Gairah Hot Sang Dokter

Gairah Hot Sang Dokter
Episode 119


__ADS_3

" Kenapa Mas ??? " tanya Yesline yang kelihatan kebingungan. Dia tidak tahu apa apa. Al tidak menjawabnya, hanya terus memeluk Yesline. Yesline mendengar suara deta jantung Al yang begitu kencang dan tak karuan berdetak.


" Kita pulang. " ajak Al. Dia tidak menggantj pakaiannya.


" Kamu gak ganti baju dulu, Mas ??? " tanya Yesline sembari meraih kopernya.


" Tidak usah. " jawab Al langsung meraih jacketnya yang ada di kursi dan langsung memakainya.


Dia menggamit pinggang Yesline saat berjalan melewati koridor Rumah Sakit. Yesline bisa melihat beberapa Orang yang terlihat panik. Karena Dia tidak mendengar apa apa saat di ruangan Al, membuatnya merasa kebingungan. Tapi mengurungkan niatnya untuk bertanya. Karena melihat raut muka dan tingkah Suaminya yang begitu waspada dan khawatir.


Al masih bingung, kenapa tiba tiba ada kebakaran dan itu di kamar Yesline, saat Dia tidak disana.


Al meminta Yesline menunggu di dalam mobil saat Dia sedang menelpon Seseorang.


" Clin, Tolong Kamu ke Rumah Sakit sekarang. Ada kebakaran tapi sepertinya tidak parah. Tokong urus semuanya dan pastikan tidak tidak ada yang terluka dan tokong cari tau kenapa bisa terjadi kebakaran. Kalau Kamu sudah dapat info langsung kabarin Aku ya ??? Aku harus mengantar Yesline pulang ke rumah dulu. " kata Al tanpa basa basi saat Clinton sudah menerima panggilannya.


" Oke. Aku langsung kesana. "


Al menutup teleponnya dan langsung masuk ke dalam mobil. Menyalakan mesin dan menginjak pedal gas dan mobil melaju dengan cepat melintasi jalanan kota Jakarta yang lumayan tidak rame di sore itu.


Sesampainya Ak dan Yesline di rumah Mamanya Al, Al langsung meminta Yesline untuk masuk ke dalam kamar.


" Dimana Al, Yes ??? " tanya Mamanya yang saat itu sedang berada di ruang Televisi ketika melihat Yesline masuk ke dalam rumah sendirian.


Yesline duduk disamping Mertuanya itu dan mengecup tangan Mamanya lalu menyenderkan punggungnya ke sofa.


" Ada di depan Ma. " jawab Yesline.


" Gimana keadaan Kamu ??? Sudah benar benar sehat ??? "

__ADS_1


" Alhamdulilla, Sudah Ma ... "


" Syukurlah .... "


Sementara itu di luar, Al sedang menerima telepon dari Clinton.


" Bagaimana, Bro ??? "


" Sepertinya ada yang sengaja membakar sampah di tempat sampah, sampai menimbulkan asap hingga menyalakan alarm detektor kebakaran di dalam kamar Yesline. Setelah Aku cek CCTV, semuanya kosong alias sudah terpotong beberapa menit sebelumnya. Mulai ada pergerakan musih lagi, Al. Kamu hati hati saja. Ini hanya gertakan, Nanti coba Aku selidiki lebih jauh lagi. " jawab Clinton.


" Baiklah. Aku juga merasa ada yang janggal. Tapi tidak punya pandangan sama sekali siapa Pelakunya. Soalnya semuanya sudah di Penjara. " kata Al.


" Aku juga belum tau. Kamu fokus menemani Yesline ajah dulu. Disini sudah aman. Aku juga mau balik dulu. "


" Oke. Makasih ya Bro ... Sorry ngerepotin lagi. Padahal niatnya sudah tidak mau ganggu Kamu lagi. "


Al ikut tertawa lalu memutus panggilannya. Dia langsung masuk ke dalam rumah. Tidak lupa menyapa Mamanya dan mengobrol banyak hal soal kejadian hari itu yang begitu tiba tiba dan Mereka juga bercanda. Setelah selesai mengobrol, Al mengajak Yesline masuk ke dalam kamar.


****


Pagi pagi sekali, Al sudah bangun. Membuatkan sarapan sehat untuk Yesline. Potongan buah dan segelas susu khusus untuk Ibu hamil. Al menaruh semua itu di atas nampan, Dia berniat membawanya ke dalam kamar.


