
Hasil uji forensik yang dilakukan Polisi kemarin berjalan lancar. Mereka sudah mendapatkan hasilnya. Kepala Polisi menelpon Clinton agar segera datang ke kantor Polisi. Ternyata para Polisi asli yang Mereka utus kesana sebelum sampai ke tujuan sudah dihadang oleh Polisi palsu atau gadungan. Mereka disiksa dan dianiaya di hutan. Untuk menghilangkan barang bukti, Mereka membakar tubuh Polisi itu hingga benar benar menjadi abu.
******
Tidak ada yang menyadari keberadaan Leni, Setelah kematian Papanya Al semuanya sibuk dan tidak ada yang menyadari jika Leni menghilang beberapa hari. Setelah kejadian kematian itu, Leni benar benar merasa simpati kepada Yesline dan Keluarga Al. Dia tidak tahan jika setelah itu akan ada korban lagi. Dia memutuskan untuk mencari bukti kejahatan itu sendiri tanpa instruksi dari Al maupun Clinton terlebih dulu.
Leni menyamar sebagai pegawai Klub Alexiz sebagai Barista atau pelayan Wanita. Dari sana Dia tau bahwa yang menyembunyikan Rizky adala Mami. Leni sudah mendapatkan alamat rumah Mami yang ditinggali Rizky saat itu.
Leni pergi ke alamat itu dan berhadapan dengan Rizky tapi Leni bukanlah Pengawal yang amatiran. Rizky dengan mudah Dia bisa tumbangkan.
" Sialan, Kamu !!! " cetus Rizky kesal.
Seseorang berhasil mengikat tangannya lagi. Melempar tubuhnya ke dalam mobil. Meringkuk dibelakang dengan kepalanya yang ditutupi karung. Leni akan membawanya langsung ke kantor Polisi.
" Lepasin, Saya !!!! " kata Rizky tapi tidak dihiraukan oleh Leni dan tidak mempedulikannya.
Malam sudah larut dan jalanan begitu sepi. Dengan sigap, Leni melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat diatas rata rata. Menerobos kegelapan yang didepan mata.
Didepan ada kantor Polisi, Mungkin karena sudah larut malam jadi kelihatan sepi. Leni turun dari mobil dan berjalan ke arah belakang mobil, Membuka pintunya dan menarik keluar Rizky dengan kasar.
Dengan wajahnya yang masih ditutupi karung, Leni terus menarik tubuh Rizky dengan kasar. Mendorong tubuhnya hingga masuk ke dalam kantor Polisi. Bukti yang dibutuhkan sudah Leni siapkan, Leni akan meminta Clinton untuk datang.
Penyamaran Rizky dirumah sakit yang menjadi Cleaning Service juga diawasi oleh Leni. Leni sangat mengawasi gerak geriknya karena Dia hari itu Rizky ingin membunuh Al.
Tawaran dengan Erwin ditolak, Dia frustasi dan ingin menghabisinya dengan tangannya langsung. Karena jika Al mati juga, Jalannya sudah terbuka lebar tanpa hambatan.
Saat Rizky dimasukkan ke dalam sel tahanan supaya tidak kabur, Leni memilih untuk menelpon Clinton.
Kenapa kali ini Rizky sangat mudah ditangkap ??? yang biasanya Mami segera menolong dan langsung mengirimkan bantuan disaat Dia diadili oleh Al dan Temannya, Tapi saat ini tindakan Leni sangat mulus tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak Mereka. Leni bisa bergerak dengan leluasa.
Ponsel tersambung dan sudah diangkat Clinton.
__ADS_1
" Halo, Pak Clin.... " kata Leni dengan sopan dan tegas.
" Saya sudah membawa Rizky ke kantor Polisi. Bapak datang sekarang kesini dan bawa semua bukti buktinya. " kata Leni tanpa basa basi.
" Bagaimana caramu bisa tau dimana Dia dan bisa mendapatkan Rizky ??? " tanya Clinton melongo dan masih tidak percaya dibuatnya.
" Bagaimana Bisa Dia melakukannya sendirian ???? " gumam Clinton masih tidak percaya.
" Itu nanti Aku ceritakan, Pak. Tolong segera kesini, Pak. Saya tunggu. "
" O..oke oke ... " jawab Clinton.
Matanya masih ngantuk, Dengan gontai Dia berjala. ke arah kamar mandi, mengguyur tubuhnya dengan air dan shower dibiarkan menyala.
" Ternyata Gadis itu bisa melakukan apa yang bahkan Kami tidak bisa lakukan kemarin. " gumam Clinton merasa takjub.
