
Arya merasa sangat yakin bahwa salah satu penyebab pasangan suami istri yang bercerai adalah karena kurang puas dalam hal bercinta dan juga salah satu pasangan lemah dan membosankan.
Sementara ia tidak ingin itu terjadi padanya dan Putri karena sebisa mungkin akan berusaha untuk memuaskan kepuasan seksual dengan sama-sama saling memberi dan menerima.
Berbeda dengan hal yang saat ini tengah dipikirkan oleh Putri karena merasa sangat kesal dan lelah pada tubuhnya, sehingga tidak ingin menuruti kemauan gila Arya saat seminggu ini seolah ingin meremukkan tulang-tulangnya.
Refleks ia mengarahkan cubitan ringan pada dada bidang pria yang ada di sebelahnya. Ia tahu apa penyebabnya. Satu minggu lalu, ia memeriksakan kandungan dan yang lebih banyak bertanya adalah Arya.
Tentu saja bertanya tentang masalah berhubungan intim selama kehamilan sudah memasuki trimester akhir apakah tidak akan bermasalah. Hingga jawaban dari dokter malah membuat Arya semakin bersemangat dan tidak pernah membiarkan ia tidur nyenyak.
"Hanya karena dokter tidak melarang dan menjelaskan ada banyak manfaat saat bercinta ketika hamil tua, kamu kini setiap hari melakukannya. Nanti kamu bisa over dosis dan berita tentangmu akan menghiasi media sosial."
Putri sengaja melakukan itu agar Arya hari ini membiarkan ia tidur nyenyak, tapi yang terjadi sama sekali tidak seperti yang diharapkan karena malah mendapatkan nasihat panjang lebar dan hanya ditanggapi dengan memijat pelipis.
"Aku bahkan masih sangat hafal dengan yang dikatakan dokter, Sayang. Bahwa bercinta saat hamil tua akan bisa melepaskan hormon bahagia yang disebut oksitosin saat berhubungan yang membantu membangkitkan kontraksi."
"Bahkan cairan kenikmatan juga mengandung hormon yang bisa memicu kontraksi ketika kamu melahirkan nanti. Jika nanti kamu orgasme, akan menguatkan panggul dan mempersiapkan tubuh untuk kelahiran anak kita."
Arya bahkan tidak pernah menyangka jika yang terjadi adalah ia akan menjelaskan detail tentang manfaat **** saat hamil tua, seolah seperti seorang pria yang sangat berpengalaman. Padahal justru sebaliknya, ia baru mengetahui akan hal itu, tetapi malah bersemangat.
Kini, Putri tahu ke mana arah pembicaraan dari Arya dan sebagai seorang wanita berpengalaman karena ini bukan kehamilan pertama, tetapi ketiga.
Jadi, ia sudah tahu dari dulu mengenai manfaat berhubungan saat hamil tua yang sudah bisa dipastikan melancarkan persalinannya.
Meskipun ia sebenarnya tahu jika ternyata orgasme bisa meningkatkan kontraksi dan akan membantu menguatkan otot-otot yang akan digunakan saat bersalin setelahnya.
Ketika seorang wanita mengejan melalui otot-otot itu, akan lebih mudah untuk mengencang kembali dan mempercepat pemulihan pasca melahirkan.
Ketika ia nanti orgasme begitu berhubungan saat hamil mempersiapkan otot-otot sebagai proses persalinan yang berhubungan langsung dengan proses pemulihan pasca melahirkan.
__ADS_1
Putri tidak sempat latihan Kegel untuk memperkuat otot-otot panggul dan memilih untuk memanjakan diri dengan bercinta untuk melatihnya.
Namun, ia sama sekali tidak pernah berpikir jika setelah mengetahui penjelasan dari dokter yang dianggap sangat mendukung pria itu, malah setiap hari tidak membiarkan tidur nyenyak.
"Apa kamu mau membunuhku? Astaga, aku benar-benar menyerah. Kemarin bahkan sudah, hingga membuat kakiku gemetar karena perbuatanmu." Putri menunjukkan kakinya yang kemarin lemas.
Tentunya masih dengan nada protes, berharap pria itu mengakhiri tentang pembahasan masalah itu. Namun, ia gagal melakukannya begitu jawaban Arya membuatnya merasa gagal setelah mulut berbuih untuk menjelaskan.
"Aku ingin ganti posisi bercinta yang dapat membuat hasratmu menjadi meningkat. Lebih baik memakai posisi the cheat sheet, Sayang. Aku nanti harus duduk terlebih dahulu. Setelah itu, kamu duduk di pangkuanku."
"Nanti aku akan memastikan duduk pada kursi sandaran ini dengan posisi yang lurus sebelum kamu duduk di pangkuanku."
"Kemudian aku akan memposisikan kaki di lantai untuk memperoleh keseimbangan sekaligus kekuatan. Sepertinya nanti aku memegang bagian belakang kursi untuk memberikan dukungan pada area pahaku. Aku yakin kita dapat saling menikmati setiap gerakan yang dilakukan."
