Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 48


__ADS_3

" Saya tidak akan pernah lepasin Kamu Nicho !!! " kata Al dengan wajah yang sudah emosi dan tangannya dikepal lalu pergi meninggalkan cafe itu.


*


*


*


*


" Apakah Cinta itu tidak pernah berpihak untukku ???? Apa Aku kena karma ??? Disaat Aku melihat Wanita yang sangat Aku cintai, yang sangat Aku hargai dan hormati, Dia malah mencintai Orang lain. " kata Nicho berbicara sendiri dengan meneguk sebotol minuman beralkohol dengan music yang sangat keras.


" Yesline !!!! Harusnya Aku sejak dulu berterus terang sama Kamu. Mungkin jika Aku berterus terang sama Kamu, Mungkin ini tidak akan terjadi seperti ini. "


" Dasar Wanita licik Kamu, Callista !!! Kalau bukan karena Papa Al, Saya gak bakalan mau berhubungan sama Kamu !!! Beginikah rasanya mencintai tapi tak bisa memilikinya ???? Hati ini rasanya hancur sekali, Sungguh sakit dan perih .... Oh Tuhan, Jangan siksa Aku lebih dari ini. " kata Nicho dengan sendirinya meratapi keadaan yang sebelumnya tidak pernah Dia alami.


" Sudahlah Nicho .... Yang penting Yesline dan janinnya selamat. Syukurlah tadi Kamu benar benar sampai tepat waktu. Callista benar benar Wanita biadab !!!! " Nicho hanya berbicara sendiri dan sesekali meneguk minuman dari botolnya.


Dari tadi ponsel Nicho berdering hingga akhirnya Dia sadar dan melihat siapa yang mengganggu waktu Pribadianya itu.


Al yang sudah penuh emosi langsung menuju Apartemen Nicho. Dia langsung menggedor gedor pintunya sambil berteriak memanggil Nicho.


" Nicho !!!! Nicho !!!! Kaluar Kamu !!!! Dasar Bajingan !!! Bruak ... Bruak .... "


Suara Al yang begitu gaduh ditambah dobrakan pintu membuat Petugas Keamanan disana menghampirinya.


" Maaf Pak, Pak Nicho sedang keluar mulai dari tadi Dan biasanya Dia pulang larut malam. Tolong jangan buat keributan disini Pak. " kata Petugasnya menjelaskan dan memberi tahu untuk tidak seperti karena takut mengganggu yang lain.


" Maaf Pak. Terima kasih. " jawab Al dengan menahan emosinya dengan wajahnya yang memerah.


Al berlari menuju mobilnya dan langsung menghubungi Nicho.


" Tut .... Tut .... Tut.... "


Beberapa kali Al menghubunginya tak kunjung ada jawaban.


" Aish .... Siakan !!! Teleponku gak diangkat !!! cetus Al membanting setir mobilnya.


" Tut .... Tut ... Tut ....."


" Halo, Ada apa Al ??? " kata Nicho yang akhirnya menjawab panggilannya.


" Jangan banyak nanya, Dimana Kamu sekarang ???!!! " cetus Al dengan penuh emosi.


" Woi .... Jangan nyolot !!! Saya gak ada masalah sama Anda !!! Tapi kalau ini tentang Yesline, Datang ke club Alexiz. " jawab Nicho keras karena sedikit terpancing emosi Al.


Tanpa menjawab, Al langsung mematikan panggilannya dan menuju kesana.


" Hei, Ganteng .... Ada apa denganmu ??? "


Tiba tiba Nicho mendengar suara menggoda disertai pelukan dari belakang yang sangat erat.


Terasa di bagian leher samping agak kebelakang mendarat ciuman mesra sebelum Dia menoleh.


Nicho sangat kaget ternyata itu Mami. Nicho sedikit kaget walau sudah terbiasa dengan ciuman Mami. Dia selalu mendapat perlakuan khusus dari Mami. Nicho memang menjadi seorang dj di club Mami untuk menguntit Yesline karena Dia khawatir Yesline akan mendapat pelecehan seksual. Dengan wajah Nicho yang tampan membuat kedekatan Mereka kadang kadang melebihi sebatas antara Bos dan Anak buah.


Untuk sekedar menghilangkan rasa kesepian, Mereka berdua tak sungkan untuk bercumbu mesra dan berhubungan badan. Meski umur Mereka terpaut sangat jauh, Namun Mami sangat menggoda dengan tubuhnya yang sedikit seksi dan dadanya yang padat.


