Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 254


__ADS_3

Al berdiri membelakangi Yesline.


"Cih! Kenapa kamu dan Nicho selalu menyukai wanita yang sama, Mas? Bedanya, Nicho selalu masih bisa tegas dengan perasaannya. Dan kamu tidak!'' geram Yesline.


Mata Al membelalak lebar, bagaimana bisa Yesline membandingkan dirinya dengan Nicho?


"Kamu membandingkan aku dengan Nicho? Menganggap aku yang salah dan lebih buruk dari Nicho?" sergah Al masih tidak percaya.


"Ya! Itu benar. Maaf jika aku mengatakannya, tapi memang itu kenyataannya, Mas. Kamu pengecut dengan perasaanmu, tidak dengan Callista dulu dan sekarang dengan Lusi. Kamu selalu bimbang. Padahal jelas jelas akulah istrimu, tapi kamu masih membagi hati dengan wanita lain?'' air mata luruh begitu saja dari pelupuk mata Yesline.


Banyak yang memperhatikan pertengkaran mereka, tapi mana mereka peduli soal hal itu lagi? Hatinya sudah lebih dulu kacau sampai pandangan dunia pun tak lagi terasa penting.


"Kamu juga masih saja menganggap laki laki lain lebih baik dariku, Yes? Kamu masih memperhatikan Nicho!" entah apa yang merasuki Al, itu kali pertama dia membentak Yesline.


Wanita itu syok melihat reaksi suaminya yang berbeda. Yesline mengendurkan lipatan tangannya. Dia menatap ke arah Al dengan perasaan tidak percaya, kenapa Al balik marah kepadanya? Bukankah biasanya dia akan membujuk Yesline setiap istrinya itu marah? Kenapa sekarang hanya karena Lusi, Al bisa berbalik marah dan menyalahkannya? Menganggapnya anak kecil? Menganggapnya menyukai Nicho, sebegitu cinta kah Al dengan Lusi itu?


"Kamu berubah, Mas. Hanya karena wanita di masa lalu itu kamu mengataiku kekanak kanakan? Meragukan perasaanku, kamu bilang aku menyukai Nicho dan kamu mengibaratkan takut kehilangan dia sama seperti kamu takut kehilangan aku? Aku bahkan sekarang tidak percaya apapun yang kamu katakan, Mas. Kamu terlalu tidak bisa menjaga dirimu sendiri dan pikiranmu, harusnya kamu tahu, masa lalu dan masa sekarang itu berbeda. Mana yang lebih penting, seharusnya pun kamu tahu itu, apa perlu aku ajari, hah?! Aku atau kamu yang kekanak kanakan, bahkan kamu begitu mengekangku, tidak memperbolehkan aku berdekatan atau berbicara dan berhadapan dengan laki laki lain. Dan kamu menanyakan soal apa salahmu? Kamu bilang kamu hanya tiba tiba mengingat masa lalumu dan kamu bertanya apa itu salah? Hebat kamu, Mas. Asal kamu tau, Mas, apapun yang kamu rasakan sekarang terhadap Lusi itu salah! Salah besar! Meski tidak ada gerakan atau tindakan fisik yang kamu lakukan dengan dia, tapi kamu sudah membagi hatimu disaat kamu sudah beristri dan itu salah. Kecuali kamu bukan suamiku lagi silahkan kamu pikirkan semua wanita cantik dan seksi yang kamu mau di dunia ini, aku tidak akan peduli lagi!''

__ADS_1


Setelah mengatak itu Yesline berlari meninggalkan Al dan Clara juga Clinton. Dia berlari keluar klub, menghentikan taksi dan naik taksi.


Di dalam taksi, Yesline menangis, dia tidak bisa membendung rasa sakit hatinya. Kecewa dengan Al yang tiba tiba berubah.