Yesline masih tertidur pulas. Mamanya hang baru masuk ke dapur merasa senang melihat Al yang memperhatikan Yesline seperti itu. Dia memperhatikan Anaknya itu dengan perasaan bangga.


" Andai Kamu masih ada, Pa. Kamu akan melihat Putramu satu satunya sebentar lagi akan menjadi Seorang Ayah. " gumam Mamanya.


Wanita paruh baya itu kembali menyibukkan dirinya untuk membuat beberapa cemilan untuk Menantunya. Ibu Hamil pasti selalu tiba tiba lapar, jadi Mamanya sengaja membuatkan cemilan sehat untuk Yesline. Kandungannya sudah memasuki trimester tiga dan bentar lagi cucunya akan lahir. Rumah besarnya akan semakin ramai.


Al memutar gagang pintu hingga pintu terbuka. Mendorong pintu dengan sebelah kakinya, Al masuk ke dalam dan mendorong pintu itu kembali untuk menutup pintu kamarnya. Dia menaruh nampan itu diatas meja dan perlahan membangunkan Yesline.

__ADS_1


" Sayang .... Bangun. Aku sudah siapin sarapan. "


Yesline menggeliat dan membuka matanya perlahan. Al membantunya untuk duduk. Al sudah menyiapkan air hangat untuk permandian Yesline. Al juga sudah menaruh satu kursi roda di kamar Mereka, Jika sewaktu waktu Yesline lelah, Dia bisa menggunakannya. Kursi roda itu juga sudah diatur sedemikian rupa agar bisa digunakan untuk menuruni atau menaiki tangga dengan aman.


Al berusaha menjadi Suami siaga. Mengajak Yesline periksa hampir dua minggu sekali dan menemaninya mengikuti senam Ibu hamil. Selalu memperhatikan makanan Yesline. Tidak membiarkan Yesline capek atau banyak pikiran lagi. Setiap pagi, Al menemani Yesline berjalan mengelilingi komplek perumahan Mereka. Dia mengerjakan semuanya, berusaha menuruti kemauan Yesline.


Belakangan ini, Yesline tidak bisa tidur jika perutnya tidak di elus elus dan Al melukannya hampir setiap malam. Kamar untuk calon Anaknya pun sudah mulai dikerjakan. Clara sudah mengutus Anak buahnya untuk menanganinya karena Dia harus mengerjakan beberapa proyek. Tapi Clara selalu datang untuk mengeceknya.


Hampir dua bulan berjalan, Al selalu berada disamping Yesline. Selama itu juga Dia tidak menerima jadwal operasi. Semua dialihkan ke Dokter lain. Al benar benar merawat Yesline dengan baik.


******


Callista sedang menunggu di ruang tunggu, Hari ini usian kandungannya kurang lebih 10 minggu. Sesuai janjinya, Dia akan melakukan tes DNA sesuai yang Nicho minta. Sayangnya, Nicho tidak menemaninya untuk melakukan itu.


Setelah mengantarnya dan sudah selesai mengambil sampel darahnya, Nicho langsung pergi ke kantornya. Dia sedang ada pekerjaan yang tidak bisa Dia tunda.


Callista benar benar gugup, sampai namanya dipanggil. Dia melangkah dengan kaki yang terasa berat. Ini hari yang ditunggu tunggu oleh Nicho. Sebenarnya Callista tidak ingin melakukannya. Karena Dia sudah yakin bahwa itu Anaknya Nicho. Dia hanya merasa tidak enak hati jika tidak menuruti maunya Nicho. Karena hampir dua bulan ini Nicho yang menanggung seluruh kebutuhannya. Termasuk biaya pinalty untuknya karena harus berhenti bekerja padahal sudah tanda tangan kontrak.


Sudah dua bulan ini Callista tinggal bersama Nicho di Apartemennya di Singapura. Kalj ini Dia merasa harus benar benar memfokuskan dirinya dan perasaannya pada Laki Laki itu setelah semua kebaikan yang didapatnya dari Nicho.


Apa yang Kamu rasakan jika hamil Anak pertama ???


Setiap kali Kamu membuak pintu ruangan Dokter untuk periksa ???


Saat Dokter melakukan USG ??? Saat tahu jenis kelamin bayimu Laki Laki atau Perempuan ???


Callista bingung akan perasaannya seperti apa.


Entahkah bahagia ??? Atau malah sebaliknya ???

__ADS_1


__ADS_2