Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
126. Lonjakan kenikmatan


__ADS_3

Sementara itu, Putri yang menyadari bahwa ia sudah lama tidak merasakan urat menegang yang panjang menghantam dinding pertahanannya hingga membuat sesuatu di bawah sana berkedut, seolah berteriak agar senjata itu segera masuk ke sarangnya.


"Aku sangat merindukan ini," ucap Putri yang kini mulai menunduk dan memegang di sana.


Membayangkan itu terbenam dalam miliknya dan membuat ia mendesah, serta merintih sambil meliukkan tubuhnya. Hingga ia pun sudah sibuk dengan sesuatu yang seperti mainan barunya karena tidak pernah melepaskan dari genggamannya.


Merasa bahwa ia semakin nakal dan gila, ingin itu segera masuk ke sarang.


"Lakukan sekarang!" lirih Putri dengan suara serak karena sudah digulung puncak gairah dan ingin segera membuat mereka menyatu.


Tentu saja Arya yang dari tadi memejamkan mata karena menikmati sentuhan lembut itu, tersenyum puas karena berhasil membuai wanita yang sudah berubah merah padam itu berkali-kali mencapai puncak kenikmatan dengan perbuatannya.


Ia bahkan ingin selalu mengulang momen langka saat wanita itu memohon-mohon padanya untuk segera menyatukan diri.


Saat melihat wanita itu terbawa suasana, membuat Arya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera menyalurkan hasrat dengan memulai momen penyatuan diri dengan perlahan-lahan melakukannya.


Berharap Putri akan menikmati sensasi kenikmatan yang ingin segera ia rasakan dan seperti yang dipikirkan.


Tentu saja butuh penuh perjuangan saat ia melakukannya karena kesusahan pada posisi berdiri. Begitu ia berhasil, membuat wanita yang sudah menjerit kecil itu karena perbuatannya begitu mendorong masuk.


Sementara itu, Putri yang saat ini mencengkeram kuat punggung lebar pria yang telah berhasil menyatukan diri dengannya, kini bisa merasakan denyut nadi pria tanpa jarak sedikit pun dengannya.


Selama beberapa saat ia yang terbuai dengan setiap perbuatan Arya dan benar-benar hanya merasakan sebuah kenikmatan.


Bahkan saat ia menjerit kecil tadi bukanlah respon atas sebuah kesakitan, tetapi kenikmatan luar biasa tak tertahankan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Nikmat, hanya itu yang terlintas di pikirannya.


Belum sempat ia menormalkan perasaan aneh itu, ia mendengar suara bisikan Arya pada daun telinganya.

__ADS_1


"Mau berapa ronde, Sayang?" Arya sengaja berhenti sejenak karena ingin Putri menormalkan perasaan terlebih dahulu dan membiasakan diri sepertinya.


Ia yang tadi baru saja menyatukan diri, merasakan sensasi luar biasa menggigit ketika terbenam di bawah sana hingga membuatnya beberapa saat lalu melenguh dan sejenak memejamkan mata ketika menahan kenikmatan.


Begitu berhasil menormalkan perasaannya, Arya membuka mata dan masih belum bergerak untuk menunjukkan kekuatannya.


Kini ia mengangkat wajah, melihat ekspresi Putri saat ini.


"Bukankah kau bilang akan cepat melakukannya? Jadi, satu ronde saja," sahut Putri yang masih melingkarkan tangannya pada punggung kokoh di hadapannya.


Melihat wajah memerah dan menggemaskan di hadapannya menjawab, seolah membuat Tomy bersemangat untuk melanjutkan kegiatan panas dan liar.


Berkali-kali ia mencium kening wanita yang mulai mendesah dan merintih saat menikmati perbuatannya.


"Sayang, ini sungguh nikmat? Kamu benar-benar sangat luar biasa," ujar Arya yang berbisik di daun telinga Putri yang dari tadi asyik memejamkan mata. Kemudian ia mulai bermain-main di cuping itu.


Sementara itu, Putri yang dari tadi hanya menikmati, berniat menjawab, tetapi merasa kegelian saat pria yang menguasai dirinya bermain-main dengan telinganya.


