
Hati Al bergemuruh, melihat Yesline dekat dengan Laki Laki lain. Emosinya sudah sampai ke ubun ubun dan mau meledak.
" Mas ... " panggil Yesline dengan suara lemas. Dia tahu Wajah Al sudah memerah. Yesline segera bergerak menjauhi Laki Laki itu yang memang sudah menolongnya. Laki Laki itu mengikuti arah pandang Yesline dan mengetahui Seseorang yang berjalan ke arahnya dari tengah kerumunan itu serta menatapnya penuh amarah.
Tanpa basa basi Al meencengkeram baju Laki Laki tadi dengan kuat dan hendak meninju mukanya. Pria bule itu bangkit dari duduknya setelah Yesline bersandar ke sofa. Al sudah siap memukul Laki Laki itu yang menurutnya sudah kurang ajah dan sudah ingin memukulnya secara brutal.
" Mungkin Dia Suaminya. " gumam Pria Bule itu. Matanya sesekali melirik ke arah Yesline yang memegang kepalanya karena pusing.
" Kenapa Kamu pegang pegang Istri, Saya ??? Hah ???!!! " sentak Al.
" Saya cuma mau menolong. " jawab Pria itu dengan tenang.
" Kandungannya sangat lemah. Tapi Dia dibiarkan masuk ke dalam Club yang penuh dengan asap dan bau bau alkohol ini. " kata Pria itu sedikit menyindir tapi yang disindir malah tidak sadar.
" Cih !!! Kamu tidak tau apa apa !!! " jawab Al geram.
" Menolong tidak harus begitu dekat, Kamu sengaja mengambil kesempatan !! " kata Al yang sudah dipenuhi amarah sampai tidak mempedulikan Yesline dan lebih fokus ke Laki Laki di depannya itu.
" Kamu terlalu mudah emosi, Kasihan Dia. " kata Pria bule itu sambil melihat Yesline.
" Kurang ajar Kamu!!! " Al menganggkat kepalan tangannya dan sudah siap untuk melayangkan pukulan. Untung saja Hans dan Clinton langsung maju dan langsung menahan tanga Al dan menariknya menjauh dari Pira Bule itu.
Sementara Pria bule itu kembali melihat ke arah Yesline yang lemah.
" Mas .... " panggilnya dengan suara pelan sampai Al dan yang lainnya tidak dengar. Hanya Pria itu yang mengerti dan melihat gerak bibir Yesline.
Dia sedikit mendekat, tapi hanya diam tidak melakukan apa apa. Dia hanya berjaga jaga jika Wanita yang didepannya itu butuh bantuan.
Sementara disisi lain, Al, Hans dan Clinton masih beradu mulut.
" Tenangin diri Kamu, Al. " kata Clinton.
" Iya. Jangan asal mukul. " tambah Hans.
__ADS_1
" Dia lancang sekali, Harus dikasih pelajaran itu Orang !!! " kata Al masih geram. Sesaat Dia baru ingat, belum melihat keadaan Yesline dan Dia langsung menoleh ke belakang.
Saat Yesline berusaha untuk berdiri, tiba tiba kepalanya kembali pusing, tubuhnya lemas dan mau ambruk.
" Sayang !!! " pekik Al, Dia langsung bergerak maju dan hendak menangkap tubuh Yesline tapi sudah keduluan sama Pria bule itu. Pria bule itu langsung membopong tubuh Yesline dan merebahkannya di sofa.
Tangan Al mengepal menahan amarah, Sedangkan Hans dan Clinton meminta Orang Orang yang berkerumun agar bubar.
" Bubar !!! Buar !!! Semua bubar !!! " bentak Clinton. Disampingnya Hans mendorong tubuh Mereka untuk menjauh.
Al masih menatap pemandangan menyebalkan yang ada di depannya. Dia menunggu karena tidak mungkin untuk menarik tubuh Yesline dalam kondisi seperti itu.
" Kamu harus istirahat. " kata Pria bule itu dengan suara lembut. Dia menganggum dan entah kenapa sifat membangkangnya tiba tiba Dia sembunyikan.
Al mencengkeram pundak bule itu dan menariknya menjauhi Yesline. Tanpa mempedulikan tubuh Pria bule itu yang terjengkang mundur beberapa langkah ke belakang, Al langsung mendekati Yesline sudah kelihatan sangat lemah.
" Woi, Santai, Bro !!!! " sergah Pria itu saat sadar bahwa Al sudah bertindak kasar. Al menganggkat tubuh Yesline dan menatap tajam kearahnya.
