memang tidak memintanya untuk meninggalkan Al atau menggugurkan kandungannya lagi, Tapi Dia meminta satu hal yang lebih dari keduanya itu. Berbagi Suami.


" Kenapa Bu ?? " tanya Leni Panik melihat Yesline yang berurai airmata. Leni berusaha bangkit, Yesline buru buru menutup panggilannya dan mengusap pipinya.


" Aku gak apa apa ko Len ... Kamu jangan banyak gerak dulu. " kata Yesline dan memegang bahu Leni yang hendak turun. Leni masih tidak percaya.


" Siapa yang menelpon BU ? " tanya Leni yang masih tidak percaya dan penasaran juga ingin tau. Yesline menunduk, Dia tidak bisa memberi tahu Leni karena perkataan Callista yang begitu berani membuatnya sangat sedih dan down.


Yesline mengusap air matanya dengan bajunya. Dia menghela nafasnya dan tersenyum melihat Leni. BAru saja Yesline hendak berbicara, Seseorang mendorong pintu hingga terbuka. Dengan sedikit takut, Yesline tiba tiba langsung memegang lengan Leni dan menggenglengkan kepalanya pelan, Menatap Leni tajam agar Leni tidak membahas soal dirinya yang baru saja menangis.


" Aduh .... " kata Yesline membuat Al yang baru saja menutup pintu langsung berlari ke arahnya.


" Kenapa Sayang ??? " tanya Al dengan memegang punggung Yesline dengan kedua tangannya.


" Gak tau Mas ..... Tiba tiba keram. " jawab Yesline memegang perutnya.


" Kita periksa iya .... ? Besok Kita baru pulang, OKe ?? " kata Al yang khawatir dan melihat Yesline dengan cemas, Wajah Yesline merintih kesakitan. Al tidak tega melihatnya, Dia langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan langsung menghubungi Dokter Kandungan dan memintanya segera datang ke kamar rawat Yesline.


Leni sangat kasihan melihat Yesline, Hidupnya sangat penuh teka teki dan gelombang Riak Ombak mempermainkannya berkali kali.


" Jangan banyak pikiran, Bu. Jangan dipendam, berbagi dengan Orang lain agar tidak menyesakkan dada. " kata Leni sedikit menyidirnya.


" Tidak seperti itu Len, Aku tidak memikirkan apa apa. " jawab Yesline dengan terus menyangkalnya. Dia tidak tahu ikatan antara dan Ibu itu sudah terjalin lama sejak dalam kandungan.


" Yang dikatakan Leni itu benar Sayang .... Jangan banyak pikiran. Kamu bisa menceritakan apapun samaku. " kata Al menimpalli perkataan Leni itu. Yesline menatap Suaminya itu yang sudah siap mendorong kursi rodanya.


" Kita pergi dulu Len. " kata Yesline yang masih menahan rasa sakit di perutnya itu.


Leni melempar senyum dan mengedipakn matanya kepada Yesline.


" Mas ... '' kata Yesline tiba tiba dan Dia masih terus mengingat perkataan Callista itu.


" Iya Sayang ....  " jawab Al dan terus mendorong kursi rodanya.


" Apa MAs, sudah benar benar ingin menceraikan Callista ???? Apa tidak ingin memberikan kesempatan kedua ?? " kata Yesline dambil menyentuh lengan tangan Al sembari melihat suaminya itu. Al tiba tiba menghentikan langkahnya dan berjalan memutari Yesline dan berjongkok di depannya.


Menyandarkan dagunya di bahu Yesline, Menatap Istrinya sayu. Menyadari betapa baiknya Yesline atau sebaliknya?


" Kita boleh memikirkan orang lain dan berbuat baik kepada siapapun itu, meski Dia jahat kepada Kita, tapi Sayang ..... Kesempatan kedua itu hanya diberikan kepada Orang yang benar benar sudah menyesali perbuatannya dan juga layak untuk dimaafkan. Namun, Wanita yang Kamu maksud itutidak memiliki keduanya. Jangan karena merasa tidak enak hati, Sungkan kepada orang lain membuat Kita bertinda bodoh. Terkadang karena terlalu baiknya Kita, Orang Orang akan memanfaatkan itu. " jawab Al panjang lebar dan gemas melihat Istrinya itu yang masih bisa bersimpati dengan Wanita licik itu. Jemari Al menyentuh pipi Yesine, dan mengelus elus pelan.


