
Semua itu bermula saat beberapa pria yang seolah mencari kesempatan dengan menempel padanya dan memeluknya. Hal itu membuat Amira Tan berang, sehingga menampar, mendorong dan berteriak pada pria yang dianggap telah melecehkannya.
Bahkan ia sampai menyebutkan pasal-pasal untuk menjerat para pria yang telah berbuat kurang ajar padanya. Ia berencana untuk menuntut para pria itu, tetapi malah ditertawakan dan rambutnya ditarik, hingga membuatnya meringis menahan rasa nyeri.
Namun, itu tidak berlangsung lama karena ada pria yang tadi menolak membuatkan minuman untuknya.
"Hentikan! Kalian bisa diseret keluar jika melakukan keributan di sini. Apalagi sampai berani menyakiti wanita yang merupakan pengunjung club. Aku akan membuat kalian diseret oleh para bodyguard!" Noah kini menatap tajam ke arah beberapa pria yang telah mengganggu wanita.
Hingga menyakiti dan membuatnya sangat marah, sehingga mengeluarkan ancaman. Usahanya berhasil karena empat pria yang berada di hadapannya tersebut memilih untuk pergi tanpa mengatakan apapun.
Kemudian ia beralih menatap ke arah sosok wanita yang masih berdiri diam di hadapannya. "Jika kamu datang ke sini hanya ingin membuat para pria mengganggumu, lebih baik pergi saja!"
"Sekarang kamu pulang dan jangan datang ke sini lagi!" sarkas Noah Martin yang kini menarik pergelangan tangan wanita itu, agar mengikuti langkah kakinya.
Amira Tan yang berniat untuk menolak karena masih belum puas bersenang-senang, tiba-tiba merasakan pusing teramat sangat dan membuatnya terhuyung ke depan.
Refleks Noah Martin dengan sigap menangkap tubuh wanita yang sudah tidak sadarkan diri tersebut. "Astaga! Kenapa hari ini aku sangat sial? Bertemu wanita merepotkan ini benar-benar membuatku tidak bisa bekerja dengan baik."
Noah pun langsung menggendong wanita yang tidak ia ketahui namanya tersebut menuju ke arah bar. Saat melihat rekannya, ia berteriak, "Hari ini aku pulang awal! Tolong bilang pada bos, kalau aku izin."
"Astaga! Baru juga bertemu hari ini, apa kamu langsung membawanya ke hotel?" sahut pria dengan rambut sedikit panjang yang diikat ke belakang tersebut.
Sementara itu, Noah tidak berniat untuk menanggapi karena merasakan berat wanita yang ia gendong.
__ADS_1
"Aku pergi dulu!"
Tanpa menunggu jawaban dari rekannya, ia sudah melangkahkan kaki panjangnya menuju ke arah pintu keluar.
Sementara itu, Jack yang tadi asyik mengobrol dengan kekasih barunya, tanpa sengaja melihat siluet wanita yang digendong oleh bartender itu seperti seseorang yang ia kenal.
Hingga ia yang sibuk mengingat-ingat siapa, refleks langsung bangkit dari posisinya begitu mengingat jika itu mirip dengan Amira Tan, sehingga buru-buru berjalan keluar club dengan alasan ingin pergi ke toilet.
Kemudian berlari secepat mungkin, agar tidak kehilangan jejak sang bartender yang mungkin akan berbuat jahat pada wanita yang sudah sejak lama dicintainya.
Jack kini mengedarkan pandangannya ke sekeliling area luar club, tetapi tidak kunjung menemukan apa yang dicari.
Hingga ia pun melihat motor yang menuju ke arahnya dan begitu tebakannya benar, langsung menghalangi jalan dengan merentangkan kedua tangan.
Refleks Noah yang melihat ada pria menghentikan jalannya, seketika menginjak rem. Nasib baik ia tadi belum melajukan motor dengan kecepatan tinggi. Tadi ia mengikat tubuh wanita itu dengan jaket miliknya, agar tidak terjatuh.
Kini, ia melihat sosok pria yang tadi ia layani. "Anda? Kenapa menghentikan saya?"
"Mau kamu bawa ke mana kekasihku? Cepat turunkan dia karena aku yang akan mengantarkannya pulang!" sarkas Jack dengan wajah memerah penuh kilatan amarah.
Ia selama ini mengetahui jika Amira Tan sama sekali tidak pernah berhubungan dengan seorang pria karena selera wanita itu sangat tinggi. Bahkan ia tidak tahu seperti apa tipe pria yang disukai oleh Amira Tan.
Hingga kejadian hari ini membuatnya merasa sangat terkejut karena tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan Amira Tan yang suci murni itu di sebuah club malam.
__ADS_1
Sementara itu, Noah Martin saat ini tersenyum smirk karena menganggap jika pria di hadapannya sedang berbicara omong kosong.
"Kekasih? Sepertinya Anda sedang mabuk. Lebih baik Anda cuci muka, agar bisa melihat dengan jelas wajah kekasih. Bukankah kekasih Anda ada di dalam?"
"Bukan! Itu bukan kekasihku! Aku baru bertemu dengannya hari ini. Wanita yang kamu bawa itulah kekasihku?" Jack sebenarnya merasa perbuatannya sangat konyol, tetapi tidak tahu harus beralasan apa lagi, agar pria itu tidak membawa Amira Tan.
"Kamu pasti tidak percaya padaku karena aku tadi bersama wanita dengan dress merah itu, tapi semua yang kukatakan benar. Sebenarnya aku dan wanita yang kamu bonceng itu adalah pengacara. Kami sudah saling mengenal semenjak kuliah."
"Aku tahu rumahnya, jadi biarkan aku mengantarnya."
Sedangkan Noah Martin saat ini masih ragu pada pria yang gemar bermain wanita tersebut karena terlihat jelas dari wajah tampan penuh pesona tersebut.
"Maaf, aku tidak bisa mempercayai seorang pria yang suka berganti-ganti pasangan sepertimu. Kamu tenang saja, wanita ini akan aman selama bersamaku. Jika tidak percaya, kamu bisa memastikannya besok. Bahkan aku tidak pindah dari tempat kerjaku, jadi mudah dicari. Lebih baik kamu minggir!"
Noah Martin kembali menyalakan mesin motor dan memilih untuk mundur dan tancap gas tanpa mempedulikan pria itu.
Sedangkan Jack yang hampir saja tertabrak tadi, mengepalkan kedua tangannya saat menatap ke arah sosok pria yang membawa kabur wanita pujaan hati.
"Sial! Aku harus mengejar pria berengsek itu!"
Tanpa membuang waktu, kini Jack sudah berlari menuju ke arah mobil dan mengemudikannya meninggalkan area club untuk mengejar sang bartender yang telah menculik wanita yang dicintai.
To be continued...
__ADS_1