Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
280. Sebuah harapan


__ADS_3

Saat Jack mengacak frustasi rambutnya, ia merasakan ada sebuah sentuhan di pundaknya dan seketika menoleh ke belakang.


"Maaf, Tuan. Bolehkah aku bertanya?" Bagus dari tadi mengamati pergerakan sosok pria yang ditebaknya adalah teman Amira Tan karena tidak mungkin itu adalah kekasih saat wanita yang menghilang itu menyukainya.


Namun, melihat wajah penuh kekhawatiran pria dengan paras rupawan tersebut, sudah bisa dipastikan jika ia menyukai Amira Tan. Lebih tepatnya adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.


Jack kini menatap sosok pria di hadapannya, mulai dari ujung kaki hingga kepala dan bisa menebak merupakan supir taksi saat familiar dengan seragam berwarna hitam tersebut.


"Bertanya tentang apa? Kau siapa?"


Bagus refleks langsung mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. "Aku Bagus Setiawan, adik ipar Amira Tan. Aku menikah dengan adik tiri Amira Tan Apakah kau bisa menjelaskan tentang apa yang terjadi?"


"Sepertinya kau mengetahui sesuatu tentang kakak ipar karena aku pun juga mencarinya. Ia semalam baru dari tempatku setelah pergi ke rumah mantan istriku."


Jack saat ini memicingkan mata karena tengah mencerna perkataan dari sosok pria yang terlihat sepertinya, yaitu wajah penuh penyesalan terlihat jelas.


"Sebelum aku menjelaskan, sepertinya kau harus menjawab pertanyaanku dulu. Apakah antara mantan istrimu dan Amira Tan ada masalah? Aku sangat mengenal Amira Tan yang tidak pernah datang ke club malam, tapi semalam aku melihatnya di sana, sehingga sepertinya berakhir mabuk dan akhirnya dibawa kabur oleh seorang pria berengsek."


"Sialnya, aku kehilangan jejak saat mengikuti motor bartender itu. Seharusnya aku tidak membawa mobil dan mengejar dengan motor, jadi tidak akan berakhir seperti ini."


Bagus hanya bisa mengungkapkan rasa sesalnya dengan mengepalkan kedua tangannya sangat kuat. Bagaimana mungkin ia tidak dibebani rasa bersalah setelah mengetahui hal yang sebenarnya.


Hingga ia pun tanpa bisa menahan diri, refleks langsung mengarahkan pukulan bertubi-tubi pada beberapa bagian tubuhnya.

__ADS_1


Mulai dari dahi, kepala, paha, dada sambil merutuki kebodohan, serta kesalahan yang sangat fatal karena telah menjadi penyebab utama kejadian ini.


"Ini semua salahku! Jika aku semalam tidak mengusirnya dari rumah, tidak mungkin terjadi hal seperti ini."


Rasa pusing di kepala teramat sangat bertambah besar ketika mendengar suara perkataan dari pria di hadapannya tersebut. "Apa maksudmu sebenarnya? Lebih baik kau jelaskan padaku sekarang juga, agar aku bisa mengerti."


Suara bariton bernada perintah dari sosok pria yang ada di hadapannya tersebut membuat Bagus akhirnya terpaksa untuk menceritakan perihal yang terjadi semalam. Tanpa ada yang ia tutupi karena berpikir bisa menyelesaikan masalah dengan dibantu pria itu.


Awalnya, Jack mendengar semua penjelasan dari sosok pria yang berada di hadapannya tersebut. Hingga ia seketika mengepalkan kedua tangan begitu mengetahui bahwa pertanyaan yang selama ini ada di otaknya telah terjawab hari ini.


Ya, ternyata tipe idaman Amira Tan kini berdiri di hadapannya dan membuatnya seketika tertawa terbahak-bahak. Jika dulu ia berekspektasi jika pria yang disukai oleh Amira Tan sangat luar biasa.


Bahkan jauh lebih baik segalanya darinya. Namun, ia seperti dijatuhkan sangat kuat dari atas langit ketika mengetahui bahwa pemikiran selama ini salah.


