Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
151. Kepedihan hati


__ADS_3

Sosok yang menutup pintu depan dengan bunyi sedikit kuat adalah Bagus Setiawan— suami pertama Putri.


Ternyata laki-laki itu belum jadi pergi dari kontrakannya karena ada barang yang tertinggal. Ia lupa membawa jaketnya yang berada di kursi depan.


Namun, ketika tadi kembali, justru mendengar percakapan antara Putri dan Arya.


Bahkan juga melihat dari jendela depan, akan apa yang terjadi di antara mereka.


Hatinya sudah memaksa untuk langsung pergi saja dan melupakan jaketnya. Lagipula bukan menjadi masalah jika tidak membawa jaket.


Bukan sebuah kewajiban untuk membawa jaket tersebut. Akan tetapi, otaknya yang memaksanya untuk tetap tinggal.


Kali ini otak mengalahkan hatinya. Ia terlanjur diterpa rasa penasaran akan apa yang terjadi dengan mereka berdua di dalam sana. Ia ingin tahu apa yang akan terjadi sekiranya tidak berada di rumah itu.


Awalnya masih biasa saja dengan percakapan mereka berdua yang menurutnya tidak penting untuk didengar. Ia pun biasa saja dikatai bodoh oleh suami kedua dari Putri.


Tidak sama sekali merasa sakit hati karena tadi Arya sempat bicara bahwa ia bodoh karena terlalu mencintai Putri.


Itu memang fakta, jadi untuk apa marah terhadap sesuatu yang nyatanya adalah fakta?


Katakanlah ia bodoh untuk alasan tersebut, Bagus benar-benar tidak masalah untuk hal itu.


Ia memang bodoh dan mengakuinya hanya untuk yang satu itu. Cinta memang telah membutakan hati dan pikirannya.


'Aku memang masih mencintainya hingga saat ini. Aku tidak akan tega membiarkan Putri hidup menderita. Jadi, semua perkataan Arya tadi memang benar adanya. Aku tidak bisa marah untuk sebuah kebenaran.'


'Sekalipun hal itu dikatakan oleh orang lain yang merupakan suami kedua dari istriku sendiri,' gumam Bagus untuk dirinya sendiri.


Ia juga masih biasa saja dengan semua obrolan mereka. Bagus mendengarkan tanpa mau melakukan apa-apa.


Ia hanya ingin tahu akan sejauh apa percakapan itu berhenti nantinya. Padahal merasakan bahwa feeling-nya mulai tidak enak, tapi tetap bertahan pada posisinya. Hingga pada akhirnya melihat Arya mulai melingkarkan kedua tangan pada bahu Putri dengan mesra.


Tanpa sadar kedua tangan Bagus mengepal kuat. Ingin rasanya ia meninju kaca jendela di hadapannya ini untuk melampiaskan emosi serta rasa cemburunya dari tindakan Arya tadi.

__ADS_1


Namun, tahu bahwa ia tidak bisa melakukan itu karena hanya akan ada masalah yang datang jika sampai kelepasan untuk meluapkan emosi.


Bagus juga tidak mau terlihat seperti seorang pengecut yang mengintip tindakan keduanya dari luar jendela.


Bukan hanya sampai di sana saja, nyatanya Arya juga mencium bibir istrinya itu dengan sangat mesra dan yang sangat menyakitkan untuk dilihat adalah fakta bahwa Putri sama sekali tidak menolak ciuman itu.


Tentu saja Putri tidak akan menolaknya karena mereka berdua sudah menjadi suami istri.


Hatinya pedih sekali melihat adam dan hawa di dalam sana sibuk menertawakan kalimat aneh mereka.


Luka di dalam hatinya yang sudah terbentuk kian melebar hingga membuatnya benar-benar tidak sanggup lagi menahannya.


Kedua tangannya bahkan sampai mengepal lebih kuat hanya dengan melihat hal itu saja. Apalagi jika ia sampai melihat secara langsung istrinya tidur dengan Arya.


Bisa-bisa menjadi sangat hancur dan mungkin juga ia akan langsung memilih pergi dari rumah.


