Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
261. Rahasia besar


__ADS_3

Amira Tan yang merasa tidak tega untuk meninggalkan Putri yang tidak berselera makan karena perasaan sedang kacau saat tidak ada suami, akhirnya memilih untuk menemani.


Padahal biasanya ia sangat menghindari makan malam karena tidak ingin gemuk, tetapi tidak berlaku hari ini karena merasa kasihan pada saudara tirinya tersebut, sehingga mengecualikan hari ini dan kini sudah berada di ruang makan.


Tadi ia memaksa Putri untuk makan, tetapi tidak mau dan akhirnya ia menarik pergelangan tangan saudaranya tersebut menuju ke arah ruang makan.


Kini, ia sudah melihat menu rumahan yang pastinya adalah masakan Putri. Kemudian membuka piring dan mengarahkan pada saudaranya tersebut.


"Bukankah tuan rumah biasanya melayani tamu?" Amira Tan sengaja memancing Putri agar bergerak dan usahanya berhasil setelah ia kembali mengungkapkan pendapat.


"Sekarang aku adalah tamu dan kamu harus melayani tamu dengan baik."


Jika perut Putri sudah berteriak untuk meminta diisi, tetapi mulutnya tidak berselera. Namun, paksaan dari Amira Tan membuat ia terpaksa menuruti keinginan saudaranya tersebut.


Kemudian Putri mulai mengambilkan nasi, untuk Amira Tan. Seperti ia yang biasa melakukan itu untuk Arya dan membuatnya seketika merasa sedih. Namun, ia menyembunyikan perasaan berkecamuk di dalam hati dengan melakukan hal sama.


Putri kali ini mengambil nasi cukup banyak dan lauk, serta sayuran. Kemudian mulai menikmati masakannya sendiri karena memikirkan kesehatan bayinya yang harus menyusu.


"Aku sangat lapar karena Xander selalu menyusu beberapa jam sekali. Sepertinya aku harus makan banyak, agar putraku bisa sehat dan gemuk badannya."


Sementara itu, Amira Tan yang baru pertama kali merasakan masakan Putri, beberapa kali mengerjapkan mata karena asyik menikmati makanan yang menurutnya sangat lezat. Meskipun hanya merupakan masakan sederhana.


"Ternyata masakanmu seenak ini rasanya. Apa kamu tidak sadar jika pintar membuat makanan dengan rasa nikmat? Kalau saranku, ini pasti akan cocok untuk usaha catering."

__ADS_1


Putri seketika terkekeh geli mendengar perkataan dari Amira Tan yang menurutnya sangat konyol karena ia hanya bisa masak sederhana, yaitu menu ala rumahan. Bukan masakan mewah dan mahal seperti di restoran mewah.


"Idemu sepertinya sangat menarik, tapi aku punya bayi yang harus diurus. Jadi, mana mungkin membuka usaha catering. Mungkin aku akan membeli sayur yang sudah matang jika Arya tidak pulang ke rumah karena yang makan hanya aku saja."


"Rasanya aku akan sangat malas melakukan apapun saat Arya tidak pulang." Putri seperti terkesan sedang mengungkapkan curahan hati karena pikirannya tidak karuan.


"Lebih baik kamu bersantai dan fokus mengurus putramu. Arya pasti akan memberikan uang belanja cukup besar karena ia akan menjabat sebagai wakil presiden direktur. Kabar itu sudah tersebar, pasti kamu orang pertama yang diberitahu oleh Arya."


Amira Tan kembali melanjutkan makannya dan kali ini berpikir jika Putri pasti mengetahui jika Arya akan menjadi wakil sang ayah.


Hingga jawaban Putri membuatnya semakin yakin jika ada rencana besar yang dilakukan oleh ayah dan anak keluarga Mahesa.


Putri mengangguk perlahan, tanda bahwa tebakan saudara tirinya tersebut memang benar. Bahwa pria yang saat ini sangat dirindukannya itu akan sangat sibuk dengan jabatan baru di perusahaan.


"Jadi, aku harus belajar menjadi seorang istri yang baik dengan mencoba untuk mengerti bahwa ia akan disibukkan oleh pekerjaan. Meskipun aku pun sangat kesepian tanpanya karena sudah terbiasa tinggal bersama selama beberapa bulan terakhir ini."


Ada kegetiran defensif yang terdengar menyayat hati dari suara Putri saat ini, tetapi ia masih melanjutkan kegiatannya untuk menikmati makanan yang sudah tersisa separuh di piring berwarna putih tersebut.


Jika tidak ada Xander yang harus menyusu dan membutuhkan gizi, mana mungkin ia bisa makan saat perasaannya sedang berkecamuk.


Dengan sekuat tenaga, ia berusaha agar bulir air mata tidak membasahi pipi putihnya. Apalagi saat ini ada saudara tirinya.


Putri tidak ingin Amira Tan melihat ia menangis karena merasa sedih ketika Arya tidak tinggal lagi bersamanya.

__ADS_1


Amira Tan sebenarnya merasa iba dan ingin menghibur Putri yang sedang bersedih, tetapi berusaha untuk kuat. Namun, ia tidak pandai untuk menghibur seseorang karena merupakan wanita tertutup yang dari dulu kurang bergaul.


Ia dari dulu sangat arogan dan dingin pada orang lain, sehingga tidak mempunyai teman baik. Hanya Jack yang tidak pernah menjauh, meskipun ia sering mengumpat dan bersikap kasar pada pria itu.


Terkadang ia merasa heran pada Jack yang seperti selalu menempel padanya dan tidak bosan dengan umpatannya. Mungkin jika pria itu tidak gemar mempermainkan perasaan wanita, besar kemungkinan jika ia akan luluh juga.


Namun, ia merasa ilfil karena sering melihat Jack berciuman dengan banyak wanita. Terkadang ia heran, kenapa sering melihat kegiatan intim pria itu ketika berjalan di kampus dulu.


Hingga ia sering mengarahkan pukulan bertubi-tubi pada lengan Jack untuk meluapkan kekesalannya ketika menyampaikan tentang protes, agar pria itu berciuman di tempat tertutup.


Bukan tempat yang sering ia lalui. Saat ia membaca di perpustakaan, taman, kantin, dekat toilet, beberapa tempat itu yang selalu membuat ia tanpa sengaja melihat pria itu berciuman.


Kini, Amira Tan berusaha untuk menghibur sebisanya. "Jika kamu kesepian, telpon saja aku karena jika tidak sibuk dengan pekerjaan, pasti akan datang ke sini untuk menemanimu makan. Jangan lupa masak yang lezat jika menginginkan aku menemanimu."


Sedangkan Putri hanya terkekeh geli saat melihat sikap kaku yang ditunjukkan oleh Amira Tan. Hingga ia mengingat sesuatu dan ingin membahas tentang hal yang ingin diketahui.


"Bagaimana kabar ayahmu? Apakah sehat?"


"Ya, dia sehat. Apa kamu ingin aku membawa ayah ke sini?" Amira Tan selama ini tidak membahas tentang sang ayah karena ada sebuah rahasia besar yang ia tutupi dari semua orang, termasuk Putri.


Hal yang sebenarnya dialami oleh sang ayah dan belum menceritakan pada saudara tirinya tersebut.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2