
Putri seketika terkesiap saat pria yang menjulang di atas tubuhnya mendesak masuk dengan keras. Ia bahkan terlihat memejamkan kedua mata dan mendengar Arya mengeluarkan sebuah geraman yang terdengar sangat seksi itu.
'Aku ingin waktu berhenti hanya sampai di sini,' lirih Putri yang tidak bisa menghentikan kegilaan pria yang sudah berhasil menyatu dengan dirinya.
Seorang pria yang menjebaknya dalam penjara cinta dan tidak bisa membuatnya pergi atau pun berpikir kabur karena ingin hidup normal selayaknya seorang istri yang bahagia baik secara lahir maupun batin.
Bahkan ia kini semakin mendekat dan memasrahkan diri karena terlena dengan kelembutan dari pria yang menurutnya memiliki sejuta pesona tersebut.
"Sayang? Apakah aku menyakitimu?"
Arya merasa sangat khawatir jika perbuatannya yang mendesak masuk dengan sangat kuat tadi menyakiti Putri.
Namun, ia hanya dipenuhi gairah karena saat ini yang memenuhi otaknya hanyalah sebuah kenikmatan tak tertahankan merebak dan menyebar memenuhi seluruh tubuhnya dan menyatu dalam aliran darahnya.
Ini adalah kedua kali ia merasakan sensasi luar biasa yang memabukkan dan membuat ledakan gairah yang melonjak dalam aliran darahnya, sehingga ingin segera menyelesaikan momen penyatuan diri antara dirinya dengan wanita yang sanggup memporak-porandakan perasaannya.
Hidup bersama di dalam satu rumah bersama Putri, membuat ia menyadari bahwa yang saat ini terjadi adalah ingin selamanya hidup bersama wanita itu dalam berbagai kondisi dan berbagi kebahagiaan di sepanjang usianya.
Arya yang melihat Putri menggeleng perlahan, seperti tidak merasakan hal sama sepertinya, tentu saja membuat ia merasa tidak puas, sehingga kali ini ingin memastikan bahwa wanitanya juga menikmati sensasi kenikmatan seperti yang dirasakannya.
Sebenarnya, Putri ingin terus memejamkan kedua mata tanpa melihat wajah dengan rahang tegas dan terlihat sangat seksi itu. Namun, ia menyadari pertanyaan Arya harus segera dijawabnya.
Merasa ingin membuat pria itu segera melanjutkan kegiatannya dan merasakan lebih jauh tentang semuanya, sebelum ia sadar telah kehilangan kendali diri karena saat ini benar-benar sangat lemah.
"Aku tidak apa-apa. Kamu sama sekali tidak menyakitiku," ujar Putri parau dan mencengkeram erat-erat pria itu agar melanjutkan kegiatannya dan berbuat semakin jauh sebelum ia bisa berpikir secara rasional dan menghilang dari pandangan pria yang melelehkan hatinya dengan sensasi kebutuhan luar biasa yang memabukkan.
__ADS_1
Seolah saat ini kesadarannya telah hilang, telah berganti dengan kehilangan kendali diri dan dikuasai oleh puncak hasrat yang menggulungnya hingga jauh ke dalam puncaknya, yaitu ingin merasakan ledakan gairah dari perbuatan yang dilakukan oleh Arya untuk kesekian kalinya.
Cengkeraman kuat yang menjebaknya, seolah meyakinkan Arya agar segera melanjutkan kegiatannya.
Perbuatan wanita yang diketahuinya telah membuatnya di luar kendali dan benar-benar ingin segera menyelesaikan momen penting, yaitu meledakkan puncak gairah dengan wanita yang diinginkannya juga menikmati sensasi luar biasa yang sebentar lagi akan dirasakan.
"Sayang, ingat ini baik-baik. Bagiku, ini bukan hanya nafsu, tetapi adalah sebuah bentuk ungkapan cinta dan ingin mendapatkan penghargaan darimu dengan kamu ikut menikmatinya."
Kalimat bernada manis penuh kelembutan bagaikan sebuah bongkahan es yang melelehkan api di dalam tubuh Putri selama ini.
Seketika, ia larut dalam denyut kenikmatan yang dikirimkan oleh pria yang saat ini menatapnya dengan penuh cinta. Ia bisa melihat tatapan berkilat itu dan berhasil menembus jantungnya. Hingga dengan suara parau dan serak, ia mulai menanggapinya.
"Aku tahu itu karena kamu sangat mencintaiku," seru Putri yang entah mengapa bisa meloloskan kalimat itu dari bibirnya.
