Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
297. Kecelakaan


__ADS_3

Satu tahun kemudian....


Setelah Putri pergi, memutuskan untuk memulai usaha catering dengan berusaha keras promosi melalui media sosial karena mengetahui bahwa zaman yang semakin maju membuat banyak orang lebih mudah untuk mencari sesuatu melalui ponsel.


Meski di awal-awal sangat susah mencari pelanggan, tidak membuat Putri patah semangat dan terus berusaha untuk memulai usaha.


Karena mengetahui bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Bahkan meskipun tinggal di kota yang sama dengan mantan suami yang tak lain adalah Arya dan merupakan ayah kandung Xander. Ia sama sekali tidak mencari informasi mengenai pria itu.


Semua itu karena ingin hidup tenang tanpa dibebani oleh masa lalu dan pastinya akan membuatnya kembali terluka.


Putri hanya ingin fokus mengurus putranya dengan berusaha memenuhi kebutuhan melalui usaha catering yang perlahan mulai berkembang sedikit demi sedikit dengan mempunyai pelanggan.


Memang dibutuhkan banyak waktu untuk membuat usahanya dikenal banyak orang melalui media sosial. Bahkan tidak mencantumkan nama asli dari usahanya yang diberi nama 'Cinta Catering'.


Putri sengaja memakai kata itu karena berharap semua orang menjadi pelanggan akan kembali karena merasa cinta dengan hasil masakannya yang selama ini banyak dipuji oleh pelanggan bahwa rasanya sangat lezat.


Ingin memanjakan lidah semua orang melalui masakan yang dibuat dengan penuh cinta, Putri berharap usahanya akan mendapatkan banyak pelanggan.


Meski sebenarnya Putri juga sangat merindukan saudara perempuannya, yaitu Ani dan juga Amira Tan yang tidak pernah dihubungi karena khawatir jika mereka akan memarahinya karena pergi tanpa pamit.


Putri masih berharap bisa hidup tenang tanpa berhubungan dengan semua orang yang ada di masa lalu.


Satu tahun sudah berlalu dan usaha Putri semakin berkembang karena sudah mempunyai banyak pelanggan yang selama ini menggunakan jasa cateringnya untuk berbagai macam acara.


Bahkan ia kini sudah memiliki empat orang pekerja di rumah kontrakan yang membantu setiap hari karena tidak pernah sepi dari pesanan.


Karena Putri menerima berbagai macam pesanan makanan jenis apapun dan juga snack untuk semua acara, sehingga setiap hari selalu sibuk.


Bahkan ia memilih untuk menyibukkan putranya dengan menyekolahkan di tempat khusus yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, sehingga bisa fokus dengan pekerjaan.


Apalagi selalu sibuk setiap pagi sampai sore hari untuk memenuhi pesanan. Sementara petang hingga malam hari digunakan untuk momen kebersamaan dengan putranya.


Hari ini, ada ratusan pesanan nasi kotak untuk acara salah satu perusahaan dan merupakan kerja sama Putri.


Karena ia baru saja menandatangani surat kontrak bahwa akan selalu mengirimkan makan siang untuk staf khusus di salah satu perusahaan. Putri akan langsung menerima uang sebagai pemula dari kerjasama tersebut.

__ADS_1


Meskipun tidak banyak pesanan setiap hari, tetapi rutin dan tentu saja menu makanan khusus untuk para petinggi perusahaan yang berjumlah 20 kotak dan harus sudah dikirimkan sebelum pukul 12 siang.


Seperti hari ini, ia baru saja selesai menyiapkan bersama para pekerja, tetapi di saat bersamaan mendengar notifikasi dari ponsel.


Putri langsung meraih ponsel di dalam saku kemeja dan membaca pesan yang tak lain dari kurir yang biasa mengantarkan makanan ke perusahaan.


Maafkan aku, nyonya karena hari ini mendadak libur kerja. Istri dan anakku mengalami kecelakaan ketika naik motor saat pulang sekolah.


Putri yang merasa iba dengan nasib istri dan anak dari kurirnya, segera menghubungi untuk memastikan apakah sudah dibawa ke rumah sakit dan bagaimana keadaan mereka.


Begitu mengetahui bahwa hanya mengalami luka lecet di bagian kaki dan tangan dan tidak parah, membuatnya dan merasa lega dan berniat untuk di rumah sakit setelah mengantarkan makan siang di perusahaan.


Awalnya ada salah satu pekerja yang menawarkan diri untuk mengantarkan 20 kotak makanan itu ke perusahaan, tetapi ia memilih untuk mengantarkan sendiri karena berpikir akan mampir ke rumah sakit setelah pulang dari sana.


Kemudian Putri memanggil taksi agar mengantarnya ke perusahaan. Apalagi ia ingin mencari udara segar dengan mengetahui bagaimana kehidupan perusahaan besar.


Jadi, ingin sesekali mengetahui pekerjaan kantoran dari para staf perusahaan. Beberapa saat kemudian, taksi yang tadi dipesan sudah datang dan para pekerja membantu untuk memasukkan 20 kotak makanan ke dalam mobil.


Putri langsung masuk ke dalam taksi dan berpesan pada para pekerja agar melanjutkan pekerjaan sesuai dengan pesanan dan jam diantarkan.


