Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
296. Mencari tempat baru


__ADS_3

Sosok wanita yang saat ini tengah berjalan menyusuri trotoar dan tak lain adalah Putri, masih terus melangkahkan kaki menuju ke arah kontrakan. Dengan perasaan semakin hancur atas perkataan Amira Tan, ia dari tadi bersimbah air mata.


Dengan wajah berurai air mata dan sama sekali tidak memperdulikan pandangan semua orang yang menatap aneh, Putri terus berjalan tanpa kenal lelah.


Ya, untuk menghilangkan kesedihan, ia memilih untuk berjalan kaki dan tidak naik kendaraan umum. Meskipun akan butuh waktu sangat lama untuk bisa sampai di kontrakan, tapi seolah tidak memperdulikan itu.


Berharap kakinya patah saja dari pada harus menahan rasa hancur di hati. Putri ingin melupakan semua hal buruk yang terjadi hari ini dengan cara membuat kaki dan pikiran lelah.


Tanpa memperdulikan jika kemungkinan besok pagi mungkin tidak akan bisa berjalan lagi karena efek kelelahan. Ia masih tidak bisa melupakan semua yang dilakukan oleh Arya.


Sosok pria yang masih sangat dicintai dan menjadi korban dari konspirasi orang tua karena tidak memberikan restu dari dulu.


'Bagaimana bisa kamu lebih mempercayai hasil tes DNA palsu dari pada kejujuranku? Apakah kamu tidak bisa melihat jika aku selama ini selalu jujur padamu karena sangat mencintaimu, Arya.'


'Apa yang harus kulakukan sekarang tanpamu? Aku tidak bisa hidup hanya bersama Xander yang membutuhkan kasih sayangmu sebagai seorang ayah.'


Masih dengan bulir air mata menganak sungai, saat berjalan kaki, ada beberapa pria yang menghentikan motor dan menawarkan bantuan pada Putri untuk mengantarkan pulang.


Ada beberapa pria yang hanya ingin mendekati karena melihat wanita cantik sedang bersedih, jadi berharap bisa memanfaatkan situasi itu.


Namun, ada juga yang benar-benar tulus membantu karena memang merasa iba dan tidak tega melihat seorang wanita berjalan kaki dengan wajah sembab.


Namun, Putri sama sekali tidak memperdulikan tawaran dari beberapa pria dan terus melangkahkan kaki menuju ke arah jalan pulang.

__ADS_1


Bahkan sama sekali tidak membuka mulut karena saat ini memilih untuk tidak memperdulikan para pria yang hendak membantu untuk mengantar pulang.


'Seandainya Arya yang datang dan mengantarkan pulang, aku tidak akan pernah menolak,' gumam Putri yang kembali meloloskan bulir air mata dari wajah.


Ia kini mengingat kejadian di ruangan kerja Arya dan saat ingatan tertuju pada sosok wanita yang telah merebut sang suami, semakin bersedih karena mengetahui jika Arya sudah melakukan hal terlarang.


Itu karena tadi melihat ada jejak kiss mark di leher wanita itu. Tentu saja ia bukanlah orang bodoh yang naif dengan berpikir jika Arya hanya sekedar memberi jejak kepemilikan tanpa melakukan hal lebih.


'Arya tidak bercinta dengan wanita itu, kan? Arya sangat mencintaiku, tidak mungkin melakukan itu,' lirih Putri yang kembali berurai air mata dan merasa sangat terluka dan hancur lebur ketika membayangkan sang suami yang dipercaya dan dicintai bercumbu dengan wanita lain.


Putri yang tidak kuasa menopang beban berat tubuh kala merasa sangat lemas setelah memikirkan hal yang saat ini memenuhi otak mengenai Arya dan wanita bernama Calista.


Refleks ia menghentikan langkah dan memilih untuk bersandar di pohon yang berada di pinggir jalan. Tidak ingin pingsan dan terlihat mengenaskan, Putri memilih untuk menormalkan perasaan yang sangat hancur hari ini dengan bersender di pohon.


