Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
83. Balasan dari perbuatan dosa


__ADS_3

Putri yang kini berdiri di depan rumah kontrakan, mengembuskan napas panjang sebelum masuk ke dalam.


Meskipun hari ini sangat lega karena Arya yang awalnya tidak mau mengakui janin yang dikandungnya adalah darah dagingnya, tapi setelah menjelaskan bahwa ia sangat jujur dan tidak berbohong karena tidak pernah bercinta lagi dengan sang suami setelah melakukan hubungan **** dengan sang kekasih.


'Semoga besok Arya memenuhi janjinya untuk memperkenalkan aku pada orang tuanya dengan mengajakku ke rumahnya,' gumam Putri yang saat ini tengah melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke dalam rumah.


Ia kini mengedarkan pandangan ke sekeliling untuk mencari keberadaan putranya yang tadi menangis tersedu-sedu di telpon.


"Putraku, Sayang!"


Putri yang berteriak untuk memanggil dan membuka ruangan kamar, sama sekali tidak menemukan putranya yang dicari, sehingga kini sudah mengganti pakaiannya dan membersihkan diri di kamar mandi sambil sesekali memijat pelipis.


Tidak hanya itu saja, baru saja ia masuk ke dalam kamar mandi, langsung merasa mual dan perutnya seperti diaduk-aduk, sehingga tidak lama kemudian sudah mengeluarkan semua isi perutnya.


Wajahnya yang pucat serta tubuh lemas, membuat Putri yang dari tadi memilih untuk berjongkok, masih diam karena merasa sangat lemas.


"Aku sangat membenci efek trimester pertama karena selalu muntah-muntah hingga membuat perutku kram!" umpat Putri yang beberapa saat kemudian merasakan tubuhnya sudah sedikit lebih baik dan segera berkumur-kumur untuk membersihkan bekas muntahannya.


Kini, ia yang baru selesai melakukan ritualnya, berjalan keluar dan ingin mengambil air minum di mesin pendingin. Semenjak ia hamil, ingin makan dan minum sesuatu yang dingin dan segar.


Ia bahkan malas makan karena selalu muntah-muntah. Tidak ingin terjadi sesuatu hal buruk pada kandungannya, Putri memilih untuk minum obat yang tadi diberikan dokter setelah mengambil nasi sedikit dan sayur tidak pedas yang tadi dibeli oleh suaminya.


Setelah bertengkar pagi tadi dengan sang suami yang mengetahui ia telah hamil benih pria lain, Putri seharian diam di kamar dan menyuruh Bagus mengurus putranya.


Akhirnya ia melihat sang suami tidak pergi bekerja dan mengurus putranya. Hingga saat ia melihat Bagus pergi keluar untuk membeli sayur, ia pun pergi diam-diam untuk menemui Arya demi memberitahu tentang kehamilannya.


Kini, Putri yang sudah duduk di meja makan, menikmati makan malamnya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan berukuran sempit tersebut.

__ADS_1


"Sebentar lagi, aku akan meninggalkan semua kesengsaraan ini. Tidak akan ada lagi penderitaan mengenai istri seperti pelayan karena aku akan menjadi nyonya rumah di istana Arya.


"Pasti kontrakan ini tak jauh lebih besar dari ruang dapur milik keluarga Arya. Seperti yang kulihat di televisi, rumah para orang kaya sangat luas dan megah dan dilengkapi furniture mahal."


Meskipun Putri sebenarnya sangat tidak berselera untuk makan, tetap menikmatinya karena ingin janin yang dikandungnya sehat karena merasa itu adalah aset berharga yang harus dijaganya dengan baik.


Berpikir bahwa itu akan mengubah kehidupannya menjadi seorang istri dari putra konglomerat.


Bahkan Putri sudah beberapa kali mengusap lembut perutnya yang masih datar sambil tersenyum.


"Sehat-sehat di sana, Sayang karena kamu adalah cucu dari seorang pengusaha sukses di Jakarta. Kamu akan membuat kehidupan ibu berubah menjadi lebih baik, Sayang. Ibu akan selalu menyayangimu."