"Iya, jangan khawatir ada yang pesanan 200 kotak makanan untuk acara di rumah nyonya Desi akan diantarkan tepat waktu," ucap wanita dengan tubuh sedikit gemuk tersebut sambil.


"Baiklah, aku serahkan padamu." Putri menutup pintu mobil dan langsung menyuruh untuk segera berangkat ke perusahaan.


Putri tidak pernah keluar dari area kontrakan karena sibuk dengan usaha catering.


"Ternyata banyak bangunan di kota ini. Aku sudah lama tidak melihat jalanan besar yang di kanan kiri dihiasi bangunan tinggi menjulang," lirih Putri sambil memanjakan mata untuk melihat pemandangan jalanan ibu kota.


Hingga setelah setengah jam kemudian, ntar siang sudah tiba di perusahaan, menepi dan membuat Putri langsung keluar dari mobil setelah membayar ongkos.


Putri yang baru pertama kali melihat gedung perusahaan tinggi menjulang di hadapannya, tersenyum simpul karena merasa senang bisa masuk ke dalam untuk mengantarkan makanan untuk staf perusahaan yang bukan merupakan orang sembarangan.


Namun, saat fokus menatap gedung tinggi menjulang tersebut, mendengar suara teriakan dari seseorang dan Putri menoleh ke belakang untuk mencari sumber suara.


Seketika ia melihat seorang ibu hamil berada di seberang jalan seperti tengah berteriak kesakitan dan diperkirakan hendak melahirkan. Tidak membuang waktu, ia yang masih membawa 20 kotak makanan di tangan kanan dan kiri, langsung menyeberang jalan karena berniat untuk menolong.

__ADS_1


"Apa kamu merasakan mulas karena akan melahirkan?" tanya Putri yang menaruh kotak makanan di trotoar dan memeriksa keadaan wanita yang terlihat sangat kesakitan tersebut.


Bahkan peluh dan wajah memerah terlihat jelas sangat mewakili kesakitan wanita dengan perut buncit tersebut.


"Iya, sepertinya aku akan melahirkan. Padahal perkiraan masih satu minggu lagi," lirih wanita yang baru saja pulang dari salah satu minimarket untuk membeli sesuatu dan tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit, sehingga memilih untuk duduk di atas trotoar.


Putri seketika menelpon taksi langganannya yang tadi mengantarkan perusahaan dan berpikir bahwa belum jauh. "Aku sudah menghubungi taksi dan sebentar lagi pasti akan datang untuk mengantarkan ke rumah sakit."


"Terima kasih." Wanita yang saat ini tengah berusaha untuk menahan rasa sakit pada perutnya, merasa sangat berterima kasih pada wanita itu.


Saat tidak ada yang berani menolongnya karena sepertinya takut, tapi ada wanita tidak dikenang yang langsung membantu memanggilkan taksi.


"Kamu bisa menghubungi saudara dan suamimu agar segera menuju ke rumah sakit nanti setelah dalam perjalanan." Putri yang baru saja menutup, melihat taksi sudah berhenti tepat di hadapan dan membantu wanita yang akan melahirkan itu masuk ke dalam mobil.


"Pelan-pelan. Maaf, karena aku tidak bisa mengantarmu ke rumah sakit saat ada pekerjaan." Putri sebenarnya tidak tega melihat wanita yang akan melahirkan tersebut pergi sendiri, tapi karena sudah terikat kontrak harus segera mengantarkan makanan, sehingga saat ini menyuruh supir untuk membantu.


"Tidak apa-apa. Kamu sudah sangat baik karena membantuku memanggil taksi yang akan mengantar ke rumah. Terima kasih." Wanita dengan perut membuncit tersebut tidak berhenti mengungkapkan rasa syukur karena ada seseorang yang mau menolong.


Sementara itu, Putri hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepala, lalu menutup pintu mobil dan memberikan uang pada sopir agar segera mengantar ke rumah sakit.


Begitu taksi melaju meninggalkan tempatnya berdiri, Putri yang mengingat harus segera mengantarkan makan siang, segera meraih 20 kotak makanan yang diikat menjadi dua tersebut dan menyeberang jalan.


Namun, ia seketika membulatkan mata begitu melihat kendaraan melaju sangat kencang menuju ke arahnya dan karena tidak sempat untuk berlari menghindar, seketika tubuhnya melayang ke atas ketika dihantam oleh mobil berwarna hitam.


Rasa sakit teramat sangat dirasakan ketika tubuhnya dihantam kendaraan yang melaju dengan sangat kencang tersebut hingga membuatnya jatuh terguling sejauh beberapa meter dengan kotak makanan yang sudah bernasib nahas dan hancur.


Bahkan saat ini terlihat tubuh Putri terkapar di jalanan dan membuat lalu lintas kendaraan seketika macet.


Saat merasa nyawanya sudah tidak tertolong dengan tubuh yang luar biasa menahan kesakitan saat terhempas mobil dan sudah bersimbah darah, Putri kini seolah merasa seperti mengalami kilasan dari semua perjalanan hidupnya.


Mulai dari masih kecil, remaja, menjadi istri Bagus dan juga Arya. Lalu mengingat putranya yang selama ini menjadi pusat dunianya.


'Tuhan, jika ini menjadi akhir hidupku, lindungi putraku yang sudah tidak punya siapa-siapa di dunia ini,' lirih Putri yang saat ini perlahan memejamkan mata dan kehilangan kesadaran.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2