Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 90


__ADS_3

" Ternyata Kamu masih belum mengerti juga, Al ??? " Hans menatap remeh dan senyum masam.


" Maksud Kamu ??!!! " tantang Al dan Dia maju beberapa langkah dan menatap tajam Hans.


" Ya udah deh. Kamu ajah yang ke kantor polisi menemani Callista. Aku mau ke Bangka saja jemput Yesline. " jawab Hans dan memutar tubuhnya berjalan hendak menjauhi Al.


Sontak kata kata Hans itu membuat Al geram. Dia bergerak maju berlari mengejar langkah Hans dan menarik bajunya dengan kasar.


" Kurang ajar Kamu !!! Mau berantam samaku ??? Sini ??!!! " Al menyingsing lengan kemejanya dan menantang Hans. Laki Laki di depannya terkekeh, menatap Al dengan sedikit emosi.


" Dasar Laki Laki serakah !!! Kamu gak bisa memiliki keduanya, Al. Yesline bukan barang yang bisa Kamu titip titipin terus, itu Istri Kamu, Tanggung jawab Kamu !!! Kamu masih ingat kan yang pernah Aku bilang, Jika Kamu nyakitin Yesline lagi, Aku siap mengambil alih tanggung jawab Kamu kalau memang Kamu tidak mampu. " cetus Hans dengan sangat kesal sambil melepas tangan Al yang mencengkeram bajunya.


" Saya tidak meninggalkan Dia dalam waktu yang lama, Besok akan Aku jemput. Kenapa Kamu ikut ikutan nyalahin Aku ??? kan Kalian yang telepon Saya ??? Situasinya memang seperti ini. " jawab Al membela diri.


" Kesalahan Kamu adalah Kamu lebih memilih meninggalkan Yesline dan memilih untuk menghibur Callista. Kamu juga gak terus terang ke Yesline karena seharusnya Kamu bisa sharing apapun ke Dia. Kamu gak tau kan gimana perasaan Dia jika tau Kamu disini sedang mengurusi Callista ??? Dan ninggalin Istri Kamu dengan Orang Lain ??? Parah Kamu, Al. Saya dan Clinton angkat tangan. Kali ini Kamu selesaikan masalah Kamu sendiri !!! " kata Hans dan menganggkat kedua tangannya. Lalu dibelakang Hans, Dia juga melihat Clinton yang berlalu begitu saja.


Al terdiam. Membeku ditempatnya.


" Kenapa semuanya jadi begini ??? "


Tiba tiba Clinton berbalik dan menghampiri Al, menyerahkan flasdisck yang berisi semua rekaman semua kejahatan mulai dari Rizky hingga Erwin ke Al. Al menerimanya. Dia memang terlalu egois.


Al lupa banyak Orang yang membantu dibelakangnya, tapi Dia tidak tau cara menghargai Mereka.


" Kamu harus menghargai apa yang sudah Kamu punya, Al. Sebelum Kamu kehilangan semuanya. " kata Clinton mengingatkan. Clinton menepuk pundak Al pelan lalu pergi meninggalkannya.


" Clint, Kamu mau kemana ??? " tanya Al serak.


Clinton menghentikan langkahnya, tanpa menoleh Dia menjawab pertanyaan Al.


" Mau Healing sebentar. "


" Tapi kasus Erwin gimana ??? " tanyanya lagi.


" Kamu kan mau ke kantor polisi sama Callista. Tinggal laporkan saja ke Polisi dengan bukti yang tadi Aku kasih. Nanti pihak Polisi yang akan menggrebek rumah Erwin. " jawab Clinton menjelaskan. Masih memunggungi Al.


'' Kamu jangan ninggalin Saya sendiri, Clin .... Biasanya kan Kamu yang ngurus semuanya. "

__ADS_1


" Itu biasanya. Sekarang sudah luar biasa. Kamu harus belajar melakukannya sendiri. "


" Tega bangat Kamu. ''


Clinton menghela nafasnya dan baru mau menoleh dan menjawab Al, Tapi Callista keluar dari kamarnya dan mengatakan sesuatu.


" Kamu jemput Yesline ajah, Al. Aku gak mau gara gara Aku ada masalah lagi diantara Kalian. Aku ingin jadi Orang yang baik dan tidak menyusahkan Orang lain. Biar Aku sama Hans dan Clinton yang ke kantor Polisi. "


Bola mata Al bergerak melihat Callista.


" Baiklah. Memang sebaiknya begitu. Lihat ??? Mereka berdua ngambek gara gara Aku mau nganterin Kamu. " adunya membuat Callista terkekeh. Sedangkan Clinton membalas dengan senyuman masam. Hans membuang muka, sedari tadi Dia menonton dari tangga.


Al baru sadar jika dari kemarin Callista hanya memakai kemejanya. Disini memang tidak ada pakaian Wanita. Potongan kemeja Laki Laki yang Dia kenakan memperlihatkan jenjang kaki yang mulusnya. Al membuang pandangannya dan beralih menatap Clinton.


