
Putri yang tadinya ingin memejamkan mata saat merasakan ledakan gairah membuat tubuhnya memanas atas perbuatan pria yang semakin bergerak liar tersebut.
Hingga menghantam dengan sensasi kenikmatan luar biasa saat pria itu semakin mempercepat gerakan.
Suara bernada tegas yang masih penuh dengan kendali diri, benar-benar seolah menghancurkan hidupnya saat ini.
Ia benar-benar menjadi wanita lemah dan patuh. Hingga menuruti semua yang diperintahkan oleh pria yang benar-benar menyiksanya dengan sebuah kenikmatan.
Deru napas memburu, debaran jantung tidak beraturan dan juga hawa panas dari tubuh sosok pria yang masih intens mengunci pandangannya, membuat Putri benar-benar terbuai.
Bahkan saat ini, ia larut dalam definisi orgasme yang luar biasa. Hingga membuatnya merasa seperti mau meledak di tepi jurang terdalam.
Ia saat ini merasa tenggelam dalam sejuta kenikmatan yang hampir membuatnya mati dalam puncak gairah.
"Jangan berhenti. Aku tidak akan memejamkan mataku karena hanya akan menatapmu. Lanjutkan dan buat aku gila!" lirih Putri dengan suara serak yang menandakan bahwa saat ini hanya dikuasai oleh gairah yang membakar tubuhnya.
Sudut bibir Arya seketika melengkung ke atas, membentuk senyuman menyeringai karena lagi-lagi berhasil menaklukkan wanita yang terlihat lemah dan semakin cantik dengan wajah memerah saat dikuasai oleh gairah.
"Apakah dengan begini, nikmat, Sayang?" Kemudian Arya menghantam dengan gerakan sangat kuat.
Hingga membuat wanita yang berada dalam kuasanya tersebut seketika menjerit dan semakin membuatnya bersemangat untuk memacu diri.
"Sialan, aku benar-benar menyukainya!" umpat Putri yang kini merasakan sensasi luar biasa pada bagian intinya dan suara rintihan, serta desahannya mulai mendominasi ruangan tersebut.
Kali ini, ia kembali meledak saat mencapai puncak kenikmatan dan merasa telah terbang ke nirwana yang mengirimkan sejuta denyut kenikmatan. Hingga terdengar suara jantungnya berdetak melebihi batas normal.
Sementara itu, Arya yang masih tidak berhenti, terus memacu dengan ritme teratur, mencengkeram sangat kuat kedua lutut wanita yang terdengar sangat seksi saat mengatakan menyukainya dengan penuh gairah dan suara parau.
"Nikmati saja semuanya, Sayang."
Putri yang baru saja menormalkan deru napasnya setelah mencapai ******* untuk beberapa kali, gara-gara perbuatan pria yang masih tidak berhenti mengirimkan denyut kenikmatan.
Bahkan kali ini, ia mulai merasakan kenyerian luar biasa dan rasa panas menjalar di seluruh tubuhnya.
"Aku akan menikmatinya," lirih Putri masih dengan suara parau dan tidak berkedip menatap ke arah pria dengan paras tampan tersebut.
Baru saja ia selesai berbicara, Putr kembali menjerit saat Arya makin menyiksanya dengan bergerak liar.
Kali ini, ia tidak bisa menahan diri karena sudah memejamkan kedua mata untuk menikmati sensasi yang dikirimkan oleh pria yang makin berbuat gila padanya.
Gerakan begitu liar dan cepat itu tentu saja diketahuinya bahwa Arya telah mencapai puncak kenikmatan saat umpatan yang terdengar sangat seksi di telinganya mulai membelai indra pendengarannya.
Ia pun membuka mata karena ingin melihat bagaimana ekspresi dari seorang pria yang telah membuatnya gila.