Selesai mandi, Clinton langsung menuju kantor polisi dengan mambawa semua bukti. Mereka akan memastikan bahwa Rizky tidak bisa mengelak lagi meskipun dengan jaminan uang. Clinton bisa pastikan itu.
Hari persidangan pertama tiba. Al memutuskan datang ke pengadilan bersama Hans sementara Yesline tetap di rumah bersama Mama Mertuanya.
Persidangan di gelar di ruang sidang No. 4. Callista datang sekitar jam 11.00 hanya ditemani pengacaranha begitu juga dengan Al.
Saat memasuki ruang sidang, Callista tak kuasa menahan sedih, Tangan kanannya pun terlihat memegangi tissue untuk mengusap setiap airmatanya yang jatuh. Tak sepatah kata pun keluar dari Callista sebelum mengikuti persidangan yang digelar secara tertutup itu.
Usai sidang, Calista yang mengenakan blouse baby pink dengan menggunakan kaca mata hitam itu, tidak banyak bicara dan hanya sesekali menebar senyum ke Al, Dia sudah menyerahkan dan merelakan semuanya. Merelakan Al untuk saat ini dan seperti ini.
Setelah didesak oleh Wartawan, Model terkenal itu ternyata sudah tau kalau mantan suaminya itu sudah menikah lagi. Dia terlihat menangis di depan para wartawan.
" Ya. Dia memang sudah menikah lagi. " kata Callista.
Dari kejauhan Al yang melihat air mata buaya itu merasa muak. Dia ingin berjalan menghampiri para Wartawan itu tapi dicegah oleh Hans.
__ADS_1
Hans khawatir jika meladeni Mereka, pasti akan menanyakan banyak hal tentang Yesline nanti. Dan bahaya juga untuk Yesline karena nanti Dia akan dituduh pelakor, Perusak rumah tangga Orang.
Benar kata Hans, awas saja sampe Callista mengatakannya. Hans merangkul Al untuk masuk ke dalam mobil.
Sebelum meninggalkan kantor pengadilan, Callista melihat kepergian Al dan sengaja mengatakan siapa Istri kedua Al sebenarnya kepada Wartawan.
" Saya tidak menyangka ... Tidak tau bagaimana hari besok. " kata Callista sembari terisak.
Sontak seluruh Wartawan berlari mengejar Al dan menanyakan banyak hal tentang Yesline. Callista berani menantang Al dan Dia lupa bahwa Al memegang kartunya dan siapa Dia ssbenarnya.
" Ya. Saya sudah menikah lagi. " jawab Al.
" Apakah benar dengan Wanita yang bekerja di club malam Pak ??? Apa kurangnya Mba Callista hingga Bapak meninggalkan dan memilih Wanita malam itu ???" tanya salah satu Wartawan itu.
Mata Al spontan melotot mendengar itu.
" Anda tidak tau apa apa !! " jawab Al sudah emosi. Tatapannya tajam menghujam mata Callista.
" Model cantik dan seksi yang Kalian Agung Agungkan itu telah menggunakan tubuhya untuk sembarang Pria. " cetus Al dan sudah tidak berpikir lagi apakah karir Callista akan hancur setelah mengatakan hal itu.
Itu salah Dia sendiri yang menantang Al karena susah berani membawa bawa Yesline di depan Wartawan.
" Apa Bapak punya buktinya ??? "
" Apa karena itu alasan Bapak untuk bercerai dan memilih Istri Bapak yang sekarang itu ???? "
Al tidak menjawab, Hans langsung menarik tubuh Al untuk masuk ke dalam mobil. Karena menurut Hans meladeni wartawan tidak akan ada habisnya. Callista juga sudah meninggalkan kantor pengadilan.
Akhirnya para Wartawan menanyakan langsung ke juru bicara Pengadilan terkait perceraian apakah karena ada Orang ketiga, Perselingkuhan atau memang sudah merasa tidak cocok satu sama lain.
" Namun, Isi gugatan cerai yang diajukan oleh Saudara Al beberapa minggu yang lalu, Dia hanya inginkan perceraian dengan Istrinya itu. Penggugat hanya minta bercerai secara baik baik dan Kami juga pihak Pengadilan tidak akan memberitahukan apa perihal alasan sebenarnya karena Penggugat tidak mau memberitahukan ke umum. " kata Juru Bicara Pengadilan menjelaskan yang menangani perceraian Mereka.
__ADS_1
" Bisa diambil kesimpulan, Sesuai kabar yang beredar bahwa perceraian model cantik itu karena suaminya menikah lagi ??? " kata salah satu Wartawan yang sengaja berniat untuk menaikkan ratingnya tentang kasus perselingkuhan yang lagi marak dikalangan selebritas tanah air demi menaikkan ratingnya.