Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
61. Aku percaya padamu


__ADS_3

Selama mengemudi, Arya tidak mengeluarkan sepatah kata pun karena sedang memikirkan kejutan untuk Putri. Apakah sudah selesai dan berjalan sesuai rencana?


Sebenarnya ia tadi sudah membayar orang untuk mendekorasi apartemen sepupunya agar terlihat cantik saat acara perayaan ulang tahun untuk Putri.


Ia tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Putri karena mengetahui dari dompet wanita yang duduk di sebelahnya tersebut ketika kemarin malam sedang tertidur pulas setelah bercinta dengannya.


Ia yang terbangun karena lapar dan memesan makanan dari staf hotel. Kemudian setelah makan, melihat tas milik Putri di atas nakas.


Merasa tertarik dengan apa saja isi tas dari sang kekasih, ia memeriksanya dan tentu saja ada kartu tanda pengenal di dalam dompet. Saat melihat tanggal kelahiran sang kekasih dan menyadari bahwa hari ulang tahun esok hari, membuatnya langsung membuat rencana untuk membuat pesta kejutan.


Bahkan ia tidak mengundang siapapun di apartemen karena hanya ingin berduaan dengan Putri. Hanya saja, ia menyuruh sahabat baiknya dari kecil untuk datang karena ingin memperkenalkan Putri sebagai kekasihnya.


Hal itu karena dulu ia sudah saling berjanji bahwa saat menemukan pasangan kekasih, akan memperkenalkan. Hanya saja sahabat baiknya tersebut sampai sekarang belum menemukan seseorang yang berarti dan duluan ia yang memiliki kekasih.


Arya kini melirik ke arah sosok wanita yang hanya diam saja dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun, sehingga suasana di dalam mobil terasa sangat hening dan sunyi.


"Ada apa, Sayang? Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa hari ini kamu terlihat diam dan tidak seperti biasanya?"


Refleks Putri kini menoleh ke arah samping kanan dan melihat ke arah sosok pria dengan rahang tegas di balik kemudi.


"Aku hanya sedang menebak-nebak kejutan darimu, tapi tidak menemukannya. Kamu suka sekali menggantung perasaanku. Ini membuatku tersiksa karena dibakar api penasaran. Selain itu, aku ingin membicarakan tentang sesuatu padamu, tapi nanti saja di apartemen sepupumu."


Tanpa berniat untuk membuka rahasia yang sudah disusunnya matang, dengan terkekeh ia menanggapi wajah masam dari Putri yang terlihat sedang dikuasai oleh rasa kesal.


"Sepuluh menit lagi, kamu akan tahu, Sayang. Bersabarlah!"


Di saat bersamaan, Arya mendengar dering ponsel miliknya yang berbunyi dan langsung memasang earphone dan mendengar suara dari seberang telepon yang tak lain adalah sahabat baiknya.

__ADS_1


"Kamu di mana?"


"Apa kamu sudah sampai?" tanya Arya yang melirik sekilas ke arah Putri dan menatapnya penuh dengan kecurigaan, seolah menuduhnya sedang berselingkuh.


Namun, ia tidak mempedulikannya karena yang saat ini dipikirkan adalah sahabat sudah tiba di apartemen sepupunya dan akan menunggu lama.


"Iya, aku baru tiba. Makanya aku menelpon karena sudah memencet bel berkali-kali, tapi tidak ada jawaban."


"Tunggulah sebentar karena aku hampir tiba."


Arya mematikan sambungan telepon dan kembali fokus mengemudi karena sebentar lagi akan tiba di apartemen. Tidak ingin Putri bertanya padanya, ia memilih menjelaskan.


"Itu tadi sahabat baikku yang sudah datang. Nanti aku akan memperkenalkanmu dengannya."


"Kenapa sahabat baikmu wanita? Apa tidak salah?" tanya Putri yang saat ini tengah menatap penuh curiga pada hubungan Arya dengan sahabat baik yang akan diperkenalkan padanya.


