Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
122. Kandang tikus


__ADS_3

Sementara itu, Arya yang dari tadi sibuk pada segitiga di hadapannya, refleks tersenyum smirk karena telah berhasil mengalahkan Putri.


Tentu saja ia langsung menuruti keinginan wanita yang langsung membuka lebar-lebar kedua kaki dan membiarkan ia mengeksplore di bawah sana.


"Keluarkan padaku, Sayang."


Arya yang terlebih dulu menyingkirkan penutup pada bagian favoritnya tersebut, kemudian langsung sibuk di sana dan kembali tersenyum smirk saat merasakan pergerakan Putri ketika melengkung dan menggeliat karena perbuatannya.


'Tadi berlagak menolak, tapi sekarang asyik bergerak seperti cacing kepanasan,' gumam Arya sambil terus membuai Putri dengan menyesap habis di sana.


Hingga terlihat gerakan seksi dan suara parau yang menandakan Putri saat ini dikuasai puncak gairah.


Saat ini, Putri sudah menarik helai rambut hitam berkilat milik pria di bawahnya yang semakin membuatnya merasa seperti melayang tinggi ke awang-awang. Bahkan ia yang kini menundukkan kepala untuk melihat pria di bawahnya tidak berhenti melakukan penyiksaan manis padanya.


Tidak hanya itu, wajahnya semakin memerah kala semakin meledak dalam sensasi kenikmatan luar biasa yang dikirimkan oleh Arya hingga membuatnya menggigit bibir bawahnya.


"Arya, aku mau ...."


Putri tidak bisa melanjutkan perkataannya ketika ia kali ini sudah berada di puncak kenikmatan dan mencapai orgasme spektakuler seperti biasa yang dikirimkan oleh pria yang semakin menyesap di sana.


Seperti biasa, Putri menjerit kecil kala Arya telah mengantarkannya pada puncak kenikmatan dan membuat ledakan gairah membuat seluruh urat syarafnya menegang.


Ia sadar bahwa pria yang sangat dicintainya tersebut selalu mengirimkan denyut kenikmatan spektakuler yang membuatnya benar-benar meledak di tepian jurang yang membuatnya merasa sangat bahagia karena selalu merasa puas.


Kenikmatan yang selama ini sudah lama tidak dirasakan olehnya bersama pria yang tak lain adalah Bagus. Hingga membuatnya memilih untuk berselingkuh dengan pria yang merupakan ayah dari janin yang dikandungnya.


Sementara itu, Arya yang kini baru saja menelan erangan-erangan Putri ketika mencapai puncaknya, seketika melepaskan kuasa dan memilih untuk berdiri di hadapan wanita yang baru saja ******* tersebut.


"Sekarang giliranmu, Sayang."


Setelah mengungkapkan kalimat ambigunya, Arya ingin Putri melakukan hal sama.

__ADS_1


Tentu saja saat ini, bukti gairah yang mulai menjalar di seluruh tubuhnya ditandai dengan sesuatu yang sudah menegang dan mulai keluar dari sarangnya.


"Lakukan apapun yang kau mau, Sayang," ucap Arya kini sudah bergerak semakin mendekat.


Arya menginginkan Putri melakukan hal sama seperti biasa karena ia tahu bahwa wanita di hadapannya tersebut sangat lihai melakukannya.


Sementara, itu, Putri yang kini mengerjapkan mata begitu melihat bukti gairah Arya di depan mata, kini mematuhi perintah.


Ia sudah lama tidak merasakan urat menegang yang panjang itu menghantam dinding pertahanannya hingga membuat sesuatu di bawah sana berkedut, seolah berteriak agar senjata itu segera masuk ke sarangnya.


"Aku sangat merindukannya," ucap Putri yang kini mulai menunduk dan berniat untuk melakukan keinginan Arya.


Namun, baru saja ia hendak membuka mulut, merasakan perutnya seperti diaduk-aduk dan mual. Menyadari bahwa ia akan muntah, refleks langsung mendorong tubuh kekar penuh simpul otot perut yang menyilaukan mata tersebut.


Kemudian berlari ke kamar mandi sambil membekap mulut. Tentu saja begitu berada di dalam kamar mandi, ia sudah berjongkok dan memuntahkan seluruh isi perutnya hingga membuat perutnya kram.


Tidak hanya itu saja, seperti biasa, kali ini, bulir bening menghiasi bola matanya saat muntah-muntah dan seketika membuat tubuhnya lunglai dan kehilangan tenaga.


