
Sebahagia apa perasaan Ayah dan Ibunya Hans saat seusai sholat tahajud, tepat pukul 3 pagi mereka mendapat kabar dari putra kesayangannya bahwa dia akan menikah, di hari itu juga. Dengan wanita yang sudah mendapatkan ridho dari kedua orang tuanya.
Apalagi yang mereka inginkan? setelah Bidadari surya yang Tuhan kirimkan untuk menjaga putra mereka.
Setelah doa doa malam mereka terkabulkan. Setelah munajat panjang mereka, berbuah manis.
Istri yang baik untuk anak mereka adalah juga menantu yang baik untuk mereka, yang pasti akan bisa membawa ketenangan dimana pun mereka berada.
"Terima kasih, Tuhan. Untuk hadiah terindah di usia kami yang sudah tak lagi tua, namun sudah sangat tua. Ijinkan kami untuk masih bisa menimang cucu kami kelak,'' isak Ibu Hans.
Ayahnya sudah berdiri melipat sajadah dengan muka yang begitu sumringah.
"Mama, bawa semua perhiasan yang Mama punya dan juga semua tabungan yang kita punya, kita akan menyambut menantu kita dengan megah dan penuh cinta. Dia adalah ratu putra kita, dia pantas semua hal yang terbaik, yang kita punya." ucap Ayah Hans berlinangan air mata.
Menantu mana yang tak akan bahagia jika mendapatkan mertua sebaik mereka? Bukankah, dunia juga serasa seperti surga?
Wanita yang baru saja melepas mukenanya itu hanya mengangguk dengan mata yang basah. Dia benar benar sangat bahagia, meski dia tahu setelah itu dia akan di duakan. Putranya akan memiliki dua wanita di dalam hatinya. Tapi bagi seorang ibu, itu adalah hal yang membuat mereka bahagia. Jika anaknya memiliki wanita yang tepat.
Adik Hans yang waktu itu sedang berhalangan tidak ikut sholat berjamaah, mendengar kabar bahagia itu dia langsung berhambur memeluk Mama dan Ayahnya.
__ADS_1
**********
Miitsaaqaan Ghaliidha, Perjanjian suci dan berat.
Rasulullah, bersabda,
"Wahai Ali, Ada tiga hal, Janganlah kamu menunda pelaksanaannya:
(Laksanakan) Sholat jika telah masuk (waktunya),
(Mengurus) Jenazah jika (ada yang meninggal),
(HR, At-Tirmidzi)
"Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, serta keberkahan atasmu, dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.''
Yesline menggandeng lengan Al, memberhentikan langkahnya sejenak di depan beberapa karangan bunga sebagai ucapan selamat atas pernikahan Hans dan Meriam, Membacanya benar benar menyentuh hati Yesline, pesta pernikahan itu begitu berbeda. Yesline melayangkan pandangannya ke arah di mana pesta pernikahan akan di gelar. Mungkin, sedikit menakjubkan, dalam waktu beberapa jam saja, semuanya bisa di dekor sedemikian rupa. Bukan dekorasi megah dan mewah, juga tidak digelar di hotel berbintang, tapi sungguh, Yesline bisa merasakan hawa yang berbeda. Terasa sakral. Semua serba memakai pakaian putih. Tempat tamu undangan pun, di pisah antara perempuan dan laki laki. Azka sedikit rewel karena tidak mau di pisah, Yesline sempat sedikit memberi tahu Azka pelan pelan. dan akhirnya Azka memilih duduk bersama Yesline.
"Ya udah, Azka sama Mama aja,'' cetus Azka yang nampak keren memakai peci.
__ADS_1
Yesline tersenyum, lalu mengangkat tubuh Azka ke dalam gendongannya.
Sudah pernah lihat Clinton, Al, Gabriel, Nicho dan juga Rizky menggunakan peci belum? Bayangkan saja, betapa wajah korea mereka terlihat semakin tampan meski sedikit lucu. Mereka saling tatap, melempar senyum juga tawa geli, menertawakan masing masing. Jika bukan karena paksaan dari Hans, mereka ogah melakukannya. Tapi, memang hampir setiap yang datang menggunakan peci,. Juga Yesline, Callista, Leni, Clara yang datang menggunakan jilbab dan gamis tertutup. Mereka semakin cantik dan anggun.
Dengan jail, Leni sengaja mengambil ponselnya dan mengabadikan foro mereka. Gabriel mencak mencak hendak merebut ponsel Leni, tapi para wanita sudah keburu masuk ke dalam wilayah wanita. Membuat para laki laki kesal.
Sebelum acara pernikahan, Mereka tidak bisa menemui Hans, karena untuk sampai ke panggung, mereka perlu melewati beratus atau bahkan beribu orang yang sudah datang memadati area pondok. Al dan the gengnya, mereka duduk di dalam mesjid karena akad akan diadakan di dalam sana.
Mereka melihat Hans sudah duduk di kursi, di depan Ayah Meriam dan juga para saksi. Di dekatnya ada orang tua Hans. Di atas panggung, Meriam nampak begitu cantik dengan gaun panjang dan juga syari yang menutupi tubuhnya. Jilbabnya menjuntai menutupi dadanya. Riasannya tidak terlalu tebal dan menor, tapi wajahnya sangat cantik. Siapa pun yang melihatnya akan terpesona, Apalagi Hans?
Sedangkan Wisnu, dia masih menangis di dalam kamarnya, seperti anak kecill yang kehilangan mainan kesayangannya. Tanpa bisa berbuat apa apa.
Tahu, betapa gugupnya dia? Kakinya bergetar, dan tangannya begitu dinngin. Dia sudah menyiapkan mahar terbaik untuk Meriam, seluruh tabungannya ia ambil dan ia jadikan mahar. Untuk yang spesial, semua bisa dilakukan bukan?
Sebelum akad dilakukan, akan ada momen di mana Meriam meminta ijin kepada sang Ayah untuk melaksanakan pernikahan, Meriam sudah memegang mikrofon, disampingnya ada Mamanya yang memeluknya.
Hans masih tak berkedip menatap Meriam dengan perasaan yang tidak karuan, panas dingin, dia benar benar gugup dan berdebar.
Meriam menatap ke arah Ayahnya berada, matanya sudah memburam sebelum ia memulai membacakan surat cintanya.
__ADS_1
Ayah......