
" Udah deh Mas jangan mulai deh ..... "
" Iya iya .... "
Setelah mandi dan membersihkan diri, Mereka langsung menuju RS. Kondisi Mama Yesline memang masih dipantau pasca habis operasi. Apalagi sudah hampir 48 jam dari habis operasi belum sadarkan diri juga.
" Mas, Kok Mama belum sadar juga iya. ??? tanya Yesline sama Al saat Mereka sudah berada di kar rawat Mamanya itu.
" Sabar iya Sayang ... Biasanya memang kalau Pasien habis menjalani operasi, apalagi Operasi yang cukup besar akan memakan waktu lama untuk sadarkan diri. " jawab Al untuk menenangkan Yesline.
" Ku kan Dokter, Mas ..... Emang tidak bisa bantu Mama untuk lebih cepat sadarkan diri ???? Ngasih obat dari inpus atau apa lah itu ?? '' kata Yesline sedikit mengeluh karena Al hanya mengatakan untuk menunggu dan bersabar.
" Iya ampun, Yesline .... Aku kan hanya Seorang Dokter dan bukan Tuhan !!! " jawab Al sedikit menaikkan nada suaranya.
" Maaf Mas .... Aku cuma takut kalau Mama terjadi apa apa. " jawab Yesline dengan sedikit menyesal karena bertanya seperti itu.
" Sayang .... Dengar Aku !!! Kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan hanya bisa berusaha sebaik mungkin. Begitu kuga dengan Seorang Dokter yang sudah berupaya mengusahakan dan memberikan yang terbaik untuk kesembuhan dan keselamatan Pasien. Tetapi kalau Pasien tidak bisa diselamatkan itu audah taldir dan sudah diatur sama Yang Diatas. " jawab Al memegang pundak Yesline lembut.
" Maaf iya Mas .... Aku terlalu egois. Aku hanya takut Mas .... " kata Yesline dengan menundukkan kepalanya.
" Sudah jangan berpikir aneh aneh, Sebaiknya Kamu berdoa untuk kesembuhan Mama. Aku juga sudah meminta Dokter yang terbaik disini untuk memperhatikan Mama. '' jawab Al memberi semangat.
Yesline menganggukkan kepalanya dan memberikan senyum manis sama Al. Melihat senyuman yang Dia berikan sama Al membuat Al kesal karena tidak bisa menahan hasratnya.
Hasratnya seketika bergejolak saat melihat senyum Yesline yang sangat indah dan mempesona.
Al berusaha menghindari senyuman Yesline dengan mengalihkan pandangannya karena Al tidak ingin hanya Dia yang nantinya menikmatinya jika Al mengajak Yesline. Dia harus menahan diri hingga malam.
Al sudah sangat yakin jika Dia minta jatah pasti Yesline akan menolaknya habis habisan.
" Ma, Aku disini. " bisik Yesline sambil menggenggam tangan Mamanya itu. Di wajah Yesline sangat terlihat jelas kecemasan serta kekhawatirannya. Walau Dia tidak mendapat jawaban, Dia sangat yakin kalau Mamanya akan mendengar suara dan bisikan Putri Semata Wayangnya itu.
Setelah cukup lama disana, Al dan Yesline memutuskan menunggu di luar ruangan. Al yang duduk disebelah Istrinya itu melihat Dia hanya diam saja dari Tadi tanpa mengatakan apapun. Dia berusaha untuk menghibur dan bercanda tapi tetap tidak menarik perhatian Yesline sehingga Dia ikut diam duduk disamping Yesline.
Saat Yesline memikirkan sesuatu yang kemungkinan akan terjadi dan mengabaikan Yesline, Dia teringat akan sosok Callista Istrinya Al.
Yesline berusah untuk menanyakan itu sama Al karena bagaimanapun Dia istri pertama Al.
" Mas, Kamu gak ngasih kabar ke Callista ??? Kok Aku gak pernah melihat Kamu menelpon Dia ??? "
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Yesline membuat Al menatap Yesline dengan tatapan heran.
" Kenapa Sayang ??? Kamu cemburu ??? "
" Apaan sih .... Untuk apa Aku cemburu ??? Kan Aku cuma nanya doang ??? " kata Yesline sambil menghela nafasnya.
" Nanya apa nanya nih .... " goda Al sambil mencolek hidung Yesline.
" Kamu terlalu kepedean deh .... Udah ah gak jadi !!! " cetus Yesline mengerutkan keningnya membuat Yesline semakin menggemaskan dimata Al.
Yesline sebenarnya ingin memberi tahu Al tentang perselingkuhan Nicho dan Callista. Namun Dia harus mengurungkan niatnya kembali karena Dia berpikir ini bukan hal yang lumrah jika Dia ikut campur. Biarlah itu menjadi urusan Mereka berdua dan Dia hanya melihat dan menyaksikannya saja. Yesline juga sudah bisa menebak bahwa Al juga akan diam.
