
Mendengar itu, membuat Al berbunga bunga dan salah tingkah. Dia mengangkat tubuhnya mengecup bibir Yesline yang lembut dan manis itu. Pagutan yang sedikit lebih lama dan dalam membuat nafas keduanya terengah engah.
" Aku juga mencintaimu, Terima kasih Sayangku. " kata Al lembut melepaskan ciumannya. Malam nanti Dia akan membuat Yesline ketagihan. Dia janji. Setelah sekian lama Dia bersabar, Nanti malam Dia bisa bergirlya lagi, Dia sudah tidak sabar.
*******
" Iya. Azka sudah aman sekarang. " kata Clinton kepada Seseorang dibalik telepon. Al datang dan berdiri di dekatnya menunggu.
" Iya, Nanti Aku beritahu Yesline kalau Kamu ikut khawatir. Besok Aku jemput Kamu jika Kamu mau bertemu Yesline dan Azka. "
" Iya ....Iya ... Jangan lupa makan, Aku pergi dulu. " pamit Clinton menyudahi panggilannya. Dia memasukkan kembali ponselnya dan kaget saat melihat Al sudah menunggunya.
" Ayo, Maaf tadi Clara menelpon, Dia ikut khawatir saat tau Azka di culik, Jadi Aku pikir, Aku harus mengabarinya kalau Azka sudah pulang dan baik baik saja. " Clinton menjelaskan kepada Al. Kini Mereka berjalan beriringan menuju mobil.
" Iya, Aku senang kalau hubungan Kalian sudah membaik. Dia sudah tidak menjauhimu lagi ??? " tanya Al yang melihat wajah Clinton tiba tiba berubah sumringah.
" Ya begitulah, Entah bagaimana kelanjutannya. Aku hanya terus berusaha mencari kesempatan dan alasan untuk bisa menghabiskan waktu atau hanya sekedar menelponnya. Aku harap Dia bisa merasakan perasaanku ini. "
Al menepuk pundak Clinton.
" Semangat, Kalau sudah jodoh tidak akan kemana. " kata Al dengan mantap.
" Iya benar. Asal tidak seperti nasib Nicho saja, yang bertemu dengan jodohnya setelah menjadi milik Orang lain dulu." kata Clinton menimpali serta menggerakkan bahunya.
" Ngeri. "
Sontak membuat Al menjitak kepala Clinton dan menjepit kepala Laki Laki itu di bawah lengannya. Clinton menjerit kesakitan.
" Lepasin, Al !!! Sakit woe, Gila Kamu ??!! " protesnya.
" Mulut Kamu gak ada adab. Masa menghina sahabat sendiri ?! " hardiknya.
" Itu kenyataan kan ??? Dia pakai bekas Kamu !! " Clinton masih saja mengoceh tidak jelas dan membela diri.
" Clinton !!! Jangan begitu !!! " Al memperingatkan lagi.
__ADS_1
" Jangan membicarakan keburukan Orang lain kalau Kamu tidak ingin itu berbalik pada Kamu sendiri. "
" Busyet dah !! Omongan Kamu berat, kayak Hans !! Iya .... iya ... maaf. Aku gak ngomong buruk lagi. " jawab Clinton.
Dia membuka pintu mobil dan langsung masuk kedalamnya, begitu juga dengan Al yang duduk disamping Clinton. Clinton yang mengemudi. Terdengar suara deru mobil sebelum kendaraan itu melesat pergi meninggalkan rumah Al.
******
Setelah membeli minuman, Hans langsung meninggalkan Rumah Sakit saat mendapat telepon dari Kantor Polisi.
Beberapa Preman suruhan Erwin yang Dia laporkan ke Polisi usai kejadian dan bentrok di rumah Erwin tadi sudah diringkus dan dimasukkan ke dalam jeruji besi. Dia juga melayangkan gugatan kepada Erwin, Dia pastikan Laki Laki tua itu akan mendapatkan hukuman tambahan, tapi mau ditambah bagaimana lagi ?? Bukankah Erwin sudah dihukum seumur hidup ?? Mungkinkah Hakim memutuskan hukuman mati untuk Erwin ??? Setelah kejahatan tambahan yang Dia lakukan dan rencanakan bahkan saat Dirinya masih di dalam penjara.
*****
Leni melihat Dokter sudah keluar dari ruang operasi, hatinya sungguh lega.
" Bagaimana Dok ??? " tanya Leni sudah tidak sabar.
