Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
109. Masakan spesial


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Putri sudah bangun dari tidurnya karena ingin segera menyiapkan makanan untuk sosok pria yang masih berada di dalam kamar bersama dengan putranya karena terlihat belum keluar.


Sebenarnya ia ingin terlihat baik di mata Bagus karena harus menyampaikan tentang ide dari Arya semalam. Meskipun ia mengetahui bahwa itu mungkin tidak akan disetujui oleh pria yang masih berstatus sebagai suaminya tersebut.


Ia berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba sebelum mengetahui jawaban dari Bagus mengenai keinginannya untuk mengajak Arya tinggal satu rumah di kontrakan itu karena tidak mempunyai tempat tujuan saat belum mempunyai uang.


Apalagi begitu mendengar perkataan dari sang kekasih pujaan hati yang mengatakan tidak bisa bekerja kasar, tentu saja membuatnya merasa sangat kebingungan. Ia merasa sangat khawatir jika Arya berada di kontrakan bersama suami pertamanya.


Ia takut jika orang tua Arya terlalu lama memberikan hukuman, tentunya ia akan kesusahan untuk memikirkan biaya hidup mereka.


Bahkan semalaman ia tidak bisa tidur memikirkan hal itu dan menambah rasa pusing di kepalanya pagi ini. Apalagi baru tidur jam tiga pagi dan terbangun pukul lima karena perutnya sudah seperti diaduk-aduk hingga membuatnya langsung turun dari ranjang dan berlari ke arah kamar mandi.


Tentu saja seperti biasa, morning sickness selalu mengawali hari-hari Putri saat trimester pertama dan membuatnya kali ini merasa sangat tersiksa karena harus menahan semuanya sendiri tanpa bisa mengeluh atau pun bermanja-manja pada ayah dari janin yang dikandungnya.


Bahkan tadi ia sampai berlinang air mata ketika menahan rasa kram di perutnya ketika muntah-muntah di kamar mandi. Jika dulu saat ia hamil, Bagus jauh lebih perhatian padanya.


Saat pagi hari muntah, selalu dipijat dari belakang. Kemudian dibuatkan susu hangat, serta ia akan mendapatkan pijatan lembut dari tangan dengan buku-buku kuat milik Bagus.


Namun, ia hari ini dan sebelumnya selalu bertahan sendiri tanpa ada yang memperhatikan.


Meskipun terkadang Bagus masih mau membuatkan teh hangat saat ia hanya bisa berbaring di atas ranjang. Apalagi setiap pagi ia merasa sangat lemas dan hanya bisa menghabiskan waktu di tempat tidur.


Hal itulah yang membuat Bagus membawa putranya untuk dijaga oleh orang lain dengan membayar orang karena mengingat bahwa keadaannya yang tidak baik dan lemas seperti tidak mempunyai kekuatan.

__ADS_1


Itu adalah awal-awal saat ia mengetahui bahwa dirinya hamil dan sekarang sudah sedikit berkurang dan bisa melakukan pekerjaan rumah meski hanya untuk sebentar saja karena tidak bisa berdiri lama-lama.


Putri berusaha untuk segera memasak, meskipun ia harus secepat kilat agar tidak merasa pusing sebelum makanan siap dihidangkan. Apalagi ia semalam hanya tidur dua jam karena memikirkan perkataan Arya dan jalan keluar dari hubungan mereka kedepannya.


Terlihat Putri memilih untuk memasak soto ayam karena ada ayam di freezer serta bumbu racik yang sudah jadi dan tidak perlu repot-repot untuk menghaluskan.


Saat merebus ayam dan memasukkan bumbu soto yang merupakan makanan khas dari kampungnya, ia menunggu sambil memotong sayuran untuk topping.


Suara pisau yang beradu dengan talenan kini memecahkan suasana keheningan pagi di rumah kontrakan berukuran kecil tersebut. Putri selama ini sangat cekatan ketika memasak karena tidak pernah membutuhkan waktu lama untuknya membuat masakan apapun.


