Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
302. Ikhlas menjalani takdir


__ADS_3

Putri semalaman yang tidak bisa tidur nyenyak setelah putranya diajak pulang oleh salah satu orang kepercayaan, memikirkan keadaan Xander yang untuk pertama kalinya tidak tidur bersamanya.


Padahal selama ini selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan, tapi sekarang harus terpisah sementara.


Pagi-pagi sekali ia sudah terjaga dan kembali mengingat mengenai kaki yang tidak bisa digerakkan. Merasa sudah cukup lama proses operasi dan efek obat tidur sudah habis dan merasakan nyeri di setiap sudut tubuh.


Namun, hanya bagian bawah tubuh yang tidak bisa digerakkan sampai sekarang dan semakin membuatnya sangat takut dengan kemungkinan buruk yang ada di pikiran.


Karena kekhawatiran itu, Putri sudah tidak sabar menunggu dokter dan ingin bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada kakinya. Hingga setelah cukup lama menunggu, bahkan sudah mendapatkan sarapan dan tadi disuapi oleh Yeni.


Meskipun hanya makan sedikit dan itu pun dipaksa oleh Yeni agar mau makan. Putri tidak ingin memejamkan mata karena berharap bisa bertemu dokter yang menangani.


Hingga saat yang nanti tiba dan Putri melihat perawat masuk bersama seorang dokter dan membuatnya menatap intens tiga orang yang berjalan mendekat.


Awalnya ia membiarkan perawat mengecek tensi dan memberikan laporan pada dokter. Hingga beberapa saat kemudian tidak sabar untuk bertanya begitu pria berseragam putih membuka mulut.


"Bagaimana perasaan Anda, Nyonya? Apakah ada keluhan yang dirasakan?" tanya dokter yang kini menatap pasien di hadapan.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kaki saya, Dokter? Dari semalam tidak bisa digerakkan dan bertanya pada perawat dijawab harus menunggu penjelasan dari dokter. Sekarang katakan apa yang sebenarnya!" Putri tidak mau basa-basi lagi saat ketakutan sekaligus kekhawatiran dirasakan.


Bahkan meskipun dari semalam mencoba untuk berpikir positif, tetap saja tidak bisa tenang sampai sekarang dan membutuhkan kepastian.


Hening selama beberapa saat dan membuat perasaan Putri semakin berkecamuk karena mengerti jika sang dokter tidak langsung menjawab, itu berarti tengah memikirkan waktu dan cara yang pas untuk menyampaikan padanya.


'Ya Tuhan, kakiku baik-baik saja, bukan? Apakah aku tidak bisa berjalan karena efek kecelakaan?' Putri yang hanya bisa merintih di dalam hati untuk mengungkapkan keluh kesah, kini tersadar begitu sang dokter membuka suara.


"Apakah sekarang terasa?" tanya dokter yang sudah mengarahkan sebuah alat untuk memukul ringan ke arah kaki pasien karena ingin memastikan sebelum melakukan pemeriksaan intensif secara menyeluruh.

__ADS_1


"Tidak terasa sama sekali, Dokter. Bahkan saya tidak bisa menggerakkan kaki walau hanya sedikit pun," ucap Putri yang kini masih melihat pria berseragam itu kembali memukul area kaki dan makin yakin jika ada hal tidak beres terjadi.


"Saya sudah menambah kekuatan, jadi masih tidak berasa?"


Putri seolah sudah tidak bisa lagi mengeluarkan suara karena tercekat di tenggorokan. Hingga beberapa saat kemudian seketika dunianya yang kecil hancur untuk kesekian kali.


"Karena efek benturan sangat keras pada bagian kaki ketika mobil menabrak Anda, sehingga berdampak besar hingga menyebabkan kelumpuhan." Sang dokter menghentikan penjelasan sejenak untuk melihat respon dari pasien yang masih terus diam.


Akhirnya melanjutkan untuk memberikan pengertian agar pasien tidak merasa terpukul dan menganggap apa yang dialami adalah akhir segalanya.


"Kami akan melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui lebih lanjut seberapa parah dan mencari tahu agar bisa menyembuhkan kaki Anda bisa berjalan lagi atau tidak."


Putri yang seketika merasa seperti sesak napas dan menganggap perkataan dari sang dokter bagaikan tombak tajam menghunus tepat di jantung.


