Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
36. Membahas Masa Lalu


__ADS_3

Awalnya, Putri yang baru saja selesai minum obat, ingin menoleh ke arah, tetapi menyadari bahwa pria yang ada di sebelahnya itu pasti akan meminta sesuatu darinya, yaitu melanjutkan percintaan yang tertunda tadi.


Namun, semua ketakutannya seolah musnah begitu mendengar suara bariton Arya di dekat telinganya.


"Sebaiknya kita tidur sekarang karena melihatmu kelelahan, membuatku tidak tega menghajarmu lagi. Kita lanjutkan besok saja."


Arya sudah menarik tubuh Putri yang tadinya duduk dengan bersandar di punggung ranjang tersebut agar kembali berbaring di sebelahnya. Tidak hanya itu, saat usahanya berhasil, ia sudah memeluk erat tubuh wanita itu dengan melingkarkan tangan pada perut datarnya.


"Kita lanjutkan saja besok percintaan yang tertunda karena aku tidak ingin membuatmu kelelahan dan akhirnya besok wajahmu pucat dan tidak terlihat cantik. Jadi, kita tidur saja sebelum aku berubah pikiran," bisik Arya di dekat daun telinga Putri.


Jika beberapa saat yang lalu Putri benar-benar sangat gugup dan takut, kini semuanya seolah musnah begitu saja dan membuatnya merasa lega karena tidak akan merasakan tulang-tulangnya seperti terlepas dari tubuhnya.


Putri tidak lagi ingin bertanya lebih jauh karena ingin melanjutkan tidurnya. Berharap besok tubuhnya yang remuk redam akan kembali segar dan tidak terasa lemah.


"Baiklah, ayo kita tidur."


Arya yang tersenyum simpul, kini sudah memeluk erat tubuh Putri dan tentu saja bisa mencium aroma wangi tubuh wanitanya.


"Besok mau chek out jam berapa?"


Saat Putri hanya diam saja tanpa menjawab perkataannya, Arya yang dari tadi tidak berkedip menatap ke arah sosok wanita yang sangat dicintainya tersebut, kini sibuk menggerakkan tangan di depan wajah cantik itu.


Tentu saja untuk menyadarkan sosok wanita yang saat ini malah terlihat melamun. "Kenapa hanya diam saja? Apa yang saat ini sedang kamu pikirkan?"


Lamunan Putri saat ini buyar dan begitu melihat raut wajah Arya penuh pertanyaan dan menunggu jawabannya, ia pun mengungkapkan apa yang ada di pikirannya saat ini.


"Aku saat ini tengah berpikir alasan apa jika besok pria itu menginterogasiku."


"Alasan apa saja. Kalau perlu, buat dia kesal agar menceraikanmu," sahut Arya yang saat ini mulai bangkit dari posisinya. "Kalau kamu belum mengantuk, apa kita lanjutkan saja percintaan yang tertunda tadi?"

__ADS_1


Sementara Putri yang tadinya hanya ingin berkata jujur tanpa merahasiakan sesuatu dari Arya, menyadari kebodohannya.


'Dasar bodoh, kamu Putri! Kamu seperti sedang mengumpankan tubuhmu sebagai santapan dari harimau yang lapar,' umpat Putri yang kini sudah melengkung tubuhnya ke atas begitu sesuatu sudah merangsek masuk dan membuatnya menggigit bibir bawahnya untuk menahan penyiksaan manis yang diberikan oleh pria yang menjulang di atas tubuhnya.


Sebagai seorang pria yang ingin membahagiakan pasangannya di atas ranjang, butuh kesabaran ekstra untuk Arya dalam menjelaskan dan mengajari Putri mengenai berbagai macam gaya yang diketahuinya dari video di situs ilegal miliknya.


Begitu ia menjelaskan satu gaya yang dianggapnya akan membuat Putri merasakan kenikmatan luar biasa, yaitu memakai gaya The Slow Scissor.


Arya menyuruh Putri berbaring dalam posisi terlentang menghadapnya. Kemudian posisi kaki ke arah atas dan mengaitkan kedua kaki dalam bentuk yang menyilang pada bagian leher.


Ia menganggap penetrasi dengan cara itu jauh lebih menantang dan akan membuat Putri merasa sangat puas.


Benar saja, setelah setengah jam berlalu dan merasakan kepuasan dalam bercinta, kini keduanya sudah bersembunyi di balik selimut tebal sambil berpelukan.


Putri yang merasa sangat bahagia mendapatkan pria tampan dan kuat seperti Arya, berpikir bahwa ia tidak ingin tidur agar bisa selalu melihat wajah tampan itu karena menyadari bahwa mungkin tidak akan bisa bertemu setiap hari setelah besok pulang ke kontrakan.