" Suami mana yang santai saat melihat Istrinya disentuh Laki Laki lain ??? Minggir !!! " bentak Al.
" Oke. Cuma mau kasih saran. Dia harus segera dibawa ke Rumah Sakit, Melakukan USG, Melihat seberapa parah kondisi kandungannya yang lemah. Karena Dia sering merasakan keram perut dan hari ini sedikit pendarahan. "
" Tidak usah Kamu mengajari Saya !!!! Minggir !!! Kamu yang sedari tadi menghalangi jalan Saya !!! " kata Al ketus.
Al bisa melihat dengan jelas bekas darah yang keluar dari jalan rahim Yesline membentuk pola garis lurus di kaki Yesline yang putih. Warnanya sangat kontras.
" Sayang, Kita ke Rumah Sakit ya ???" kata Al dan Yesline mengangguk lemas di dadanya.
" Silahkan ..... " Laki Laki itu minggir memberi jalan untuk Al.
Al menatap jengkel ke Laki Laki itu, lalu berjalan keluar Club. Hans dan Clinton mengikuti dari belakang. Suzan yang sedari tadi menonton keributan itu tidak ikut melakukan apa apa. Dia hanya kasihan dan iri melihat Yesline yang diperebutkan Laki Laki tampan.
" Semoga kandunganmu baik baik saja ya ,Yes ... " gumamnya melihat kepergian Yesline.
__ADS_1
" Ini akibat dari sikapmu yang ngotot pengen ikut dari tadi, Semoga tidak terjadi apa apa. " kata Al.
Yesline memejamkan matanya, hanya menyahut dengan deheman. Clinton membantu membukakan pintu. Al masuk ke dalam mobil, Dia duduk dikursi tengah, menyandarkan kepala Yesline di dadanya. Al mendekapnya dengan hangat.
Karena Clinton masih ada urusan di Club, Jadi Dia tidak ikut mengantar Yesline ke rumah sakit. Hans hang membantu menyupiri mobil Al.
" Lain kali kalau dikasih tau jangan bandel lagj, ya ??? " kata Al dan tangannya membelai pipi Yesline.
" Aku gak mau Kamu kenapa kenapa. "
" Iya Mas. Maaf. " sahut Yesline dengan suara pelan, berniat patuh. Dia merasakan tubuhnya tak berdaya dengan rasa keram di perutnya yang mengganggu.
" Betul kata Al, Yes. Menurutlah sama apa kata Suamimu. Itu sudah kewajiban Istri. Selain memang surga Seorang Istri terletak pada ridho Suaminya. " kata Hans menyahuti dengan ceramah khasnya. Matanya tetap fokus kedepan memperhatikan jalan.
Yesline tersenyum miring " Kamu ridho kan Mas ?? " tanya Yesline masih dengan suara pelan, kepalanya mendongak menatap ke arah Al.
" Ridho gak, ya ??? " goda Al dan Yesline mencabikkan bibirnya kesal.
" Iya sudah kalau gak ridho. Berarti Mas tega melihat Aku tersiksa di Neraka. Meski memang dosaku banyak. " kata Yesline.
" Aku masih penasaran kenapa ada Bule ganjen itu tadi di dekat Kamu, Emang Dia temannya Suzan ??? " sergah Al. Api cemburunya masih belum redam.
" Aku gak tau Mas, Sepertinya Dia sudah duduk di dekat Kami. Dia memesan satu atau dua gelas minuman. Sepertinya Dia sedang banyak pikiran. " jawab Yesline sambil menggelengkan kepalanya.
" Jadi Kamu memperhatikan Dia ??? " cetus Al dengan nada suaranya yang sedikit naik.
Yesline mendelik kaget, Dia malas menjawabnya.
Hans terkekeh dibuatnya. Al memang gampang sekali cemburu. Andai Dia kayu atau lilin, umurnya sudah pasti singkat karena mudah terbakar dan cepat habis. Untungnya ..... Bukan.
" Seharusnya tadi Kamu jawab tidak tau saja Yes.... " kata Hans menahan ketawanya. Sontak kaki Al menendang jok kursi di depannya yang diduduki Hans.
" Hei, Pak Pengacara sialan !!! Kalau ngomong itu di jaga. Jangan asal !!! " ketus Al menyeringai.
__ADS_1
Sontak membuat Hans ketawa.
Tinggal satu belokan lagi, Di depan sudah kelihatan rumah sakit. Sampai disana, Hans menepikan mobil di lobby.