Sebagai seorang wanita yang normal, tentu saja ia merasa cemburu saat mengetahui bahwa Arya ternyata memiliki sahabat baik seorang wanita. Mungkin jika lawan jenis, sikapnya tidak akan seperti ini.


Sedangkan Arya yang sudah berbelok ke arah apartemen, hanya terkekeh dan tidak mengeluarkan komentar apapun atas sikap cemburu dari Putri.


"Ayo, kita turun karena sudah sampai!"


Setelah mematikan mesin mobil, Arya kini melepaskan sabuk pengaman dan melirik sekilas ke arah Putri yang sama sekali tidak bergerak untuk beranjak keluar dari mobil.


"Apa kamu mau aku menggendongmu?"


Tanpa membuang waktu, Arya yang beranjak keluar dari mobil, tersenyum smirk karena merasa yakin jika ia mengetahui cara untuk menghentikan kecemburuan Putri.

__ADS_1


Sementara Putri yang merasa malas jika kebersamaannya diganggu oleh orang lain, sangat enggan keluar dan berharap jika Arya tidak jadi ke apartemen yang ada sahabat baiknya.


Hingga ia kini melihat Arya sudah membuka pintu mobil dan langsung mendekat untuk membungkuk karena melepaskan sabuk pengaman.


Awalnya, ia berpikir jika Arya akan memaksanya keluar dari mobil, tetapi tidak pernah menyangka jika pria tampan itu malah meraup tubuhnya dan menggendong ala bridal style ketika keluar dari mobil.


Ia yang sangat takut akan jatuh, refleks langsung berpegangan dengan melingkarkan tangannya pada leher belakang pria yang membuatnya merasakan pertama kali digendong karena dari dulu sang suami belum pernah menggendongnya.


"Arya, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku. Nanti kalau jatuh bagaimana? Aku bisa jalan sendiri!"


Putri yang sibuk menggerakkan tubuhnya karena merasa malu jika ada orang-orang yang melihatnya berada di atas lengan kekar seorang pria tampan yang mungkin akan menjadi pusat perhatian dari banyak orang.


Mungkin ia akan senang dan tidak keberatan saat Arya melakukannya di dalam kamar, tapi jika menggendong di depan banyak orang, mungkin akan menimbulkan hujatan dari orang lain yang tidak suka karena merasa iri.


Ia bisa berpikir seperti itu karena sering melihat banyak orang menghujat karena sebenarnya merasa sangat iri. Apalagi ia pernah merasakannya saat melihat tetangga yang gampang membeli barang-barang, hingga membuatnya menghujat bahwa uang yang dihasilkan mungkin adalah uang hasil korupsi.


Apalagi saat itu, tetangganya membuka PT yang menyalurkan tenaga ke luar negeri dan sempat membuatnya hampir mendaftar untuk merantau di negeri orang karena sempat terlilit utang saat anak sulungnya mengalami kecelakaan ketika ada yang menabrak saat naik sepeda bersama teman-teman ketika pulang sekolah.


Arya hanya menggelengkan kepala tanda tidak menyetujui permintaan dari Putri yang masih sibuk bergerak untuk menolaknya. Saat tangannya terasa pegal, ia menurunkan tubuh seksi itu.


Namun, ia berubah posisi untuk menggendong seperti sedang memanggul karung beras.


"Aku ingin menunjukkan pada sahabat baikku yang kamu cemburui itu. Bahwa kamu adalah kekasihku dan aku tidak ada hubungan apapun selain persahabatan karena dari kecil sudah menganggapnya seperti saudara sendiri."


"Astaga! Sekarang kamu malah menganggapku karung beras dengan menggendongku seperti ini!" umpat Putri yang kini merasa pusing memikirkan kelakuan dari pria yang awalnya ia anggap menurunkannya, tetapi malah mengganti posisi.


"Iya ... iya, aku percaya padamu. Sekarang turunkan aku, oke!"

__ADS_1


"Tidak sebelum sahabatku melihat aku menggendongmu." Arya sudah berjalan keluar dari lift yang membawa mereka ke lantai atas, di mana apartemen sepupunya berada.


To be continued...


__ADS_2