Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 83


__ADS_3

Mobil Callista berhenti di tepi jalan. Dia sedang menunggu Seseorang. Beberapa kali Dia melirik jam tangannya dan melihat keluar ke kaca mobilnya.


" Apa Mereka mempermainkanku ??? " gerutu Callista geram. Tangannya menegang memegang kemudi.


Beberapa saat kemudian ada sebuah mobil sedan hitam melewati mobilnya dan berhenti didepan mobilnya. Callista memperhatikannya. Dari arah pintu kanan dan kiri keluarlah Clinton dan pengacara Al. Callista lupa siapa nama Pengacara itu. Dia mengerutkan keningnya di dalam mobilnya.


Dibenaknya, Dia masih berharap ada Al hang menyusul di belakang Clinton dan Pengacaranya itu. Meski itu mustahil. Callista merebahkan punggungnya ke sandaran kursinya.


Tok .... Tok ...Tok ....


Seseorang mengetuk kaca mobil dengan pelan membuat Callista menoleh. Dia langsung menurunkan kaca mobilnya setelah tau disana ada Clinton. Clinton sedikit mencondongkan tubuhnya untuk sesikit masuk ke dalam mobil Callista melalui kaca jendela mobilnya.


Callista kemudian mengalihkan perhatiannya ke depan kemudi tanpa melihat Clinton yang begitu rese.


Beberapa jam sebelumnya, Clinton menelpon katanya Al menyuruh Callista untuk menunggu di lokasi ini. Meski sebelumnya, Callista sedikit curiga karena tidak akan mungkin Al dengan sengaja bertemu diluar seperti ini.


Namun, Jiwa Callista meronta ronta jika yang dikatakan Clinton adalah benar. Meski kenyataannya Clinton bohong akan itu. Karena ulah Clinton yang mengatas namakan perintah telepon itu dari Al. Membuat Callista sudah dandan sedemikian rupa dan tetap terlihat simple dan elegan, anggun dan cantik, seperti Yesline.


Karena selama ini, Dia terlalu seksi dan menor kalau berdandan kalau berdandan. Callista menghela nafasnya kesal, menyadari memang banyak hal yang Yesline punya sementara Dirinya tidak.


Clinton bisa melihat raut wajah Callista yang tampak kesal, membuatnya tertawa sinis.


" Kamu berharap Al datang kesini ??? " tanya Clinton disertai tawa sinisnya. Callista menoleh kaget karena dikatain seperti itu karena Dia selalu berpikir Clinton selalu sok tau.


" Ngaco Kamu !!! Sok tau !!! " cetus Callista.


" Tau dong .... Terlihat jelas kalau Kamu sedang menunggu kedatangan Al. " kata Clinton menggodanya sambil ketawa melihat Callista yang gelagapan menyembunyikan raut wajahnya itu.


Wajah itu jika dalam keadaan normal akan kelihatan lumayan cantik, asal jangan berubah ke sifat liciknya saja bisa kelihatan langsung seperti nenek sihir.

__ADS_1


" Emang dimana Bos Kalian ??? " cetus Callista berani, saat membuka pintu mobil sembari mengenakan seat beltnya. Hans dan Clinton masuk, mengatur posisi duduk masing masing.


Hans duduk sendiri di bangku belakang. Callista sekuat tenaganya untuk tidak menegok ke belakang atau ke samping, akan terlihat sekali bahwa mukanya memerah. Ini memang aneh dan Dia baru merasa dan kehilangan dan mencari cari Al yang bukan lagi suaminya. Betul sekali memang yang dikatakan pepatah, Penyesalan itu selalu datang terakhir. Callista menghela nafasnya.


Hans dan Satria saling melempar pandang dan senyum membuat Callista semakin kikuk.


" Yakin mau tau ??? " tanya Clinton dan masih melirik ke arah Hans, yang dilirik hanya nyengir.


" Emang kenapa ??? " gumam Callista semakin penasaran.


Clinton sialan, Dia memang selalu suka menggoda Orang. Callista diam tak menjawab. Dia mulai memasukkan kunci dan menghidupkan mesin mobilnya. Clinton sengaja meninggalkan mobilnya disana. Mereka ada urusan yang penting yang harus dilakukan bersama.