" Aku sudah menutu hati dan kehidupanku untuknya. Bukan karena Aku sudah memilikimu, bukan. Tapi karena memang Dia tidak layak untukku, Yes. Jadi jangan merasa bersalah atau kasihan padanya. Dia sudah menggali kuburan sendiri. Sekarang biarkan Dia belajar untuk menerima konsekuensinya agar suatu saat nanti Dia bisa belajar untuk menghargai sesuatu. " tambah Al.


Dia tidak ingin kebaikan Istrinya itu dimanfaatkan sama Callista. Al berdiri dan mengecup keningnya.


Yesline terdiam dan meresapi setiap perkataan Al. Memang ada benarnya juga, tidak seharusnya Yesline membiarkan Callista kembali di sisi Al jika bahkan Al sendiri sudah tidak menginginkannya.


" Terima kasih Mas, Karena sudah memilikihku. " kata Yesline dengan sedikit bibirnya bergetar, Terharu mengingat betapa baiknya Al pada dirinya.


Al yang merupakan Dokter yang dengan tulus bersedia menikahi Yesline yang dulunya bekerja di club malam. Al mengangguk, seraya berdiri kembali di belakang Yesline dan mendorong kursi rodanya melewati lorong RS dan melewati satu belokan untuk sampai dikamar Yesline. Ternyata di depan kamar Yesline sudah ada Dokter kandungan dan seorang suster yang sudah menunggu. Dokter kandungan itu mengikuti Mereka masuk keruangan. Suster itu mendorong sebuah meja dan diatsnya sudah ada alat USG beserta perlengkapan lainnya.


Yesline menjalani pemeriksaan kehamilan trimester pertamanya dan semua hasilnya baik. Perut keram itu karena akibat dari Mamanya yang banyak pikiran. Jadi Dokter kandungan itu hanya meresepkan obat dan vitamin serta penambah darah saja.


Besok Dis sudah bisa pulang. Al menelpon Mamanya untuk memberi kabar bahwa Yesline sudah sehat dan Mamanya sangat senang dan bahagia mendengar itu.


" Besok Yesline menginap disini beberapa hari iya Al, Biar Mama ada temannya. " kata Mamanya sedikit merengek.


" Tidak usah Ma. Al akan membawanya ke Apartemen saja. Al akan menyewa beberapa pengawal lagi untuk menjaganya. " jawab Al menolak. Dia tidak ingin Yesline merasa tidak bebas dan tidak nyaman jika harus tinggal di rumah Orang Tuanya. Ditambah Papanya yang masih kurang menerima Yesline.


" Pokoknya besok Mama akan jemput Yesline di RS, titik !!!" kata Mamanya dan langsung menutup telepon. Mamanya sengaja ingin berniat baik untuk membuat ikatab satu sama lain yang tidak sedang baik baik itu.


" Biarkan saja Mas, Tidak apa apa. Aku juga belum pernah Kamu ajak menginap di rumah Orang Tuamu. Aku ingin .... Boleh iya ???? " kata Yesline memohon dan Al akhirnya mengangguk dan meng iyakan.


Dia kembali merebahkan tubuhnya disamping Yesline dan mengelus perutnya dengan tangannya dan bermesraan. Al mendengar detak jantung Yesline yang sedikit cepat dan melebihi detak jarum jam. Jantung dan hati itu masih saja berdetak tak karuan jika bersentuhan dengan Al. Bagian tubuhnya yang lain juga berdenyut denyut merespon. Dia mungkin kangen sentuhan suaminya itu. Yesline menutup mulutnya, malu menahan tawa. Sepertinya Al sangat lelah, hingga sudah tertidur pulas memeluk Yesline. Yesline juga mulai memejamkan matanya.


Dikamar Leni, Dia baru saja hendak ingin memejamkan matanya saat ada panggilan masuk dari Clinton. Dengan perasaan berat Dia menerima panggulan itu.


