Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 100


__ADS_3

" Yesline, Sayang. Aku benar benar mencintaimu. Sejak pertama kali Aku melihatmu, hingga hari ini dan hari hari yang akan datang, Aku berjanji akan selalu menyayanginmu dan menjagamu. Kamu adalah nafas detak jantungku, gairah hidup dan harapanku. Sayang, terimah rasa sayangku berserta semua kekuranganku. Aku hanya Manusia biasa yang sangat mungkin membuatmu marah atau kecewa, Namun selama Aku masih dalam kesadaranku, Aku akan berusaha sekuat tenaga dan semampuku untuk tidak menyakiti hatimu Sayang. Aku benar benar mencintaimu Yesline. "


Yesline tertegun, apakah Al mengatakannya dengan sungguh sungguh ??? Kalimat itu terdengar begitu indah.


" Janji ??? Kamu akan selalu ada disampingku hingga akhir cerita hidupku ?? " kata Yesline pelan dengan kekhawatiran yang kelihatan jelas dari raut wajahnya. Dia mencintai Laki Laki di depannya itu, Dia hanya tidak ingin disakiti.


" Iya Sayang. Aku janji. Apapun yang terjadi, Kamu adalah prioritasku. " jawab Al dengan serius.


Mereka pun menikmati dinner yang sangat romantis itu hingga tak terasa sudah semakin larut malam. Al menggendong Yesline sembari memperhatikan wajah cantiknya sepanjang jalan menuju kamar.


Yesline hanya bisa menundukkan pandangannya, kebimbangan masih memenuhi pikiran dan hatinya. Dia memejamkan matanya. Berharap esok harinya, hatinya sudah bisa memaafkan Al seutuhnya.


Sesekali Yesline mencuri pandang, sesekali melihat wajah tampan Al yang selama ini menatik perhatiannya. Suasana. semakin hangat saat berada di dalam kamar. Dinginnya AC sudah tidak berasa lagi, hanya kehangatan tubuh yang saling berpelukan yang terasa.


Pelan pelan bibir Mereka saling memangut dalam ciuman mesra, Menambah suasana malam semakin romantis. Al hang sedari tadi menahan nafsu setiap kali melihat wajah cantik Yesline dengan mata terpejamnya seakan memberikan isyarat bahwa Dia siap dinikmati kapan pun. Tapi Dia buru buru mengubah posisi tidurnya membelakangi Al, Dia belum siap.


Besok harinya saat bangun, Yesline sudab tidak melihat Al disampingnya. Perlahan Dia duduk dan memperhatikan sekitar. Tiba tiba pintu kamarnya terbuka, Yesline langsung tersenyum saat tahu itu yang datang Mama mertuanya, disusul Leni dibelakangnya yang membawa gaun putih yang sangat cantik sepertk gaun pernikahan.


" Sayang .... Mama kangen sekali sama Kamu. " kata Mertuanya itu dan langsung memeluk Yesline dengan erat.


" Yesline juga kangen sama Mama. " jawab Yesline.


" Kangen Aku juga gak ??? " kata. Leni nimbrung.


" Kangen dong .... Cepat juga rambutmu panjang. Kamu makin cantik deh ... " jawab Yesline senyum.


Mamanya disamping Yesline, Wanita paruh baya itu menggenggam tangan menantunya dengan penuh penasaran.


" Mama, mohon sama Kamu, Maafin Al. Ijinkan Dia menjagamu lagi, ijinkan Anak Mama menjadi Laki Laki beruntung karena memiliki Kamu dalam hidupnya. Jangan buat Al sedih dan marah terlalu lama, Nak. Saat Kamu menghilang kemarin, Mama bisa lihat betapa hancurnya, Al. Demi Kamu, Dia rela kehilangan segalanya. Maafin Dia, ya Nak ??? " bisiknya pelan membuat Yesline tersentuh.


Memang banyak yang bilang bahwa Al mencintainya. Yesline juga bisa merasakannya. Mungkin Dia harus mencoba lagi untuk memberikan kesempatan kedua.

__ADS_1


Perlahan Yesline mengangguk, dengan mata berkaca kaca. Dia bersyukur dikelilingi Orang baik.


" Terima kasih, Sayang ... " Mertuanya itu kembali memeluknya hangat.


