Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 78


__ADS_3

Yesline sedang duduk disofa dan menyaksikan sidang perceraian itu lewat televisi. Dia merasa bahwa Dirinya sedang disudutkan oleh giringan opini publik yang tidak tau kebenarannya karena giringan opini yang Callista buat.


Dimata Mereka, Perceraian itu terjadi karena Dirinya. Karena Al selingkuh dan menikah lagi. Mereka menyebut Dirinya pelakor padahal Dia tidak merebut siapa siapa.


Dadanya berdesir perih, Mendapati semuanya memandangnya sebagai Pelakor.


" Aku bukan pelakor hanya karena menikah dengan Laki Laki yang sudah beristri. Karena Aku tidak merusak rumah tangga siapapun."


Mama mertuanya baru saja keluar dari kamarnya saat melihat Yesline tertegun didepan ruang tv. Dia berjalan menuju dan mendekati Yesline, memeluk menantunya itu dari belakang. Mamanya tau apa yang lagi dirasakan Yesline saat gosip dan berita di televisi menyudutkannya. Dia meraih remote dari tangan Yesline dan mematikan televisi itu.


Yesline berusaha menyembunyikan matanya yang memerah. Mamanya mengusap sudut mata Yesline yang basah.


Mamanya duduk dan berkata dari belakang Yesline.


" Tidak usah khawatir dengan apa yang Mereka bicarakan. Karena Mereka tidak tau apa yang Mereka bicarakan. Para Wartawan hanya mengeksplor apa yang menurut Mereka laku untuk dijual. Kamu bukan Pelakor. Jangan sesih, Kasihan cucu, Mama. " kata Mertuanya itu pelan tapi mampu membuat Yesline terenyuh.


" Ma ..... ??? " panggil Yesline.


" Iya ???? " sahut Mamanya masih menyunggingkan senyum di bibirnya.


" Boleh Yesline peluk Mama ??? " tanya Yesline ke Mama mertuanya itu, Wanita paruh baya itu tersenyum menatapnya.


Mamanya berjalan memutari sofa, Duduk disamping Yesline dan menarikya kedalam pelukannya. Yesline butuh dikuatkan.


" Boleh dong Sayang .... " jawab Mertuanya itu. Tangannya mengelus elus lembut rambut Yesline. Yesline duduk bersila memeluk perutnya yang sudah membesar. Kepalanya menempel di dada Mamanya itu.


Tangan Mamanya menepuk nepuk pelan punggung Yesline untuk menguatkan dan menenangkannya.


Yesline yang manja dan sedan merindukan sang Mama mulai nyaman dalam dekapan Wanita yang didepannya itu. Mama Al menyayangi Yesline layaknya Putri sendiri.


" Yang penting sekarang Al dan Callista sudah resmi bercerai. Kamu tidak perlu pedulikan dan pusingkan hal hal lain. " kata Mamanya.


" Ya, Ma. " jawab Yesline dalam pelukannya.

__ADS_1


Saat Yesline menganggkat kepalanya, untuk mengambil tissue, Tiba tiba Dia mendengar suara ribut di depan rumah. Keduanya saling tatap karena bingung. Perasaan itu langsung berubah menjadi cemas dan takut saat ada seseorang yang melempar batu ke arah dinding kaca rumah Mereka.


" Buuuarrr ... "


Dengan reflek, Yesline menutup kedua telinganya dengan tangannya. Mamanya menariknya beberapa langkah kebelakang saat batu yang dilembar itu masuk ke dalam.


Batu itu dibungkus sebuah kertas, Mamanya bergegas mengambilnya dan membuka kertas itu untuk melihat tulisan didalamnya.


Yesline berjalan menuju ruang tamu mengintip dari jendela. Disana ada banyak Wartawan dan beberapa Orang yang marah marah menyebutkan nama Pelakor berkali kali. Yesline berpikir bahwa itu fans fanatic Callista.


Satpam, tukang kebun dan beberapa Pengawal yang dipekerjakan Al sampai kewalahan menghadang Mereka.


Tubuh Yesline gemetaran, Tubuhha keringat dingin. Yesline berbalik arah, Dia setengah berlari menuju kamarnya untuk mengambil ponsel untuk menelpon Al. Setelah mengambil ponselnya, Dia langsung menelpon Al.


" Ayo, Mas .... Cepat angkat ...." kata Yesline gemetaran dan mengigit ujung jempol tangannya serta mengusap rambutnya dengan kasar. Dia benar benar sangat gugup dan takut.