"Astaga!"


"Berengsek! Memangnya siapa kau berani menolak Amira Tan? Kau hanya seorang suami yang diselingkuhi istri dan supir taksi dengan gaji rendah. Kau tidak pantas untuk Amira Tan!"


Bagus sama sekali tidak tersinggung dengan kalimat penghinaan dari pria tersebut karena memang semua itu adalah faktanya. Ia sudah menduga jika hal-hal seperti ini akan terjadi.


Jadi, tidak akan merasa terkejut, atau pun marah maupun tersinggung. "Ya, kau memang benar! Amira Tan hanya pantas didapatkan oleh pria hebat sepertimu."


"Kau benar karena Amira Tan tidak pantas untuk pria terbuang sepertimu! Kau harus bertanggungjawab untuk mencarinya karena jika sampai terjadi sesuatu hal buruk, aku sendiri yang akan menghabisimu!" Jack kini mengumpat sangat keras tanpa mempedulikan apapun lagi.

__ADS_1


Bahkan security yang berada di pos depan langsung keluar dan berjalan mendekat. Berpikir ia akan membuat keributan di depan kantor. Namun, ia mengibaskan tangan untuk menyuruh pergi karena saat ini memilih untuk berjalan menuju ke arah mobil.


Bagus yang merasa harus mencari Amira Tan, kini mengejar pria yang baru saja masuk ke dalam mobil. "Katakan alamat club yang didatangi Amira Tan. Aku akan ke sana untuk mencari informasi."


Sedangkan Jack saat ini masih tidak bisa menyembunyikan kemurkaannya pada pria di hadapannya. "Datang saja ke Dragon Club. Pastikan kau menemukan Amira Tan hari ini juga dengan keadaan tanpa kurang suatu apapun!"


Tanpa menunggu jawaban dari pria yang sangat dibenci, kini Jack sudah menyalakan mesin mobil dan mengemudikannya meninggalkan area kantor Amira Tan. Ia saat ini berencana untuk kembali mencari keberadaan wanita yang sangat dicintai.


Ketakutan teramat sangat dirasakan saat ini ketika membayangkan jika Amira Tan diperkosa oleh bartender. Ia pun mengempaskan tangan pada kemudi.


"Berengsek! Kenapa kau bisa sebodoh itu, Amira Tan! Bagaimana bisa kau menolakku dan malah menyukai pria tua miskin yang bahkan ditinggalkan adikmu!"


Jack tidak bisa mengendalikan diri dan sudah seperti orang gila saja ketika meluapkan emosi di dalam mobil.


Sementara itu, sosok pria yang saat ini tengah berada di parkiran kantor pengacara, kini buru-buru masuk ke dalam mobil.


"Dragon Club, aku akan mencari informasi tentang pria itu. Semoga Amira Tan baik-baik saja dan pria itu adalah orang baik," ujar Bagus yang saat ini tengah menyalakan mesin mobil dan langsung mengemudikan taksi tersebut menuju ke club.


Ia hari ini akan fokus mencari Amira Tan dan tidak bekerja karena tidak akan pernah tenang jika wanita yang patah hati karenanya tersebut belum pulang ke rumah.


"Amira Tan, harusnya kamu menerima cinta pria itu. Dia adalah seorang pria yang tampan dan pastinya sepadan karena merupakan rekanmu, tapi kenapa kamu menyukai pria tidak berguna ini?"


"Jika bukan bodoh, sebutan apa yang pantas untukmu, Amira? Semoga tidak terjadi sesuatu padamu. Pria itu, aku berharap dia adalah seseorang yang tulus dan tidak akan pernah memanfaatkan kelemahan seorang wanita."

__ADS_1


"Dunia ini ada banyak orang baik dan tulus. Aku harap pria yang kamu temui itu salah satu di antaranya," ucap Bagus yang saat ini memilih untuk fokus mengemudi.


To be continued...


__ADS_2