Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
111. Maafkan Ayah


__ADS_3

Tentu saja seperti yang dipikirkan olehnya, bahwa respon dari pria yang berdiri menjulang di dekat meja dapur tersebut mulai membuatnya meremas sebelah kanan pakaian yang melekat di tubuh Putri.


Sebenarnya tadi ia ingin bertele-tele saat menjelaskan keinginannya, tetapi ia tidak jadi melakukannya begitu mendengar kalimat pedas dari sang suami yang membuatnya memilih untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


Seperti biasa, bahkan mungkin jauh lebih luar biasa saat Putri melihat respon dari Bagus yang awalnya hanya diam, meskipun dari sorot mata dan raut wajah terlihat menakutkan.


Bahkan tatapan tajam mengintimidasi dari pria itu seperti berhasil menembus jantung Putri dan membuatnya menelan kasar saliva.


'Astaga, diamnya Bagus malah membuatku merasa sangat takut dan khawatir jika dia sampai memporak-porandakan semua yang ada di dapur,' gumam Putri yang saat ini benar-benar sangat was-was karena memikirkan apa yang akan dilakukan oleh pria dengan bibir tertutup rapat tersebut.


Sementara itu, Bagus yang saat ini kembali dibuat terkejut oleh permintaan Putri yang menurutnya sangat tidak masuk akal dan membuat aliran darahnya seketika mengalir lebih cepat dan membuatnya tidak bisa lagi menahan kesabaran.


"Di mana hati nuranimu? Bisa-bisanya kau memintaku yang masih berstatus sebagai suamimu untuk menerima selingkuhanmu di rumah ini? Apa kau sudah gila?"


Kali ini Bagus sudah tidak bisa untuk mentolerir lagi apa yang baru saja diminta oleh Putri, sehingga kini ia sudah meraih gelas di hadapannya dan melemparkannya ke lantai hingga berhasil membuat gelas kaca tersebut hancur berkeping-keping dan berserakan dan lantai.


"Aku bukan dewa atau malaikat! Ingat itu baik-baik di otakmu! Aku hanya manusia biasa yang hanya punya hati dan merasa sakit atas perselingkuhanmu!" umpat Bagus yang kini sudah berjalan meninggalkan dapur dan membiarkan pecahan gelas yang berserakan di lantai.


Sebenarnya saat berjalan melalui sebelah kiri pecahan gelas tersebut, ia mengigat putranya dan khawatir jika sampai terkena pecahan tersebut.


Namun, kemurkaannya jauh lebih besar dan membuatnya berakhir menyesal karena jika sampai terjadi sesuatu pada putranya karena menginjak pecahan tersebut, membuatnya tidak bisa memaafkan diri sendiri.


'Apa yang harus kulakukan? Apakah aku bisa memaafkan diriku saat putraku mendapatkan kemalangan karena perbuatanku?' lirih Bagus yang kini memilih untuk berjalan mendekati putranya dan langsung menggendongnya

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak bisa merelakan putraku dibesarkan oleh seorang ibu yang tidak punya hati sepertimu!"


Sengaja ia mengatakan hal itu karena ingin membuat sosok wanita yang menurutnya telah banyak berubah karena pria selingkuhan. Kemudian menggendong putranya.


"Aku tidak akan membiarkan putraku dibesarkan oleh wanita sepertimu karena takut kau membawa pengaruh buruk padanya. Apalagi ia mengetahui bahwa yang terjadi saat ini merupakan hal yang sudah tidak bisa diperbaiki lagi."


Bercerai adalah sesuatu yang membuatnya merasa seperti seorang pria gagal dan merasa bersalah pada dua anaknya, tapi ia sama sekali tidak pernah menyangka jika Putri bisa dengan mudahnya mengatakan hal itu padanya.


Memintanya untuk mengizinkan selingkuhan tinggal satu atap dengannya adalah hal yang membuatnya merasa sangat jijik pada Putri. Bagaimana bisa istrinya memintanya demikian.


Bahkan saat ini, secara tidak langsung berpikir bahwa Putri ingin ia melihat ketika istrinya itu bercinta dengan pria lain dengan mata kepalanya sendiri. Hal yang benar-benar tidak masuk akal dan gila, tetapi telah terjadi padanya.