Sementara Al, jatuh terduduk di sofa. Dia masih kalut dan bingung. Clinton yang sedari tadi duduk disampingnya menggeser duduknya lebih dekat ke Al. Clinton menuangkan minuman ke dalam cangkir dan menyodorkannya ke Al.


"Minum dulu, Bro."


Al menerima cangkir dari Clinton dan meneguknya hingga habis.


"Kamu harus bisa mengontrol diri, Al. Jangan salah bicara. Aku tahu seberapa cintanya kamu dulu ke Lusi, tapi itu dulu, dan aku tahu seberapa cinta kamu ke Yesline, jadi kamu harus menguatkan tekad, mana yang mau kamu kejar dan kamu tinggalkan sekarang. Jangan sampai karena sikap enggak jelas kamu ini, malah membuat kamu kehilangan hal yang paling berharga yang akan kamu sesali seumur hidup kamu, Al." Clinton menepuk pundak Al berkali kali.


"Kejar Yesline, Al. Jangan sampai dia kecewa untuk kedua kalinya. Lupakan Lusi, kamu harus memaksa hati kamu untuk bisa melakukannya. Jika tidak, mungkin bukan cuma Nicho yang punya pikiran buruk untuk mengambil alih Yesline, mungkin laki laki di luar sana banyak yang menunggu janda si cantik Yesline. Iya kan? Jangan marah aku bilang ini, biar kamu sadar diri. Aku juga akan menjaga Yesline jika kamu sampai menyakitinya lagi, meski aku gak mungkin poligami karena aku ngadepin istri satu aja sudah puyeng, apalagi dua!''


Clara beringsut mendekat dan mencubit perut Clinton, sampai laki laki itu meringis.


Al menoleh ke arah Clinton.

__ADS_1


"Kamu benar, Clint. Aku gak mau meninggalkan atau kehilangan Yesline, tapi aku juga harus menyelesaikan masalah di masa laluku, supaya di kemudian hari, aku tidak akan merasa terpanggil lagi dan memiliki tanggung jawab atas kematiannya. Aku pergi dulu." Al meletakkan kembali cangkir yang dipegangnya seraya bangkit meninggalkan Clinton dan Clara.


"Hey!! Tapi kamu kejar dulu tuh, si Yesline. Kasihan dia lagi hamil, jangan sampai stress, Al!" teriak Clinton yang langsung diacungi jempol oleh Al. Tanpa menoleh untuk menatap Clinton lagi, Al langsung berlari ke luar klub. Ternyata di luar hujan. Al berlari kecil menuju mobilnya sampai menutupi kepalanya dengan tangan karena hujan begitu lebat.


Hati Al langsung kepikiran Yesline, tadi dia pulang dengan apa, ya? Yesline bawa uang atau tidak? Wanita itu biasanya selalu konyol, kebiasaannya yang lupa membawa uang tidak pernah berubah.


Semoga saja Yesline baik baik saja.


Maafkan aku, Yes. Tunggu aku, aku tidak berbohong saat aku bilang aku hanya mencintaimu, aku cemburu setiap melihatmu dekat dengan laki laki lain. Kamulah wanitaku satu satunya, Yes.


Please.... Kasih aku kesempatan untuk menyelesaikan urusan masa laluku, setelah itu aku tidak akan lagi menatap kebelakang, aku pastikan hanya kamu di dalam hatiku selamanya.


Al mengetikkan pesan singkat itu kepada Yesline, dia mengirim ke nomor ponsel istrinya itu. Berharap langsung di baca dan mendapat balasan, tapi ternyata hanya centang satu. Membuktikan Yesline pasti mematikan ponselnya.


Al.semakin cemas, tapi pikirannya bukan hanya memikirkan Yesline kini, melainkan Lusi juga Isti, apa yang bisa dia lakukan agar hatinya terbebas dari rasa bersalah?


Al langsung menyalakan mesin mobil dan menancap gas, melajukan mobil dengan cepat, menembus hujan malam itu.

__ADS_1


Al pergi ke makam Lusi.


__ADS_2