
Sayup sayup Al mendengar suara gaduh, Dia mengucek matanya perlahan lalu membukanya. Saat Dia menoleh, Yesline susah tidak ada di dekatnya.
" Yesline !!! " pekiknya histeris.
Mendengar namanya dipanggil, membuat Yesline langsung menoleh.
" Aku disini, Mas. " jawab Yesline sambil nguyah ayam goreng.
Al kaget dan langsung duduk. Menoleh ke arah lain, ternyata Yesline sedang duduk bersandar di kursi sofa bersama Clinton, Hans dan Leni. Diatas meja sudah ada beberapa potong ayam goreng dan Yesline sudah memegang satu di tangannya dan siap disantap.
" Bapak Dokter baru bangun. " kata Clinton sambil menikmati ayam gorengnya.
" Pagi Pak Dokter .... " ucap Hans ikut menyapa.
" Kapan Kalian Datang ??? " tanya Al masih berada diatas tempat tidurnya.
" Beberapa menit yang lalu. " jawab Leni.
Al menyibak selimut yang sebagian menutupi tubuhnya dan melompat turun. Al langsung menghampiri Yesline tanpa mempedulikan yang lain.
" Apa Kamu sudah baik baik saja ??? " tanya Al duduk dilantai bersandar ke sofa.
" Mengapa Kamu begitu gugup Mas ??? Aku baik baik saja sekarang. " jawab Yesline dengan tersenyum.
" Kamu tidak boleh makan ini, ini terlalu berminyak. " Al mengambil ayam goreng dari tangan Yesline dan meletakkan kembali ke kotak. Yesline mendelik kaget, melihat ayam gorengnya raib. Dia mencebikkan bibirnya padahal ayamnya enak. Matanya menatap ayam goreng yang masih tersisaa dikotak.
" Aku akan membelikanmu bubur ayam untuk sarapan. "kata .
" Jangan !! " Yesline menolak dan kembali mengambil ayam goreng dari kotak.
" Aku ingin makan ayam goreng, Aku tidak bisa makan bubur lagi. " kata Yesline cemberut.
__ADS_1
" Kamu masih butuh istirahat Sayang. " Al membopong tubuh Yesline.
" Aku akan memanggil Dokter untuk mengecek keadaanmu sekarang. '' Al berjalan membopong tubuh Yesline ke tempat tidur.
Tiba tiba Dokter Gabriel mengetuk pintu dan masuk dan melihat Yesline yang sedang makan ayam goreng. Dia langsung menghampiri Yesline. Al langsung melotot saat Gabriel kembali mengunjungi Yesline. Reflek tangan Al menurunkan tubuh Yesline dari gendongannya. Menatap tajam ke arah Gabriel.
" Ngapain Kamu kesini lagi ??? Aku akan memanggil Dokter lain untuk Yesline. "
" Bu Yesline tidak bisa makan makanan yang berminyak !!! " sentak Gabriel, sambil tangannya memegang tangan Yesline, hendak mengambil ayam goreng itu. Tapi buru buru tanga Al menarik tangan Yesline kembali.
" Aku tau. Aku sudah memberitahunya tadi. " jawab Al dengan suara yang tak kalah garang.
Yesline bingung melihat ayam gorengnya yang di tarik kesana kemari. Dia benar benar ingin makan ayam goreng saat itu. Terlepas dari baik atu tidaknya untuk kesehatannya tapi saat itu Dia benar benar menginginkanya.
" Ibu hamil yang mengkonsumsi makanan berlemak dapat menghambat perkembangan otak bayi. Asupan lemak yang terlalu tinggi dari makanan dapat menurunkan kadar serotonin pada bayi. " kata Gabriel kembali menarik tangan Yesline.
