Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 46


__ADS_3

" Kamu cantik ..... Sangat cantik, Sayang. " kata Al pelan.


Dia memiringkan tubuhnya menghadap Yesline. Tangan kirinya menopang kepalanya dan kedua matanya memandangi wajah cantik Yesline dan tangan kanannya mengelus elus lembut wajahnya.


" Kulitmu halus bangat Sayang ... Bibirmu juga kenyal bangat pengen Aku gigit jadinya. " kata Al saat Yesline menggigit bibir bawahnya.


Saking gemasnya, Jari jari Al mencubit pipi Yesline lembut.


" Aduh .... Sakit Mas..... Masa Istri kesayangannya dicubit ??? " kata Yesline manja dan menggodanya. Tangannya memegang pipi bekas cubitan Al dan bibirnya sedikit manyun.


Melihat itu Al mendekat dan mencium bekas cubitannya tadi.


" Sudah sembuh kan ??? " tanya Al senyum dan Yesline terdiam kaget dibuatnya.


Tingkah Al benar benar manis sama Yesline. Tak mau kalah, Yesline pun ikut beraksi.


Yesline langsung masuk kedalam selimut dan mulai menciumi tubuh Al hingga kedaerah itu.


Tak henti hentinya Yesline mecium dan merasakan wangi tubuh Al dari dekat. Al pun secara spontan mengeluarkan suara suara khas itu karena perlakuan Yesline. Kenikmatan yang dirasakan Al semakin menjadi saat Yesline mencium perut hingga turun ke area itu.


" Enak Mas ??? " bisik Yesline lembut sembari mendesah hingga membuat suasana makin panas.


" Iya Sayang .... " jawab Al sambil menahan ******* karena kenikmatan yang Dia rasakan.


" Terus Sayang ....."


Melihat Al yang keenakan membuat Yesline semakin bersemangat hingga tidak tahan lagi untuk menikmati hubungan ranjangnya. Baru saja semangatnya membara, tiba tiba saja ponsel Al berdering.


Al dan Yesline saling tatapan tanpa mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Al. Yesline hanya sedikit mencondongkan tubuhnya kesamping untuk meraih ponsel Al dari Meja samping ranjangnya.


Dia memberikan ponselnya sama Al sembari sesekali masih melalukan permainan. Al terkekeh melihat tingkah Istrinya itu.


Sebelum menerima panggilan itu, Al menghela nafasnya terlebih dulu dan mencoba untuk bersikap seperti biasa seolah tidak terjadi apa apa walau Yesline masih tetap bermain. Al menahan Dirinya untuk tidak mengeluarkan suara suara itu.


" Baik. Saya akan segera kesana. " jawab Al lalu menutup panggilan itu.


" Dari rumah sakit Mas ??? " tanya Yesline dengan tetap diposisi yang sama.


" Iya Sayang.... Ada Operasi dadakan lagi. " jawab Al sambil mulai ingin beranjak dari ranjang.


" Yahhhhh .... Padahal sedikit lagi ... " kata Yesline dengan menunjukkan muka kecewa dan berdiri.


" Aku siapkan Pakaianmu dulu, Mas. " kata Yesline lalu turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari tanpa sehelai baju yang menempel di tubuhnya. Baru saja mau buka lemari, Tiba tiba Al menarik tangannya membuatnya jatuh kepelukan Al.


" Mas .....!!!! " kata Yesline kaget.


" Ini menyiksaku Sayang .... Harus berhenti disaat lagi enak enaknya. " katanya menghela nafasnya kesal.


" Sama Mas. Rasanya juga Aku hampir diposisi *******. Tapi ini menyangkut pasien Mas. " jawab Yesline sambil melepas pelukan Al.


" Nanti kalau Mas sudah pulang, Kita lanjut lagi. " kata Yesline sambil mencium Al dengan memberikan sedikit ******* untuk menyakinkannya.


" Mas mandi dulu sana !!!''


Yesline pun menyiapkan pakaian untuk Al.


" Oke Sayang ..... Aku mandi dulu. " jawab Al dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena harus ada seseorang yang harus ditangani.


" Aku berangkat dulu iya Sayang .... Nanti kalau semuanya udah selesai, Saya langsung pulang iya. " kata Al pamit.


Yesline baru saja keluar dari kamar mandi dan terdengar Seseorang mengetuk pintu. Yseline bergegas mnegeringkan rambutnya dengan hair dryer.


Dia masih menggunakan piyama saat Seseorang itu mengetuk pintu.