" Halo, Pak. "


" Kamu dimana ??? Aku di depan kamar Yesline tapi tidak ada siapa siapa. AKu kira Kamu didalam untuk menjaganya. Eh .... Didalam malah melihat adegan yang seharusnya tidak Aku lihat. " gerutu Clinton.


Leni lupa untuk mengabari Clinton untuk semua yang terjadi.


" Dari kamar Bu Yesline, Bapak tinggal lurus ajah trus belok kiri, nah Aku disana. " jawab Leni.


" Oke oke. Ngapain Kamu disana ??? Siapa yang sakit ??? " tanya Clinton yang penasaran.


" Nanti AKu ceritain Pak."


Tidak lama, CLinton langsung membuka pintu dan melihat Seseorang terbaring disana dalam keadaan botak gundul. Clinton menntup pintu dengan bokongnya karena penasaran dengan Orang itu.


" Ini Saya Pak. " celetuk Leni tanpa melihat Clonton yang membelakanginya.


" Hah ??? Apa ynag terjadi saat AKu tidak ada ??? " tanya Clinton dengan tidak percaya melihat Leni yang terbaring disana dengan keadaan botak gundul, Dia langsung menarik kursi dan duduk di depan Leni.


Mendadak mengasihani Wanita itu, Dia benar benar totalitas dalam bekerja


Leni menceritakan semuanya, mulai dari Seseorang yang menyamar menjadi Seorang perawat palsu, lalu kejar kejaran dan baku hantam dengan ledakan mobil itu. Semuanya Dia ceritain termasuk Dirinya yang ditolong Seorang Laki Laki. Clinton menatap tidak percaya, bisa bisanya Mereka tidak takut melakukan aksinya di RS.

__ADS_1


Clinton meregangkan otot ototnya dna merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan Leni. DIa butuh istirahat karena Dia nanti akan melaporkan semuanya ke Al.


******


Callsita meringkuk menangis di atas kasurnya, kedua lutut ditekuk menutupi wajahnya. Dia fustrasi tidak tahu harus melakukan apa lagi. Semua cara sudah Dia coba termasuk merendahkan harga diri di depan Yesline, mungkin Yesline akan mengasihaninya meski Al sudah begitu membencinya. Dia bisa mendapatkan laki laki manapun yang Dia mau dengan kecantikan dan keindahan tubuhnya kecuali Al. Dia menolaknya luar dalam.


Callista menjerit histeris melempar semua bantalnya ke lantai. Dia marah pada dirinya, hidupnya, semuanya. Ini pertama kalinya Callista ketakutan akan kegagalan. Dia melirik ponselnya yang tergeletak di kasurnya dari tadi. Dia berkali kali menghubungi Nicho namun tidak ada jawaban. Tumben Nicho mengkir dari panggilan Callista.


" Dimana Kamu Cho ???" gumamnya.


Selang infus ditangan Yesline sudah dicabut.Al sudah mengurus semua berkas untuk kepulangannya hari ini. Saat Suaminya itu ke bagian Administrasi untuk membayar semua tagihan dan biaya pengobatannya, Al meminta untuk menunggunya di taman, Mamanya bersikeras untuk menjemput Mereka.


Ditaman Yesline tidak sengaja melihat Seorang Laki Laki tak jauh dari tempatnya duduk, sedang memetik senar gitar dan menyanyikan lagu yang tak asing menurutnya dan tidak asing ditelinga Yesline. Iya, Dia sering mendengar lagu itu di club.


Perlahan Yesline menghampirinya, memperhatikan Laki Laki dengan setelan baju RS ini.


" Some times its easy to be around you .... Some times its hard for me to be there too ... "


Yesline menoleh, memastikan jika Laki Laki itu benar benar Orang yang Dia kenali.


" Hei, Nicho ???!! " kata Yesline kaget. Kemarin Dia kesini untuk menjenguk Yesline meski Al tidak mengijinkan mereka ngobrol terlalu lama tapi kenapa tiba tiba sekarang Dia pakai baju RS ???


Nicho menoleh dan juga terkejut melihat Yesline yang juga sendirian. Kepalanya melihat sekeliling mencari Al. Namun Dia sedikit senang melihat Yesline sendirian tanpa Al.