Namun, ia ingin tahu semuanya mengenai sang kekasih dan kini memulai pembicaraan.


"Ceritakan padaku mengenai masa lalumu bersama mantan-mantan kekasihmu selain Early. Aku ingin tahu lebih banyak hal tentangmu."


Arya yang memang dulu saat masih sekolah adalah seorang pemain hati karena banyak gadis-gadis sangat memujanya. Hanya saja, ia yang dulu ingin pensiun dari bermain-main wanita, mulai serius pada seorang wanita bernama Early.


Namun, saat ia serius menjalin hubungan, malah mendapat penolakan dan akhirnya merasa trauma dengan wanita.


"Aku dulu memang banyak mempunyai kekasih saat masih sekolah karena wajah tampan ini membuat para wanita tergila-gila. Namun, asal kamu tahu, Sayang, bahwa aku tidak pernah menyuapi seorang wanita."


"Semua itu adalah hal paling tidak mungkin yang aku lakukan. Namun, hanya dalam sekejap mata, kamu telah membuat hal yang tidak mungkin itu menjadi mungkin."


Kali ini seorang Arya Mahesa merasa menjadi orang lain dan tidak menjadi diri sendiri saat berhadapan dengan sosok wanita cantik di sebelahnya tersebut. Ia ingin Putri menyadari bahwa wanita itu mampu merubahnya menjadi orang lain dan terlihat sangat lemah.

__ADS_1


Di dekat Putri, ia selalu menempatkan jarak sedekat dan seintim mungkin saat benaknya masih dipenuhi kabut kenikmatan yang diungkapkan oleh wanita itu.


Ia seolah berubah menjadi sosok pria lemah dan tidak mampu menahan diri untuk tidak memikirkan Putri. Apalagi setelah ia mendengar Putri membalas ungkapan cintanya.


Seperti hari ini, ia merasa sangat senang saat melihat Putri berubah menjadi seorang wanita yang berbeda setelah mengatakan juga mencintainya dan baginya, tidak ada yang jauh lebih berharga dari itu.


Sementara itu, Putri yang sibuk melukis dada bidang dengan cetakan otot perut tersebut, pada awalnya tidak ingin menatap wajah dengan pahatan sempurna yang selalu membuatnya merasa lemah, tetapi ia benar-benar tidak bisa melakukannya saat kalimat bernada manis baru saja masuk dalam indra pendengarannya.


Kalimat pujian dan ungkapan cinta yang terdengar sangat manis tersebut benar-benar membuat perasaan Putri berbunga-bunga dan merasakan menjadi seorang wanita yang dipuja.


Kali ini, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum tipis saat sudut bibirnya melengkung ke atas. Menandakan bahwa ia merasa sangat senang sekaligus terharu saat kata-kata Arya masuk ke dalam indra pendengarannya dan berhasil menancap tepat di hatinya.


Ia merasa bahwa Arya telah berkali-kali menancapkan panah asmara tepat di hatinya dan melemahkan perasaannya. Namun, ia mengarahkan tatapan penuh selidik.


"Kamu memang sangat pintar merayu wanita. Wanita mana yang tidak akan rapuh saat pria setampan dirimu mengatakan kalimat semanis ini. Bahkan aku sekarang langsung merasa kenyang dengan rayuan maut darimu."


"Bagaimana mungkin aku bisa langsung mempercayai perkataanmu, sedangkan kamu adalah seorang perayu ulung dan sudah menaklukkan banyak wanita di masa lalu."


Putri yang tadinya fokus pada dada telanjang itu, kini lebih tertarik untuk mencari tahu mengenai segala hal dari pria dengan paras tampan tersebut. Kini ia ingin menginterogasi sendiri.


"Sekarang katakan padaku! Apa yang kamu lakukan pada para kekasihmu?"


Arya yang masih terlihat sangat tenang, kini hanya memicingkan mata karena masih tidak habis pikir dengan pertanyaan Putri yang dianggapnya sangat konyol. Ia tahu mengenai seluk beluk tentang wanita yang memiliki rasa keingintahuan sangat tinggi sekaligus lemah hati.


'Dasar bodoh! Apa ia mau menipuku? Awalnya ia merasa sangat penasaran, tapi aku yakin setelah mengatakan semua tanpa terkecuali, akan patah hati dan bersedih. Jika sampai itu terjadi, mana mau ia disentuh dan akulah yang susah,' gumam Arya yang saat ini memilih tidak menanggapi pertanyaan bernada konyol tersebut.


"Lebih baik kita tidur karena aku sangat lelah dan mengantuk."


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2