
Beberapa saat sebelum Jack dan Bagus datang ke rumah keluarga Amira Tan....
Setelah mengetahui di mana club yang menjadi tempat awal mula sang kakak ipar berakhir dengan dibawa oleh pria tidak dikenal hingga belum kembali sampai sekarang.
Bagus saat ini menuju ke tempat yang notabene dipenuhi oleh orang-orang yang suka menghamburkan uang dengan menikmati minuman keras, serta meliukkan badan dari alunan musik menghentakkan yang merupakan kelihaian seorang DJ.
Bagus sudah masuk ke dalam club dan mengamati salah satu bartender yang berdiri di dekat mesin minuman, serta berbagai macam bentuk botol minuman beralkohol di dalam rak.
Ia memilih untuk segera bertanya. Kini ia sudah menaikkan nada suara karena beradu dengan suara musik DJ yang memekakkan telinganya.
"Maaf, aku ingin bertanya padamu."
Pria muda berseragam hitam yang mengetahui bahwa pria dengan seragam taksi tersebut berbicara padanya. Tentu saja pria itu tidak mungkin akan minum karena gaji seorang sopir taksi tidaklah besar.
Ia pun berjalan menghampiri dan menganggukkan kepala, serta mengatakan pada pria yang dikenal tersebut untuk mengungkapkan tujuan datang ke tempat yang mayoritas dikunjungi oleh para anak muda.
"Aku ingin bertanya tentang pria yang bekerja sebagai bartender. Aku memang tidak mengetahui namanya, tetapi yang jelas adalah pria itu setelah membawa kabur seorang wanita baik-baik."
"Wanita itu adalah kakak iparku dan sampai sekarang belum pulang juga. Keluarga dan semua orang yang dekat dengan wanita itu, sangat khawatir dan sudah mencari keberadaan mereka. Namun, seperti menghilang ditelan bumi karena saudaraku menghilang tanpa jejak bersama dengan bartender itu."
"Apakah kau mengetahui alamat atau nomor telepon bartender itu?"
Pria yang juga bekerja sebagai seorang bartender tersebut, kini memilih untuk melindungi privasi dari sahabatnya karena mengetahui bahwa saat ini yang dimaksud oleh sang sopir taksi di hadapannya tersebut tak lain adalah Noah Martin.
Semua itu diketahuinya dari salah satu rekan yang bekerja di shift malam. Bahwa Noah Martin semalam melakukan hal baik dengan mengantarkan wanita yang hampir saja dibawa oleh beberapa pria.
__ADS_1
Sebenarnya ini adalah pertama kalinya seorang Noah Martin berbuat nekad seperti ini karena biasanya hanya melindungi sebatas mengancam pria yang membuat onar dengan mengganggu wanita yang merasa tidak nyaman tersebut.
Bahkan ia merasa sangat terkejut ketika mendengar dari temannya. Kini, ia hanya menggelengkan kepala karena tidak berniat untuk menceritakan tentang perihal Noah Martin.
"Maaf, aku tidak bisa mengatakan apapun. Lebih baik Anda kembali saja ke sini nanti malam. Pasti akan bertemu dengan yang Anda sebutkan."
Merasa tidak ada yang bisa membantunya untuk mengetahui informasi mengenai pria bernama Noah Martin tersebut, kini Bagus memilih untuk mencari orang lain.
Ia sudah sibuk bertanya pada beberapa orang pegawai di club tersebut, tetapi seperti semuanya sangat kompak dan tidak ingin memberitahukan tentang alamat yang menjadi tempat tinggal sang bartender yang membawa Amira Tan.
Hingga tanpa sengaja ia bertemu dengan pemilik dari club karena bertabrakan ketika keluar dari sana saat ingin menyerah mencari.
Bagus menceritakan tentang Noah Martin dengan beberapa pertanyaan pada pria tersebut.
Kemudian ia dapatkan beberapa informasi penting mengenai sosok pria yang bersama dengan Amira Tan.
