Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
Paras cantik tidak menjamin kebahagiaan


__ADS_3

Yeni saat ini mendaratkan tubuh di atas kursi yang berada di dekat ranjang perawatan tersebut. Kemudian menjelaskan apa yang diketahui untuk menjawab pertanyaan wanita yang berada di hadapan.


"Menurut bosku, kamu tadi mengalami kecelakaan di depan perusahaan. Jadi, langsung membawamu ke rumah sakit. Nama bosku adalah Bambang Priambodo yang menjadi pemilik dari perusahaan Martapura Corporation."


Putri yang saat ini merasa terkejut karena ternyata yang menolong adalah pemilik perusahaan yang pernah satu kali ditemui ketika bekerja sama.


Meski dulu pertama kali melihat pria itu merasa sangat kagum sekaligus heran karena mau bertemu dengan orang rendah dan sepertinya, sekarang semakin mengakui bahwa Bambang Priambodo yang merupakan pemilik perusahaan tempatnya mengirimkan makanan untuk para petinggi, merupakan orang yang sangat baik."


Bahkan ia merasa sangat terharu bisa bertemu dengan orang baik seperti itu karena mau menolong secara langsung tanpa menyuruh orang lain.


"Aku sama sekali tidak pernah menyangka jika tuan Bambang yang menolongku dan membawa ke sini. Memang majikanmu merupakan orang yang sangat baik." Putri merasa sangat beruntung bisa mengenal orang hebat seperti pria pemilik perusahaan yang memakai jasa cateringnya.


"Banyak kebaikan yang ditebarkan oleh tuan Bambang dan sudah banyak orang mengakui. Aku benar-benar berterima kasih karena telah membuatku masih bisa bernapas hingga hari ini dan bertemu dengan putraku.


Yeni saat ini membenarkan perkataan wanita yang tidak diketahui nama, sehingga mengulurkan tangan. "Aku Yeni. Siapa namamu?"


Putri perlahan menguburkan tangan yang tidak diinfus. "Panggil saja aku Putri."


"Baiklah, aku akan bersikap non formal karena pasti kau juga tidak nyaman berbicara secara formal, kan? Sebenarnya aku hanyalah pelayan di rumah keluarga tuan Bambang, tapi rasanya berbicara biasa lebih nyaman."

__ADS_1


Yeni saat ini masih menatap wanita dengan wajah pucat tersebut, tetapi mengakui bahwa Putri memiliki paras yang sangat cantik.


"Iya, aku lebih suka berbicara non formal karena itu akan lebih akrab." Putri menahan rasa nyeri di kepala.


Melihat sosok wanita itu terlihat seperti menahan rasa sakit, Yeni merasa khawatir. "Apa kamu merasa kesakitan? Aku akan memanggil perawat agar memeriksa."


"Tidak perlu. Sepertinya benar apa kata perawat yang menyuruhku untuk beristirahat." Putri masih tidak menyerah untuk berusaha menggerakkan kaki sebelum meminjamkan mata agar bisa tidur dengan tenang, tetapi tetap saja tidak bisa menggerakkan sedikitpun dan semakin membuatnya merasa khawatir.


Namun, berusaha menahan diri sampai besok karena mengetahui bahwa dokter biasanya datang pada pagi atau siang hari. Ada banyak pertanyaan yang ingin diajukannya dan berharap mendapatkan jawaban baik.


Tidak sesuai dengan apa yang ditakutkan. Saat ia hendak memejamkan mata, mendengar suara Yeni.


"Kamu ingin putramu ke sini bersama siapa? Apakah dengan suamimu? Apa kamu tidak mengingat nomor suami? Kenapa menyuruhku untuk menelpon pekerja?"


Putri tidak jadi memejamkan mata dan menjawab singkat. "Aku janda dan ada salah satu tetangga yang membantuku mengurus usaha catering. Sebenarnya Martapura Corporation memakai jasa catering kami untuk menyiapkan menu makan siang setiap hari."


Merasa cukup untuk menjelaskan dan berharap Yeni tidak bertanya lagi, melihat wanita itu menganggukkan kepala dan menyuruhnya untuk beristirahat.


"Tolong bangunkan aku jika nanti putraku datang dengan seorang wanita," ucap Putri yang sudah memejamkan mata begitu melihat wanita di hadapan tersebut mengiyakan.

__ADS_1


Putri yang merasa tubuhnya sangat lemah, terhadap bisa segera sembuh dan keluar dari rumah sakit. 'Semoga besok dokter menjelaskan sebuah kabar yang tidak menakutkan '


Meskipun tidak langsung bisa beristirahat, tapi ia tetap memejamkan mata dan berharap bisa segera larut dalam hal alam bawah sadar.


Sementara itu, Yeni yang dari tadi belum beranjak dari, masih mengarahkan tatapan intens pada Putri dan merasa sangat heran dengan apa yang baru saja didengar.


'Aku sama sekali tidak menyangka jika wanita secantik ini pun bisa menjadi janda. Padahal jika mau, bisa mendapatkan pria manapun karena pasti tidak akan ada yang menolak wanita secantik dirinya.'


'Memangnya seperti apa suami yang menceraikan Putri? Apakah seorang pria hebat dan tampan serta berasal dari konglomerat? Melihat wanita ini, membuatku merasa penasaran sekaligus iba.'


'Ternyata memiliki paras cantik tidak menjamin seorang wanita bahagia dengan pasangan. Apalagi ia memiliki seorang anak dari pernikahan dan harus membesarkan sendiri tanpa suami, tapi sekarang mengalami kemalangan seperti ini.'


Ikut merasa tiba pada Putri, Yeni saat ini berharap wanita di hadapannya tersebut tidak mengalami hal buruk lagi setelah kecelakaan hari ingin.


Kemudian ia berjalan keluar karena ingin pergi ke kantin. Merasa perut lapar dan juga ingin mengganjal mata agar tidak mengantuk lagi, Yeni akan membeli kopi juga.


'Aku harus menjaga Putri dan tidak boleh tidur seperti tadi. Jika tuan Bambang mengetahui hal ini, akan membuatnya kecewa meskipun tetap digaji. Aku tidak ingin mengecewakan majikan sebaik tuan Bambang.'


Yeni hanya akan membeli makanan dan juga minuman dan membawa ke ruangan perawatan. Berpikir jika terlalu lama meninggalkan, akan berakibat buruk jika sampai terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


Apalagi mungkin sebentar lagi putra wanita itu akan datang bersama orang yang mengantar ke rumah sakit.


To be continued...


__ADS_2