Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
53. Seperti Malaikat


__ADS_3

"Apa?" umpat Putri dengan tatapan mata tajam yang tidak ingin kalah dengan iris tajam pria di hadapannya.


"Sebenarnya setan apa yang masuk dalam tubuhmu, Putri? Biasanya kamu tidak pernah seperti ini. Katakan padaku tentang hal yang saat ini membuatmu berubah bersikap tidak sopan pada suami!"


Jika dari tadi Bagus mencoba untuk bersabar pada sikap tidak sopan Putri,, kali ini ia sudah tidak bisa mentolerir lagi kesalahan dari wanita yang berani pada suami.


"Ingat dosa, Putri! Satu kali saja kamu melawan suami, akan mendapatkan kemurkaan dari Tuhan. Apalagi sampai kamu menghina suamimu seperti yang tadi berkali-kali dilakukan."


Berpikir bahwa sebagai kepala rumah tangga yang baik harus selalu mengingatkan saat istri melakukan kesalahan, Bagus berharap perkataannya mampu membuat sang istri sadar dan memohon maaf atas kesalahan buruk yang dilakukan.


Namun, bukan seperti yang diharapkan karena yang terjadi adalah wanita di hadapannya semakin menjadi dan melawannya tanpa merasa takut.


Merasa bahwa ini adalah kesempatan yang baik untuknya menuntut cerai, kini Putri semakin menaikkan nada suaranya dan membuat Bagus mengepalkan tangan dan rahang mengeras dengan bunyi gemeretak gigi saling berbenturan.


"Jika kamu tidak suka mempunyai istri sepertiku, carilah wanita lain yang jauh lebih baik dariku. Ceraikan aku sekarang karena hanyalah seorang istri yang berani pada suami. Buang saja wanita buruk sepertiku karena tidak pantas untuk menjadi istrimu."


Awalnya Bagus yang dikuasai oleh amarah berniat untuk menampar pipi putih wanita dengan tatapan tajam padanya, tetapi sadar bahwa kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah dan malah menambah masalah.


Dengan kasar ia mengempaskan tangan yang menggantung di udara dan membuatnya menyadari bahwa saat ini yang paling membuatnya merasa emosi adalah saat Putri yang menyebut kalimat cerai.


Sementara ia sama sekali tidak pernah berpikir untuk menceraikan istrinya dan berusaha untuk merubah sifat buruk dari Putri, agar tidak semakin menjadi karena melawannya.


Hal yang selama ini dihindari olehnya adalah kalimat cerai karena ia berharap sang istri akan menemaninya sampai akhir hayat.


"Jangan pernah menyebut kata terlarang itu, Putri karena aku benar-benar tidak suka mendengarnya. Aku bukan mengatakan bahwa kamu adalah wanita yang buruk, tapi hanya ingin menjadi istri yang baik dan ibu terbaik untuk anak-anakku. Hanya itu karena aku tidak menginginkan wanita lain selain dirimu."


Mungkin jika wanita lain sangat mengharapkan kata-kata itu keluar dari bibir pasangannya, tapi berbeda dengan yang diinginkan oleh Putri saat ini.


'Aku malah berharap kamu menceraikan aku. Bahkan aku ingin kamu berselingkuh dan jatuh cinta pada wanita lain, lalu menceraikanku. Saat ini, hanya satu yang kuinginkan. Aku hanya menginginkan Arya, bukan yang lain.'

__ADS_1


Putri hanya bisa bergumam sendiri di dalam hati karena berharap harapannya akan menjadi kenyataan. Bahwa sang suami yang selama ini mencintainya jatuh cinta pada wanita lain dan menceraikannya.


'Mungkin aku sudah gila, tapi aku sadar bahwa saat ini hanya menginginkan Arya, bukan Bagus karena sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya.'


Ingin membuat Bagus membenci dan menceraikannya, Putri kembali menyulut api amarah sang suami.


"Aku sudah muak hidup miskin dan mempunyai suami lemah sepertimu. Aku ingin kita bercerai dan bisa bekerja karena tidak ingin hidup terkekang seperti ini. Aku bosan setiap hari harus diam di rumah dan mengurus pekerjaan rumah tangga."


Dengan menatap tajam iris pekat dari pria yang terlihat sangat terkejut dengan pengakuannya, Putri mengempaskan tangan dengan buku-buku kuat itu hingga genggaman Bagus terlepas.


"Jangan pernah menyentuhku karena aku sudah muak denganmu!"


Putri yang dikuasai oleh amarah, kini sudah melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke ruangan kamar dan mengunci pintu.


Sementara itu, sosok pria yang masih diam mematung di tempatnya, kini sibuk menormalkan perasaannya yang porak poranda akibat hinaan dari wanita yang sangat dicintai.