Hidupnya seperti berakhir saat ini dan tentu saja memikirkan bagaimana nasibnya di kemudian hari ketika harus membesarkan Xander seorang diri.


"Tidak! Aku tidak mungkin cacat! Ini hanyalah semua mimpi!" teriak Putri dengan suara bergetar dan menyayat hati.


"Aku tidak mau cacat, Dokter! Kenapa ini masih tidak terasa?" Putri masih belum berhenti meninju berkali-kali bagian kaki dengan wajah bersimbah air mata.


Sementara itu, sosok pria yang merasa sangat iba pada pasien ketika sangat shock karena mengetahui dampak buruk dari kecelakaan, memberikan kode pada perawat agar langsung memberikan obat penenang.


"Anda harus tenang, Nyonya. Kami pasti akan berusaha untuk menyembuhkan setelah dilakukan pemeriksaan intensif secara menyeluruh nanti." Sang dokter yang sudah biasa melihat reaksi dari pasien jika mengalami hal buruk, masih berusaha untuk menghibur.


Namun, Putri sama sekali tidak percaya dengan dokter karena berpikir hanya sedang memberikan harapan palsu. "Aku tidak mau cacat karena harus merawat putraku, Dokter. Kami hanya tinggal berdua."


"Bagaimana kami bertahan hidup jika sekarang cacat? Putraku masih kecil dan tidak mungkin bisa mengerti jika memiliki seorang ibu tidak berguna."

__ADS_1


Putri benar-benar sangat takut dan berpikir bahwa yang terjadi padanya adalah sebuah karma dari perbuatan buruk di masa lalu, tapi tidak pernah berpikir jika akan terus berlanjut tanpa henti.


'Kenapa cobaan ini tidak berhenti menimpa hidupku? Apakah baru akan berhenti saat aku mati? Kenapa aku tidak mati saja dalam kecelakaan itu dan harus menerima kenyataan jika sekarang tidak bisa berjalan lagi?'


'Aku lelah, Tuhan. Saat aku berpikir jika Arya yang berselingkuh adalah hukuman atas perbuatan buruk mengkhianati suami, ternyata sampai sekarang tidak berhenti. Apakah setelah aku cacat pun masih harus menerima karma lagi?'


Putri yang sudah bersimbah air mata dan meratapi nasib buruknya, tidak berhenti menghiasi ruangan kamar perawatan dipenuhi suara tangisannya.


"Tolong aku, Dokter. Aku ingin berjalan lagi dan tidak ingin cacat. Aku punya putra yang masih kecil dan harus kurawat." Putri berbicara dengan suara serak karena saat ini merasa tidak kuat jika harus menjalani hidup dengan kondisinya yang cacat.


'Ya Tuhan, ampuni semua dosa-dosaku. Aku sudah bertaubat dan menyadari kesalahanku. Apakah aku akan hidup menderita selamanya? Bagaimana mungkin aku harus membesarkan Xander seorang diri dengan kaki yang cacat seperti ini?'


Semua kemalangan yang menimpanya disadari adalah sebuah karma dari perbuatannya dulu ketika mengkhianati ikatan suci pernikahan saat menjadi istri Bagus Setiawan.


Putri sadar jika penyesalan selalu datang di akhir dan itu sudah tidak ada gunanya karena sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Akhirnya ia memilih untuk menyerahkan seluruh hidupnya pada takdir Tuhan dan menjalani semua hukuman atas perbuatannya di masa lalu.


'Terimalah taubatku, Tuhan. Aku ikhlas menjalani semua takdir-Mu.'


END ...


Alhamdulillah hari ini novel Karma Istri Durhaka telah tamat.


Terima kasih pada para pembaca yang sudah berkenan membaca perjalanan hidup Putri Wardhani dalam novel Karma Istri Durhaka.


Namun, jangan khawatir karena ada season dua dari kisah hidup Putri Wardhani dan beberapa tokoh lainnya, seperti Bagus Setiawan, Arya Mahesa, Amira Tan dan lainnya.


Bagi para pembacaku tersayang yang ingin mengetahui bagaimana akhir dari perjalanan kisah mereka, bisa masukkan ke rak baca, novel baruku dengan judul "Cinta Sang Pendosa" yang baru publish hari ini dan akan up tiap hari.

__ADS_1



Terima kasih.


__ADS_2