Mami memiliki semua yang diharapkan mulai dari yang muda hingga yang tua. Sedangkan Nicho terkenal playboy.


Karena bagaiamana pun Nicho laki laki normal yang memiliki hasrat lebih, Tapi kalau masalah cinta dan hati Dirinya hanya tertuju sama Yesline.


" Nicho gak kangen sama Mami iya ??? " goda Mami.


" Cinta sangat menyakitkan Mi. "


" Apa ini tentang Yesline ??? " tanya Mami dan berhenti menggodanya. Dia seakan tidak percaya dan ekspresi Mami langsung berubah.

__ADS_1


" Bukankah Yesline sudah menjadi Istrinya Al ??? Kamu benar benar .... " kata Mami sambil duduk dikursi samping Nicho.


" Entahlah Mi. Rasanya begitu sakit, Ketika harus berkorban dan tak pernah dianggap, Apalagi dengan balasan yang tak sepadan. Benar kata Orang, Seluruh tubuh ini milik Kita kecuali hati. Aku benar benar tidak tau cara menghentikan hatiku untuk tidak mencintainya. " kata Nicho dengan sangat sedih menceritakan isi hatinya.


" Plak .... Plak .... Bugh .... "


Satu, Dua, Tiga pukulan tiba tiba menghantam wajah Nicho. Untungnya Dia dengan sigap dan hanya pukulan pertama saja yang tepat sasaran. Mami terjatuh karena kena dan tersenggol tubuh Al yang langsung melayangkan pukulan demi pukulan ke Nicho.


Mami mencoba menghentikan Al dengan menarik tangannya Namun Al menghiraukannya sehingga Mami terjatuh.


" Petugas .... Petugas .... " panggil Mami.


" Praaannggg .... "


Al memecahkan satu botol minuman beralkohol sehingga suasana semakin mencekam. Beberapa ayunan pecahan botoh di tangan Al dan sudah siap untuk menghantam Nicho dengan penuh amarah. Nicho yang sudah was was walau satupun tidak ada yang kena, Kini Dia terpojok dan tidak bisa berkutik lagi.


" Bos Al .... Tahan !! "


Beberapa keamanan memegang tangan hingga tubuh Al karena Dia sudah penuh dengan amarah yang membabi buta.


" Bos, Tahan Bos, Tahan. Kita bicarakan baik baik diatas atau Bos Al bisa pergi dari sini. " kata Petugas yang membawanya ke atas bersama Mami.


" Bukankah Kalian saudara ???? Apakah Kalian akan saling membunuh ??? " bentak Mami.


" Petugas, Jaga Mereka berdua !!! Aku mau ambil minuman dulu dibawah !!! " kata Mami sambil berjalan keluar serta memegang kepalanya yang pusing karena ulah Mereka berdua.


" Al !!!! Kamu jangan salah paham !!! "


" Apanya yang salah paham ??? Saya tau Kamu sudah ngincar Yesline sejak dulu. Saya tau kelakuan Kamu yang bejat itu. Apa yang sudah Kamu lakuin sama Yesline disaat Aku tidak ada di Apartemen, Hah ???? "


Belum juga Nicho menjelaskan, Al sudah emosi tidak henti dan ingin meninjunya lagi. Untung saja Petugas masih memeganginya.


" Bughh .... "


Tiba tiba Nicho memukul dengan sangat keras di muka Al dan tepat sasaran. Al sangat bingung dan makin emosi karena menurutnya Nicho yang salah tapi malah Dia yang meninjunya.


" Bugh .... "


Sambil berputar, Nicho melayangkan pukulan lagi. Meskipun Al dalam pegabgan Petugas dan diamanin dari Nicho, Tapi Dia bisa memukul dan meninjunya.


" Apa maksud Kamu ??? " Al semakin bingung karena perkataan Nicho.


" Lepasin Dia Pak. Tinggalkan Kami berdua. Bilang Mami agar Pelayan saja yang membawakan Kami minuman. " kata Nicho kepada Petugas itu.


" Duduk !!!! Saya akan jelasin semua yang tidak Kamu tau !!!! Callista .... Kamu tau apa yang sebenarnya Callista rencakan dari awal saat tau Kamu mulai dekat dengan Yesline ???? " bentak Nicho dan duduk dengan masih emosi.


" Maksud Kamu apa ??? Bicara langsung ke intinya, Jangan mutar mutar !!! " cetus Al.


