
Yesline merenung.
Selama ini Al memang baik, meski Dia selalu dengan gampang melempar tugasnya kepada Orang lain untuk menjaga Yesline. Meski Dia suka cemburu tidak jelas, meski kurang peka, dan kurang perhatian.
Tidak romantis tapi Dia tidak pernah bermain dengan Wanita lain. Kecuali kemarin kepergok dengan Callista, mengingat itu Yesline ingin menangis.
Jika ditanya seberapa marahnya Yesline ???
Mungkin niat Al tidak ingin membebaninya ???
Tidak tega melihat kondisi Callista yang sedang hancur dan sebatang kara ???
Mungkin juga Dia terbawa suasana hingga lupa sampai meluk Callista ???
Tapi, setiap Istri akan tetap marah dsn kecewa ketika melihat Suaminya berduaan apalagi bermesaraan dengan Wanita lain. Meski dengan alasan kemanusiaan, membantu Orang, Dengan ijin atau tidak.
Jangankan ketauan meluk Wanita, bertukar pesan dengan Wanita lain saja, Kuta sebagai Istri sudah sangat kesal dan marah.
Apalagi Yesline yang melihat dengan mata kepalanya sendiri, Sedangkan Al sebelumnya tidak jujur.
Seharusnya Al bisa menceritakan semuanya kepada Yesline, Mengajaknya pulang bersama ke Jakarta untuk sama sama menghibur Callista, Bukankah lebih baik seperti itu ????
Kesalahpahaman itu dimulai dari ketidakjujuran, tidak saling terbuka dan sungkan. Menganggap jika Istri tau akan membenani pikirannya atau akan menyakitinya, padahal akan jauh lebih sakit jika Mereka tau dan melihat dengan mata sendiri atau dari Orang Lain.
Seharusnya Mereka percaya, Bahwa Istri atau Suami Kita bisa Kita ajak diskusi dan berbicara secara baik untuk membahas setiap kegundahan dan masalah yang Kita, Keluarga atau Teman hadapi. Beri Mereka kepercayaan itu.
Meski Mereka tidak bisa membantu apa apa, setidaknya kepercayaan dan usaha Kalian melibatkan keberadaannya dalam setiap hal, membuatnya jauh lebih berharga karena merasa dihargai dan dianggap keberadaannya. Meminimalisir timbulnya masalah dalam rumah tangga.
Yesline hanya ingin melihat, Seberapa besar Al menganggapnya penting. Dulu Yesline tidak pernah memikirkan itu, entah ini bawaan dari bayi atau apa, Dia juga tidak tau. Yang jelas itu menjadi penting sekarang. Tentang statusnya dihati Al.
Yesline menghela nafasnya sejenak, Dia kembali memikirkan surat dari Callista itu. Benarkah Callista sudah berubah dan tiba tiba baik ??? Kata Nicho, Callista telah berubah karena mengetahui Pelaku yang membunuh Orang tuanya sebenarnya bukan Papanya Al melainkan Pamannya sendiri yaitu Erwin.
Karena itu Dia ingin membebaskan dirinya dan ingin memulai hidup baru di luar negeri. Melepaskan Orang yang Kita cintai memang tidak mudah, Ketika ada Wanita atau Laki Laki yang rela melepaskan Orang yang dicintai karena sudah menjadi milik Orang Lain tanpa berniat merebutnya, Mereka perlu diancungi jempol. Sudah berhasil keluar dari itu dan berdamai dengan Diri sendiri.
Yesline meluruskan kakinya disofa, merebahkan punggungnya yang terasa pegal.
__ADS_1
Jika ditanya, Apakah sekarang Dia masih marah sama Al, sebenarnya sudah tidak. Surat dari Callista membuatnya sedikit tenang.
Namun, Dia masih belum memutuskan mau pulang ke rumah Al kapan. Tapi juga tidak selamanya Dia tinggal di Apartemen Nicho terus terusan.
Mungkin besok Dia akan kembali kerumah Mamanya untuk sementara waktu. Tidak baik merepotkan Nicho terlalu lama. Dilihat Orang juga kurang baik. Malas juga kalau Al terus menuduhnya yang bukan bukan.
Menunggu Nicho yang belum kembali dari tadi membuatnya ketiduran di sofa. Setelah beberapa menit, samar samar Yesline mendengar Seseorang membuka pintu. Yesline memutar tubuhnya dan perlahan membuka matanya, membenahi posisi duduknya.