Arya yang saat ini berpikir tentang gaya the cheat sheet, sebenarnya merasa sangat ragu, apakah sang istri mau melakukan gaya yang membuat wanita itu memforsir tenaga ketika hamil. Meskipun itu bisa membuat proses kelahiran nanti mudah.
'Jika nanti istriku menolak ini, aku akan membuat gaya yang lain,' lirih Arya yang kini baru saja mengangkat pandangannya ke arah sosok wanita cantik dengan bibir tertutup rapat tersebut.
Putri berniat untuk melepaskan kuasa dari tangan dengan jemari kuat itu. Hingga ia sudah berdiri dan berniat untuk meninggalkan Arya karena sangat lelah dan ingin tidur awal.
Namun, yang terjadi adalah tangannya ditarik oleh Arya hingga tubuhnya kini mendarat di pangkuan pria dengan tatapan penuh seringai itu.
"Jangan kabur karena aku tidak akan pernah melepaskanmu. Inilah risiko menikah dengan pria muda yang sehat sepertiku. Jadi, terima takdirmu, Sayang."
Arya ingin segera bergulat dengan Putri di atas sofa tersebut. Seolah menunjukkan bahwa ia sangat haus dan belum puas untuk membuat sang istri kembali bergerak liar seperti cacing kepanasan dan mendesah serta merintih di ruang santai itu.
Sementara Putri yang saat ini hanya bisa menelan ludah saat mendapatkan kalimat skak mat dari pria dengan tatapan nakal itu, memilih untuk pasrah karena memang dari dulu ini yang diharapkan.
Memiliki seorang suami yang masih muda, kuat bercinta dan berasal dari keluarga berada. 'Dasar wanita bodoh! Saat mendapatkan apa yang kamu inginkan, kenapa malah berusaha untuk mengelak?'
__ADS_1
Saat Putri merutuki kebodohannya sendiri, kembali mendengar suara bariton dari Arya dan seketika membuat ia tertarik dan menatap wajah dengan rahang tegas tersebut.
"Jika tidak suka dengan yang kusebutkan tadi, ada cara lain, Sayang." Arya yang masih memangku sang istri, mencoba untuk menarik perhatian wanita dengan tatapan menyiratkan sebuah rasa ingin tahu itu.
"Cara lain apa?" tanya Putri yang kali ini sangat penasaran.
"The Slow Scissor," jawab Arya yang kini diam melihat reaksi dari istri cantiknya yang terlihat sangat kebingungan itu.
"Kamu selalu membuatku pusing. Lupakan saja jika kau tidak mau menjelaskan artinya." Putri merasa haus dan berniat untuk meraih gelas di atas meja.
Namun, ia merasa sangat senang ketika Arya mengambilkan untuknya dan memilih untuk menghilangkan rasa haus dengan meneguk air putih itu.
Tidak ingin membuat Putri merasa sangat penasaran, kini Arya pun menjelaskan tentang hal yang ada di pikirannya tersebut.
"Itu adalah posisi bercinta yang dapat membuatmu melewati ledakan gairah. Dengan berbaring dalam posisi telentang menghadapku."
"Kemudian, posisi kakimu ke arah atas dan mengaitkan kedua kaki dalam bentuk yang menyilang pada bagian leherku. Setelah itu, aku melakukan penetrasi dengan cara yang lebih menantang."
"Saat melakukan penetrasi dalam posisi itu, kulakukan dengan dorongan yang cukup pelan, untuk menambah keintiman. Nanti aku akan menyelipkan tangan di antara kakimu dengan tujuan untuk menstimulasi daerah ********."
Refleks Putri langsung tersedak saat minum karena saat ini sangat terkejut pada perkataan Arya yang membahas tentang gaya bercinta dengan berbagai macam cara.
Jika ia tidak dalam keadaan hamil besar, mana mungkin akan menolak bercinta dengan pria sangat hot dan perkasa tersebut.
Namun, saat ia merasa sangat lelah malam ini, makin membuatnya bergidik ngeri ketika membayangkan tentang hal itu.
"Dasar suami mesum!" teriak Putri dengan wajah memerah karena efek tersedak air yang diminum. "Aku hamil besar seperti ini, mana mungkin bisa bercinta dengan posisi aneh seperti itu?'
Membayangkannya saja membuat Putri lelah sendiri. Apalagi ia saat ini mengingat perkataan Arya dengan mengatakan mengangkat kaki ke leher pria itu, tentu saja serasa ngilu sendiri.
__ADS_1
'Menikah dengan pria muda harus siap dengan segala konsekuensi. Inilah pilihanku dan harus menikmati semua. Apapun yang diinginkan oleh Arya harus kuberikan, agar selalu merasa puas pada pelayananku,' lirih Putri yang saat ini mendengar suara bariton dari tanggapan Arya dan membuat ia membulatkan kedua mata.
To be continued...