" Callista bersekongkol dengan Mami untuk membunuh Yesline !!! "


Memdengar itu jantung Al langsung berdetak kencang seakan tak percaya karena Mami juga bekerja untuk Al.


" Jangan mengarang cerita Kamu !! Kamu cinta sama Yesline kan ??? " cetus Al tidak percaya dan menarik kerah baju Nicho dan berusaha untuk meninjunya.


" Iya. Aku memang mencintainya. Saya sangat Sayang sama Dia. Tapi Saya tidak sebejat yang Kamu pikir !!! Saya sudah jatuh cinta sama Yesline jauh sebelum Kamu mengenalnya. Saya tidak mungkin merusaknya !!! " jawab Nicho sambil melepaskan tangan Al dari kerah bajunya dan ingin meninju Al lagi.


" Minumannya datang Bang, Nicho .... " kata Pelayan yang mengantarkan minuman untuk Mereka.


" Minum dulu, Al. " kata Nicho dengan menuangkan minuman itu ke gelas.


" Semua berawal dari perintah Om agar Saya menyelidiki kenapa Callista mau menerima perjodohan Kamu dan Dia. "


" Apa ??? Papa ??? " Al semakin bingung karena ada Papanya yang dibalik ini juga.


" Iya. Saya mendekati Callista karena perintah Om. Bahkan sampai berhubungan badan saat Kamu tidak dirumah. Bukan karena Saya mencintai Callista !!! Semua itu Saya lakuin supaya Saya dengan mudah mencari informasi tentang Dia. Minumlah dulu, Sekali kali coba !!!! " kata Nicho dan menyuruh Al untuk minum dengannya kali ini saja.


" Dari situ Saya tahu bahwa awalnya Callista terpaksa menjalani perjodohan itu walau Dia sangat mencintai Kamu. Karena Callista sama Om Erwin mau hancurin keluarga Gunawan. Dan yang harus Kamu tau, Dia sudah bersekongkol dengan Mami sejak saat itu. Kamu tidak curiga, Kenapa Mamanya Yesline yang kelihatan baik baik saja bisa dalam hitungan atau jangka waktu dua jam meninggal ??? " tanya Nicho menatapnya serius.

__ADS_1


" Iya. Mamanya sempat membaik saat itu. Dan tiba tiba ...... "


Al menceritakan kejadian Mama Yesline sebelum meninggal.


" Waktu itu, Clinton, Yesline dan Mami kan ada disana ??? Entah ini hanya kebetulan atau tidak hanya saja Aku curiga sama Mereka. Callista adalah Wanita licik dan kejam. Dia akan melakukan apapun untuk Orang yang dibencinya. "


" Apa ??? Mereka ??? " Al sontak berdiri dengan penuh emosi sama Callista dan Mami.


" Pelan pelan. Duduk dulu. Belum cukup bukti. Kamu jangan konyol. Dengarkan dulu penjelasan Saya. " jawab Nicho sambil menarik pundak Al agar duduk kembali.


Sambil menikmati minuman yang entah sudah berapa botol dihabiskan, Nicho melanjutkan penjelasannya.


" Dan saat Aku menemukan beberapa informasi yang kuat, Aku dengar Om masuk Rumah Sakit. Saya bergegas ke RS untuk menjenguk dan disana. Aku lihat Kamu diruangan. Dan langsung Aku telepon Clinton. Apa Dia tidak cerita kalau Aku nelpon Dia ??? " tanya Nicho.


" Gak. Dia hanya cerita kalau Kamu di Apartemen Saya dan ada pecahan vas bunga dilantai. Clinton juga cerita kalau Yesline sedang mengalami kejadian yang tidak biasa. " jawab Al dan emosinya sudah mulai mereda.


" Saya telepon Clinton dan ternyata Dia ada meeting. Spontan pikiranku teringat Yesline karena Saya benar benar tau bahwa Callista menunggu kesempatan untuk mencelakakan Yesline disaat sendiri. Saya tidak jadi jenguk Om dan bergegas ke Apartemenmu. Dan ternyata dugaanku benar, Yesline sudah berteriak menangis di dalam Apartemen Kamu sehingga Saya langsung mendobraknya. Dan Kamu tau apa yang terjadi ???? Callista hampir saja membunuh Yesline dan Bayinya. Saya lihat Yesline sudah batuk batuk sambil memegangi perutnya. Kelihatannya tidak ada masalah dengan janinnya tapi Yesline sangat syok dan ketakutan dan tidak mengira bahwa Dia akan mati ditangan Callista. Kalau Kamu tidak percaya, Telepon Clinton sekarang, Apa tadi Saya telepon Dia !!! " jawab Nicho dan menyuruhnya untuk menelpon Clinton agar Dia percaya.