"Bahkan obatnya kini sudah bereaksi di tubuhku, tapi istriku marah dan tidak mau disentuh karena muak denganku. Aku tidak ingin bercerai dengan istriku karena masih sangat mencintainya."


"Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah Putri terkena pengaruh buruk kemarin karena bertemu dengan temannya? Aku yakin ada yang mempengaruhinya, sehingga sikapnya benar-benar berubah padaku. Siapa temannya? Sepertinya aku harus mencari tahu lewat ponselnya."


Bagus kini memilih untuk mengambil kunci cadangan dan berniat untuk membuka pintu setelah Putri tertidur. Semua itu dilakukan karena ia tidak ingin kembali bertengkar hebat dan memilih untuk mengalah.


'Semoga ada sebuah petunjuk di ponselnya dan aku akan menemui temannya yang memberikan pengaruh buruk. Sepertinya aku harus melarangnya agar tidak menemui istriku lagi karena jika dibiarkan, mungkin Putri akan semakin merajalela ulahnya saat melawanku dan menjadi istri durhaka.'


'Aku harus membimbing Putri, agar kembali menjadi seorang istri yang baik karena itu merupakan tugas utama seorang suami," gumam Bagus saat masih diam menatap ke arah pintu kamar yang tertutup.


Selama menjadi seorang suami, Bagus tidak pernah berbuat kasar atau pun memaksa Putri untuk melayaninya saat tidak mood, sehingga saat ini ia berakhir di kamar mandi karena dikuasai oleh gairah karena minum obat kuat tadi yang rencananya ingin membuat sang istri menikmati sensasi kenikmatan saat bercinta.


Tentu saja ia ingin sang istri merasa senang saat bercinta dengan durasi waktu yang lama. Namun, kemurkaan Putri membuatnya tidak ingin memaksa saat sang istri bercinta.

__ADS_1


Setelah selesai dengan kegiatan di kamar mandi untuk mengeluarkan bukti kenikmatan saat bermain solo di dalam kamar mandi, Bagus memilih untuk menikmati nasi bungkus yang tadi dibeli karena benar-benar merasa sangat lapar.


Meskipun sebenarnya merasa bersalah karena membiarkan sang istri tidur tanpa makan terlebih dulu, tetapi terpaksa harus memberikan waktu untuk saling instrospeksi diri.


Sambil menatap ke arah nasi bungkus yang satunya, Bagus mengunyah makanan sambil bergumam sendiri di dalam hati.


'Padahal dulu kamu sangat suka dengan nasi bungkus ini, sayang. Kenapa sekarang sikapmu berubah? Sebenarnya apa yang telah mengubahmu menjadi seorang wanita yang kasar, hingga menyebut kata cerai. Aku seperti tidak mengenalmu, sayang. Apa yang mengubahmu menjadi seorang wanita berani pada suami?'


Sampai nasi bungkus yang dimakan habis, tetap saja ia tidak menemukan jawaban dari pertanyaannya.


Pada akhirnya ia bangkit dari posisinya dan membereskan bekas makanan di atas meja. Setelah mencuci tangan karena tadi ia makan dengan tangan telanjang tanpa sendok.


Nasi Padang dengan ciri khas lauk rendang dan sambal cabe hijau, serta sayur daun singkong merupakan makanan kesukaan sang istri dan dari dulu selalu senang jika ia membelikan itu.


Sementara putranya tadi dibelikan nasi dengan udang goreng saja karena itu merupakan menu favorit.


Namun, dua nasi bungkus itu masih berada di atas meja karena ibu dan anak berada di dalam kamar dan besar kemungkinan sudah tidur pulas.


Ingin segera mencari tahu mengenai teman Putri, kini Bagus membuka laci dan mengambil kunci cadangan. Merasa sudah beberapa jam berlalu dan berpikir bahwa sang istri telah tidur, ia kini melanjutkan rencananya untuk membuka pintu menggunakan kunci cadangan dengan sangat berhati-hati.


Tentu saja agar tidak sampai membangunkan tidur sang istri dan putranya. Kini, ia terdiam menatap sosok wanita yang terlihat sudah tertidur pulas dengan posisi memeluk erat putranya.


Suara napas teratur terdengar sangat jelas dan wajah damai dari sang istri serta malaikat kecilnya seolah mengobati amarah di hatinya saat ini.


'Jika seperti ini, kalian berdua seperti malaikat. Aku sangat menyayangi kalian dan putri kita. Tidak akan kubiarkan rumah tangga kita hancur hanya karena ulah orang-orang jahat yang berusaha mencuci otakmu, sayang.'


'Aku tahu kalau kamu adalah seorang wanita yang baik dan tidak akan seperti tadi jika tidak mendapatkan hasutan dari orang lain.'


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2