Terlihat Arya kini hanya terkekeh menanggapi rintihan dengan nada protes dari Putri, sehingga ia tidak melanjutkan kegiatannya dan mulai kembali melancarkan aksinya.


"Aku sangat menyukai ekspresi wajahmu yang seperti ini, Sayang."


Arya kini mengarahkan tangannya untuk mengusap lembut wajah cantik nan anggun yang terlihat bersinar secerah mentari dan membuatnya merasa menjadi pria paling bahagia.


Meskipun menyadari bahwa ia bukanlah yang pertama untuk wanita itu karena pria yang tadi baru pergi itu menjadi pria pertama yang menikmati tubuh Putri.


Sebenarnya jika mengingat hal itu, Arya merasa sangat cemburu dan kesal, tapi saat menyadari telah berhasil menyingkirkan Bagus saat ini, membuatnya sedikit bisa meredam amarahnya.


Meskipun menyadari semua itu, tetapi ingin menegaskan bahwa Putri benar-benar diciptakan hanya untuknya.

__ADS_1


"I love you," ujar Arya yang kini tidak berkedip menatap wajah cantik sang kekasih saat menutup mata menikmati perbuatannya.


Hingga kelopak mata yang tadinya tertutup itu kini mulai perlahan terbuka dan ber-sitatap dengannya, sehingga ia pun mengulas senyuman dan masih terus bergerak liar untuk mengirimkan gelombang gairah dan menggapai puncak kenikmatan.


Putri yang kini tidak berkedip menatap iris tajam pria yang terlihat sangat mencintainya tersebut, sudah mengulas senyuman.


"Aku juga sangat mencintaimu, Arya," sahut Putri dengan kegetiran defensif yang menyiksa.


Namun, kegetiran defensif dirasakan seolah sirna karena gerakan Arya yang semakin liar dan berhasil membuatnya menjerit, melenguh dan mendesah. Ia benar-benar merasa bagaikan petasan yang meledak saat pria itu semakin liar begitu mengubah posisi ***** *****.


Suasana ruangan tersebut kini dipenuhi oleh suara ******* dan lenguhan dari Arya dan Putri yang semakin memecahkan keheningan di rumah kontrakan itu.


Arya benar-benar membuktikan kekuatannya karena ia tidak sedetik pun membiarkan Putri diam karena sibuk mendesah dan merintih dengan tubuh meliuk-liuk seperti cacing kepanasan.


Sementara itu, Putri yang kini benar-benar merasa sangat lemas atas keliaran Arya yang tak kunjung berhenti. Bertanya-tanya kapan pria yang terlihat sama sekali tidak merasa lelah tersebut akan berhenti dan membebaskan dirinya.


Ia yang sudah menepuk lengan kekar pria yang sudah berhasil membuatnya mencapai pelepasan berkali-kali dan ingin beristirahat karena sangat lelah. Bahkan merasa seperti tulang-tulangnya remuk semua ketika lama membungkuk.


"Aku lelah. Kapan kau akan berhenti menyiksaku," lirih Putri yang kini sudah pasrah karena tubuhnya benar-benar terasa remuk redam.


Semenjak hamil, ia benar-benar sangat lemas dan tidak bisa seperti biasanya ketika bercinta karena mudah lelah.


"Sebentar lagi, Sayang. Kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya ketika pria itu tidak ada."


Setelah mengungkapkan pendapatnya, Arya mulai kembali bergerak sesuai irama dan memuaskan hasratnya yang hari ini seolah berkumpul menjadi satu.


Seolah ia sama sekali tidak memperdulikan keadaan sekitar atau pun orang lain saat bercinta dengan wanita yang sangat dicintai sekaligus membuatnya gila.


Sementara itu, Putri kini hanya bisa menelan ludah dengan kasar melihat sikap Arya yang hanya memperdulikan nafsu dan malah semakin bergerak agresif.

__ADS_1


Hal itu berhasil membuatnya semakin gila karena kembali merasakan kenikmatan yang hakiki saat lonjakan kenikmatan mengalir di setiap aliran darah.


To be continued...


__ADS_2