Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 75


__ADS_3

Hari ini Al mengajak Yesline untuk mengecek kendungannya. Melihat Mamanya yang sangat senang dan bersemangat saat membicarakan cucu, Membuat Yesline berinisiatif untuk mengajak Mamanya ikut menemaninya periksa.


" Ma, Mas Al hari ini memintaku untuk periksa kandungan. Apa Mama mau ikut ??? " tanya Yesline. Tangannya meraih baju yang digantung di dalam lemari. Yesline menarik pelan hingga melepas hangernya. Sesekali Dia menatap Mamanya itu.


" Mama dirumah dulu ya, Yes... Mama harap semoga bayi Kamu sehat dan tumbuh dengan baik. " jawab Mamanya sambil memanjatkan doa doa baik yang diamini oleh Yesline langsung. Yesline tersenyum lega melihat Mamanya yang sudah mulai membaik itu.


" Baik Ma. " jawab Yesline meng iyakan.


Mamanya menyingkap selimutnya, menurunkan kaki dan bergerak menuju kamar mandi. Saat Mamanya masih di kamar mandi, Yesline pamit untuk ke kamarnya.


" Bagaimana keadaan Mama, Sayang ??? " tanya Al saat Yesline masuk ke kamar dan menutup kamar. Yesline tertegun, Lengan Al sudah melingkar di pinggangnya, Dia muncul dari balik pintu mengagetkan Yesline.


Bibirnya mengecup lembut, membuat Yesline memejamkan matanya.


" Keadaan Mama sudah cukup membaik, Mas. Sudah mulai semangat, Aku bisa melihat itu dari matanya. " jawab Yesline disela sela permainan tangan Al yang nakal. Menggerayangi tubuhnya Dengan sengaja Al mengangkat baju Yesline hingga ke pinggang, Yesline mengangkat kedua tangannya keatas agar Al lebih mudah untuk melepasnya.


" Mas, Kita harus ke Rumah Sakit. '' kata Yesline mengingatkan. Al ******* bibi Yesline dengan ganas hingga membuatnya terenyah enyah. Tangannya mencengkeram punggung Al.


" Mas .... "


" Sebentar saja Sayang .... " bujuk Al dengan tangan yang mulai nakal.


" Pintunya belum dikunci, Mas !!! "


Mendengar perkataan Yesline, Al langsung bergegas ke arah pintu dan menutupnya.

__ADS_1


Akhirnya pergulatan dua insan yang sedang dimabuk cinta pun terjadi. Al dan Yesline bermain cepat hanya sekitar 30 menit, Mereka telah menyelesaikan olahraga panas Mereka.


Sebenarnya Al masih ingin melanjutkan permainan panasnya tapi mengingat Yesline yang sedari tadi sangat bawel untuk segera menyelesaikan permainan Mereka karena sudah waktunya Mereka untuk periksa kandungan.


Saat ini Al dan Yesline, sudah berada didalam mobil untuk menuju klinik kandungan. Yesline sedikit menahan senyumnya yang sedari tadi Dokter tampan itu memasang wajah masamnya.


" Astaga Mas .... Kok Kamu cemberut terus sih ??? " kata Yesline meledek sembari menahan senyumnya.


" Gimana gak cemberut, Lagi pengen pengennya harus Aku hentikan!! " jawab Al mengeluh.


" Mas .... Otak Kamu itu ya !!!! Bisa gak gak sih gak melakukan itu sehari .... Aja !! " kata Yesline menatap Al sambil mencubit tangannya pelan.


" Sayang .... Andai Kamu jadi Pria, Kamu pasti akan melakukan hal seperti Aku. " jawab Al tidak mau kalah.


" Isshh .... Jadi main pedang pedangan dong ... " ketus Al.


" Hahahaha ... " Yesline tertawa mendengar jawaban Al itu.


Tiba tiba ponsel Al berdering.


" Siapa sih yang nelpon ??? " gerutu Al yang masih fokus mengemudi.


" Mana coba ??? Biar Aku lihat siapa yang nelpon ?? " kata Yesline dan mengambil ponsel Al yang berada di atas dasboard mobil. Yesline mengerutkan keningnya .


" Siapa yang nelpon ??? " tanya Al.

__ADS_1


" Hans si tukang caper ??? " kata Yesline membaca nama itu.


" Ckck .... Ngapain sih Dia!! " cetus Al.


" Kamu lagi nyetir. Bahaya kalau Kamu yang angkat, Biar Aku ajah iya Mas ... " kata Yesline.


" Gak !!!!! " cetus Al.


Ponsel Al berdering terus dan Yesline mengacuhkan perkataan Al dan menganggkat ponselnya Al.


" Halo, Al. " kata Hans setelah panggilannya diangkat.


" Halo Hans .... " jawab Yesline.


" Yesline ..... ??? " kata Hans dengan suara sedikit bahagia.


" Loudspeaker !!! " cetus Al kesal.


" Ckck .... ya ya Mas .... "


Yesline langsung menekan tombol pengeras suara itu, sehingga Al bisa mendengar suara Hans. Namun betapa terkejut dan kesalnya Al ketika Hans mengucapkan sesuatu ke Yesline.


" Yes, Bagaimana keadaanmu ??? Aku merindukanmu .... " kata Hans yang belum tau Yesline sudah menekan tombol pengeras suara ponsel Al.


" Woeee, Super tukang caper !!!! Mau Aku bedah jantungmu ??!!! "

__ADS_1


__ADS_2