" Apa Mas Clinton langsung kesini iya ???'' gumam Yesline.


" Sudah sampai Mas ??? " teriak Yesline dari dalam kamar dan belum ada jawaban. Sekarang terdengar suara pintu ditutup kembali dan dikunci.


Yesline mulai curiga. Dia segera membuka pintu kamar dan segera ingin tahu siapa yang datang. Saat melangkah keluar melewati dapur dan ruang tamu, Dia terkejut melihat siapa yang datang dan sudah duduk di kursi tamu.


" Callista ???? " cetus Yesline sangat terkejut.

__ADS_1


" Hai .... Wanita malam !!!! " Callista memanggil dengan sedikit amarah. Matanya menatap sinis ke arah Yesline.


Yesline masih diam membisu dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi Wanita itu.


" Ada apa Kamu kesini lagi ??? Dan darimana Kamu tahu Password Apartemen ini ??? " tanya Yesline dengan berani. Dia masih berdiri dan tidak jauh dari sofa tempat Callista duduk.


Callista memang kembali ke Apartemen Al, Saat Dia ingin menghampiri Al dan melihat Al kembali dari rumah sakit menuju Apartemennya.


Callista pun menyimpulkan bahwa Al sudah tahu bahwa dirinya baru dari Apartemennya makanya Dia langsung kesana. Membuat Callista sangat geram. Dia sangat mencintai Al tapi Dia juga membencinya.


Callista yang sudah kehilangan akal pun sangat ingin segera memberikan pelajaran kepada Yesline. Callista berdiri dari duduknya. berjalan mengitari Yesline dengan tatapan sinis dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Tatapan tajamnya menusuk menusuk mataeski alasan kehancuran hubungan Callista dan Al bukan karena Yesline, Melainkan kesalahan Callista sendiri. Namun bagi Callista, Yesline tetap Wanita pelakor, Wanita busuk yang merebut Al dari Dia.


" Hei, Pelakor !!!! Apapun mengenai Al, Aku mengetahui semuanya !!!! Password Apartemen ini hal yang kecil bagiku termasuk hal yang lebih antara Kamu dan Al pun Aku tahu !!!!! Aku kesini mau memperingatkan Kamu lagi Wanita kotor yang sengaja menidurinya supaya bisa mendapatkannya, Cuih !!!!! Bukankah Aku sudah bilang bahwa Aku tidak akan pernah melepaskanmu ???!!!


Yesline sangat kaget melihat Callist meludah di depannya.


Yesline menghela nafasnya yang terasa sesak dan memegangi perutnya.


" Aku bukan Wanita kotor. Aku bukan perebut Suami Orang. Bukannya Kamu sendiri yang selingkuh dari Suamimu ??? " cetus Yesline menggertak balik Callista dan menatapnya.


" Aduh ..... "


Yesline menjerit saat tangan Callista menjambak rambutnya dengan kuat. Yesline memegangi rambutnya yang terasa sangat sakit dan nyeri.


" Beraninya Kamu !!!! Karena Al menikahimu, Kamu berasa ber hak Menghakimimu ??? Hah ???? Kamu dan Al hanya menikah siri. Hanya Akulah istri Al secara resmi di mata hukum dan agama. Akulah yang ber hak atas Al. " teriak Callista emosi.


Dia menarik rambut Yesline dengan sangat kuat membuat Yesline merintih kesakitan.


" Sakit Callista !!!! Lepasin !!!!! "


" Lebih sakit mana sama Perasaanku, Hah ????!!! Seorang Istri yang mendapati Suaminya menikah dengan Orang lain dan Wanita ****** sepertimu ??? Hah ???? Kurang apa Aku coba ???? Kenapa Al berani beraninya menduakanku ??? Kamu hanya Wanita malam yang hina berusaha menggantikan posisiku sebagai Nyonya Gunawan ??? " teriak Callista.


Callista mendorong tubuh Yesline hingga Dia mundur beberapa langkah dan hampir menabrak kursi.


Dengan spontan Yesline memegang dan mengamankan perutnya. Dia hanya mengkhawatirkan kandungannya saat ini. Callista tidak boleh menyakitinya dan menghinanya lagi. Nafas Yesline sudah tidak beraturandan berusaha untuk menenangkan diri lalu menghela nafasnya.