" Nanti sebelum ke kantor Polisi, Bawa Callista untuk beli baju dulu. Masa Dia harus ke kantor polisi dengan baju seperti itu ??? " kata Al ke Clinton.


Clinton melirik ke arah Callista, Wanita itu memang cocok jadi model karena memang tubuhnya yang aduhai, Dia juga baru sadar dari kemarin Callista hanya memakai kemeja Al.


" Beruntung si Erwin sempat menikmati tubuh sintal dan mulus Callista. '' gumam Clinton sembari menelan ludahnya.


" Oke. " jawab Clinton datar.


" Baiklah. Saya mandi dulu, nanti Kita cari sarapan di luar. "


Al kembali masuk kedalam kamarnya dan membersihkan diri. Dia masih terus berusaha menghubungi Yesline tapi tetap tidak bisa. Leni juga tidak membalas pesannya. Bahkan menelpon pun tidak. Mereka seperti menutup diri dari Al.


" Kamu kenapa Yes ???? Marah sama Mas ??? " gumam Al yang begitu memikirkannya.


******


Di rumah sakit, kepala Erwin dijahit dengan beberapa jahitan dan dibalut perban. Dia berbaring dengan perasaan aneh yang mengganggunya. Dia seperti mengingat telah melakukan sesuatu dengan Callista. Tapi ingatannya tidak jelas dan tidak mungkin Dia melakukan hal seperti itu dengan Callista.


Setiap Dia berusaha dengan keras untuk mengingatnya, kepalanya berdenyut menimbulkan nyeri yang hebat. Akhirnya Dia menyerah, menggerakkan kepalanya melihat ke arah Asistennya itu yang berada disampingnya.


" Apa yang terjadi semalam ??? Aku benar benar tidak mengingatnya. " katanya sambil menyentuh kepalanya yang diperban.


Asistennya itu menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan bossnya itu.

__ADS_1


" Saya sendiri juga tidak tau pasti, Pak. Terakhir yang Saya ingat ada dua orang kurir mengantar makanan yang kami pesan. Setelah Kami memakannya, Kami tidak ingat apa apaa lagi. Setelah sadar, Saya sudah melihat Anda tergeletak dibawah tangga dengan kepala yang terluka. Sepertinya ada yang menyerang masuk kemarin. " kata Asistennya itu merasa bersalah karena Dia dan anak buahnya sangat teledor hingga kecolongan, Dia tidak bisa menjaga Tuannya itu.


" Sialan !!! Aku benar benar tidak mengingat apapun !!!! " cetus Erwin.


Ponsel Asistennya berdering.


" Ya, Tuan muda???? "


" Ya Tuan, Sudah sadar dan sudah dirawat. "


" Baiklah. Saya akan memberikan ponselnya ke Tuan besar. "


" Kenapa Kamu memberi tahunya ??? " protes Erwin.


" Karena Anda terluka jadi Saya langsung memberi tahu ke Tuan muda. Sekarang Tuan muda ingin berbicara dengan Anda Tuan. " katanya sambil mengulurkan tangannya untuk memberikan ponselnya dan diambil oleh Erwin.


Tapi Mereka dikejutkan oleh beberapa Orang yang tiba tiba masuk ke dalam kamar rawat inap Erwin.


" Selamat siang .... " sapanya memberi hormat.


Asisten Erwin terperanjat, Dia bangkit dari duduknya. Rahang Erwin terbuka dan otot ototnya menegang.


" Kenapa ada Polisi disini ??? "


Secara bersamaan, Erwin dan Asistennya saling menatap. sambungan telepon itu masih tersambung. Hanya saja, karena Erwin sangat kaget, Dia menjatuhkan ponselnya dilantai.


" Maaf mengganggu waktu istirahat Anda, Kami membawa surat perintah untuk penangkapan Anda, Pak Erwin. " katanya dengan tegas.


Sambil memberikan surat perintah, dan memberikan surat penangkapan untuk Erwin kepada Asistennya itu, Dia menerimanya dengan perasaan campur aduk. Kenapa begitu tiba tiba ????


" Tapi Pak, Tuan masih sakit ??? " kata Asistennya itu.


" Kami akan menempatkan penjagaan yang ketat disini sampai Anda sedikit lebih baik lalu Kami akan membawa Anda. " jawab Polisi itu menjelaskan.


Erwin masih syok, Dia tidak menyangka bisa secepat itu kedoknya terbongkar. Apa ingatannya yang samar tentang kejadian kemarin ada hubungannya dengan ini ???


Laki Laki paruh baya itu tersenyum miring. Ternyata usianya yang memasuki usia senja harus Dia habiskan di dalam penjara. Dia tidak bisa mengelak karena Dia tidak tau pasti apa terjadi.

__ADS_1


" Saya akan menelpon Pengacara Anda, Tuan. " kata Asistennya setelah Polisi itu keluar dari kamar itu. Mereka sudah menempatkan penjagaan yang ketat disekitar kamar rawat Erwin. Laki Laki yang dipanggil Bos itu hanya mengangguk. Dia masih tidak cukup tenaga untuk berbicara.


Asistennya Sedikit berjongkok untuk memungut ponselnya.


__ADS_2