
Saat Arya hanya mendengarkan suara kemurkaan dari seberang sambil asyik bergumam dan ingin tertawa terbahak-bahak atas kebodohan pria yang mengira bahwa ia adalah wanita, beberapa saat kemudian mendengar suara seorang wanita yang tidak lain adalah Putri tengah marah-marah.
'Sepertinya pria itu diam-diam mengecek ponsel Putri saat sedang tidur. Sekarang Putri yang terbangun, langsung kebingungan mencari ponselnya.'
Sambungan telepon yang terputus kini tidak bisa membuat Arya kembali mendengar suara kemurkaan Putri yang marah pada pria tua tidak berguna tersebut seperti panggilan dari wanita yang dicintainya.
Tidak ingin mengambil pusing atas pertengkaran Putri dengan sang suami karena akan mempermudah untuk proses perceraian nantinya.
Arya yang merasa badannya pegal-pegal, berencana untuk menyuruh pelayan laki-laki memijatnya, sehingga kini ia sudah menelpon kepala pelayan agar menyuruh salah satu pelayan paling muda yang usianya hampir sama dengannya untuk datang ke kamarnya.
Baru saja ia menutup telpon, ada notifikasi masuk dan merupakan pesan dari Putri yang langsung membuatnya tersenyum simpul.
"Pilihan yang tepat, Sayang. Saat kamu menuruti perintahku, maka aku akan menyerahkan diriku sepenuhnya padamu."
Dengan tidak berhenti tersenyum, Arya mengetik balasan untuk Putri dan sengaja membuat perasaan wanita itu semakin penasaran.
Saat ini, yang ada di pikirannya adalah ingin membuat Putri menyadari bahwa ia adalah sesuatu yang istimewa dan tidak bisa dibandingkan dengan pria yang tadi memarahinya.
"Kamu harus menyadari bahwa aku adalah sesuatu yang berharga dan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri untukmu jika berhasil mendapatkanku. Bisa mendapatkan hati dan tubuhku, seharusnya membuatmu merasa bangga, sayang."
"Jika kamu menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat berharga pada diriku, aku yakin kamu tidak akan pernah menganggap remeh aku dan akan selalu patuh padaku."
Saat Arya sudah tidak melihat Putri membalas pesannya lagi, mendengar suara ketukan pintu dan membuatnya langsung menyuruh pelayan yang akan memijatnya masuk.
Begitu melihat sosok pria muda yang hampir seumuran dengannya, ia yang tengah duduk di atas ranjang, langsung berganti posisi dengan tengkurap setelah melepaskan kaos casual yang dipakainya.
"Aku ingin kau memijat tubuhku. Rasanya pinggangku mau patah hari ini. Aku benar-benar sangat lelah hari ini setelah banyak melakukan kegiatan."
Sosok pria berseragam hitam yang mempunyai nama hampir sama dengan majikannya, tak lain bernama Aryaz, kini langsung naik ke atas ranjang dan melaksanakan perintah untuk memijat tubuh yang penuh dengan otot-otot kencang tersebut.
__ADS_1
Hanya keheningan yang terasa di ruangan kamar.
Arya kini merasa sangat nyaman saat tangan pelayannya sudah memijat setiap sudut tubuhnya. Bahkan terdengar bunyi gemeretak beberapa kali saat pelayan melakukan gerakan menekan dan menarik.
"Sepertinya kau sangat cocok membuka panti pijat karena pijatanmu sangat nyaman dan bisa melemaskan otot-ototku yang kaku."
"Terima kasih atas pujiannya, Tuan, tapi saya sepertinya tidak berencana untuk memijat karena tidak kuat godaan."
"Godaan? Memangnya orang yang pintar memijat ada godaannya?" tanya Arya yang kini mengerutkan kening karena tidak memahami apa yang dikatakan oleh pelayan.
Sementara itu, Aryaz yang awalnya hanya bercanda dan ditanggapi serius oleh majikan, akhirnya menceritakan apa yang ada di pikiran selama ini mengenai pijat.
