
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, kini mobil yang dikemudikan oleh Arya sudah masuk ke area hotel dan membuatnya merasa sangat bersemangat untuk segera memiliki seutuhnya sosok wanita yang dari tadi hanya diam dan sama sekali tidak membuka suara sepatah kata pun ketika mobil menuju ke hotel.
Begitu memarkirkan mobilnya, Arya melepaskan sabuk pengaman dan menoleh ke arah Putri.
"Ayo, kita masuk, Sayang. Kita tidak mungkin melanjutkannya di dalam mobil dan dilihat banyak orang, bukan?" ucap Arya yang sudah membungkuk untuk melihat sosok wanita cantik di dalam mobilnya terlihat sangat gugup seperti seorang perawan yang belum pernah bercinta dengan seorang laki-laki.
Padahal itu berlaku baginya karena di sini, ia yang masih berstatus sebagai perjaka dan belum pernah bercinta dengan wanita manapun.
Putri yang saat ini merasa sangat gugup, terdiam beberapa saat, refleks langsung menggelengkan kepala.
"Masuklah dulu. Aku akan menyusul setelah kamu selesai memesan kamar," ucap Putri yang merasa ada sedikit keraguan di dalam hatinya.
'Tidak mungkin aku berjalan masuk ke dalam hotel dengannya. Bagaimana jika ada yang mengenaliku,' lirih Putri di dalam hati dan melihat pria yang masih membungkuk menatapnya itu memberikan kunci mobil kepadanya.
Arya yang mengerti kekhawatiran wanita itu, tidak ingin memaksa dan memutuskan untuk segera masuk sendiri.
"Baiklah, aku tunggu kamu di depan lift."
Begitu kunci mobilnya berada di telapak tangan Putri, Arya langsung menutup pintu mobil dan buru-buru berjalan menuju ke arah loby hotel dengan berkali-kali menelan kasar saliva saat merasa tenggorokannya sangat kering dan rasa panas menjalar di seluruh tubuhnya saat ini.
'Sial! Bersabarlah. Sebentar lagi kau akan tenang setelah masuk ke sarangmu,' umpat Arya yang menunduk menatap ke bawah, yaitu bagian inti miliknya yang dari tadi sudah menegang dan terasa sangat sesak di sana. Seolah ingin segera dikeluarkan dari sarangnya.
Bahkan wajahnya yang terlihat sangat memerah dan gelisah saat memesan kamar hotel yang akan menjadi tempatnya memadu kasih bersama wanitanya.
Kemudian ia yang sudah mendapat guess key dari resepsionis, menatap ke arah loby depan saat berjalan menuju lift. Berharap melihat sosok wanita yang ingin segera dihabisinya di atas ranjang king size untuk meledakkan bukti kenikmatannya.
Seketika sudut bibirnya melengkung ke atas saat melihat sosok wanita yang ditunggunya sudah berjalan dengan kaki jenjang menuju ke arahnya. Namun, ia mengerutkan kening melihat sikap wanita itu yang terlihat sangat aneh.
Putri yang merasa degup jantungnya berdetak kencang dan sudah bertalu-talu di setiap aliran darahnya, buru-buru ingin segera menyusul pria tampan yang membuatnya tergila-gila.
__ADS_1
Namun, ia sengaja memakai sapu tangan untuk menutupi wajahnya karena tidak ingin ada yang mengenalinya.
Kemudian langsung melangkah masuk ke dalam lift bersama Arya dan beberapa tamu hotel lainnya.
Berpura-pura tidak kenal dengan pria yang sudah membuatnya gila dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka dan ada empat orang yang keluar di lantai lima.
Arya sengaja memesan presidential suite room di hotel itu dengan merogoh kocek yang besar untuk menghabiskan waktu bersama wanitanya.
Begitu melihat orang-orang yang satu lift dengannya menghilang di balik pintu, refleks langsung berbalik badan untuk menarik pergelangan tangan wanita yang berjalan agak lambat di belakangnya dan membuka pintu kamar hotel.
"Aku sudah tidak tahan lagi, Sayang," ujar Arya yang langsung meraup bibir sensual wanita yang hanya diam saja saat ditariknya masuk ke dalam kamar hotel dan tanpa membuang waktu, sudah menikmati benda kenyal yang menjadi candunya.