" Sekarang sudah siap ya ??? " tanya Leni sembari meletakkan gaun indah .


" Cantik sekali. " gumamnya.


Tangannya meraba permukaan gaun yang sangat lembut. Yesline menatap Leni.


" Gaun siapa ini, Len ??? " tanyanya penasaran.


" Gaun Nyonya Yesline Gunawan. " jawabnya sambil senyum.


Yesline langsung menatap Mertuanya itu seakan memberikan pertanyaan yang sama karena Dia tidak percaya perkataan Leni.


" Iya, Sayang. Hari ini adalah hari Pernikahanmu. Al ingin mengadakan pesta pernikahan yang mewah untukmu, Dulu pernikahan Kalian belum dirayakan dan belum sah secara hukum. Kini saatnya, Al ingin menjawab keraguanmu untuk statusmu di hatinya. "


Mamanya bangkit dari duduknya, saat beberapa team perias pengantin tiba.


" Bersiaplah. Mereka akan membantumu. Kami akan menunggu di luar. " kata Mamanya pamit disusul Leni yang ikut meninggalkan Yesline.


******


Al sudah menunggu di tempat akad dengan gemetaran, jantungnya berdetak tak karuan, Detak jantungnya yang terus menyuarakan kidung cinta membuatnya terbuai untuk terus tersenyum bahagia.


Dia tidak sadar, Ini bukan kali pertama Dia mengucapkan akad nikah tapi rasanya ini seperti yang pertama.


" Al ??? " panggil Clinton.


Al menoleh. Clinton menjentikkan kepalanya ke arah Wanita cantik yang berjalan perlahan menuruni tangga dibantu Mamanya dan Callista disampingnya. Wanita itu sangat cantik, meski perutnya sudah terlihat membesar tapi tetap tidak mengurangi kecantikannya dan malah auranya makin keluar.

__ADS_1


Auranya terpancar memenuhi seisi rumah mewah dan megah itu. Semua mata memandangnya. Tidak lagi yang memandangnya dengan tatapan rendah sebagai Wanita malam, semuanya mentapnya dengan kagum dan ikut bahagia.


Termasuk Callista ikut mengantarkannya ke pelaminan. Tempat dan posisi yang dulu yang pernah Dia tempati. Beberapa menit yang lalu saat Yesline masih dirias, Callista datang menemuinya, memeluknya dan minta maaf. Dia mengatakan ketulusannya ikut merasa bahagia dalam acara ini.


Yesline masih ingat perkataan Callista.


" Kini Dia benar benar milikmu selamanya, Selamat Yes ... Kamu sekarang adalah Nyonya Gunawan satu satunya. Statusmu akan diingat oleh semua Orang. "


Al berdiri berjalan mendekati Yesline, mengulurkan tangannya, menerima tangan Yesline dan menuntunnya ke depan tempat akad pernikahan. Mata Al tak pernah lepas dari kecantikan Yesline yang begitu sempura.


Semua Orang menyaksikan dua sejoli yang disatukan oleh takdir. Ikut tersentuh.


" Saya terima nikahnya Yesline binti Fahri dengan mas kawin di bayar tunai. "


" Bagaimana sah ??? "


" Sah ! Sah !! Sah !!! "


Suara itu menggema di seantero bangunan mewah itu. Yesline mengecup tangan Al penuh haru dan tangis.


" Terima kasih Mas. "


Al dan Yesline memang pernah melakukan akad pernikahan, Tapi itu dengan hanya Pak Haji atau Penghuku yang biasa menikahkan secara siri. Kali ini berbeda, ada Penghulu KUA dan langsung mendapatkan surat resmi pernikahan dari KUA.


Al mengecup kepala Yesline dengan lembut.


Semua proses pernikahan berjalan dengan lancar. Nicho yang masih sedikit merasa kesakitan karena kakinya tidak menaruh dendam sama Al, Melihat kesungguhan Al kali ini, Dia merelakan Yesline untuk Al.


Waktu prosesi salam salaman, Clinton menaiki panggung menggandeng Seorang Wanita cantik yang menarik perhatian Al dan Yesline. Mereka belum oernah melihat Wanita itu sebelumnya.


Yesline berbisik di telinga Al.

__ADS_1


" Siapa itu ??? Apakah Dia calonnya Clinton ??? "


__ADS_2