Dia syok, Matanya terbelalak lebar saat tahu siapa yang berdiri di depannya kini.
" Mas Al ??? Ngapain disini ??? Kok bawa koper juga ??? " tanya Yesline kaget dan bangkit dari duduknya. Matanya membelalak lebar melihat Al sudah duduk di sofa di sampingnya.
" Diajak Nicho. Katanya Dia takut tidur sendirian di sofa. " jawabnya bohong.
" APA ??? "
Yesline mendelik takjub, Suaminya itu kalau ngomong suka asal ngejeplak. Mana mungkin Nicho takut sendirian tidur ???
Nicho masih sibuk di dapur bikin minuman utnuk tamu agungnya. Dia tersenyum masam saat Al membawa bawa namanya dalam aksi konyolnya itu.
" Dasar, Dokter Gila !!!! "
Meski Nicho tau, Hari hari sengsaranya akan dimulai pada hari ini juga. Dia akan menjadi obat nyamuk, tidak bisa merawat Yesline seperti kemarin lagi. Benar kata Clinton, Dia akan merepotkan jika berhubungan dengan Mereka berdua. Kecuali direpotkan Yesline pasti Dia merasa tidak kenapa napa.
" Nasib ..... Nasib ...... "
Setelah menatap Yesline begitu lama, Al tiba tiba langsung memeluknya.
" Mas, Al !!! " sergah Yesline melepaskan dirinya dari pelukan Al.
" Kamu gak kangen sama Mas ?? " tanya Al, Kedua tangannya memegang wajah Yesline yang mulus dan cantik itu.
" Gak !!! " jawab Yesline ketus. Membuang wajahnya ke sisi lain, meski hatinya sebenarnya mengatakan berbeda.
" Iya uda deh, Kalau Kamu gak kangen. Tapi Mas kangen. " katanya dengan suara parau. Yesline tau, Al tulus mengatakannya.
__ADS_1
Jika Al ada disampingnya, Bagaimana Dia bisa kuat melanjutkan aksi protes balas dendamnya ?? Tidak !!! Dia harus kuat, Samlai Yesline tau statusnya dihati Al.
Nicho keluar dari dapur,dengan membawa jus jerus dingin di atas nampan. Meletakkan nampan dan minuman itu di atas meja. Dia duduk di tepi sofa, di dekat Al.
Yesline menatapnya dengan tajam, meminta penjelasan atas sikapnya yang membawa dan membiarkan Al menginap disini.
" Kamu percaya sama omongan, Al ?? " Nicho balik bertanya sama Yesline. Saat sadar akan tatapan Yesline itu.
" Terus kenapa Mas Al ikut tinggal disini ??? "
" Aku udah bayar mahal untuk sewa Apartemen ini ,Sayang. Jadi tenang saja, Nicho tidak dirugikan tapi sangat diuntungkan. " jawab Al menimpali.
" Kamu disogok seperti itu saja, Mau ??? Katanya Aku aman sembunyi disini ??? Ternyata malah tidak aman sama sekali. " kata Yesline ke Nicho.
" Kamu tidak tau, Suamimu ini siap memberikan semua hartanya untuk bisa menginap disini. Mana bisa Aku menolaknya ?? " kata Nicho dibalas senyuman kecut dari Yesline.
" Mas Al memang keterlaluan, Selalu seenaknya sendiri !!! "
" Aku kan pengen bareng sama Kamu, Yes. Kita pulang ke rumah, ya ??? " bujuk Al lagi.
" Aku masih butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri, Mas. "
" Baiklah. Aku tidak akan memaksamu, Tapi Aku akan tetap disini menemanimu. "
" Terserah Kamu, Mas !!! " ketus Yesline dan pergi ke kamar meninggalkan Al.
******
Malamnya, Yesline masih enggan untuk keluar kamar. Dia hanya mendengarkan suara gaduh dan berisik dari kamarnya.
" Apasih yang Mereka lakukan ??? Berisik banget !!! "
Saat Yesline sedang tidur terlentang memainkan ponselnya, mendadak ada oesan masuk dari Hans, Clinton dan Leni.
" Tumben Mereka mengirim pesan ?? " gumam Yesline sambil membuka pesan itu satu persatu.
__ADS_1