"Jika saya membuka panti pijat, bagaimana jika banyak wanita yang datang, Tuan? Membayangkan meraba tubuh para wanita saja sudah membuat bulu kuduk berdiri seperti ini."
Aryaz menunjukkan bulu kuduknya meremang saat hanya membayangkan memijat tubuh wanita dengan tangan telanjang.
Sementara di sisi lain, Arya seketika terbahak-bahak begitu mendengar penjelasan dari pelayannya.
Aryaz yang kini melihat ekspresi wajah majikannya terlihat seperti sangat yakin dan seolah sudah pernah merasakannya.
"Anda seperti sudah pernah merasakannya saja, Tuan. Padahal Anda belum menikah."
Baru saja ia menutup mulut, Aryaz yang berniat untuk memijat bagian depan tubuh majikannya, menatap heran pada sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Ini ...."
Aryaz menunjuk ke arah bagian dada majikannya yang memerah agak kehitaman di beberapa tempat.
Sebagai seorang pria dewasa, ia sangat mengetahui apa yang menyebabkan bagian dada majikannya terlihat memerah hingga kehitaman di beberapa sudut.
__ADS_1
Sementara itu, Arya yang terkekeh hanya ingin menggoda pelayannya. "Apa perlu aku jelaskan padamu tentang penyebab ini?"
Arya berbicara sambil menunjuk ke arah dadanya yang terlihat ada bekas kiss mark dari Putri.
Ia awalnya ingin meninggalkan jejak kepemilikan di tubuh Putri, tapi dilarang karena akan membuat sang suami mengetahuinya jika sampai sekilas melihat.
Sebagai gantinya, Putri-lah yang melakukannya dan membuat beberapa jejak kepemilikan pada tubuhnya. Pengalaman pertama dan sensasi berbeda didapatkannya dari sosok wanita yang menurutnya sangat luar biasa karena ia tidak perlu susah payah untuk mengajari, tapi tinggal merasakan dan membiarkan Putri bersikap liar padanya.
Semua hal yang ada pada diri Putri, membuat Arya tergila-gila dan tidak rela melepaskan wanita yang memiliki paras cantik dan tubuh seksi seperti seorang perawan.
Di sisi lain, pria muda yang kini masih melanjutkan pijatannya, refleks langsung menggelengkan kepala karena mengerti dengan arti dari perkataan majikannya.
"Saya sudah mengetahuinya, Tuan. Tidak perlu menjelaskannya. Sepertinya Anda adalah orang yang yang sangat berpengalaman."
Aryaz melanjutkan perkataannya di dalam hati karena tidak mungkin akan mengejek majikannya dan kemungkinan langsung dipecat.
"Wah ... aku pikir tuan Aryaz belum memiliki kekasih. Ternyata sudah memiliki kekasih dan berpengalaman dalam hal bercinta. Apakah dalam waktu dekat, tuan Arya akan menikah? Tapi kenapa kekasih tuan Arya tidak dibawa ke sini dan diperkenalkan pada orang tuanya?'
'Apalagi nyonya adalah orang yang sangat susah untuk ditaklukkan. Aku tidak bisa membayangkan jika nanti kekasih dari tuan Arya tidak mendapatkan restu dari nyonya. Bukankah pihak wanita yang dirugikan karena sudah memberikan segalanya pada pihak laki-laki?'
Merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada majikannya, kini Aryaz memilih untuk bercanda.
"Biasanya saya melihat kiss mark di leher wanita. Rasanya melihat kiss mark pada dada Anda, membuat saya berpikir."
"Berpikir apa? Apa otakmu langsung dipenuhi dengan bayangan dari seorang wanita yang berada di atas tubuhku?" sahut Arya dengan terkekeh geli. "Wanitaku sangat luar biasa dan tidak akan ada yang bisa mengalahkannya."
Arya yang tadinya telentang, kini bangkit dari posisinya dengan duduk bersila di hadapan pelayannya.
"Jangan sampai kau jatuh cinta saat melihat kekasihku ketika kubawa ke sini nanti. Jika sampai kau tidak berkedip menatapnya, aku akan mencolok matamu!"
__ADS_1
To be continued...