Aliran darah Putri kini seperti langsung mengalir cepat. Hingga membuat tubuhnya menghangat saat seluruh urat syarafnya menegang, akibat perbuatan penuh gairah dari sosok pria yang sudah menciumnya dengan sangat brutal, hingga sulit diimbangi olehnya.
Meskipun ini bukanlah ciuman pertama untuknya, tetapi perbuatan pria yang mulai menyesap dan mengeksplore bibirnya hingga rongga dalam mulutnya tersebut, membuatnya merasakan sensasi berbeda.
Ia yang awalnya mengerjapkan mata, kini memilih untuk memejamkan mata dan menikmati ciuman memabukkan yang membuat aliran darahnya mengalir begitu cepat dan menimbulkan urat syarafnya menegang.
Sensasi memabukkan yang membuatnya terlena.
Bahkan idak bisa menolak setiap sentuhan dan belaian intim dari pria yang telah membuatnya melupakan segala prinsip hidupnya selama ini.
Selama ini, prinsip hidupnya adalah menjadi seorang istri setia, tetapi tidak bisa ditepati setelah tidak merasa bahagia bersuamikan Bagus.
Ia kini telah mengkhianati pernikahan dengan lebih mengutamakan perasaannya yang lemah dan sangat membenci suaminya yang dianggap hanya memberikan sebuah penderitaan.
Sementara itu, Arya yang masih sibuk menikmati sari kemanisan bibir sensual yang kini menjadi candunya, sama sekali tidak tinggal diam karena tangan kanannya sudah sibuk untuk merangkum dua benda padat yang membusung di hadapannya.
__ADS_1
Tentu saja karena secepat kilat tadi, ia sudah meloloskan pakaian wanita itu. Hingga membuat bagian atas tubuh dengan kulit putih itu terpampang nyata di hadapannya.
Bahkan ia kini menarik kendali dirinya dengan melepaskan pertautan bibirnya dan beralih menelusuri setiap sudut kulit putih itu dengan memberikan jejak kepemilikan.
Di saat bersamaan, indra pendengarannya menangkap suara ******* wanita yang semakin melengkung tubuhnya, seolah menunjukkan sangat menikmati setiap sentuhannya.
Merasa di atas angin karena kembali mendominasi wanitanya yang telah menghiasi ruangan kamar hotel yang sunyi itu dengan suara erangan dan ******* terdengar sangat seksi dan membelai indra pendengarannya.
Arya ingin semakin membuat wanitanya terbuai dengan sentuhannya, sehingga kini ia semakin liar dan beringas karena gairahnya pun sudah mulai bangkit.
Namun, ia tidak ingin terburu-buru karena kembali mempunyai cara untuk membuat sosok wanitanya mencapai puncak kenikmatan untuk yang kesekian kalinya dan menyerahkan diri padanya.
Kini, ia mulai mengulum dan menyesap ujung yang menegang itu dan tidak hanya itu saja karena lagi-lagi jemarinya tidak bisa diam karena sudah menyelinap di balik paha dan bisa merasakan bukti bahwa wanitanya sangat menginginkannya.
Ia benar-benar memusatkan perhatian ke bagian tubuh yang paling peka dari wanitanya tersebut.
Sedangkan Putri yang tidak bisa mengendalikan diri lagi, kini menjerit saat sensasi luar biasa menghantamnya. Seketika tubuhnya menegang dan kakinya gemetar karena kedahsyatan puncak kenikmatan yang dirasakannya.
Bahkan saat ini, ia mengerang panjang dan bibirnya telah dibungkam oleh bibir tebal pria yang seolah ingin menelan erangan halusnya dengan ciuman sampai membuat tubuhnya kini kembali tenang.
"Arya ...."
Suara ******* Putri kini kembali menghiasi ruangan kamar hotel super mewah tersebut. Ia kini seperti merasakan sensasi berputar di perutnya.
Ciuman yang begitu memabukkan itu hanya berlangsung beberapa detik karena pria dengan rahang tegas tersebut sudah melepaskan pertautan bibirnya dan melingkarkan tangan kekar itu di antara tubuh dan kakinya.
Tubuhnya melayang ke atas dan ia mengerjapkan kedua mata saat pria itu tersenyum padanya ketika menggendongnya.
To be continued...
__ADS_1