Tidak ada yang bisa membuatnya lebih hina dari hari ini dan ia benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi. Marah, tentunya itu merupakan sebuah hal yang sangat wajar jika seseorang mengalami posisi yang sama sepertinya.


Ingin sekali ia segera pergi dari rumah kontrakan itu tanpa mempedulikan apa yang akan dilakukan oleh wanita yang masih berstatus sebagai istrinya tersebut. Namun, ada kendala yang membuatnya harus berpikir matang.


Bagus kini masih memiliki utang pada bosnya dan belum bisa dibayar. Dulu ia meminjam uang saat putrinya yang tinggal dengan kakak iparnya di kampung masuk rumah sakit karena terkena penyakit lambung yang cukup parah.


Kebiasaan putrinya tidak makan teratur dan suka sekali makan makanan pedas, asam dan berlemak yang langsung memicu produksi asam pada lambung. Hingga harus dirawat di rumah sakit selama seminggu.


Seperti yang dulu dijelaskan oleh sang kakak, bahwa saat menelan, pita otot melingkar di bagian bawah kerongkongan yang disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah akan rileks. Hal itu untuk memungkinkan makanan dan cairan mengalir ke perut, setelahnya sfingter akan menutup kembali.


Saat bagian itu mengendur karena gangguan atau melemah, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan yang menimbulkan iritasi dan radang.

__ADS_1


Juga hal yang menjadi penyebab dari penyakit asam lambung putrinya adalah hernia hiatus. Masalah yang terjadi ketika bagian atas perut dan sfingter putri bungsunya bergerak di atas diafragma, otot yang memisahkan perut dari dada.


Biasanya, diafragma membantu untuk menjaga asam di perut. Namun karena gangguan tersebut, asam dapat naik ke kerongkongan dan menyebabkan putrinya harus berakhir di rumah sakit dan tentunya mengeluarkan biaya yang lumayan besar.


Karena hanya mempunyai simpanan sedikit, tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit dan akhirnya meminjam uang pada bosnya. Hal itulah yang membuat penghasilannya berkurang karena dipotong untuk membayar utang.


Bagus kini sudah mengendong putranya masuk ke kamar dan membanting pintu karena sudah tidak bisa lagi menahan kesabaran. Seperti yang dikatakan olehnya, bahwa ia adalah manusia biasa yang mempunyai batas kesabaran.


Apalagi keinginan Putri kali ini sudah sangat keterlaluan dan membuatnya tidak lagi bisa berpikir untuk diam saja.


Bahkan ia tidak memperdulikan penolakan putranya yang kini menangis tersedu-sedu karena takut padanya. Padahal sebelumnya, ia tidak pernah menunjukkan kemurkaan di hadapan putranya, tetapi kali ini tidak bisa menahan diri lagi.


'Apa yang harus kulakukan, Tuhan. Kenapa Engkau memberikan cobaan seberat ini padaku? Dengan mudahnya Putri meminta hal yang sangat tidak masuk akal seperti itu padaku.'


Bagus yang saat ini merasa sangat terluka, beralih menatap ke arah putranya yang berontak saat berada dalam gendongannya sambil menangis tersedu-sedu, sehingga ia yang merasa sangat bersalah, kini memilih untuk menenangkan putranya.


Meskipun ia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menenangkan tangisan putrinya. Bahkan tadi ia hampir putus asa dan akan memukul tubuh lemah malaikat kecilnya tersebut karena tidak kunjung diam.


Namun, ia yang tadinya sudah mengangkat tangan ke atas untuk memukul putranya yang masih terus menangis tersedu-sedu sambil memanggil-manggil nama sang ibu, merasa tidak tega dan tidak ingin menjadikan bocah tidak berdosa itu menjadi korban dari perbuatan para orang tua.


"Sayang, maafkan Ayah. Ayah akan membelikan mainan robot, es krim dan coklat. Mau, kan?" bujuk Bagus yang kali ini sangat berharap putranya diam dan tidak menangis lagi.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2