Ia berpikir terlalu bodoh karena menganggap definisi cinta yang ditafsirkannya saat ini adalah nafsu dan gairah dari pria dengan sudut bibir melengkung ke atas, menandakan persetujuan.
Masih dengan seulas senyuman, Arya tidak berkedip saat menatap wajah cantik wanita yang menurutnya sangat bercahaya.
Ia sadar bahwa pesona wanita di bawahnya benar-benar luar biasa menawan. Wajah cantik dengan rambut hitam berkilat itu benar-benar membuatnya mabuk kepayang dan berjanji tidak akan pernah melepaskannya.
Kemudian, Arya perlahan-lahan mendorong lagi dan menggapai ke bawah punggung.
Ia melengkungkan tubuh wanitanya ke atas, agar semakin menyatukan tubuh mereka dan mengambil kendali atas semuanya hingga ******* dan lenguhan lolos dari bibir wanita yang berada di bawahnya tersebut membuatnya semakin bergairah.
Bulu kuduk Putri seketika meremang begitu bibir tebal Arya mengisap telinganya hingga bergelinjang hebat saat lagi dan lagi urat syarafnya menegang dan membuat tangannya refleks melingkar pada pinggang kokoh tanpa penutup tersebut.
__ADS_1
"Tomy," seru Putri dengan suara parau, menandakan saat ini gairah telah menguasai dirinya.
Ia sadar bahwa pria yang mulai mengirimkan denyut kenikmatan di setiap aliran darahnya tersebut tidak akan pernah mau berhenti dan menyiksa hingga kembali membuatnya meledak dalam puncak gairah.
Arya menarik diri dengan sedikit mundur karena ingin menatap wajah cantik yang berubah memerah tersebut.
"Sebelum aku berbuat sesuka hati, lebih baik kau jawab dulu pertanyaanku, Sayang. Kau mau memakai gaya apa? Apa kamu mengingat tentang gaya-gaya bercinta yang kujelaskan tadi?"
Mendapatkan pertanyaan bernada vulgar dari seorang pria yang seolah sudah tidak sabar untuk menghancurkan kendali diri dengan meremukkan tulang-tulangnya saat menegang dalam puncak kenikmatan, Putri merasa sangat kebingungan untuk menjawab. Saat ini, lidahnya seolah kelu dan tidak lagi bisa berpikir jernih.
Hanya gelengan kepala yang saat ini terlihat dari respon tubuhnya karena tidak tahu mengenai gaya bercinta. Ia hanya bisa pasrah dan menerima setiap sentuhan dari pria tersebut tanpa ingin memikirkan apapun karena otaknya seolah tumpul saat bersama dengan pria tampan yang menjadi miliknya tersebut.
Jawaban dari sosok wanita yang diketahuinya kebingungan tersebut, sebenarnya tidak membuat puas Arya. Namun, ia berusaha untuk memahami bahwa wanita yang telah berhasil menyihirnya tersebut adalah wanita yang tidak tahu tentang gaya bercinta dan berpikir bahwa suami Putri bukanlah pria yang tepat.
Meskipun ia juga baru pertama kali, tetapi sering melihat mengenai video tentang **** karena ingin mengetahui berbagai macam gaya.
"Baiklah, akulah pemimpinnya dan akan mengendalikan semua. Kau hanya perlu mengikutinya, Sayang," ucap Arya dengan tersenyum smirk.
Keduanya yang sama-sama memiliki hasrat yang membara dan denyut nadi bertalu-talu saat membuktikan tidak akan pernah puas dengan hal yang akan menjadi ritual rutin mereka, yaitu menyatu dengan kulit memanas yang saling menempel dan merasakan denyut nadi masing-masing dan ditandai dengan meledakkan puncak kenikmatan sebagai definisi orgasme dengan napas panjang dan memburu.
Disertai suara geraman dan lenguhan panjang yang akan menjadi pengiring seperti alunan musik merdu memenuhi ruangan kamar hotel tempat mereka memadu kasih dengan mereguk asmara.
"Arya, kau membuatku gila," lirih Putri dengan suara parau penuh hasrat saat merasakan ledakan gairah memenuhi setiap aliran darahnya.
Sementara itu, Arya yang sudah bergerak liar dengan kekuatannya, hanya tersenyum smirk saat mendengar bukti dari puncak kenikmatan yang dirasakan oleh Putri.
__ADS_1
"Nikmati malam ini dengan sejuta kenikmatan yang akan kukirimkan padamu, Sayang."
To be continued...