Orang Orang seperti Mereka kalau sudah gelap mata bisa saja melakukan apapun. Beberapa kali Yesline mencoba tapi tidaka da jawaban dari Al. Yesline memasukkan ponselnya kedalam saku baju hamil mininya.


Dia bergegas mengambil sweater miliknya dan langsung memakainya dan bergegas untuk turun. Dia meninggalkan Mamanya sendirian di bawah.


Yelsine menuruni tangga dengan terburu buru, Kakinya terselip membuatnya hampir jatuh. Untung saja Dia berpegangan pada tangga. Yesline memegang dan merasakan dadanya yang begitu cepat berdetak tak karuan. Dengan perlahan Yesline menuruni anak tangga.


Dia melihat Mamanya hendak mau membuka pintu dan hendak keluar untuk menenangkan Mereka. Namun, Bukankah Mamanya sudah tau bahwa Mereka tidak bisa ditenangkan ???


Karena menghkawatirkan Mamanya, Yesline bergegas berlari keluar.


Yesline masih berada di depan pintu saat tatapan Mereka semua sudah menghakimi Wanita hamil yang sudah ketakutan itu. Mereka menatap sinis ke arah Yesline, Tatapannya berubah menjadi tatapan jijik saat melihat perut Yesline.


" Cuih ..... Ternyata Dia sudah hamil. Dia cantik, pantasan Al menyukainya !!! "


" Tapi Callista lebih cantik !!! " teriak salah satu dari Mereka.


" Mereka sudah menikah siri sebelum resmi bercerai dengan Callista. Dasar Wanita ****** !!!! "

__ADS_1


" Orang miskin biasanya mau menjual tubuhnya yang penting bisa hidup kaya !!!! " teriak yang lain.


" Sudah !!!! Stop !!! Jangan hakimi Menantu Saya !! Dia Wanita baik. Kalian itu tidak tau apa apa !!! " bentak Mamanya dan berdiri di depan Yesline. Merentangkan kedua tangannya, Mamanya ingin melindungi Yesline jika tiba tiba ada yang menyerangnya.


Tubuh Mamanya itu tidak memperlihatkan ketakutan sama sekali. Yesline menangis di belakang Mamanya. Tapi Dia sadar, Kenapa Dia harus takut ??? karena Dia tidak salah.


Melihat Mamanya yang pasang badan untuknya, Menjadikan Yesline sedikit berani. Dia keluar dari balik punggung Mamanya. Di depan Orang Orang itu ada ada pekerja Al yang mendorong Mereka untu menjauh dan mundur.


Pengawal mendekati Yesline dan Mamanya untuk Menjaga dan melindungi Mereka. Yesline berjalan mendekati para wartawan itu.


Mamanya berusaha menghentikannya tapi Yesline bersikeras untuk menolak. Biarkan Dia menghadapi Sendiri jangan sampai Mamanya terluka.


" Wah .... Dia nantangin, Nih .... Ayo lempar dan hajar saja !!! " Mereka semakin brutal.


Yesline diam ditempatnya. Tangannya tegang memegang ujung Dressnya. Dia perlahan mengangkat wajahnya dan menatap Mereka.


" Maafkan Saya. "


Yesline membungkukkan badannya kearah Mereka dan tidak tau harus bicara apa lagi selain kata Maaf.


" Yesline !!! " pekik Mamanya yang melihatnya tiba tiba minta maaf sama Mereka.


" Kamu kira, Saat Kamu minta maaf maka Kita semua langsung pergi ??? Tidak !!!! Tinggalkan Al !! Maka Kami akan pergi !!! " teriak Mereka di depan Yesline.


Yesline buru buru mengangkat badannya untuk kembali tegak. Dia menggeleng dengan cepat dan tidak meng iyakan parkataan Mereka.


" Tidak !!!! Aku tidak bisa meninggalkan Mas, Al !!!! " bentak Yesline dengan berani dan galak.


Melihat Yesline semakin berani membuat Mereka yang ada disana semakin emosi. Salah satu dari Mereka yang memegang batu hendak memukulnya ke kepala Yesline membuatnya sangat ketakutan.


Dia menutup kedua telinganya dengan tangannya dan memejamkan matanya serta menekuk kedua kakinya.


" Yesline, Awas .... "

__ADS_1


Baru saja Mamanya hendak berlari untuk menolong, Ternyata Al datang dan melindunginya. Al membungkuk memeluk tubuh Yesline yang begitu gemetaran dan ketakutan itu. Mamanya menghela nafasnya dengan sangat lega melihat Al sudah datang.


__ADS_2