
Flash Back On
Nicho mengantar Yesline ke jalan kananga yaitu rumah Lusi. Dan kebetulan sekali seperti alam menakdirkan semuanya terungkap, Yesline dan Nicho melihat seorang gadis yang baru saja keluar dari rumah Lusi untuk membuang sampah. Dan kesempatan digunakan Nicho dan Yesline untuk bertanya hubungan gadis Isti dan Lusi. Setelah menceritakan semuanya dan berkenalan masing masing ternyata Isti adalah adik kandung dari Lusi. Ternyata selama ini Isti mencari keberadaan Nicho dan Al karena Isti menemukan sebuah buku diary milik kakaknya Lusi, di dalam diary itu tertuliskan jika Lusi kalut karena hamil yang ia sendiri tidak tahu siapa ayahnya, namun ia memutuskan untuk meminta pertanggung jawaban kepada Nicho karena ia mencintai Nicho. Dan hanya memanfaatkan Al saja, karena Lusi tahu Al sangat mencintainya. Fakta itu membuat Yesline sedikit kasihan kepada suaminya, nasib percintaannya tidak pernah mulus setelah dengan Lusi, ia juga kembali gagal menjalin hubungan dengan Callista karena sebuah rasa dendam.
Ah... Yesline jadi sedikit merasa bersalah karena tadi menyudutkan Al. Isti pun mengajak Yesline dan Nicho ke makam Lusi. Dan ternyata mereka melihat sosok Al yang sedang berada di pusara Lusi.
Flash Back Off
"Aku juga meminta maaf kepadamu, Mas. Aku sudah salah sangka sama kamu, sudah mengecewakanmu karena tidak percaya dengan perasaanmu padaku setelah semua yang sudah kamu lakukan. Maafkan istrimu ini, Mas." Yesline ikut terisak, dia menyesal dan benar benar minta maaf.
Al mengusap matanya yang basah, dia menghampiri Yesline dan memeluknya.
"Terima kasih kamu sudah kembali dan mempercayai Mas, Yes." Al mengecup wajah Yesline beberapa kali.
"Aku juga minta maaf, Al. Tadi aku cuma mau nyadarin kamu aja! Karena masa lalu itu cukup kita tengok sesekali hanya untuk dijadikan pelajaran." sahut Nicho gang sudah berdiri di hadapan Al.
"Aku juga minta maaf, Cho. Tadi aku udah keterlaluan!'' balas Al.
"It's oke!! Kita keluarga udah sewajarnya saling mendukung dan saling mengingatkan." sahut Nicho kembali.
Mereka berpelukan.
Sebelum pulang, Yesline mendekati makam Lusi, dia mengucapkan kalimat yang membuat Al terpana.
__ADS_1
"Lusi, maafkan aku yang mengambil alih tempatmu di hati Mas Al, aku tidak akan menyingkirkan mu dari dalam hatinya, aku mengerti kamu adalah bagian dari masa lalunya, aku menerimamu dan tolong terima aku juga untuk melanjutkan perjuangan menjaga hati dan cintanya, menjaganya untuk tetap hidup dengan baik. Semoga kamu bahagia di sana. Salam kenal Lusi, aku Yesline."
Al membantu Yesline berdiri.
Al langsung pulang bersama Yesline, sementara Nicho mengantarkan Isti terlebih dulu ke rumahnya.
Malam itu Al tak henti hentinya menatap Yesline. Dia semakin yakin, Yesline adalah yang paling tepat untuknya.
Di dalam kamar, mereka saling meluapkan rasa cintanya. Malam itu, ranjang Al bergoyang. Basah karena peluh dan juga gairah.
Gairah sang dokter terus menggebu, sampai pagi tiba.
Di Bandara.
"Apa mereka tidak jadi ikut? Kasihan Yesline," ucap Leni.
"Dasar, Al memang plinplan dan suka tebar pesona. Umur udah gak ABG lagi masih aja pecicilan!'' cibir Gabriel.
Leni yang tidak suka suaminya seperti itu, langsung mencubit perut Gabriel.
"Aw!! Sakit, sayang." Gabriel menjerit. Dan disambut tawa Clinton dan Clara.
"Itu mulut perlu di kasih rem, ya. Jangan kebiasaan, membicarakan hal buruk orang lain, Mas. Aku lagi hamil, katakan yang baik baik aja, biar kembali yang baik juga ke anak kita." Leni mengatakannya dengan sungguh sungguh.
__ADS_1
"Iya iya, Sayang. Maaf,"
"Semoga kak Yesline bisa ikut ya, hitung hitung liburan akan membuat mereka semakin jadi dekat lagi dan melupakan kesalahpahaman itu." Clara ikut berbicara.
Dari arah lain, muncullah Yesline yang berlari kecil menghampiri mereka. Dia melambaikan tangan dengan penuh bahagia. Sementara di belakangnya, Al menggendong Azka sambil menarik kopernya.
"Leni!! Clara!! I'm coming!!'' jerit Yeline yang membuat empat sahabatnya menoleh bersamaan, mereka sangat terkejut, tapi juga bahagia karena dimata mereka Yesline dan Al sudah baikan.
Yesline dan Leni juga Clara saling berpelukan.
Tiba tiba dari arah lain,
"Kalian jahat, aku sendiri gak di peluk,'' protes sebuah suara.
Mereka menoleh dan semakin terkejut saat melihat Callista berjalan ke arah mereka dengan Nicho dan Chloe.
Mereka bertiga berlari menghampiri Callista, tidak menyangka yang katanya tidak bisa ikut, ternyata bisa datang.
Rencana liburan mereka sudah lengkap sudah.
"Aa.... Senangnya bisa kumpul bareng!'' teriak Leni kegirangan seperti anak kecil.
Sedangkan para suami saling bertukar pandang, mereka tampak tak sebahagia istri istri mereka.
__ADS_1