
Yesline dan Al makan di sebuah kafe di dekat tempat bermain anak anak. Azka sudah asyik bermain di tempat tersebut. Sedangkan Al dan Yesline duduk berhadapan di sebuah bangku di dalam kafe.
Yesline masih kesal, dia membuang pandangannya ke arah lain.
" Kamu sama saja dengan Gabriel, Mas. " tukas Yesline.
" Nah, itu semua karena cecungguk satu itu. Dia sengaja melakukan ini agar membuat kita salah paham seperti ini, sayang. Mas gak tahu kalau ada dokter muda dan cantik di rumah sakit mas. "
Mata Yesline membulat. Kini dia menghadap Al, menatap laki laki itu tajam.
" Oh, jadi Mereka masih muda dan cantik, ya?" Yesline mengulurkan tangannya dan mencubit pinggang Al dengan keras.
" Aduh! Duh! Sakit, sayang. " protes Al.
" Kamu tetap yang paling cantik kok, sayang. Mas gak suka sama mereka. Mas sukanya sama kamu. Itu tadi cuma pernyataan wajar dari laki laki normal sayang. Tapi di hati mas, kamu yang paling cantik. " Al terus mengatakan hal hal manis untuk membujuk Yesline yang ngambek.
Wanita itu mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dada.
__ADS_1
" Beneran, mas gak bohong. Udah ya, jangan ngambek. " Al turun dari kursinya. Dia mendekati Yesline dan mendekatkan kepala wanita itu ke dadanya.
" Mas, sayang sama kamu, Yes. Jangan ragukan itu. Ya? "
Di dekat dadal Al, Yesline mengangguk. Dia tahu kalau Al mencintainya. Dia hanya tidak suka, suaminya memuji wanita lain cantik, dan pandangan Dokter Dokter itu tadi membuat Yesline tidak suka.
" Mereka menatapmu dengan genit, Mas, " adu Yesline.
Al terkekeh diatas pucuk kepala Yesline.
" Kamu mau Mas apakan mereka? Hm? Apapun mau kamu, Mas akan turutin. " janji Al. Mata Yesline langsung berbinar.
" Biarkan mereka bekerja di rumah sakitmu, Mas. Aku tidak apa apa. Mereka tidak tahu apa apa soal ini. Kalau kamu mau ngasih pelajaran, ke Gabriel aja. Sikap jailnya nyebelin. Tapi jangan yang berhubungan dengan Leni, aku gak mau dia sedih. "
Al hanya mengangguk. Bagi laki laki itu yang paling penting adalah Yesline. Kini hanya dia dan Azka orang terpenting dalam hidupnya.
Setelah menemani Azka bermain dengan puas, mereka kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Chloe. Di sana Yesline mengobrol biasa dengan Callista. Begitu juga Al yang mengobrol dengan Nicho. Yang kata Callista baru tiba setelah kemarin ada meeting mendadak di luar kota, karena itu nomornya susah dihubungi. Azka beberapa kali menjaili Chloe, dengan mengambil satu persatu coklat yang dihadiahkan untuknya.
__ADS_1
Di sana Yesline dan Nicho tidak membahas sama sekali soal mereka yang tahu kalau Al dan Callista sempat ke kantin bersama dan mengobrol berdua. Mereka sudah tahu tidak ada apa apa lagi diantara mereka.
*******
Clinton baru saja keluar dari kantornya, setelah melakukan lembur. Ya, dia memutuskan untuk lembur karena teman temannya juga pada sibuk semua. Jadi nanti setelah dia menikah, dia akan mengambil cuti cukup lama. Dia akan mengajak Clara honeymoon keliling beberapa negara. Clinton sudah memikirkannya.
Dia masih saja senyum senyum mengingat kejadian kemarin malam, disaat Clara datang ke Apartemennya. Menemaninya menonton film semalaman. Clara datang mengajak Clinton melakukan pesta piyama. Tidak terjadi apa apa malam itu, Hanya menghabiskan waktu bersama sebagai sepasang tunangan dan kekasih sebelum status mereka berubah esok hari.
Namun, tiba tiba ada dua orang dengan memakai penutup kepala dan memakai baju serba hitam, berjalan perlahan mendekati Clinton lalu tanpa sepengetahuan laki laki itu, Mereka langsung menutup kepala Clinton dengan sebuah kain dan mengikat kedua tangan Clinton ke belakang.
Laki laki itu meronta.
" Woi! sialan! Siapa kalian, lepaskan aku! " sentak Clinton.
Mereka tidak menghiraukan raungan Clinton, mereka langsung membawa dan memaksa Clinton masuk ke dalam mobil mereka. Agar Clinton tidak berteriak dan berisik, ada yang menyuntikkan obat tidur ke lengan Clinton. Tidak lama kemudian laki laki itu langsung lemas dan pingsan.
Setelah Clinton pingsan, dua laki laki itu langsung melepas topengnya dan tertawa keras.
__ADS_1
Seorang pria yang duduk di depan kemudi menoleh kebelakang dan mengacungkan jempol kepada kedua kawannya itu.
" Kalian memang hebat! " kata pria itu.