Ia merasa memiliki satu kelebihan, yaitu bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus. Seperti ketika ia sedang merebus ayam, bisa sambil memotong, memasak nasi dan juga menyiapkan yang lainnya.


Ia berharap kelebihannya itu akan membuat Arya makin mencintainya dan setia hingga akhir hayat. Bahkan ia biasanya selalu mendapatkan pujian dari sang suami dan juga anak karena mengatakan bahwa masakannya sangat lezat.


Sebenarnya, dulu ia berpikir bahwa itu semua hanyalah sebuah pujian semata untuk menyenangkan dirinya karena sudah memasak, tetapi tidak hanya keluarganya, beberapa orang yang merasakan masakannya memang selalu mengatakan bahwa ia pintar memasak.


Ia berharap jika suatu saat nanti pindah ke istana keluarga besar Arya, ia akan bisa menunjukkan kemampuannya yang pintar memasak dan mendapatkan pujian dari mertuanya.


Berharap bahwa ia akan mendapatkan restu, serta diterima dengan tangan terbuka oleh orang tua pria yang sangat dicintainya.


"Aku harap orang tua Arya suatu saat nanti akan mau menerimaku sebagai menantu mereka."


Putri menghentikan perkataannya karena saat ini tengah menundukkan kepala dan mengusap perutnya yang masih datar.

__ADS_1


"Semoga kakek dan nenekmu mau menerimamu, Sayang."


Putri merasakan bahwa benih dari Arya yang ada di dalam rahimnya sangat spesial karena akan menjadi cucu pertama dari keluarga konglomerat dan bisa jadi merubahnya menjadi seorang nyonya besar yang menguasai istana besar keluarga Mahesa suatu saat nanti.


Kini, sudut bibirnya melengkung ke atas ketika membayangkan bahwa impiannya akan terwujud suatu saat nanti.


Kemudian melanjutkan pekerjaannya untuk menyelesaikan ritual memasak sebelum sang suami bangun. Ia melirik jam dinding yang ada di sudut ruangan, menaikkan sudut alisnya karena merasa heran.


"Tumben, ia belum bangun juga. Biasanya paling rajin bangun pagi dan semangat pergi bekerja. Meskipun gajinya tetap tidak bisa untuk bersenang-senang karena hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.


Bagaimana tidak kecewa dengan penghasilan dari sang suami saat setiap hari selalu berangkat pagi-pagi sekali dan pulang larut malam, tetapi hanya membawa uang yang menurutnya tidak cukup.


"Apa ia libur kerja? Tumben sekali," ucap Putri yang merasa aneh saat jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi, tetapi pria itu belum keluar dari kamar.


Tanpa mempermasalahkan hal itu karena tujuan utamanya adalah ingin menyiapkan makanan enak untuk sarapan pria yang akan ia rayu untuk membantunya agar mengizinkan Arya tinggal bersamanya di kontrakan itu.


"Apapun yang terjadi, aku harus bisa membuat Bagus mau menerima Arya tinggal di sini karena tidak ada lagi yang bisa dimintai pertolongan selain dirinya."


Putri menyerang kelemahan dari pria yang sudah sepuluh tahun mengarungi bahtera rumah tangga bersamanya dengan cara memanjakan lidah melalui masakan spesial hari ini.


Tentu sangat spesial karena hari ini ia memasak soto ayam. Tentu saja bagi orang yang mempunyai gaji pas-pasan, hanya bisa makan ayam mungkin satu minggu sekali atau bahkan dua minggu sekali.


Apalagi sekarang harga bahan-bahan pokok naik semua dan membuatnya harus memutar otak untuk bisa mengatur pengeluaran agar bisa cukup.

__ADS_1


Hingga saat ia baru mematikan kompor karena masakannya telah siap dihidangkan di atas meja makan, indra pendengarannya menangkap suara pintu yang dibuka.


To be continued...


__ADS_2