Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 30


__ADS_3

" AAAISSSHHH .... SIALAN KAMU CALLISTA !!! " maki Nicho saat melihat isi map nya itu.


Nicho langsung mengeluarkan ponselnya dan memotret isi map itu yang terdiri dari beberapa lembar dan meletakkan kembali map itu di tempatnya lalu pergi meninggalkan Callista.


Langsung dari Hotel, Nicho menuju RS untuk menjenguk Papanya. Setelah di RS, Dia bertemu Rizky, Mamanya dan Dokter jaga yang sedang memeriksa Papanya.


Nicho sedikit mengerutkan keningnya karena yang Dia tahu Al lah yang menangani Papanya dan bukan Dokter jaga yang ada di depannya itu.


" Masih ingat Kamu punya Orang Tua ??? " sindir Adiknya itu saat melihat Nicho memasuki kamar rawat Papanya itu.


" Nicho !!!!! Sopan sedikit dengan Abangmu !!! " bentak Mamanya.


Rizky pun terdiam dan mengacuhkan Abangnya itu. Nicho langsung mendekati Papanya. Saat itu Papanya dibantu dengan alat pernapasan karena masih merasa sesak.


Saat Nicho datang, Dokter memberikan suntikan obat dan langsung keluar setelah memeriksa Papanya karena merasa risih.


" Aku pergi Ma. " kata Nicho setelah melihat Papanya itu.


" Kenapa langsung pergi Nak ???? Tunggu Papa bangun dulu. " kata Mamanya itu.


" Gak Ma. Aku takut kalau Papa lihat Nicho malah makin kumat jantungnya. " jawab Nicho menggelengkan kepalanya.


Mamanya diam dan sedikit berpikir bahwa yang dikatakan Nicho itu ada benarnya juga. Papanya akan emosi dan marah jika melihat wajah Nicho disana. Mengingat kejadian beberapa hari lalu Papanya masuk RS karena Nicho penyebabnya.


Papanya tau bahwa Nicho menjalin hubungan dengan Callista.


Keluarga Nicho mendengar kabar dari Seseorang yang datang ke rumah Mereka dan Orang itu menunjukkan beberapa foto foto kemesraan Nicho dan Callista saat berada di club maupun dihotel.


Awalnya Papa Nicho tidak mempercayainya. Namun setelah Papanya memastikan itu dengan menelpon Nicho, Dan Nicho mangakui itu semua bahwa Dia menjalin hubungan dengan Istri Al Sepupunya itu dan membuat jantung Papanya itu kumat.


" Iya udah, Kamu hati hati iya. " jawab Mamanya.


Nicho menganggukkan kepala lalu pergi dan keluar dari kamar itu.


Rizky hanya diam melihat Abangnya itu keluar dari sana. Nicho mengeluarkan pesan dan terlihat sedang membalas pesan Seseorang.


Dia juga mengirimkan foto foto yang Dia ambil dari map itu termasuk laporan keuangan dan masuk di RS itu yang kebetulan dijabat oleh Papanya Callista.


Nicho sebenarnya sudah tau dari awal alasannya Callista menikah dengan Al. Bahkan Nicho juga pernah mendengar Callista teleponan dengan Papanya dan merencanakan sesuatu. Hanya saja Nicho diam.


Dia sedang mengawasi Callista berusaha dekat dan menjalin hubungan dengannya karena Dia tahu bahwa Callista sangat suka permainan satu malam.


Saat keluar dari kamar rawat Papanya itu terlihat Dia sedang membalas pesan Seseorang. Setelah selesai Nicho langsung kembali ke Apartemennya untuk Istirahat.


Saat ini Dia belum terpikirkan untuk langkah berikutnya yang akan Dia ambil.

__ADS_1


*******


Saat ini Al dan Yesline sudah berada di Apartemen. Al meminta perawat untuk mengawasi Mertuanya itu karena Al dan Yesline butuh istirahat.


Awalnya Al mau minta tolong dan menuruh Clinton, Tapi Yesline menolaknya. Yesline tidak mau merepotkan Clinton karena Al juga selalu minta tolong sama Dia walau Clinton selalu menurut saat disuruh Al.


" Mas, Ada yang ingin Aku tanyakan sama Kamu. " kata Yesline.


" Apatuh ???? " jawab Al.


Saat ini Mereka mereka sednag diatas kasur layaknya seorang istri yang mengobrol dan cerita bersama.


" Apa Callista Seorang Selebritas itu Istri pertamamu ??? " tanya Yesline.


" Kenapa ??? Kamu ada masalah dengan Dia ??? " tanya Al sambil mengangguk.


" Gak Mas. " jawab Yesline.


" Cuma .... Eh gak jadi deh .... " kata Yesline karena ragu untuk menceritakannya.


" Kenapa ???? Jangan sampai Aku yang melanjutkannya .... '' kata Al senyum.