Ia masih berjongkok di kamar mandi dan membersihkan muntahannya. Awalnya ia berpikir bahwa Arya akan mengejarnya ke kamar mandi dan memijat tengkuknya seperti yang dilakukan oleh Bagus ketika hamil dulu.


Namun, sampai ia selesai membersihkan muntahannya dan berkumur-kumur, sama sekali tidak ada tanda-tanda Arya datang menghampirinya.


'Kenapa Arya sama sekali tidak peduli saat aku muntah-muntah? Kenapa tidak menyusulku ke kamar mandi? Apa ia tidak khawatir pada keadaanku yang lemas ini? Seandainya Arya perhatian seperti yang dilakukan oleh Bagus saat aku hamil, pasti tidak akan kecewa seperti ini?'


Putri yang kali ini menyadari bahwa ia tidak boleh membandingkan dua pria yang memiliki karakter berbeda dan harus menerima pilihannya.


'Dasar bodoh! Bagus dan Putri adalah orang yang berbeda. Jangan membandingkan mereka karena dua pria itu memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak bisa disamakan. Meskipun aku sangat berharap Arya perhatian padaku ketika sedang membutuhkannya saat muntah-muntah seperti ini,' lirih Putri yang kali ini mulai berdiri dan berjalan keluar dari kamar mandi.


Namun, ia sangat terkejut ketika melangkah keluar, melihat Arya dengan wajah memerah. Bahkan ia sudah memegangi dadanya.


"Kamu benar-benar membuatku terkejut, Arya."

__ADS_1


Sementara itu, Arya yang tadi merasa sangat kesal karena saat ia sudah bergairah, tidak kunjung menyalurkan hasratnya karena Putri yang muntah-muntah.


Bahkan ia yang tadi menunggu Putri kembali, tetapi tidak kunjung datang juga, membuatnya menyusul untuk bertanya.


Begitu melihat sosok wanita yang ditunggunya telah keluar dari kamar mandi, refleks ia langsung membungkuk untuk meraup tubuh ramping itu hingga sudah berpindah ke atas lengan kekarnya.


"Di mana kamarmu? Kita harus melanjutkan sesuatu yang tertunda karena sekarang kepalaku rasanya mau pecah saja," ucap Arya dengan wajah memerah karena dikuasai oleh gairah.


Sementara itu, Putri yang masih merasa lemas setelah muntah-muntah, merasa takut jika ia sampai mengecewakan Arya ketika bercinta dengannya.


Putri kali ini benar-benar sangat lemas dan tidak mungkin bisa bergerak liar seperti biasanya karena mengetahui bahwa Arya lebih suka ketika ia berada di atas.


'Aku benar-benar tidak punya tenaga sekarang. Bagaimana jika Arya kecewa padaku dan mencari wanita lain untuk memuaskannya. Apalagi ia memiliki libido yang tinggi seperti pria hiperseks karena tidak pernah puas menikmati tubuhku ketika bercinta denganku sampai beberapa ronde.'


Berbagai macam pertanyaan dan kekhawatiran kini bercampur menjadi satu, membuat Putri memilih untuk mengungkapkan semuanya.


"Arya, aku benar-benar tidak punya tenaga sekarang. Kamu saja yang diatas karena aku tidak bisa melakukannya sekarang. Kamu tidak akan mencari wanita lain yang pintar bergoyang, kan?"


"Astaga!" Arya yang masih menggendong tubuh seksi Putri, kini hanya geleng-geleng kepala begitu berhasil masuk ke dalam ruangan kamar berukuran sempit dengan ranjang tipis yang sudah dipastikan akan membuat tubuhnya sakit semua ketika tidur di sana.


Refleks ia merebahkan tubuh Putri di sana dan mood-nya tiba-tiba berubah buruk.


"Tiba-tiba gairahku hilang sekarang," ujar Arya yang kini memijat pelipisnya saat melihat ruangan kamar yang tidak lebih besar dari kamar mandi di rumahnya.


Sementara itu, Putri yang merasa sangat bersalah karena berpikir ia yang telah membuat mood Arya berubah buruk.


"Maafkan aku. Jangan marah padaku dan jangan berselingkuh dariku."


Sementara Arya lagi-lagi hanya menatap kesal wajah pucat sosok wanita yang sudah bangkit berdiri dari ranjang dan memeluknya.


"Aku tidak akan betah berlama-lama di sini. Kamar ini benar-benar seperti kandang tikus."

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2