'Harusnya kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu hingga rela meninggalkan dua anak dan suami. Bukankah kamu tahu jika dari dulu orang tuamu sangat membenciku? Semestinya menyadari bahwa itu adalah sebuah kebohongan yang disusun oleh orang tuamu untuk memisahkan kita.'


Putri masih terus meluapkan semua perasaan yang membuncah ketika mengingat tentang pria yang sangat dicintai. Kali ini masih belum mengetahui apa yang akan dilakukan setelah hancur tak tersisa.


"Wanita jahat itu pasti akan merasa sangat bahagia karena Arya sudah menceraikan aku. Jika apa yang kualami adalah karma dari perbuatanku ketika menyakiti Bagus dan anak-anakku, aku yakin jika kalian semua juga akan mengalami penderitaan suatu saat nanti!"


Putri yang saat ini terlihat mengepalkan kedua tangan dengan wajah memerah karena dikuasai oleh amarah. Rasa terluka di hati yang bahkan belum terobati, seolah berubah menjadi luapan emosi yang mengalir ke setiap urat syaraf.


Tidak ingin membiarkan orang jahat merasa bahagia karena menang telah memfitnah, Putri berusaha untuk menguatkan hati demi putra satu-satunya yang kini bersamanya.

__ADS_1


'Putraku, mama berjanji padamu, meskipun kita hanya akan hidup sendirian, tapi kupastikan tidak akan pernah membuatmu menderita. Kamu memang tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang ayah dan kakek nenek, tapi ada mama yang akan mencurahkan seluruh kasih sayang untukmu.'


Seolah mendapatkan suntikan semangat ketika mengingat bayi yang baru beberapa bulan dilahirkan, Putri kini menghapus bulir air mata di wajah dan berusaha untuk menormalkan perasaan.


"Kamu harus kuat, Putri. Semuanya demi Xander. Jangan membuat putramu hidup menderita setelah kamu terpuruk dan berada di titik paling terendah seperti ini."


Putri mengembuskan napas kasar dan berpikir jika saat ini yang terjadi adalah ujian dalam hidup dan berusaha untuk menjalani semua takdir yang digariskan oleh Tuhan.


"Mama akan melakukan apapun untukmu, Sayang. Tidak akan pernah kubiarkan kamu hidup menderita." Putri yang berusaha untuk menormalkan perasaan yang terluka akibat perbuatan dari Arya, kini memilih untuk menghentikan taksi.


Tidak ingin berakhir sakit dan Xander menjadi korban, ia memilih untuk pulang naik taksi. Ingin segera bertemu dengan putra yang sangat disayangi.


"Xander adalah obat dari semua lukaku. Aku tidak sendirian di dunia ini karena ada putraku yang akan selamanya bersamaku," lirih Putri yang kini langsung masuk ke dalam taksi dan memejamkan mata begitu menyandarkan tubuh dan kepala di kursi penumpang.


Setelah mengatakan alamat tanpa membuka mata, ia menormalkan perasaan yang masih tidak baik hari ini.


'Meskipun Xander masih bayi, tapi bisa merasakan saat aku sedang bersedih. Pasti akan rewel dan sering menangis saat perasaanku tidak baik. Aku harus berusaha untuk bersikap tenang dan fokus pada Xander saja.'


'Meskipun ini sangat berat, tapi aku harus bisa melakukan ini demi putraku. Aku tidak boleh membiarkan Xander menjadi korban dari keegoisan para orang dewasa. Mama berjanji, akan melakukan yang terbaik untukmu, Sayang.'


Putri kini mulai membuka mata dan memikirkan mengenai rencana yang harus dilakukan setelah berstatus sebagai single parent.


'Aku ingin melupakan semua hal buruk ini. Hanya dengan cara meninggikan kota ini, akan bisa melakukan itu,' gumam Putri yang kini tengah mencari tempat tujuan untuk melarikan diri dari semua masalah yang menimpa.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2