" Emanang Kamu tau apa yang mau Aku katakan, Pura pura mau melanjutkan lagi !!! " jawab Yesline mengerutkan keningnya.


" Lah, Trus Kamu mau lanjutin apa ??? " tanya Yesline bingung.


" Aku mau melanjutkan kegiatan Kita subuh tadi karena kalau disiang hari bisa menambah imun loh .... " bisik Al dengan sedikit menggoda dengan suara siara *******.


" Mas .... Aku tau Kamu ingin segera mempunyai keturunan, Tapi di jeda dulu kali !!!! Kan masih bisa malam nanti ??? Aku masih kesakitan nih .... " cetus Yesline protes.


Al tersenyim melihat Yesline yang sesikit mengoceh dan menggerutu.


" Aku lagi marah iya, Kenapa Kamu malah senyum senyum ???!!! " cetus Yesline.


" Kamu cantik. "


Mendengar itu jantung Yesline berdebar kencang. Yesline sedikit memberi jarak dengan Al agar Dia tidak bisa mendengar detak jantung Yesline yang sudah tidak beraturan.


" Hhhmmm .... Jangan bercanda ah .... " kata Yesline seolah tidak ada apa apa.


" Aku tidak bercanda Sayang .... Kamu memang cantik !!! "


" Udah ih ... Jangan bilang begitu terus .... " protes Yesline kesal membuat Al bingung kenapa Dia kesal.


" Kenapa Kamu kesal ??? Kan Aku bilang cantik bukan jelek."

__ADS_1


" Bukan kesal. Tapi Aku malu. " jawab Yesline dengan wajahnya yang memerah.


" Hahahaha .... Astaga .... Makin cantik ajah deh istri Dokter ini. "


" Mas ..... " kata Yesline manja.


" Iya iya. Tapi Kamu janji iya, Nanti malam Kita menikmatinya lagi. Biar Kita makin sehat dan glowing .... " kata Al mengedipkan matanya sama Yesline.


" Iya Mas. " jawab Yesline.


Ponsel Al berdering dan Dia segera mengambilnya yang berada di meja samping kasurnya. Dia meminta ijin dulu untuk menjawab telepon itu dan Dia beranjak ke balkon untuk menjawab panggilan itu.


Yesline memperhatikan wajah Al yang sangat serius saat menerima panggilan itu karena kebetulan pintu balkon tidak ditutup.


Yesline masih memikirkan apakah Dia harus berbicara dengan Al mengenai Callista atau Dia diam saja.


Yesline masih memperhatikan Al. Ada rasa bangga, senang, kesal dan sedih saat Dia menatap dan melihat Al. Perasaan itu campur aduk sekarang di hati Yesline.


Al langsung masuk kembali setelah selesai menerima teleponnya dan kembali ke ranjang lagi untuk bersama dan mengobrol dengan Yesline.


Al sangat bahagia hari ini karena bisa bersantai dengan Yesline di atas ranjang. Dia tidak pernah merasakan hal seperti ini dengan Callista dan bercinta juga jarang dan terjadi sesekali. Itu hanya Al menghargai pernikahan Mereka saja sebelum Al tahu sifat dan kelakuan busuk Callista. Aplagi ditambah bahwa keperawannya bukan Al yang mengambilnya.


" Telepon dari siapa ???? serius amat... " tanya Yesline sedikit kepo.


" Dari RS di Jakarta dan Aku hanya ngasih saran saja sama Pasien yang lagi di periksa. " jawab Al.


" Makasih iya Mas sudah meninggalkan pekerjaan Kamu hanya demi Mama. " kata Yesline dengan tulus menatap Al.


Al hanya senyum dan mengelus wajah ostrinya yang manis dan cantik itu. Bukannya menjawab Yesline tapi malah menarik lembut leher Yesline dan ******* bibirnya. Yesline pun membalas ciuman itu dengan penuh romantis.


Seperti biasa, Tangan Al sudah mulai bekerja dan mengeriangi tubuh Yesline hingga meremas gunung milik Yesline. Yesline terbuai dan menikmatinya sehingga Dia mengeluarkan suara suara ******* yang membuat Al makin bergairah.


" Aaaaaa .... Mas ..... Aaaaa"


Al makin bersemangat untuk berolahraga dan mulai bermain dan hasratnya semakin menjadi membuat Dia juga tidak berhenti untuk ikut menikmati saat Yesline juga melakukan hal yang sama.


" Aaaaasa ..... Aaasrhhh ... aaauuu ..."


" Kkkrrreeeeekkk ..."


Suara pintu kamarnya terdengar ada yang buka dan Mereka lupa menguncinya dari dalam.


" AAALLL ________ OOOPPPPSSS ..... Sorri sorri ....!!!!! "


" Clinton ..... Kamprettttt !!!!! "

__ADS_1


__ADS_2