Sementara di sisi lain, yaitu tak jauh dari kontrakan, sosok pria yang tak lain adalah Bagus tengah menggendong putranya yang tadi ia ajak pergi ke toko mainan.


Karena menangis tersedu-sedu dan tidak bisa diam karena mencari ibunya, Bagus memilih untuk membelikan mainan dan es krim kesukaan putranya.


"Bagus, berhenti sebentar! Ada yang ingin kutanyakan padamu," ucap wanita dengan tubuh agak gemuk yang langsung keluar dari rumah begitu melihatnya.


"Iya, ada apa. Tumben sekali," ucap Bagus yang kini masih menggendong putranya yang sudah asyik memainkan pistol mainan dengan wajah berbinar.


Kini, wanita yang sangat penasaran dengan siapa Putri tadi pulang dengan diantar mobil mewah yang ditebaknya sangat mahal harganya, langsung bertanya pada Bagus.


"Tadi Putri pulang diantarkan seorang pria dengan mobil mewah. Memangnya siapa pria itu? Apa istrimu memiliki saudara jauh kaya raya? Dilihat dari mobilnya saja tadi sudah jelas membuktikan bahwa pria tampan itu sangat kaya."


Bagus yang merasa sangat terkejut karena tidak pernah berpikir bahwa Putri akan terang-terangan untuk membawa pria yang merupakan ayah dari janin yang dikandung istrinya ke kontrakan.


'Putri benar-benar sangat keterlaluan. Bahkan ia sama sekali tidak merasa malu dengan perbuatannya dan malah sengaja mengajak pria itu ke kontrakan kami.'

__ADS_1


'Apa ia sengaja ingin memperlihatkan padaku, mempunyai seorang selingkuhan pria kaya dan tampan?' umpat Bagus yang tengah menahan kemurkaan di dalam hati.


Ia menyembunyikan perasaan sebenarnya dengan mengulas senyuman pada wanita yang sangat terkenal menjadi ratu gosip di sana.


"Iya, itu adalah anak dari saudara jauh istriku dan mereka dari kecil sangat dekat, sehingga terbiasa pergi bersama-sama berdua. Aku pergi dulu karena putraku tadi belum makan malam."


Tanpa menunggu jawaban dari sosok wanita yang ada di hadapannya, kini Bagus berjalan menuju ke arah kontrakan karena ia ingin sekali segera menanyakan kebenaran dari kabar yang baru saja didengarnya.


'Mungkin sebentar lagi, rumah tangga kami akan menjadi bahan gunjingan para tetangga. Putri, kenapa kamu sama sekali tidak merasa malu pada perbuatan burukmu. Apa hati nuranimu sudah hilang saat ini dan lebih mengedepankan nafsu semata?'


Begitu Bagus sampai di rumah kontrakan, langsung masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun karena ingin bertemu dengan Putri.


Begitu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling area dalam rumah, melihat wanita yang masih sangat dicintai sedang duduk di kursi ruang makan.


Karena tidak ingin putranya melihat pertengkarannya, memilih untuk menurunkan di atas kasur lantai dan membiarkan bermain.


Kemudian langsung menghampiri Putri yang terlihat baru saja meminum obat karena ada beberapa obat di atas meja, membuat Bagus bisa menebak itu untuk apa.


"Apa pria itu yang menemanimu memeriksakan kandungan dan membuatmu sangat tidak tahu malu dengan menyuruh selingkuhanmu mengantarkan ke sini? Kenapa kamu bisa seperti ini?"


Sementara itu, Putri yang baru saja selesai meneguk air putih setelah minum vitamin untuk wanita hamil, sama sekali tidak tertarik untuk berdebat dan berteriak karena masih merasakan tubuhnya sangat lemas dan kepala pusing.


"Itulah alasanku untuk memintamu segera menceraikanku, agar kamu tidak merasa malu pada para tetangga."


Jawaban singkat dari wanita yang terlihat bangkit dari kursi, membuat Bagus kini merasa sangat marah dan menahan kedua sisi lengan istrinya, serta mengarahkan tatapan tajam.


"Sadarlah Putri! Kamu akan mendapatkan balasan atas dosa-dosamu. Aku tidak ingin itu terjadi padamu."

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2