
Gabriel tiba di kediaman Erwin, lebih tepatnya basecamp Anak buah Erwin dan disambut oleh Assisten Erwin yang sekaligus tangan kanannya. Sementara Leni masih berusaha bertahan di dalam bagasi mobil, menunggu suasana aman terkendali untuk Dia keluar.
" Dimana bayi itu ???" tanya Gabriel langsung saat keluar dari dalam mobilnya.
" Ada di dalam Tuan muda, bersama Seorang pengasuh yang Kita sewa. " jawabnya.
Gabriel sedikit geram, Dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Erwin untuk melihat Azka dan diikuti oleh Asisten Erwin dibelakangnya.
Leni yang mendengar sudah tidak ada lagi suara di luar, Dia perlahan membuka bagasi mobil pelan pelan. Leni berhasil keluar dan langsung bersembunyi di balik tembok samping rumah Erwin. Leni langsung mengirim pesan ke Al.
" Saat ini Aku sedang berada di rumah Erwin. Azka berada disini. "
Setelah pesan dikirim, Leni menyelusup masuk ke dalam rumah. Dia harus memastikan apakah Gabriel berbohong atau tidak, selain itu Dia juga harus menyelamatkan Azka. Dengan mengendap endap, Leni berhasil masuk tanpa halangan dan sekarang posisi Leni sudah berada di ruangan dimana Azka berada. Terpaksa Leni bersembunyi di balik tirai karena disitu ada Asistennya Erwin beserta beberapa Orang, Gariel, Azka dan Seorang pengasuhnya.
Gabriel sedang mengecek kondisi Azka.
" Aku akan mengembalikan bayi ini. " ucapnya.
" Tapi Tuan, ini perintah dari Tuan Besar, Saya gak mau Tuan besar marah. " sergah Asisten Erwin menghalangi jalannya.
Gabriel berdecih " Cuih .... "
" Kamu mau menentangku juga ??? jangan halangi jalanku, Urusan Ayahku biar menjadi urusanku!!! " sentak Gabriel.
" Tapi Tuan, Ini sudah menjadi bagian dari rencana Tuan besar. " jawabnya masih mencegah dan berusaha menghalangi jalan Gabriel.
" Bisakah Kamu hanya diam dan tutup mulut saja ??? " bentak Gabriel kepada Ajudan Ayahnya itu yang berlutut menghalangi jalannya. Dibelakang Asistennya itu juga ada beberapa Anak buah Ayahnya yang ikut menghadang.
Gabriel membuang nafasnya dengan kesal, Dia menggendong Azka dengan memberikan sedikit ayunan kecil di tangannya agar bayi itu tetap dalam posisi tidurnya.
" Tuntutan ajuan untuk naik banding ditolak oleh Hakim, Aku tahu Ayah sedang frustasi. Tapi jika sampai aksi Ayah kali ini ketauan, Ayah akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi!!! Aku hanya berusaha menyelamatkannya. Mengertilah ...... "
Asisten sekaligus Ajudan tangan kanan Ayahnya itu menundukkan pandangannya, dengan tangan kanan yang memegang pistol siap menembak siapa saja yang ber ulah. Sejenak Dia menengadahkan kepadanya untuk menatap Gabriel. Meski matanya tetap menunduk, tidak benar benar menatap mata Gabriel, Dia menghargai dan menghormatinya.
__ADS_1
" Saya sangat mengerti, Tapi Saya tidak bisa membiarkan Anda lewat, Tuan Muda. Ini adalah perintah dari Tuan besar, Maafkan Saya. Tuan muda, tolong berikan bayi itu kembali ke Suster. " perintah Asisten Erwin itu.
Dia dan beberapa anak buahnya terlihat lebih waspada saat Gabriel baru saja memikirkan semuanya tanpa terlihat menolak atau menerima.
Dari balik tirai, Leni ikut waspada saat mendengar seperti tarikan pistol. Sekali tembak, peluru itu bisa menembus tubuh siapapun yang jadi sasarannya.