" Kasih tau aja lah biar gak penasaran. Lagian sudah gak ada hubungan apa apa lagi, Tapi jangan pamer. " kata Hans meledek serta disusul tawa Clinton yang terdengar begitu menertawakan Callista, seakan akan ada yang lucu padahal itu sangat tidak mengenakkan buat Callista membuatnya kesal dan mematikan mesin mobilnya. Sebelah tangannya masih memegang kemudi. Dia memutar tubuhnya menghadap Clinton dan Hans. Kedua Laki Laki tampan itu berusaha memperlihatkan wajah serius.


" Aku gak mau bantu Kalian melakukan penyelidikan itu !!! " ancamnya.


Karena saat Clinton menelpon, Al meminta Dia, Hans dan membawa Callista untuk menyelidiki apakah Erwin terlibat dalam kasus penembakan Yesline atau tidak. Mereka membutuhkan informasi lain dari Callista. Wanita itu sudah dibawah kendali Al.


******


" Sayang, Kita sudah mau sampai. " kata Al.


Mendengar itu, membuat Yesline terbangun. Dia sudah tidak merasakan mual dan pusing lagi. Tanpa menunggu Al, Dia berjalan duluan dan ingin menikmati indahnya pemandangan dan air luat yang sangat biru.


Angin sepoi sepoi menerpa kulit Yesline. Tapi tiba tiba kepalanya kembali pusing dan tubuhnya merasa lemah. Yesline merasa semuanya berputar hingga tubuhha terhuyung terjatuh.


" Yesline !!!!!! "


Untung saja Al langsung dengan sigap menangkap tubuh Yesline kedalam pangkuannya. Jantungnya hampir saja copot dan berdetak kencang tak karuan. Didalam perairan ini meski tidak terlalu dalam tapi banyak terumbu karangnya. Bahaya kalau sampai kecebur ke dalam.

__ADS_1


Al mengelus dadanya, saat ini Yesline benar benar menguji spot jantungnya karena disini yang benar benar menjaganya hanya Dia. Dia tidak bisa dengan santai meminta bantuan orang lain, Benar benar menguras emosi dan tenaga Al.


Seharian ini Al berhasil menemani Yesline. Berbeda dengan Mamanya dan Leni, Mereka berdua belanja di toko toko cendramata yang ada disana. Membeli beberapa pernak pernik khas daerah sana.


*****


Clinton dan Hans masih mengintrogasi Callista.


" Aku gak tau pasti, itu ulah Paman Erwin atau tidak. Tapi Aku yakin kalau Dia terlibat. " kata Callista.


" Aish.... Kalau ngomong yang benar !!! gak tau pasti tapi Kamu bilang yakin ??? Udah deh bilang ajah dan juujr sama Kita. Kamu akan aman !!! " cetus Clinton sedikit kesal.


Hans mengeluarkan ponsel dari saku celananya, Dia menghubungi Al. Tak lama panggilan pun terhubung.


" Halo Al, sorri ganggu " kata Hans saat Al menganggkat panggilannya.


" Ganggu bangat !!! kenapa memang ??? " jawab Al dengan nada ketus.


Hans sedikit menelan ludahnya, mendengar Al memekik dirinya.


" Sialan nih Orang !!! Untung klien Saya dan untung juga Suaminya Yesline !!! Kalau gak, Saya kepret juga nih Orang !!! " gumam Hans.


" Kamu jujur bangat ya !!! Ini Dayang Dayang Kamu gimana ??? " tanya Hans.


" Kamu atur sendiri deh !!! Masa gitu ajah Aku harus turun tangan ??? " jawab Al seenak jidatnya.


" Eh, Kutu kuprett !!! Ini Callista susah bangat buat diajak kerja samanya. Mau Aku kasarin tapi Kamu bilang jangan dikasarin!!! Mau dilembutin, Sampe eneg mau muntah Saya !!!" cetus Clinton. Ponsel Hans langsung diambilnya saat Al protes mengganggu saat liburannya.


" Ckck !!! Mana, Ponselnya kasih ke Callista !!! " jawab Al dan Clinton langsung memberikan ponsel itu ke Callista .

__ADS_1


Al langsung mengancamnya dengan menyebar vidio syurnya itu jika Dia tidak mau bekerja sama. Al memang sengaja tidak memenjarakan Callista terlebih dahulu, Karena Dia masih butuh bantuannya untuk mengorek kejahatan Erwin.


Karena info Nicho, Callista cukup banyak tau tentang kejahatan Erwin yang notabene memiliki dendam pribadi dengan Alm. Papa nya Al. Setelah mendengar keputusan callista yang mau menuruti keinginan Al, Panggilan yang terhubung melalui ponsel Hans pun terputus.


__ADS_2