'Kenapa kamu tega sekali melakukan ini? Kenapa kamu tega sekali mengkhianatiku seperti ini? Tidak bisakah kamu meninggalkannya dan kembali pada keluarga kita? Aku berjanji akan berubah lebih baik untukmu.'


'Aku berjanji untuk memberikan apapun yang kamu inginkan. Bahkan berusaha sekuat tenaga. Jadi tolong tinggalkan dia!'


Air mata itu meluncur bebas melewati pipinya. Menjadi bukti nyata bahwa saat ini ia benar-benar sangat terluka.


Memang tidak ada kata lagi yang terucap, tidak ada permohonan yang bisa ia katakan secara langsung kepada wanita di dalam sana.


Apalagi ia tidak memiliki cukup nyali untuk meminta wanitanya itu kembali.


Ia tahu bahwa dirinya telah mengecewakan. Tidak mungkin Putri meninggalkannya tanpa sebuah alasan.


Namun, nyatanya semua perasaan sakit itu hanya akan terus bertumpuk di dalam hatinya. Luka itu akan terus bertambah besar dan tidak akan pernah mengering.


Sakit hati yang ia rasakan tidak akan pernah bisa menghilang jika pada akhirnya Putri memang tak akan kembali bersamanya lagi.


Menurut orang-orang, jika ada seorang pria yang menangis untuk seorang wanita, berarti sangat mencintai wanita tersebut.

__ADS_1


Kalimat itu memang benar adanya karena tangisan Bagus saat ini ia berikan sebagai bukti sangat mencintai Putri.


Bukti bahwa dirinya tidak sanggup melihat Putri harus bersama dengan laki-laki lain.


Puncak dari rasa sakit yang harus Bagus terima pada pagi itu adalah ketika ia mendengar percakapan Putri dan Arya yang mengatakan secara tak tersirat bahwa mereka berdua akan melakukan hubungan intim.


Bahkan semalam ia tidak bisa tidur karena sempat mendengar suara rintihan Putri dari kamar sebelah. Meskipun hanya lirih, tapi tetap saja ia tahu bahwa itu adalah ******* kenikmatan.


Ia tidak bodoh hanya untuk menangkap maksud dari pembicaraan mereka berdua tersebut.


‘Ternyata sesakit ini, ya rasanya dikhianati secara langsung? Putri sudah melakukan ini di belakangku dalam waktu yang lama.'


'Namun, selama ini aku tidak pernah menyadarinya sampai dia sendiri yang mengakui semua perbuatannya. Begitu melihat dan mendengarnya langsung seperti ini, aku jadi tahu sesakit apa rasanya dikhianati.’


Laki-laki itu menghapus air matanya ketika melihat Arya sudah kembali ke kamar utama dan Putri juga masuk ke dalam kamar milik putranya.


Dengan gerakan cepat, Bagus segera membuka pintu dan mengambil jaketnya yang ada di kursi depan.


Ia pun langsung keluar setelah berhasil mendapatkan jaketnya. Namun, seperti ingin meninggalkan sebuah jejak, ia pun dengan sengaja menutup pintu depan dengan gerakan sedikit kasar hingga menimbulkan bunyi yang cukup kuat dan sepertinya akan didengar oleh Putri nantinya.


Akan tetapi, Bagus sudah tidak perduli. Ia sungguh tidak bisa lagi menahan semua rasa sakit di hatinya dan tidak mau lagi berbalik untuk melihat apakah Putri merasa terganggu dengan sikapnya barusan atau tidak.


Bagus yakin bahwa wanita itu pasti akan mengabaikannya dan lebih memilih untuk cepat masuk ke kamar dan melakukan hubungan itu bersama dengan suami keduanya tersebut.


Sekuat apapun perasaan seorang laki-laki, ia pasti akan bisa merasakan yang namanya sakit hati jika sampai mendapatkan pengkhianatan dari orang yang sangat dicintai.


Bukan hanya wanita saja yang dapat merasakannya karena laki-laki juga memiliki perasaan semacam itu.


Sulit untuk menjadi setia, tapi selama ini Bagus hanya melihat Putri tanpa menoleh ke arah wanita lain.


Sayangnya, justru wanita itu yang tidak bisa menjaga hatinya sendiri.


Sang istri yang justru menduakannya dan memilih untuk bersama dengan laki-laki lain.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2