Gabriel tidak mungkin mengembalikan Azka yang kini sudah berada di tangannya. Dan perkiraannya meleset, Dia kira Asisten Ayahnya itu akan menuruti semua perintahnya begitu saja, tapi .....
Gabriel langsung mendekap Azka dalam dadanya saat Asisten Erwin mengacungkan senjatanya ke arah dirinya.
" Jika Tuan muda tidak bisa diajak kerja sama, Kami sudah mendapat perintah untuk boleh menembak Tuan muda di tempat." Joni menelan salivanya, gugup. Gabriel tahu betul, Ayahnya memang sangat keras. Dia tidak mau menunggu dan tidak suka dibantah.
" Jangan serahkan Dia, Gab !!! " teriak Leni yang tiba tiba keluar dan langsung mengambil posisi di depan Gabriel. Menghalau senjata Joni dan dada Leni tepat di depan mata lubang senjata yang Joni acungkan.
Gabriel sangat terkejut, Dia terperangah menatap aksi heroik Leni yang datang bagai pahlawan dan ingin menolongnya. Tapi itu membuatnya ketakutan, bagaimana jika pistol Joni menembus jantung Leni ????
" Kenapa Kamu kesini ??? " tanya Gabriel dengan sebelah tangannya memutar tubuh Leni untuk menghadapnya. lalu Dia menarik Leni untuk menjauh dari tempat itu.
" Pergilah !!! jangan ikut campur. Aku bisa mengatasinya sendiri. " kata Gabriel dsn mencoba membuat Leni menjauhi Mereka. Tapi tubuh Wanita itu malah kembali dan memasang kuda kuda siap memberikan perlawanan.
Niat awal Gabriel datang kali ini memang ingin membuktikan kepada Leni bahwa Dirinya bukan pengecut. Tapi Dia sudah melakukan cara yang aman aman saja dan tidak tergesa gesa. Meski dengan tinju dan tendangannya, Joni bisa Dia atasi. Tapi ada Azka dalam gendongannya, dan kecepatan peluru yang dilesatkan dari pistol lebih cepat menembus dada ketimbang ayunan kaki untuk menendang lawannya. Gabriel sudah memperhitungkannya.
Gabriel tahu, Leni bukan Wanita ceroboh. Dia hanya tidak memiliki ketakutan pada apapun, apalagi cuma kematian.
" Oh, jadi Dia yang sudah meracuni otak Tuan muda ??? " cetus Joni menarik pistolnya dan mengalihkan sasaran tembakannya kini menjadi ke arah Leni. Mata Gabriel menatap lurus ke Joni.
" Apa yang Kamu lakukan ?? Hah ?? " cetus Gabriel ke Joni. Rahangnya mengeras menatap tajam ke Joni.
" Dia harus dilenyapkan karena sudah membuat Tuan muda seperti ini!! " tangan Joni menarkk pelatuknya. Leni menatap sinis ke arah Joni.
" Kamu kira Aku takut ??? Ayo tembak saja !!! " Leni menantang Joni dengan berani.
" Joni jangan !!!! " teriak Gabriel memekik keras membuat Azka terkejut hingga bayi itu menangjs melengking keras.
__ADS_1
Membuat semua konsentrasi seketika buyar, Leni bergerak maju menendang pinggang lalu kaki Joni membuat senjatanya terjatuh. Kaki Leni menahan senjata itu dan menendangnya hingga ke ujung ruangan.
Joni berusaha bangkit, menarik pisau yang Dia sembunyikan di balik bajunya. Dengan geram, Joni menyerang Leni diikuti Gabriel yang mengangkat kedua tangannya tinggi tinggi, saat Dia membantu Leni melawan beberapa Preman Anak buah Ayahnya yang sudah mengeroyok Wanita itu.