" Jauh sebelum Mas Al mengenalku, Kamu sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan Nicho. Aku selalu melihat Kalian bersama di club. Terus Kamu masih menanyakan kenapa Mas Al menduakanmu ??? Munafik sekali Kamu!!! Melempar batu sembunyi tangan !!! Menyalahkan Orang lain atas kesalahan yang Kamu buat sendiri ??? " bentak Yesline.


Callista hendak menyangkal perkataan Yesline dan berusaha ingin membantahnya.


" Biarkan Aku menjelaskan kepadamu " tambah Yesline melanjutkan tanpa memberi jeda Callista untuk berbicara.


" Iya. Mungkin dulu Aku wanita malam. Tapi Aku bukan Wanita yang dengan sengaja mau ditiduri oleh Suami Orang, hanya dengan merebut hatinya. Bukan !!!! Aku bukan Wanita seperti itu Callista !!! Aku bekerja di club demi mendapatkan banyak uang, Untuk biaya berobat Mamaku. Lalu malam itu, Mas Clinton dan Mas Al datang ke club. Mas Clinton menyewa jasaku untuk menghibur Mas Al dan Mas Clinton menjebak Kami. Dia memasukkan pil Perangsang hingga Kami melakukannya malam itu. Saat Mas Al tau dan mendapatiku masih perawan, sementara profesiku sebagai Wanita malam, Dia sedikit simpati padaku hingga entah kenapa Mas Al tiba tiba menyukaiku dan memintaku untuk menjadi Istrinya. Berjanji untuk bertanggung jawab padaku atas apa yang terjadi malam itu.


Awalnya Mas Al memberikan perjanjian dengan membiayai seluruh pengobatan Mama sampai benar benar sembuh asal Aku menikah dengannya. Tapi lama kelamaan Kami saling menyukai satu sama lain, Semua itu mengalir begitu saja. " jelas Yesline.


Yesline berharap Callista bisa mengerti posisinya, Walau itu sangat mustahil terjadi.


Callista tertawa sinis mendengar penjelasan Yesline. Wanita itu berjalan mendekati Yesline dengan tatapan tajam. Seperti burung elang yangs siap menerkam lawannya. Tatapan itu menakutkan, Karena apapun bisa dilakukan oleh Callista.


Salah satu tangan Callista mengambil vas bunga yang ada di meja dan sengaja mendorong ke sudut meja hingga pecah dan bertebaran dimana mana. Callista mengambil pecahan vas bunga itu yang paling tajam. Dia benar benar sudah menggila seperti yang kerasukan mahluk lain.


Yesline sangat berharap jika saja Al ada disini atau Clinton atau bahkan siapapun yang bisa menolongnya saat ini. Yesline dengan ketakutan berjalan mundur saat Callista maju mendekatinya.


Kedua bola mata Yesline mengikuti setiap pergerakan Callista. Dia tertawa seperti Orang gila.


Yesline benar benar sangat ketakutan hingga seluruh tubuhnya gemetaran. Dia tidak bisa membayangkan bahwa Callista akan benar benar membunuhnya layaknya seperi di film film.


Yesline sangat kaget dan takut saat Dirinya menabrak tembok dibelakangnya. Dia melipat kedua lututnya dan dan bertumpu pada kedua kakinya. Dia menyembunyikan wajahnya dan tidak mau melihat Callista.


" Iay Tihan, Jika Aku memang benar benar terlalu hina untuk Kamu selamatkan, Tapi Aku mohon selamatkan bayiku dengan menyelamatkanku. Tuhan tolong Aku. " gumam Yesline gemetaran.


Tatapan Callista langsung beralih ke perut Yesline.


" Aku akan memberimu dua pilihan !!!. " bisik Callista ditelinga Yesline dengan memainkan rambut Yesline menggunakan pecahan vas bunga itu hingga Yesline makin ketakutan.


Callista ikut jongkok dan menarik rahang Yesline dengan sangat kasar.


" Gugurkan Bayi itu dan pergi tinggalkan Al, Maka Kamu akan selamat. Atau ..... " cengkeraman Callista semakin kuat hingga kukunya berbekas dan sedikit menusuk kulit wajah Yesline.

__ADS_1


" Gila Kamu Callista !!! "


Yesline langsung bangkit dan mendorong tubuh Callista menjauh hingga Callista menabrak sofa.


" Dasar Wanita ****** .... Sini akan Kubunuh Kamu !!! " teriak Callista semakin menjadi jadi.


Yesline ketakuttan dan melihat sekeliling mencari sesuatu yang bisa digunakan menjadi senjata untuk membela diri dari Callista.


