Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 169


__ADS_3

Callista menundukkan pandangan, berjalan dengan menatap langkah kakinya. Sesekali tertawa ringan lalu tersenyum.


" Apa kamu dulu merasa tidak bisa merubahku, Al? "


" Akmu yang tidak mau tulus mencintaiku, juga aku yang tidak bisa sepenuh hati menerimamu. Mungkin, memang jalannya sudah seperti itu. Kamu bahagia dengan Nicho dan Aku bahagia dengan Yesline. "


Al menatap Callista lekat. Al tidak bisa mengartikan apa arti dari raut wajah Callista.


" Mari kita jalani takdir ini dengan bahagia, Al. Aku tetap bahagia pernah menjadi bagian dari kisah hidupmu, meski kisah yang kelam. Tidak ada peristiwa dalam takdir ini yang bisa kita lompati. Kita hanya bisa menjalaninya bukan? Sampai takdir membawa kita ke episode yang paling membahagiakan. Jangan pernah sesali apapun. Seperti aku tidak pernah menyesali karena pernah menjadi jahat, jika imbalannya kini adalah memiliki suami sepengertian dan sebaik Nicho. Kamu juga pasti bahagia. Meski harus melewati masa memiliki istri seperti aku yang tidak kamu cintai dan selingkuh dengan sepupumu. Tapi imbalannya, kamu mendapatkan Yesline yang sangat kau cintai dan mencintaimu. Sebagai imbalan yang didapat berbanding lurus dengan apa yang kita lalui, Al. Senang bisa berbicara denganmu lagi dari hati ke hati seperti ini. "


Al tekekeh, menyembunyikan keterkejutannya dengan perubahan Callista. Dia memang bukan Callista yang dulu. Dia adalah istri Nicho.


" Bicaramu sudah seperti Ibu Ustadzah saja. " seru Al sedikit tertawa.


" Baiklah, aku harus kembali ke ruanganku. Ada hal hal yang harus aku urus. Semoga putrimu lekas membaik. " pamit Al, dan langsung diangguki oleh Callista.


Tak jauh dari sana, kedua manusia itu tidak sadar jika ada dua orang yang memperhatikan sejak tadi. Awalnya mereka mau marah karena cemburu melihat pasangannya berbicara dan bertemu lagi dengan mantan suami dan mantan istrinya. Tapi setelah mereka mendengar apa yang mereka bicarakan, mereka tahu tidak ada apa apa lagi diantara selain hubungan pertemanan dan silahturahmi saja. Mereka langsung bersembunyi saat Al dan Callista melewati mereka.


*****


Malam harinya, Clinton melakukan panggilan vidio kepada Al, Gabriel, Nicho dan juga Hans. Tanpa sepengetahuan Clinton, ada Yesline yang bergelayut mesra di pangkuan Al dan juga Leni yang sedang menggoda Gabriel.


" Gue dua hari lagi udah nikah, nih. Kalian masa gak mau ngajak saya pesta bujang? gak seru ah, diem dieman gini!! " sungut Clinton, entah kenapa laki laki satu itu dari kemarin sewot terus sama sahabat sahabatnya.


" Emang kamu masih bujang? " tanya Al, cekikikan.

__ADS_1


" Lah, emang si Clinton udah buka segel? " Hans menimpali sedikit terkejut. Pasalnya hanya Clinton dan Al yang tahu jika Clinton dan Clara sudah membuka segel malam itu, karena rencana Al.


" Kamu gak usah kemakan omongannya si Al, Bro. Kamu tau kan dia kalau ngomong suka ngawur. " kata Clinton membela diri.


Al tertawa lebar. Selain karena kepolosan Hans yang terasa lucu baginya juga karena untuk mengusir gairah panas yang mulai merasuki tubuhnya saat Yesline dengan asyik mengulum miliknya.


" Kalau kamu pasti masih bujang ting ting ya, Hans? Udah kamu buruan nikah gih sama dokter Meriam. Ada berlian jangan dianggurin. Entar nyesel! " imbuh Gabriel, sembari tangannya sedang meremas gundukan indah milik Leni.


" Bentar lagi, nanti langsung ijab kabul saya. " Hans menjawab dengan entengnya. Padahal nyalinya ciut setiap berada di dekat Meriam.


" Heh! Kenapa pada berisik ngomongin Hans sih? Ini gimana, kita jadi gak nih ke klub buat pesta bujangnya? " tanya Clinton mulai kesal.


" S-saya gak bisa Clint, ini tiba tiba dipanggil papa mau pengajian. Besok aja kita ngumpul gimana? untuk have fun aja, gak usah pesta bujang yang aneh aneh! Ya udah assalamualaikum. " Hans mematikan vido callnya terlebih dahulu.


Al dan Gabriel sedang melirik ke arah istri istrinya meminta persetujuan.


Yesline dan Leni menatap tajam ke arah suami mereka. Serempak mengatkana.


" Gak! Gak boleh! "


" Kamu gak usah aneh aneh deh Mas Clinton. Besok aja kita rayain dengan cara lain, benar kata Hans. Masa kamu ngajak begituan. Mas Al kan sudah gak bujang! " sentak Yesline tanpa menampakkan diri.


" Mas Clint, Mas Gabriel juga gak boleh ikut! Dia juga lagi pesta bujang sendiri di rumah sama istrinya. " Leni menambahi, juga tanpa menampakkan wajahnya.


Clinton mengerut.

__ADS_1


" Semenjak kapan kalian nguping? " selidik Clinton.


Al dan Gabriel nyengir. Clinton tahu apa artinya itu.


" Kalian dari tadi teleponan sambil gituan? Anjir! Makanya gak ada yang tertarik nemenin saya pesta bujang. Ternyata sudah pesta sendiri sama istri. Ya udah deh, aku tutup! Bye! " Clinton ngambek.


Tanpa menunggu jawaban Al dan Gabriel, Clinton langsung mematikan panggilan vidio call an itu begitu saja.


Tuh kan, gara gara kamu nih, Clinton jadi ngambek. " keluh Al kepada Yesline yang sudah mematikan teleponnya.


" Sudahlah, Mas. Istri manapun gak akan memberikan ijin kepada suaminya untuk melakukan pesta bujang. Udah nikmatin aja permainan aku malam ini. " Yesline tersenyum genit, dia sudah mulai menanggalkan seluruh pakaiannya. Membuat Al membulatkan matanya dan langsung melahap setiap inci tubuh Yesline.


Sedangkan dikamar Gabriel.


" Kamu lihat tuh, Clinton kecewa kayaknya, merasa gak dipeduliin. Dari kemarin bawaannya udah marah aja. " Gabriel memberi tahu istrinya.


Leni hanya terus menggoda Gabriel tanpa mempedulikan soal marahnya Clinton.


" Besok kita kasih kejutan aja. "


****


Clinton membanting ponselnya ke segala arah, kesal. Sampai tiba tiba ada yang mengetuk pintu apartemennya.


" Siapa sih? "

__ADS_1


__ADS_2