Terjadi baku hantam yang cukup serius, saat Leni sedang fokus salah satu Anak buah Erwin, dari arah berlawanan Joni berjalan terseok seok menahan rasa sakit pada tubuhnya yang hampir semua lebam. Tangannya memegang pisau itu dengan kuat.
" Mati Kamu !!! " teriak Joni, tangannya Dia ayunkan dari arah samping Leni. Gabriel yang melihat itu dengan sigap dan langsung memasang badan menolong Leni. Joni menusuk pinggang itu dengan dua kali tusukan.
Awalnya Dia ingin menusuk Wanita yang menghajarnya itu tapi Gabriel datang hingga ujung pisau itu menembus pinggangnya. Tubuhya ambruk, Leni langsung menangkap Azka yang terlepas dari gendongan Gabriel.
Mata Leni nanar menahan amarah,melihat Gabriel yang ambruk tak sadarkan diri karena tusukan Joni.
" Gabriel !!!! " pekik Leni, matanya terasa panas, Dia melayangkan tendangan berkali kali ke kepala Joni membuat Laki Laki itu terhuyung jatuh. Emosi dalam diri Leni sudah tidak bisa di kontrol lagi, Dia tidak sadar pukulannya yang sedari tadi menghujani dada dan wajah Joni. Membuat Laki Laki itu tidak berdaya.
Azka masih terus menangis. Pandangan Leni beralih ke Gabriel yang tergelwtak lemas dilantai. Tangannya gemetar menekan darah yang keluar dari bekas tusukan itu.
" Kamu bodoh !!! Aku benci Kamu, Gab !!! Kenapa Kamu harus lakukan ini ??? Cepat bangun, Gab!! Bodoh !!! Bodoh !!!! " Leni menjerit menangis. Mendekap Gabriel yang tak sadarkan diri, dengan sebelah tangannya. Dadanya benar benar sesak,airmata itu akhirnya meluruh begitu saja, membasahi mata dan pipinya.
Dengan luka yang begitu banyak, Joni masih berusaha merangkak untuk meraih senjatanya yang berjarak hanya beberapa hanga beberapa meter dari tempatnya terbaring lemas dan Anak buahnya yang lain juga masih berusaha bangkit, lalu mencari senjata apapun yang bisa digunakan untuk menyerang.
Mereka secara bersamaan mendekati Leni dengan tatapan garang dan menakutkan. Leni masih sesunggukan, Dia pasrah dengan apa yang terjadi, lututnya sudah lemas. Dia dekap Azka yang terus menangis dan Gabriel yang tak sadarkan diri.
" Hei, bangun !!! Dasar pengecut !! Bangun, pertempuran belum selesai,Lihat. Mereka datang lagi. " bisik Leni di telinga Gabriel. Dia berharap Laki Laki dalam pangkuannya itu akan baik baik saja.
" Kamu harus bangun !! Baru Aku akan menganggapmu Laki Laki pemberani. " kata Leni sembari terisak.
" Bertahanlah. " kata Leni lagi dengan bibir yang bergetar.
" Apa yang mau Kamu coba buktikan ,?? Aku bisa melindungi diriku sendiri, ayo bangunlah ….. " Leni mengguncang tubuh Gabriel berulang kali dengan kuat.
" Arrgghh ….. !!!! " Dia menjerit sejadi jadinya saat tubuh itu bagaikan seonggok daging yang tak berdaya.
Namun dari arah yang berlawanan, Al dan Hans datang. Mereka tiba tepat waktu walau Gabriel sudah tertusuk. Mereka langsung menghabisi para Premanyang sudah berusaha bangkit kembali untuk menghabisi Leni. Mata Al menatao iba ke arah Gabriel yang masih pingsan.
__ADS_1
Sementara Dirinya melayangkan beberapa pukulan dan tendangan maut kepada Mereka. Hans menghampiri Leni dan langsung membantu Leni berdiri. Sementara Dirinya berusaha menyeret tubuh Gabriel, membawanya ke mobil.