__ADS_1
Geraman parau dan sorot mata tajam dan merasakan tubuh kekar itu menegang saat meledakkan cairan kenikmatan di dalam rahimnya. Tidak hanya itu saja, bahkan ia mendengar suara parau itu tengah menyerukan panggilan sayang padanya.
"Sayang, kamu benar-benar luar biasa."
Arya yang baru saja mencapai puncaknya, kini langsung menjatuhkan tubuhnya dan meraup bibir sensual yang sangat ingin diciumnya dari tadi.
Ia pun langsung menyesap dan mengeksplore seluruh rongga mulut wanitanya. Beberapa saat kemudian, ia melepaskan dan menempelkan dahinya.
Putri yang tadinya masih tidak berkedip menatap wajah dengan rahang tegas itu, kini melingkarkan tangannya untuk memeluk erat tubuh kekar yang masih menyatu dengan tubuhnya.
Merasakan degup jantung dan hawa panas
saat berada dalam kungkungan seorang pria yang diakuinya memiliki kemampuan hebat untuk membawa segala kerapuhan dan kelemahan yang ia miliki ke permukaan.
Bahkan saat ini, tangannya menegang dalam kuasa seorang pria dengan tubuh kekar berotot penuh dengan sejuta pesona tersebut.
Emosi yang kini seolah meningkat dalam dirinya terjadi karena **** yang selama ini tidak pernah membuatnya puas telah menyentuhnya secara emosional.
Bahkan saat ini, melupakan bahwa ia merupakan istri dari pria lemah yang selalu mengecewakannya di atas ranjang, tak lain adalah Bagus.
Pria yang hampir sepuluh tahun menjadi suaminya dan telah membuatnya melahirkan dua anak.
Saat di dekat Arya, ia merasa menjadi seorang wanita yang sangat dipuja tersebut.
Ia bahagia karena mendapatkan semua yang diinginkan dari pria yang sudah membuatnya merintih dan mendesah dengan meledak di kolam hasrat saat meraih puncak kenikmatan.
Hingga kulitnya memanas saat ia memilih menyusup ke dalam pelukan pria itu. Tanpa berpikir sesuatu karena merasa telah kehilangan akal sehatnya saat Arya menghantamnya dengan sejuta kenikmatan beberapa saat lalu.
Sementara itu, Arya merasa sangat puas karena telah berhasil meledakkan bukti kenikmatannya, sekaligus menjadi seorang pemenang sejati.
Ia telah berhasil memiliki wanita yang diincarnya. Hingga sibuk mendesah dan melenguh panjang berkali-kali meneriakkan namanya.
Arya yang masih belum sepenuhnya puas, masih ingin terus bercinta dengan Putri yang telah berhasil membuatnya merasakan puncak kenikmatan untuk pertama kalinya dengan meledakkan benihnya di rahim wanita yang masih polos di bawahnya tersebut.
Ia kini kembali menunduk dan mencium bibir sensual yang sudah dianggapnya candu tersebut.
Dengan saling menyentuh dan saling mencicipi, serta membelai intim yang diiringi ******* dan menghiasi ruangan kamar hotel dengan posisi tanpa jarak dan tanpa pelindung satu pun.
Bahkan Arya kembali membuat wanitanya tergila-gila padanya dan ditunjukkan oleh napas tersengal saat ia menarik diri.
Untuk beberapa saat, ia berhenti karena ingin melihat dengan jelas wajah memerah yang menurutnya terlihat sangat cantik dan seksi.
Awalnya, Putri ingin menikmati sensasi memabukkan yang dikirimkan oleh Arya dengan memejamkan mata.
__ADS_1
Namun, suara parau itu terasa menggelitik di telinga. Membuatnya terpaksa membuka kelopak mata dan ber-sitatap dengan iris berkilat yang seolah sanggup menenggelamkannya saat ini juga dalam ledakan gairah.
Putri merasa seperti berada di alam mimpi saat berada dalam kuasa seorang pria tampan yang baru ditemuinya. Dari dulu, tidak ada dalam kamus hidupnya, akan berselingkuh dan mengkhianati ikatan pernikahan.
