Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 122


__ADS_3

" Apakah Saudara akan mengajukan upaya Hukum ??? " tanya Hakim ketua sembari menatap Erwin.


Untuk beberapa saat, Erwin diam sejenak. Melirik ke arah Penasehat Hukumnya hingga tak lama kemudian, Erwin pun mulai mendongakkan kepalanya dan buka suara.


" Sepenuhnya Saya serahkan kepada Penasehat Hukum Saya. " jawabnya dengan suara parau.


Hakim ketua menganggukkan kepalanya setuju, kemudian beralih kepada penasehat hukum.


" Bagaimana penasehat hukum ??? " tanya hakim ketua ke penasehat hukum.


Ruangan sidang ini sangat amat hening, seolah Mereka menunggu apa yang dikatakan oleh penasehat hukum, memang pada kenyataannya ini adalah detik demi detik terpenting yang akan menjadi putusan akhir.


" Kami akan mengajukan banding, Majelis Hakim. " jawabnya seolah sudah mempertimbangkan akan apa yang menjadi pemikirannya saat ini.


Tak langsung menjawab, Hakim ketua pun menoleh ke arah Penuntut umum.


" Bagaimana Penuntut umum ??? " tanyanya tegas dan lugas.


Gabriel semakin penasaran akan putusan akhir dari penuntut umum, Dirinya benar benar kesal dan merasa tidak terima kala Erwin mendapatkan hukuman seumur hidup.

__ADS_1


" Kami akan pikirkan terlebih dahulu. " jawab Penuntut umum dengan tegas dan sopan.


Hakim ketua mengangguk dan mengarahkan pandangannya ke arah depan.


" Baiklah. Diberitahukan kepada penuntut umum, terdakwa maupun penasihat umum bahwa batas untuk mengajukan upaya hukum adalah satu minggu sejak putusan ini dibacakan oleh Majelis Hakim. "


Gabriel berdecak kesal, sorot matanya semakin tajam. Dia bangkit dari duduknya hingga menimbulkan suara gesekan antara kaki kursi dan lantai. Tanpa peduli Gabriel melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruang persidangan dengan perasaan yang begitu kesal dan marah.


Gabriel seolah tidak terima dengan semua itu. Seharusnya Mereka langsung menyetujui saja untuk pengajuan banding itu.


" Tunggu beberapa saat lagi, Pa. Aku pastikan Mereka semua merasakan balasannya. " gumam Gabriel.


Dia masuk ke dalam mobilnya. Duduk di depan kemudi dan menutup kembali pinth mobilnya. Tangannya memukul kemudi dengan geram. Dia masih mengingat dengan jelas pertemuan pertamanya dengan Erwin. Ingatannya kembali teringat bertahun tahun silam.


Erwin yang masih muda terlihat sangat frustasi. Hari itu adalah hari pernikahan Wanita yang dicintainya. Dirumah besarnya sedang ada pesta mewah, seluruh Keluarganya hadir kecuali Dirinya. Yang memilih menghabiskan malamnya di club. Gabriel kecil yang waktu itu ikut membantu bekerja di club malam sebagai Pelayan, karena Ibunya yang Seorang PSK, tidak sengaja melihat Erwin yang sedang mabuk.


Gabriel sedang membersihkan salah satu meja saat melihat Seseorang yang dengan sengaja ingin mengambil dompet, kunci mobil dan ponsel Erwin.


Karena merasa kasihan, Gabriel langsung menghampiri Orang itu dan memujulnya dengan sapu yang sedari tadi dipegangnya itu. Tapi tubuhya yang kecil terpelanting jatuh ketika Orang bertubuh besar itu melemparnya.

__ADS_1


Suasana bar langsung gaduh, membuat Erwin bangun dan tersadar. Melihat Anak kecil itu membantunya, Erwin merasa tersentuh hatinya. Karena hatinya yang sedang tidak baik baik saja, Dia lampiaskan kekesalan dan kemarahannya kepada beberapa Orang yang ingin mencopetnya itu.


Erwin terus memukuli wajah Mereka hingga lebam dan memar dimana mana. Gabriel yang saat ith masih berusia belasan tahun, hanya memperhatikannya. Merasa kagum dengan kekuatan yang dimiliki Krang yang di depannya itu.


Hidupnya yang dari kecil sudah begitu kejam, tanpa Seorang Ayah dan kasih sayang Ibunya. Ibunya hanya membiarkannya hidup, selalu memukuli dan menyalahkannya karena kesengsaraan dan penderitaan yang Ibunya alami.


Di usianya yang masih kecil itu, Dia harus melihat Ibunya bunuh diri. Setelah Ibunya tiada, Gabriel dibiarkan tinggal di club dengan syarat harus mau bekerja, dan sebagai imbalannya Dia akan diberi makan.


Setelah puas memukuli Orang didepannya itu, Erwin dengan sempoyongan menghampiri Gabriel, merangkulnya dan mengajaknya keluar dari club. Erwin mengajaknya naik mobil dan membawanya kesebuah hotel. Dia tidak bisa beristirahat di rumahnya saat itu. Disanalah Erwin bertanya perihal kehidupan Gabriel. Tentang siapa namanya, siapa Orang Tuanya, Dan kenapa Dia bisa berada di club itu.


Gabriel menjelaskan semuanya. Penjelasannya itu membuat Erwin iba. Dia langsung mengangkat Erwin sebagai Anak angkatnya. Diluar usaha Orang Tuanya, ternyata Erwin sedang merintis usaha lain dan usaha yang tidak seharusnya yaitu pengedar narkoba. Yang lama kelamaan uang dari hasil itu, bisa membuatnya mendirikan pabrik produksi minuman keras.


Setiap Erwin mengunjungi pabrik atau urusan bisnis, Dia selalu mengajak Erwin ikut serta. Semua uangnya itu masuk ke rekening khusus. Di usia Gabriel yang sudah menginjak SMA, Erwin menyekolahkannya di luar negeri. Tugas Gabriel hanya belajar, mempelajari semuanya.


Erwin memberikannya kebebasan, mencukupi segala kebutuhannya dan memanjakannya layaknya seperti Anak kandungnya sendiri.


Sampai ada telepon masuk dari Asisten Papanya siang itu, yang membuatnya merasa terpanggil dan datang ke Indonesia langsung dan merebut kembali semua yang seharusnya menjadi miliknya.


Bagaimana Dia merasa tidak terpanggil, Jika Erwin telah mengangkat Dirinya dan hidupnya yang hanya Seorang Anak yang tidak mempunyai apa apa atau bisa saja disebut Anak gelandangan dan membawanya ke tempat mewah ???

__ADS_1


Benar benar menjadikannya Raja setelah Dirinya menjadi budak Orang lain di usianya yang masih belia. Erwin adalah Ayah sekaligus hidupnya.


Musuh Erwin adalah musuhnya. Dendam Erwin adalah dendamnya. Dia tidak akan gentar sampai Papanya mendapatkan keadilan.


__ADS_2