" Aku tidak akan menggugurkan bayi ini hanya untuk menyelamatkan nyawaku karena bayiku lebih penting dari hidupku. Bagaimana Aku bisa hidup tanpanya ???? " Teriak Yesline dengan ketakutan dan gemetaran berusah melawan Callista dengan tenaganya yang tidak seberapa lagi.


Perutnya mulai keram, karena ketakutan yang terjadi pada dirinya hingga semua otot otonya tegang.


" Kamu harus kuat iya Sayang .... " gumam Yesline sambil memegang perutnya.


" Kalau begitu, Aku yang akan menggugurkannya secara paksa. Aku bisa merobek rahim Kamu hingga Kamu tidak bisa punya Anak lagi. Tapi kalau Kamu sendiri yang menggugurkannya, Kamu bisa punya Anak lagi dengan Laki Laki manapun yang Kamu mau kecuali Al. " ancam Callista.


Dia melempar pecahan vas bunga tadi ke arah Yesline tapi meleset dan hanya kena dan tertancap di pintu.


Itu membuat jantung Yesline hampir copot. Beberapa kali Dia berusaha bersistigfar dan


menenangkan dirinya. Melihat lemparan Callista yang meleset, Dia langsung berlari ke dapur untuk mencari sesuatu. Yesline yang tahu bahwa Dia sedang mencari sesuatu, berusaha membuka pintu yang sudah dikunci Callista.


Yesline mondar mandir mencari kunci tapi tidak ditemukannya hingga Callista kembali.


*


*


*


*


Disaat kepulangan Clinto dan Yesline ke Indo dengan membawa Jenazah Mamanya itu, Sebenarnya Callista sudah berusaha menemui Yesline. Karena Dia sudah tau hubungan Al denga Yesline.


Nicho sempat mencegah Callista menemui Yesline karena Dia tai sidat jahat dan licik Callista. Nicho tidak mau terjadi sesuatu sama Yesline karena Dia menyukainya terlepas dari statusnya Istri dari Sepupunya itu, Dia masih tetap menyukainya.


Karena perasaan tidak bisa berhenti secara cepat dan begitu saja.


*


*


*


*


Hari ini Nicho berkunjung ke RS, Dia tidak sengaja dalam perjalanannya ke RS, Dia bertemu dengan salah satu Dokter spesialis jantung di RS itu.


Sang Dokter yang sedang menikmati makanan bersama seseorang. Sepengetahuan Nicho, Al juga mengambil cuti untuk menemani Yesline karena habis berduka. Yang membuat Nicho heran kenapa Mereka bisa cuti secara bersamaan ??


Dia ingin bertanya ke Dokter itu, tapi waktunya tidak tepat sehingga Nicho memutuskan untuk melanjutkan perjalananya ke RS.


Nicho berniat ke RS untuk menjenguk Papanya Al yaitu Om nya. Sesampainya di RS, Nicho langsung menuju kamar VVIP tempat Om nya dirawat. Tapi saat melewati ruangan Al, Nicho sedang melihat Al dengan setelan jas putih dan sedang bertugas.


" Bukankah seharusnya Al masih cuti dan menemani Yesline di Apartemennya ??? Jika Al disini apa Clinton yang menemaninya ??? " gumam Nicho dengam khawatir.


Untuk memastikan, Nicho mengambil ponselnya dari saku celananya sambil menelpon Clinton dan menjauh dari ruangan Al.


" Halo, Clinton. Dimana Posisimu sekarang ??? " tanya Nicho sedikit gugup.


" Kerja Cho. Masa tidur tiduran dirumah ??!!! Saya kan bukan pengangguran !!! Ada apa Cho ??? " jawab Clinton membuat Nicho sedkit kesal.


" Kamu gak sama Yesline ??? " tanyanya lagi.


" Gak. Masih ada meeting. Kan Al hari ini cuti. Gak mungin dong, Aku ganggu Mereka yang sedang berduaan ?? Emang ada apa Cho ??? " tanya Clinton penasaran.


Nicho semakin gugup dan khawatir sama Yesline. Mengingat dari kemarin Callista yang berusaha menemui Yesline. Nicho takut jika Callista menggunakan kesempatan ini untuk melabrak Yesline.


Nicho tidak menjawab pertanyaan Clinton, Tapi Dia berbalik arah dan langsung menuju Apartemen Al.


" Callista !!!! Kalau terjadi apa apa dengan Yesline, tamat riwayat Kamu !!! " gumam Nicho.

__ADS_1


__ADS_2