" Aku sudah tau. Aku akan membelikannya makanan yang sehat. Bukan Aku yang membelikan ini, Tapi Mereka !! Jadi berhenti berceramah !!! " cetus Al dan pandangannya ke arah Hans, Clinton dan Leni seperti sedang menghakimi. Mereka bertiga langsung menutup kotak yang berisi ayam goreng itu dan menyembunyikannya. Al kembali menarik tangan Yesline dari cengkeraman Gabriel.
" Siap Bosku ... " jawab Clinton lantang dan langsung melakukan apa yang suruh.
" Aku sudah menanganinya, Dokter boleh pergi. Ada banyak Pasien lain yang sudah menunggu. " kata Al dengan sedikit keras.
" Aku kesini untuk menolongnya !! Anda kurang tegas sebagai Suami. " maki Gabriel dengan berani. Dia menarik kembali tangan Yesline.
Yesline sudah tidak kuat berada di tengah tengah Mereka yang beradu mulut. Al dan Gabriel terus mengulangi dengan menarik tangannya sampai Dia berteriak marah.
" Aarggh !!!! Sudah cukup !!! " Yesline menarik tangannya sendiri, membebaskan dari dua Laki Laki itu.
" Bisa kan berdebat tanpa menarik tanganku ??? " cetus Yesline sambil mengusap usap pergelangan tangannya yang merah. Dia berjalan menjauhi Al dan Gabriel yang masih adu mulut.
" Yes, Kamu tidak boleh makan ayam goreng itu !!! " larang Al, Tapi Yesline mengendap endap pergi ke luar ruangan diikuti oleh Clinton, Hans dan Leni. Mereka membawa semua ayam gorengnya.
__ADS_1
" Sekali saja, Mas. Ngidam. " bisik Yesline tanpa melihat Al.
" Ini semua gara gara Kamu !!! " hardik Al ke Gabriel. Tangannya mencengkeram kerah bajunya dengan kuat. Dokter Gabriel tidak takut sedikit pun dan balik melawan. Mereka terus adu mulut, hampir tonjok tonjokan. Untungsl saja Mama Al datang tiba tiba.
" Al !!! Lepaskan, Kalian ini malu maluin !!! " Mamanya menarik tubuh Al menjauh.
Al kembali merapikan bajunya yang ditarik Gabriel.
" Kamu boleh pergi, Dok. " kata Mamanya. Gabriel langsung pergi dan menutup pintu.
Mamanya memaksa Al untuk duduk. Dia menatap kelakuan Anaknya yang kekanak kanakan.
" Kamu ini sebentar lagi mau jadi Seorang Ayah, berubalah menjadi Dewasa. Jangan dikit dikit main tonjok, Jangan gunakan tanganmu untuk menyakiti Orang Lain, Kamu ini Dokter, Al ..... Tugas tanganmu untuk menyembuhkan Orang lain bukan malah sebaliknya. " kata Mamanya dengan tegas dan harus membuatnya berceramah di pagi hari.
Al menghela nafasnya menatap Mamanya itu.
" Iya Ma. Al sudah mengerti. Al akan lebih jaga sikap. " jawab Al karena tidak ingin membuat Mamanya marah.
" Baiklah. Kamu memang Anak baik. "
" Mama mau kesini, mau jenguk Yesline ??? " tanya Al mengalihkan pembicaraan.
" Iya. Dimana menantu Mama itu ??? " tanya Mamanya yang melihat Yesline tidak ada disana.
" Sepertinya ke taman, Ma. Tadi ada Hans, Clinton dan Leni juga. "
" Oh ... Oh, Ya, Al dengar Papanya Leni di rawat disini, Ma. " kata Al.
" Kebetulan sekali kalau begitu, Nanti Mama usahain mampir untuk jenguk. Kita ke taman sekarang. " ajaknya bangkit dari duduknya.
" Ayo, Ma. " jawab Al ikut bangkit dan berjalan menggandeng tangan Mamanya. Mereka berjalan melewati lorong rumah sakit menuju taman.
__ADS_1