" Kamu disini ??? " tanya Yesline lagi. ikut duduk di bangku samping NIcho.


" Iya, Aku menginap semalam. Sudah bosan tidur dirumah. " jawab Nicho membuat Yesline tertawa mendengar jawabannya dan Dia memukul lengan Nicho dengan keras membuat Nicho sontak kesakitan. Luka bakarnya berdenyut denyut nyeri.


" Apa ada yang sakit ??? Kamu terluka ?? makanya dirawat disini ??? " tanya Yesline kaget dan tiba tiba panik. Dia langsung berdiri dan menarik baju Nicho berusaha melihat bagian tubuh mana yang terluka karena kemarin Dia masih sehat dan sekarang tiba tiba sakit dan Yesline tidak tau apa apa.


Nicho berusaha menahan rasa sakitnya dan menarik Yesline untuk duduk kembali.


" Bukan begitu, pukulanmu memang sakit, dasar Cewek bar bar !!! " cetus Nicho dengan memasang wajah kesal. Tangan pura pura mengusap lengan yang dipukul Yesline barusan padahal pukulan itu tidak sakit sama sekali. Yeslien mengerutkan bibirnya tidak percaya.


" Pukulanku mana sakit Cho ??? Suka melebih lebihkan deh Kamu !!! " cetus Yesline.


Nicho mengabaikan Yesline dan berniat ingin memainkan gitarnya lagi.


" Mau gak ajarin Aku main gitar Cho ??? " kata Yesline meminta karena Dia selalu terpesona sama Laki Laki yang bisa main gitar dan musik.


Nicho menatapnya Yesline tidak percaya. Menggemaskan. Tapi sayang sudah Istri Orang.


" Boleh. Tapi AL tidak marah ??? " tanya Nicho memastikan.


Yesline buru buru menggeleng. Dia langsung berpikir apa calon Anaknya Laki Laki ??? Karena sekarang Dia benar benar menginginkannya. Nicho langsung mengangkat gitarnya dan menaruh disampingnya, membuka kakinya sedikit lebar.


" Duduk sini. " tangan Nicho menepuk nepuk papan kursi yang Dia duduki.


Nicho melingkari tubuh Yesline. Membantu Yesline memposisikan gitarnya, mengajari bagaimana cara memegangnya dan Yesline sedikit kikuk dibuatnya karena Nicho memeluknya dari belakang.


Dalam hatinya memberikan sinyal bahaya kalau Al sampai tahu tapi disisi lain Dia ingin bisa memetik senar senar gitar ini. Jemari Nicho dengan lihai memetik senar senar gitar itu dan Yesline berusaha mengikuti. Sekuat tenaga Yesline tidak menggerakkan kepalanya kesamping karena itu akan membuat Dia dan Nicho bisa berciuman. Jarak kepala Mereka sangat dekat, Pipi Yesline bisa merasakan hembusan nafas Nicho yang hangat.


Yesline deg deg an. Dia mengatur nafasnya. Nicho benar benar menikmati moment ini, bersyukur pada Tuhan telah memberikan kesempatan ini walau hanya beberapa menit akan bertahan. Tapi jika boleh, Dia ingin bisa terus berdekatan dengan Yesline. Nicho suka wangi rambutnya, wangi tubuhnya dan berada sedekat ini dengan Yesline membuatnya rela jika harus terbakar berkali kali.


Senyum dibibir Yesline yang begitu manis membuat Nicho mengagumi wajah itu 10000 kali lagi. Katanya wanita paling cantik adalah Para bidadari surga dan salah satunya wanita yang didekatnya saat ini.


" Nicho, apa cara memegangku sudah benar ??? " tanya Yesline membuyarkan lamunannya.


" Lumayan .... Aku akan mengajarimu lagi, jika Kamu mau. " kata Nicho mendekatkan dirinya sehingga semakin dekat. Punggunh Yesline bisa merasakan Dada Nicho yang hangat. Sehingga Yesline berpikir bahwa itu normal karena Nicho juga tampan dan gagah.