Al langsung mengeluarkan ponselnya dan menghungi Clinton.


" Iya, Kenapa Al ??? " tanya Clinton.


" Nicho tadi telpon Kamu ??? " tanya Al tanpa basa basi sambil melihat Nicho yang didepannya.


" Iya. Tadi Dia nelpon Saya pas Saya lagi meeting. Ada apa Al, Jangan bilang Kalian lagi ribut ??? " jawab Clinton.


" Berisik !!!! Udah gak ada apa apa !!! " jawab Al ketus sambil mematikan ponselnya.


" Tolong jaga Yesline baik baik iya. Jangan sampai Callista mencelakainya lagi. Saya mau mengumpulkan bukti bukti dulu. Kamu sekarang pulang saja, Sudah malam. " kata Nicho.


" Saya belum percaya sepenuhnya. Saya akan cari info dulu, Dan Saya minta, jangan pernah dekatin Yesline lagi. " Al berdiri lalu meninggalkan Nicho.


Setibanya di Apartemen, Al langsung memeluk Yesline dengan erat.


" Kamu tidak apa apa Sayang ??? " tanya Al dengan memeluknya tanpa menghiraukan Clinton yang masih ada disana.


" Emang ada apa Mas ??? " tanya Yesline.


" Terima kasih banyak Bro, Sudah jagain Istriku. Kamu sudah bisa balik Bro, Makasih iya. " kata Al dan ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi dengan Yesline tadi siang.


" Oke Bro.... Sabar iya semua akan baik baik saja." jawab Clinton.


" Terima kasih Bro, Kamu memang Teman yang paling ngerti Saya. Oh iya, Aku minta tolong Kamu cariin pengawal Wanita iya. Kalau bisa sekalian yang bisa masak dan beberes. " kata Al sambil mengangar Clinton keluar.


" Ngirit Budget Kamu !!! Cari yang Three in One gitu ??? " ledek Clinton sama Sahabatnya itu.


" Bukan begitu .... Saya tau Yesline tipikal yang mandiri. Jadi Aku mau sekalian yang bisa semua biar Aku ada alasan untuk mempekerjakan asisten rumah tangga sama Yesline. Kamu ngerti kan maksudku ??? "


" Siap Bos .... Itu semua bisa diatur. " jawab Clinton senyum.


Dengan penuh penyesalan karena meninggalkan Yesline sendirian dirumah, Dia mencium bibirnya serta **********.


" Apa sebenarnya yang terjadi tadi siang Sayang ??? Aku baru saja menemui Nicho dan hampir saja membunuhnya. "


" Apa ??? Mas Al berkelahi dengan Nicho ??? " Yesline kaget mendengarnya karena yang Dia tau, Al ke RS karena ada operasi dadakan.


" Tadi Clinton cerita kalau Nicho ada disini dan Kamu kelihatan habis nangis. Dan Aku tau kalau Nicho sudah lama menginginkanmu untuk jadi Istrinya jadi Aku langsung emosi. Aku takut kalau Nicho berbuat yang tidak tidak sama Kamu. " jawab Al menjelaskan.


" Tapi Mas .... Nicho gak salah .... Tapi ..."


" Tapi apa Sayang ??? Callista ??? Nicho sudah menceritakan semuanya, Apakah itu benar ??? "


Al masih belum percaya sama perkataan Nicho tadi. Namun Dia sebenarnya bisa tau kalau tidak ada yang disembuyikan Nicho saat berbicara tadi.


" Iya Mas .... Tadi Callista ... " Yesline menunduk dan tak bisa menahan airmatanya hingga Dia menangis. Al langsung memeluknya erat dan mengajaknya istirahat.


" Sayang .... Tolong jangan ada yang Kamu sembuyiin lagi iya. Clinton, Dia adalah Teman yang sudah Aku anggap seperti Saudara sendiri. Jika ada suatu hal, Pasti Dia akan cerita. Maafkan Aku Sayang, Aku lengah, Aku tidak tau kalau Callista sampai sekejam itu. Aku janji tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi. Aku akan selalu disisimu. " kata Al sambil memeluk erat tubub Yeslinw yang masih gemetar dan nangis mengingat apa yang Dia alami tadi siang.

__ADS_1


__ADS_2