Namun, semuanya hancur lebur saat bertemu dengan pria yang masih menatapnya dengan tatapan parau dan intens. Apalagi ia saat ini merasakan jemari dengan buku-buku kuat tersebut melarikan diri ke sela-sela rambutnya dengan penuh kelembutan.
"Aku benar-benar sudah gila," lirih Putri yang kini mengarahkan tangannya untuk mempelajari tulang pipi dari wajah dengan pahatan sempurna penuh pesona tersebut.
Arya yang kali ini hanya terkekeh geli menanggapi ekspresi wajah wanita di hadapannya tersebut, terlihat sangat menggemaskan. Hingga ia kini kembali meraup bibir sensual itu.
Seolah ingin semakin menggoda tanpa ampun dan terus meneriakkan namanya.
Sebenarnya Putri menyadari tatapan pria itu memanas saat menyapu seluruh tubuhnya, sehingga kulitnya seperti tergelitik dan menimbulkan gelenyar aneh di setiap urat syarafnya.
Ciuman memabukkan yang kini semakin bertambah liar dari pria itu, seolah membuat detak jantungnya hampir meledak dengan deru napas memburu.
Awalnya ia merasa sangat kecewa saat Arya menarik diri dengan melepaskan pagutannya. Namun, itu hanya berlangsung dalam beberapa detik saat Arya menggantikannya dengan menggoda puncak yang menegang miliknya.
Hingga untuk kesekian kali,membuat tubuhnya seketika melengkung ke atas.
Seolah ingin semakin mendekat dan membiarkan Arya terus menerus mencicipi setiap sudut tubuhnya.
Ia menggigit bibir untuk mencoba menahan kendali dirinya agar tidak sampai menjerit kecil atau mengerang keras atas perbuatan Arya yang masih sibuk memainkan ujung yang menegang itu.
Sedangkan tangan kanan menangkup yang satunya, hingga membuat napasnya tersengal.
Kali ini, ia tidak bisa menuruti perintah dari pria yang tadi menyuruhnya untuk membuka mata karena saat ini kembali memejamkan kelopak mata.
Ia merasakan otaknya seakan meleleh tanpa bisa berpikir jernih atau menganalisis karena saat ini hanya ingin merasakan setiap sensasi kenikmatan yang menghantam tubuhnya.
Putri merasa tidak akan mampu melarikan diri atau pun menolak ketika kuasa bahu lebar itu memblokir semuanya.
Ia malah asyik menyambutnya dengan mengulurkan tangan dan menggapai ke sekeliling punggung kokoh nan lebar itu dengan jemarinya untuk semakin meluncur di atas otot-otot yang sangat kencang.
Ia kembali menggigit bibir saat Arya yang beberapa saat lalu menjeda permainan panasnya, kini berubah liar dengan melanjutkan pergerakan dan membuatnya mencengkeram erat dengan pahanya.
Seolah menjebak dan tidak akan pernah melepaskannya.
Sementara itu, Arya yang kali ini merasa sudah cukup menyiksa Putri yang ada di bawahnya.
Kini, ia kembali menggapai ke bawah punggung dan melengkungkan tubuh itu semakin ke atas. Hingga menempel dengan kulit putih mulus tersebut.
Kemudian terus mendorong dengan irama yang stabil setelah kembali berhasil menyatukan tubuhnya dan ingin membuat wanitanya sulit bernapas karena sibuk merintih dan mendesah ketika merasakan kedahsyatan puncak kenikmatan yang telah dikirimkannya berkali-kali.
__ADS_1
'Putri, kamu sangat luar biasa. Aku tidak akan pernah melepaskanmu hari ini,' gumam Arya dengan tatapan menyeringai saat bergerak liar di atas tubuh wanita yang kini kembali mendesah dengan suara seksi menghiasi ruangan kamar hotel.
To be continued...