Ia berencana untuk menunggu hingga sampai pulang ke rumah karena merasa yakin jika pria tersebut tidak akan kabur saat memiliki pekerjaan.
Hingga setengah jam kemudian, ia sudah berada di area tempat tinggal Noah Martin. Setelah turun dari mobil, kini ia mengedarkan pandangan ke arah sekitar tempat tinggal pria itu.
Bahkan ia sudah beberapa kali mengetuk pintu, tetapi yang terjadi adalah sama sekali tidak ada jawaban dan bisa dipastikan rumah tersebut kosong tidak berpenghuni.
"Aku saat ini sedikit lega karena pemilik dari club tersebut sangat memuji bartender itu karena menyelamatkan para wanita yang mendapatkan pelecehan seksual dari para lelaki."
Meskipun club malam identik dengan kehidupan gelap, tetapi entah mengapa banyak orang yang menyukai masuk ke dalam ruangan dengan cahaya remang-remang dan lampu tidak terang tersebut.
__ADS_1
Seperti yang tadi dilakukannya, ia bukanlah seorang pria yang gemar minum-minuman beralkohol, serta tidak suka menggoda para wanita. Jadi, pikirannya sudah tidak seperti beberapa saat lalu, ketika sangat mengkhawatirkan keadaan Amira Tan.
Bagus memilih untuk mendaratkan tubuhnya di lantai teras rumah. Ia berharap sebentar lagi akan bertemu dengan pria itu. Hingga beberapa menit telah berlalu, tetapi tidak ada tanda-tanda jika sang pemilik rumah kecil tersebut pulang.
Namun, beberapa saat kemudian, suara motor menusuk indra pendengarannya, kini membuat ia seperti kapan kita berdiri karena merasa yakin jika pria yang baru saja mematikan mesin motor tersebut bernama Noah Martin.
Noah yang baru saja sampai di kontrakan, merasa sangat heran karena ada seorang pria tidak dikenal yang berdiri dihadapan.
"Siapa kamu?" tanya Noah yang saat ini membawa kantong plastik berisi nasi bungkus.
Ia malas berhenti di salah satu tempat makan karena memilih untuk segera beristirahat di rumah. Akhirnya ia berpikir untuk membeli nasi bungkus dan berencana untuk makan di rumah.
"Aku adik ipar Amira Tan—wanita yang semalam kau bawa pergi. Di mana ia sekarang? Apakah sudah kau antarkan pulang ke rumahnya?"
Bagus masih terus berpikir positif pada pria yang terlihat mendaratkan tubuh di kursi sambil melepaskan jaket kulit berwarna hitam, serta helm teropong dengan kacamata berwarna senada tersebut.
Noah Martin kini masih terlihat sangat santai karena merasa bahwa pria yang ada di hadapannya tersebut adalah orang yang baik karena tidak mengandalkan amarah ketika bertanya padanya.
"Kamu sangat berbeda dengan pria yang mengaku kekasih dari wanita bernama Amira Tan tersebut. Semalam aku membawanya ke hotel karena tidak mungkin ke sini. Bahkan tidak ingin mengantarnya ke rumah karena bisa jadi akan ada kesalahan besar yang merugikanku."
"Jika aku babak belur karena dihajar ayah wanita itu, memangnya siapa yang akan menolong atau mengobatiku?"
"Kau benar. Aku ternyata tidak salah menilai seseorang karena sekarang sudah mengetahui bahwa kau sama sekali tidak menyakitinya, tetapi malah menolongnya."
Bagus yang saat ini merasa sangat lega karena sudah menemukan jawaban atas pertanyaan di otaknya, kini berniat untuk berpamitan karena berpikir jika wanita yang telah dikhawatirkan tersebut sudah berada di rumah.
__ADS_1
Namun, ada sebuah mobil berwarna hitam yang berhenti tepat di depan tempat tinggal Noah Martin.
To be continued ...