Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 130


__ADS_3

Mas, Geli ah ... " kata Yesline protes saat Al menciumi lehernya penuh nafsu.


Bisa bisanya disaat seperti itu Al mencuri kesempatan. Yesline tidak bisa mengelak karena sedang menyusui bayinya. Al semakin menjadi.


" Mas ? Tadi Azka kebangun karena minta nyusu, Kalau Kamu jail begini nanti Azkanya bisa kebangun lagi. " dalih Yesline sembari menahan gelenyar panas yang mulai merasuki tubuhya. Itu semua karena ulah Al.


" Oh, iya. Ada masalahkah ??? Kok pada ngumpul di ruang kerja ??? " tanya Yesline yang langsung membuat Al menghentikan aksinya itu. Dia mendengus pelan.


" Sedikit. Tapi Kamu gak perlu khawatir, Sayang. Kamu fokus ajah jagain Azka, ya ??? " jawab Al dan Yesline langsung mengangguk.


Sebelah tangannya merengkuh rahang Al dan memberikan kecupan di bibir Al sedikit lebih lama.


" Terima kasih untuk semuanya. " Bibir Yesline mengisyaratkan sesuatu membuat Al tersenyum senang.


" Kalian adalah hidupku. Jadi Aku akan pastikan hidup Kalian aman. "


Mengatakan kata aman membuat Al sedikit menghela nafasnya. Dia takut jika Gabriel akan mengincar salah satu dari Mereka. Al berusaha menyembunyikan ketakutannya saat tatapan Yesline lurus menghujam matanya. Al menoleh ke arah lain, saat ada yang mengetuk pintu.


" Al !! Leni sudah datang. " kata Seseorang dari luar yang seperti suara Hans.


" Iya iya. Aku kesana. " jawab Al sambil menarik tangannya yang sedari tadi mengelus elus pipi Yesline dengan lembut.


" Aku tinggal dulu ya, Sayang ??? " kata Al sembari senyum dan berlalu pergi.


Bohong jika Yesline tidak bisa merasakan ketakutan dan kekhawatiran Al dari matanya. Tapi Dia hanya tidak ingin Al tahu, yang nanti malah akan membuat Suaminya akan tambah khawatir. Dia hanya berdoa semoga Keluarganya selalu dalam keselamatan dan kebahagiaan.

__ADS_1


******


Di dalam perjalanan ke rumah Orang Tuanya Nicho, Mama Al kembali teringat kata kata Al kemarin.


" Ma, tolong pastikan Om dan Tante merestui hubungan Nicho dan Callista. "


Benar, Al meminta Mamanya untuk berbicara, lebih tepatnya untuk membujuk agar Om dan Tantenya itu merestui hubungan Nicho dan Callista.


Al tidak bisa harus memohon mohon atau meminta belas kasihan dari Orang lain, itu bukan sifatnya. Mamanya akan lebih bisa berbicara dari hati ke hati karena sesama Orang Tua.


" Apa ??? Nicho sama Callista ???Mereka tidak tau malu !!! Ternyata masih melanjutkan hubungannya setelah Kalian bercerai ??!! " geram Mamanya, Menatap tidak percaya ke arah Al yang bisa dengan mudah menyetujui Mereka. Membiarkan mantan Istrinya menikah dengan selingkuhannya.


" Csllista hanya korban, Ma. Dan soal perselingkuhan Mereka, Nicho juga Papa yang nyuruh demi bisa mengorek informasi dari Callista. Mereka berdua sama sama korban. Dan ternyata takdir menyatukan Mereka kembali. Kita bisa apa ?? Toh sekarang Al sudah bersama Callista dan Al dari dulj tidak punya perasaan apa apa sama Callista. Hanya saja Al merasa dihianati dan di injak injak sebagai Suami. Itu saja. Sekarang, Biarlah Mereka juga bahagia, Ma. Semua hal buruk sudah berlalu. " kata Al menjelaskan panjang lebar.


" Baiklah. Mama akan mencobanya. "


" Kita sudah sampai, Bu. " kata Supirnya membuat Mamanya membuyarkan lamunannya.


" Baik Pak. " Mama Al bersiap untuk turun. Dia merapikan kembali bajunya dan pintu dibukakan oleh Supir Pribadinya itu.