" Stop. Kamu sedang memanfaatkan keadaan Nicho. Aku tidak sudi jika caramu mengajariku seperti ini, AL akan mematahkan kedua tanganmu jika Dia tau ini. " ancam Yesline tertawa kecil.


Sontak Nicho menarik kedua tangannya menjauh dan Yesline langsung berdiri dan kembali duduk disampingnya.


" Kamu takut ??? " Yesline masih tertwa melihat reaksi Nicho itu.


Tiba tiba ponselnya berdering dan itu dari Al


" Aku pergi dulu iya, Cepat sembuh Nicho. " kata Yesline berdiri dan melambaikan tangannya. Nicho membalasnya dengan senyuman, menatap Yesline dengan gemas.


Yesline berjalan menuju lobby RS.


" Iya Mas ... "


" Masih ditaman Sayang ??? Aku kesana iya ?? "


" Ini udah mau sampai lobby kok. Aku kesana sendiri saja. Apa Mama sudah datang ??? " tanya Yesline. Tiupan angin membuat rambutnya bergoyang membuat Yesline semakin cantik walau hanya memakai kaos dan celana jeans saja.


" Sudah Sayang ... "


Dari kejauhan Yesline sudah bisa melihat Al dan Mamanya menunggu di lobby tapi Dia tidak melihat Papanya. Tidak apa apa, Perlahan Papa nanti pasti akan menerimanya juga. hanya butuh waktu.


Mama Al menyambut Yesline dengan pelukan hangat.


" Bagaimana kabar Kamu dan Cucu Nenek ??? Sehat ya ??? " tanya Mertuanya itu antusias.


Tangan kananya mengelus perut Yesline membuat Al senang melihat Yesline yang begitu sumringah diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


" Sehat kok Ma. " jawab Yesline mengangguk dan senyum membuat Mertuanya itu ikut bahagia.


" Mama tidak sabar lagi ingin menggendong cucu. " kata Mamanya bercanda membuat Mereka tertawa.


Yesline pulang menggunakan mobil mertuanya itu dan Al akan menyusul setelah menyelesaikan pekerjaannya dnegan Clinton. Mertuanya itu juga menyewa beberapa pengawal untuk mengawal perjalanan pulang Mereka.


*******


" Ini ... " tangan Clinton menyodorkan beberapa vidio dan rekaman suara yang dijadikan satu folder di dalam ponselnya. Begitu juga surat yang ditulisakna CS itu untuk istrinya.


Al melihat dan memeriksa setiap vidio yang berhasil Clinton kumpulkan.


" Rizky terlibat dalam semua ini. " kata Clinton mengawali pembicaraan Mereka.


" Iya, Aku sudah tau, Bro. "


Sebelumnya Clinton ingin membuat Al kaget dan malah Clinton yang kaget dibuatnya.


" Hah ???? Tahu dari mana ?? ini kan bukti buktinya baru Kamu lihat, Apa ada yag mengirim bukti bukti sama kamu ??? "


" Panjang ceritanya. Pokoknya Aku sudah tau. Kamu simpan semua ini dulu Bro. Aku ada rencana untuk Rizky. Aku ingin beri Dia pelajaran yang setimpal. " jawab Al.


" Oke oke. "


Clinton memasukkan kembali bukti bukti yang sudah dicetak itu dan dimasukkan kedalam tas yang dibawanya.


" Oh iya, Beberapa hari ini Aku akan fokus ke Yesline dulu. Kamu tolong perketat penjagaan untuk 3 Orang Preman kemarin. Jika keaadan mereka sudah membaik langsung pindahkan ke basecamp. Baru nanti kita bahas rancana selanjutnya. "


Clinton mengangguk.


" Aku belum ketemu Istrimu selama beberapa hari ini. Jadi kangen .... " kata Clinton bercanda dan lasngusng mendarat pukulan dari Al dipundaknya sehingga Clinton langsung menahan ketawanya.


" Loh .... Yesline itu itu Istri Kamu Bang ??? Bukan Istri Bang Clinton ??? "


Tiba tiba suara yang tak diinginkan datang dari balik pintu. Anak itu benar benar tidak sopan langsung main masuk saja tanpa ketuk pintu. Rizky, mungkin sengaja selalu membuntuti mereka untuk mencari tahu secara langsung. Masih saja bermuka dua, memainkan perannya dengan baik. Seperti Orang culun yang polos dan tidak tau apa apa.