*******
Di indonesia hari ini sudah menjelang malam. Nicho yang ada janji sama Orang pun sudah bersiap dan keluar dari Apartemennya. Dia akan menemuni Seseorang yang sangat penting.
Style Nicho malam itu hanya menggunakan kaos ber merek dipadu dengan jacket kulit dan celana jeansnya dipadu dengan sneaker andalannya menunjukkan ketampannya.
Tidak lupa juga Dia memakai jam tangan yang sangat mahal itu membuatnya tidak kalah menggoda dari Al.
Nicho mengendarai mob sportnya dari basement dan melaju cepat menuju Restoran yang dituju.
" Masf, Apakah Anda Tuan Nicho ??? " yang tiba tiba datang menghampirinya karena melihat Nicho seperti mencari Seseorang juga.
" Iya, Saya. "
" Silahkan ikut Saya Tuan. Orang yang ingin bertemu dengan Anda sudah menunggu di ruang VIP. " katanya sambil berjalan.
" Mantap juga selera Om, Bisa memilih Restoran VIP seperti ini. " gumam Nicho.
Dia juga mengingat bahwa ini pertemuan rahasia Mereka. Jadi Mereka sebisa mungkin menghindari Orang Orang. Apalagi Wajah Mereka sangat Familiar.
Nicho memakai kacamata hitamnya dan mengikut pelayan itu hingga membukakan pintu untuknya.
" Silahkan masuk Tuan. " katanya dan Nicho mengangguk serta Pelayan itu menutup kembali pintu itu.
" Selamat malam .... Mari silahkan duduk. Kamu belum makan malam kan ??? Ayo pilih menunya, Kita mau makan apa ???? " tanya Seseorang yang sudah menunggunya dan Om Dia gumamkan tadi ternyata Papanya Al.
Ternyata Nicho selama ini bekerja sama dengan Om, Papanya Al untuk mengumpulkan bukti bukti tentang Callista dan dalang yang sebenarnya musuh Mereka selama ini yang masih belum terpecahkan.
__ADS_1
Papa Al dan Nicho selama ini merahasiakannya dari Al maupun Keluarga besar Mereka. Begitu juga pertemuan Mereka ini dan selama ini Mereka hanya berkomunikasi secara diam diam.
Bahkan Al pun tidak mengetahuinya. Nicho mendekati Callista dengan berbagai alasan.
" Foto foto yang Kamu kirimkan sama Om, Apa Kamu yakin bahwa itu asli ??? " tanya Om nya itu.
" Asli Om. Nicho yakin bangat. "
" Bagus !!! Ternyata Dia jauh lebih licik. Bekerja sama dengan Pengacara Al untuk semua ini. " kata Papanya Al.
" Lalu bagaimana dengan tugas yang di Singapura ??? " tanya Om nya itu kembali.
" Aku belum memiliki titik temu, Kita lihat saja nanti. " jawab Nicho.
" Om bangga sama Kamu. ''
Tidak lama kemudian, Pelayan menyajikan makanan yang Mereka pesan. Mereka berdua menikmatinya dan menyusun beberapa rencana untuk menyelamatkan aset aset Keluarganya itu.
Setelah pertemuannya dengan Papa Al selesai, Dia langsung kembali ke Apartemennya. Nicho lebih memilih Anak yang jadi pembangkang daripada menjadi Parasit dalam keluarga.
Sampai di Apartemennya, Dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjangnya karena Dia sangat lelah. Di Apartemennya itu, Tidak ada dan tidak pernah Seorang pun yang datang mengunjunginya.
Karena Dia tidak pernah mengijinkan siapapun bertamu ke Apartemennya.
Nicho mengambil ponselnya dan membuka beberapa foto yang tersimpan di galeri ponselnya.
" Andai saja Aku lebih berani untuk menyatakannya padamu duluan, Mungkin saja Dia tidak akan memilikimu. " gumam Nicho.
Dia menatap semua foto foto Yesline yang ada di ponselnya itu. Nicho sudah lama memiliki perasaan terhadap Yesline. Semenjak pertama kali Dia melihat Yesline dan bertemu untuk mencari pekerjaan. Hingga Yesline pernah pingsan karena kelelahan untuk mencari pekerjaan dan Nicho yang menolongnya.
Nicho semakin terkejut karena mengetahui Yesline bekerja di club Alexiz. Nicho juga akhirnya menerima tawaran untuk tampil sebagai DJ karena Yesline juga bekerja disana. Itulah alasan Nicho agar bisa dekat dengan Yesline.
Disaat Dia sedang menatap foto foto Yesline yang diambilnya secara diam diam tiba tiba bel Apartemennya bunyi. Nicho pun sedikit mengerutkan keningnya.
" Siapa yang berani datang kesini ??? " gumamnya.
Dengan penasaran Nicho melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan menuju ke pintu. Namun betapa terkejutnya Dia ketika Dia melihat siapa yang ada di depan pintunya.
" Kamu ..... ????!!!! "
__ADS_1