" Tunggu disini ya Pak ??? "


Supirnya itu langsung mengangguk. Mamanya Al mempersiapkan dirinya untuk melangkahkan kakinya meski sekarang Dia sangat bingung. Pasti akan sangat aneh karena tiba tiba Dia yang langsung ikut campur dalam masalah keluarga Mereka, walau memang itu adalah Adiknya Papanya Al sendiri tapi tetap saja merasa tidak enak karena terlalu ikut dan langsung mengurusi masalah keluarga Mereka.


Jika bukan karena Al yang memintanya, Mamanya juga tidak mau melakukannya. Dia menekan bel di samping gerbang dan tak berapa lama pintu dibuka. Mamanya Nicho tersenyum bahagia melihat Kakaknya itu datang.

__ADS_1


" Eh, Mbak .... Ayo masuk, Masuk Mbak. " ajaknya senang sambil menarik tangan Mamanya Al.


Yang digandeng tangannya sudah gugup tak karuan. Semoga ajah kata katanya bisa membuat Mereka mengerti tanpa merasa tersinggung sedikitpun.


Mama Nicho mempersilahkan Mamanya Al duduk di kursi tamu. Dia ijin ke dapur dan langsung membuatkan minuman untuknya dan sekalian memanggil Suaminya. Mama Al mengangguk senyum. Baru kali ini Dia berkunjung ke rumah kerabatnya itu dengan perasaan yang campur aduk.


Tak berapa lama, Papanya Nicho datang. Mereka mengobrol banyak hal, bercanda dan bahkan sampai tertawa lepas. Mamanya Nicho langsung menyuguhkan minuman dan ikut serta dalam perbincangan Mereka.


Perlahan Mamanya Al memberi tahu maksud kedatangannya itu. Ekspresi Kerabatnya itu mulai berubah, kelihatan tidak suka kalau urusannya ada yang ikut campur.


" Maaf ya Adik Adikku, Bukan maksud Saya untuk ikut campur. Kemarin Al minta tolong ke Saya. Dia merasa perlu menjelaskan semuanya. Karena memang Mereka berdua hanyalah korban dari dendam antara Keluarga Kita. Cobalah untuk memaafkan Mereka dan beri Mereka kesempatan. " kata Mama Al dengan lembut.


" Mbak, Saya tau Mereka tidak sepenuhnya salah. Tapi Saya malu, Semua Tetangga dan Orang kan taunya kalau Callista adalah mantan Istri Al dan diceraikan karena selingkuh. Mau di taruh dimana muka Kami Mbak ??? " kata Mamanya Nicho.


Mama Al menundukkan kepalanya, sesaat terasa hening. Dia bisa merasakan apa yang Adik Iparnya rasakan. Tapi Al sudah menyakinkan Mamanya dan menaruh harapan untuk Mamanya juga untuk memastikan Om dan Tantenya itu untuk menyetujui pernikahan Anaknya itu. Mama Al menghela nafasnya.


" Aku tau Dik. Awalnya Aku dan Masmu juga tidak menyetujui pernikahan Al dan Yesline yang dulu kerjanya sebagai Wanita malam. Tapi lambat laun, setelah melihat cinta Mereka yang begitu tulus dan Yesline yang memiliki hati yang baik, Kami bisa menerimanya. Cobalah pikirkan apa yang Aku katakan, Jangan sampai Kalian menyesal seperti Saya, yang baru menerima pernikahan Mereka di akhir dan itupun Masmu sudah tiada. Dia tidak bisa melihat cucunya yang sangat lucu dan menggemaskan. "


Mama Nicho beringsut mendekatkan posisi duduk Mereka, Memeluk Mama Al dan mengusap air matanya saat mengingat almarhum Suaminya.


" Kamu benar Mbak. Kami akan mencoba untuk memberi kesempatan untuk Mereka. " kata Papa Nicho akhirnya buka suara yang sedari tadi hanya diam dan langsung membuat Mamanya Al lega.


Adiknya itu langsung mengambilkan minum untuk Mama Al dan memintanya untuk meminumnya. Mamanya Al menerima ukuran tangan Adiknya itu dan langsung meneguk minuman yang diberikan.


Menikah tanpa Cinta itu hambar, tapi menikah tanpa restu Orang Tua itu sangat pahit.

__ADS_1


__ADS_2