Namun nyatanya, Dia lebih dari Binatang. Berani menghianati Keluarga sendiridemi nafsu keegoisan akan harta. Sekuat tenaga Al menahan emosinya. Clinton hanya melirik tidak suka.


Al beranjak dari tempat duduknya dan hendak pergi sebelum Rizky menghentikannya.


" Bang, tunggu dulu. Benaran Aku baru tau kalau Yesline itu Istri Kamu. '' kata Rizky lagi.


" Iya. Yesline Istriku. Jika ada yang mengganggunya berurusan samaku !!!! " cetus Al sedikit menggertak membuat Laki Laki itu hanya tertawa kecil. LA dan Clinton pergi meninggalkannya.


Al baru keluar dari lobby RS, tiba tiba Yesline mengirimnya pesan.


" Sayang .... Aku pengen makan nasi padang ..."


" Iya sayang. Aku bawakan " balas Al dengan senyum.


" Terima kasih Mas. Love You Sekebon .... Muuuuchh ... "


Al yang membaca balasan Istrinya itu membuat jiwa mesumnya ingin menggoda.


" Aku sepertinya juga ngidam Sayang ..... Aku ingin minum susu langsung nanti. "


Yesline yang membcanya itu hanya senyum senyum melihat kelakuan suaminya itu.


Yesline sedang asyik nonton di kamar Al saat tiba tiba ada beberapa pesan masuk dari nomor baru lagi. Padahal Yesline sempat mengira bahwa itu pesan dari Al karena Dia belum sampai juga dan sudah lumayan tengah malam.


Nomor itu mengirim beberapa foto foto ke ponsel Yesline dan Yesline tidak langsung membukanya karena harus di download dulu. Dia berencana untuk membukanya nanti. Tapi dalam pesan itu juga ditulis,


" Buka foto foto ini jika Kamu sayang sama Mamamu. "


Itu membuat Yesline penasaran dan hendak mau membukanya dan Al langsung masuk ke kamar membawa nasi padang. Yesline yang melihatnya langsung senang bukan main. Dan langsung memeluk suaminya itu. menciumi hidung, pipi serta bibirnya.


" Wah .. Wah ..... tunggu dulu Sayang ... " kata Al yang kewalahan karena ciuman Yesline yanng agresif itu. Yesline langsung meraih kresek hitam yang dipegangnya karena tidak sabar ingin makan nasi padang.


" Makasih Sayang .... " kata Yesline senyum.


Saat Yesline membuka ikresek itu, wajahnya berubah kecewa. Menatap marah Al yang malah melihatnya tanpa dosa.


" Kenapa ?? " tanya Al sedikit bingung karena tidak mengerti maksud Yesline.


" Aku tadi pesan nasi padang Sayang bukan mie rasa rendang padang !!!! " jawab Yesline dengan kesal.


Al bingung melihat IStrinya itu.


" Lah kan bau dan rasanya sama Sayang ..... " Al masih ngesel dan masih menganggap ngidamnya ibu hami itu sesimpel itu.


" Mas Al !!!! " bentaknya kesal.


" Dasar suami tidak peka!!! " Dia membelakangi Al.


" Al menghela nafanya.


" Kenapa Kamu bisa begitu marah hanya perkara nasi padang dan rendang ???? Aku tadi sudah mutar mutar tapi sudah tutup semua  Sayang ..... Makanya Aku .... BAwakan saudaranya ... " kata Al masih ngelawak.

__ADS_1


" Terus kenapa bisa baru jam segini pulang ??? Kalau nyarinya jam segini iya pasti sudah habis dan tutup !!! Lagian kan tadi Aku pesannya dsore loh !!!! " bentak Yesline lagi dengan kesal. Ini pertama kali Dia marah marah sama Al.


" Tadi tiba tiba ada urusan mendadak lagi dengan Clinton Sayang .... " jawab Al nyegir dan mulai takut melihat Yesline yang sudah mulai marah dan menatapnya melototo.


__ADS_2