
Gabriel menyetir mobilnya secepat mungkin, Dibenaknya sedikit merasa takut harus keluar tengah malam seperti itu. Jiwa beraninya pudar seiring berjalannya waktu setelah ia menikah. Dulu, awal bertemu Leni, dia begitu garang dan dingin.
Sekarang dia lebih Fleksibel. Jiwa garangnya hanya keluar saat adu mulut dengan Al.
Gabriel menambah laju kecepatan mobilnya, dia menengok ke kanan dan ke kiri lewat kaca spion, entah kenapa malam itu begitu sepi. Jika bukan demi Leni, Gabriel tidak akan mau melakukannya. Rasa kantuk di matanya masih jelas terasa. Tapi dia usahakan untuk tetap membuka kedua bola matanya saat mengemudi.
"Semoga masih buka jam segini. Lagian Leni ada ada aja soh ngidamnya!''
"Bisa kan ngidamnya di ganti yang simpel gitu."
Gabriel menepikan mobilnya. Suara di sekitar masih lumayan ramai. Gabriel bergegas turun dan membelikan apa yang Leni mau. Setelah selesai, dia langsung kembali masuk ke dalam mobilnya.
"Untung, aman." Gabriel mengelus dada, sedari berangkat tadi jantungnya berpacu begitu cepat.
Tiba tiba,
"Woi!!!'' Sebuah suara menyentakkan Gabriel yang baru saja hendak menyalakan mobilnya.
"Astaga!!!''
"Siapa itu?'' pikirnya mulai ketakutan, dia memiliki firasat buruk.
Gabriel menoleh ke belakang.
Di jok belakang mobilnya, ada Nicho yang sudah di dalam sendirian.
__ADS_1
"Kamu ngapain disini? Bikin kaget aja kamu!! Saya pikir tadi kamu kunti!" cecar Gabriel sembari tertawa lebar.
"Kunti itu cewek, saya cowok." timpal Nicho.
"Ya udah, saya kira kamu temannya kunti, puas?!"
Nicho mendelik kaget, "Enak aja kamu, saya yang seganteng ini, kamu samain sama temannya kuntilanak?!!"
"Aish.... Sudahlah!! saya mau pulang nih, kamu turun gih." pinta Gabriel.
"Iya iya. Saya lihat kamu jam segini beli nasi goreng, disimpang lima lagi. Mau saya ejekin lah, Lumayan ada bahan hiburan dikit."
"Wwwuuuuuu!!!!" Gabriel menoyor kepala Nicho pelan.
"Ya uda deh, saya balik dulu."
Untuk sampai dirumahnya dia harus menempuh perjalanan hampir satu jam. Berbeda dengan Nicho yang memang apartemennya berada di daerah itu.
Gabriel memarkirkan mobilnya di parkiran apartemennya. Dia langsung bergegas masuk lift untuk naik ke lantai apartemennya.
Dia mengeluarkan kartu akses, membuka pintu dan langsung mencari Leni.
"Leni, sayang... Sayang? Nasi gorengnya sudah datang. Yuk makan. Mas sudah siapin nih." teriak Gabriel dari dapur. Dia meletakkan nasi goreng tadi di atas meja. Setelah tidak ada sahutan, dia langsung membawanya ke kamar. Dan benar saja dugaannya.
Istrinya sudah tertidur pulas. Meringkuk memeluk guling.
__ADS_1
"Ya ampun, sayang.... Kamu lucu bangat sih, tambah cantik aja kalau posisi seperti itu. Mas, jadi ingin kan? Dibangunin marah gak ya?" Gabriel berbicara dengan dirinya sendiri. Dia meletakkan piring berisi nasi goreng tadi di atas meja.
Lalu dia mulai naik ke tempat tidur dan membangunkan Leni. Tapi, Leni terlalu nyenyak tidur. Dia bahkan mendengkur halus.
"Kamu ngerjain mas ya?" katanya sambil menciumi wajah Leni, hingga wanita itu mengerang, menegangkan otot ototnya.
"Ehm... Mas udah pulang ya?"
"Iya, sayang. Ini nasi gorengnya." Gabriel menyodorkan piring itu kepada Leni. Tapi Leni kelihatan sudah tidak bernafsu, dia mendorong piring itu menjauh. Dia malah meringkuk memeluk suaminya dengan manja.
"Kamu lama, Mas. aku sudah gak selera makan. Aku mau meluk kamu aja, mau tidur lagi." Leni mengatakan itu dengan entengnya.
Gabriel hanya melongo, gemas dengan tingkah istrinya. Tapi dia tidak marah, hanya membalas pelukan istrinya dengan mesra.
"Tidurlah..."
*****
*Percaya atau tidak, ada sebuah kampung atau desa yang di beri nama kampung perjulidan tetangga. Bukan tanpa alasan kampung itu diberi nama demikian. Sebab, di sana terkenal sekali dengan ciri khas ibu ibu tukang gosip dan tukang julid.
Di kampung itu tinggal seorang gadis cantik yang bernama Erna. Ia bekerja di sebuah Hotel sebagai salah satu karyawan. Erna anak yang baik namun pendiam. Ia tinggal sendiri dengan sang ibu karena ayahnya pergi meninggalkan mereka saat Erna masih kecil. Tak terbayang hidup sulit yang dialami Erna dengan ibunya di kampung itu karena mereka sering di jadikan bahan gosipan dan obrolan.
Tetangga tukang kepo hingga sok tahu paling mengetahui Erna dan ibunya. Meski begitu mereka berdua tetap sabar.
Hai semuanya pembaca setia novelku 🤗🤗🤗
__ADS_1
Outhor akan segera launching novel baru nih yang berjudul* Kampung Perjulitan Tetangga.
Semoga kalian semua terhibur dengan novel yang satu ini ya, karena bergenre Komedi.