" Alhamdulillah, Operasinya berjalan dengan lanca, tapi Pasien belum sadar. Kami akan memindahkannya ke kamar inap. Kamu bisa melihatnya nanti. "
Setelah hari ini Leni tahu, Gabriel akan kesepian lagi. Erwin pasti akan sangat marah dan membencinya. Dia juga tidak sadar, mulai kapan perasaannya itu begitu peduli dengan Laki Laki jutek dan dingin itu.
Karena tugasnya memata matai Gabriel tempo hari mungkin ??? kehidupan Gabriel yang sangat menyedihkan menariknya untuk bersimpati, Tapi Leni yakin yang Dia rasakan lebih dari rasa simpati. Dia hanya belum yakin 100 persen saja.
Pasalnya, ini kali pertamanya hatinya berdebar debar setiap melihat wajah Seorang Pria.
" Gab, Kamu berbeda. "
Leni duduk di sebuah bangku di samping ranjang Gabriel. Pria masih namun judes itu terlihat terlelap dalam tidurnya. Didekatnya terdengar suara bunyi alat pendeteksi jantungnya.
Mata Leni menatap nanar pinggang Gabriel yang masih di perban. Dia merasa bersalah. Dia yang mendorong Laki Laki itu untuk membuktikan dirinya bukan pengecut, dan membuat Seorang Anak melawan Ayahnya sendiri. Apakah Leni salah ??? Jika bukan seperti ini, Gabriel akan kehilangan jati dirinya yang baik, jadi Leni benar bukan ???
Wanita itu mengusap peluh yang bertengger di kening Gabriel. Alat bantu pernafasan juga masih dipasang. Menutupi mulut dan hidungnya.
" Kapan Kamu akan sadar ?? " gumam Leni. Matanya tak henti hentinya menatap Gabriel. Dalam hatinya ada semacam, ada sesuatu yang sedang bersemangat. Sulit untuk dijelaskan, hatinya benar benar senang. Dia yakin, Pria di depannya sangat kuat.
__ADS_1
Sebelum hari ini, Laki Laki ini pasti sudah melewati begitu banyak cobaan, sampai Dia harus kehilangan dan melawan Orang yang selama beberapa tahun terakhir menjadi tujuan sekaligus semangatnya dalam menjalani kehidupan.
" Maafkan Aku Gab. Setelah Kamu sadar, Aku janji Aku akan menemanimu meski mungkin Kamu akan menolaknya. Terima kasih atas pembuktian hebatnya. Kamulah Laki Laki pertama yang membuatku merasa kagum. "
" Kamu pasti akan baik baik saja. Aku yakin. "
Entah sudah berapa jam Leni terus duduk disitu, menemani Gabriel tanpa mengangkat bokongnya semenit pun. Dia bahkan belum makan sesuatu dari pagi. Tapi itu tak mengusiknya sama sekali.
Leni menoleh ke belakang saat Dia mendengar suara pintu diketuk.
" Pak Clinton ???" Leni bangkit dari duduknya.
" Dimana Hans ??? " tanya Clinton saat melihat Hans tidak ada di dalam ruangan itu. Clinton membawa makanan yang Dia beli saat perjalanan ke Rumah Sakit.
Leni mendekati Clinton, ikut duduk di sofa.
" Pak Clinton sendirian ??? " tanya Leni saat matanya celingukan. Dia tidak melihat Al dimana mana.
" Tadi sama Al, Tapi katanya Dia mau menemui pihak Management Rumah Sakit dulu sekalian menunggu si Gabriel sadar. " jawab Clinton sembari memberikan sekotak pizza ke depan Leni.
" Makanlah, Kamu belum makan kan ??? "
Leni tersenyum, tau saja kalau Dia memang lagi lapar.
" Kamu tau ajah deh kalau Saya belum makan dari pagi. "
" Aku tau, tubuh kurus Kamu itu karena nafsu makan yang tidak teratur. " selorohnya lega.
Leni mencebikkan bibirnya, " Huu, enak saja. Ini badan ideal !! Kata siapa Aku kurus ??? Kamu kan belum pernah melihat ke dalamnya ?? " geram Leni.
Mendengar kata dalam membuat Clinton tersedak. Wanita di depannya itu tidak merasa risih saat mengatakannya. Tapi emang benar kata Leni, Dirinya tidak tau bentuk aslinya. Clinton pura pura batuk kecil untuk menguasai kegugupannya.
" Iya ya lah, Gila kali kalau Aku harus lihat dalaman tubuhmu dulu !!! " sergahnya. Berusaha kembali fokus melahap potongan pizzanya.
Melihat Clinton membuatnya kesal. Dia meninju lengan Laki Laki itu begitu saja dengan kuat membuat Laki Laki itu meringis.
__ADS_1
" Apaan sih Kamu ?? " protesnya.