Karma Istri Durhaka

Karma Istri Durhaka
24. Ternyata rasanya senikmat ini


__ADS_3

"Akan jauh lebih nikmat jika seperti ini," ucap Arya yang kini sudah berhati-hati menurunkan tubuh seksi wanita yang terlihat terbuka bagian atasnya tersebut ke atas ranjang king size, tak jauh dari tempatnya berdiri.


Ia bahkan dari tadi memusatkan seluruh perhatian pada sosok wanita yang seperti makanan siap saji dan siap disantapnya hari ini.


Hingga tanpa membuang waktu, langsung membungkuk dan sibuk melepaskan bagian bawah wanita yang terlihat pasrah menerima perbuatannya.


Beberapa saat kemudian, Arya berhasil menurunkan pelindung bagian bawah Putri, serta pelindung terakhir itu. Lalu ia bergerak dan menundukkan kepala dengan posisi membungkuk.


Tentu saja kembali sibuk membelai intim bagian paling sensitif di balik kedua paha yang sudah dibukanya.


Sementara Putri sangat syok karena mendapatkan sentuhan dari bibir tebal pria yang membangkitkan kenikmatan murni dan seperti sanggup membuat jantungnya berhenti berdetak saat itu juga.


"Arya ...."


Ia kini merasa syaraf yang ia miliki hanya terfokus pada satu titik itu. Hingga tidak yakin bisa menahan penyiksaan manis yang luar biasa dahsyat menghantam tubuhnya.


Bahkan pria yang berada di bawahnya tersebut sama sekali tidak memberinya kesempatan sama sekali untuk tidak meneriakkan nama itu lagi.


Lagi-lagi ia menjerit, "Arya ...."


Tubuhnya gemetar hebat, kaki dan tangannya seketika seperti telah meleleh. Tubuhnya lemas karena pria itu semakin bertambah liar saat menyesap habis miliknya dengan sangat rakus.


Bahkan ia ingin pria itu tidak pernah berhenti dan terus melakukannya. Hingga membuat tubuhnya melebur saat merasakan kenikmatan fisik yang jauh melebihi apapun.


Bahkan untuk kesekian kalinya, ia pun mencapai puncak sensasi saat merasa seperti berada di tepi jurang kenikmatan dan tubuhnya membara saat ledakan gairah kembali menghantamnya dan membakar semakin panas ketika kembali ******* berkali-kali.


Putri yang kini merasa sangat lemas, seolah tenaganya kini telah habis tanpa tersisa setelah pria itu menjauhkan bibir dari bagian sensitif miliknya.

__ADS_1


Deru napas memburu dan degup jantungnya yang berdetak kencang melebihi batas normal, membuat Putri yang kini sudah mulai menormalkan deru napasnya, bisa melihat wajah pria yang kini telah berdiri dengan menopang beban berat tubuh mengunakan lutut, menjulang di hadapannya dengan senyuman menyeringai padanya.


"Aku telah membuatmu *******. Padahal belum melakukan apa-apa. Sekarang aku tidak akan membuatmu berhenti menjerit dan meneriakkan namaku dengan suaramu yang seksi dan sangat merdu terdengar di telingaku, Sayang."


Arya tersenyum simpul begitu berhasil membuat wanitanya pasrah atas apapun yang ia lakukan. Teru saja saat ini ia merasa di atas angin karena Putri sama sekali tidak menolaknya.


Sedangkan Airin yang kali ini seperti patung, sama sekali tidak bergerak dari tempatnya karena kini tidak berkedip menatap setiap pergerakan dari sosok pria yang berada di hadapannya.


Ia menganggap jika semua gerakan Arya terlihat seksi di matanya dan ingin sekali segera menjadi milik pria itu seutuhnya.


'Aku tidak akan pernah menyesali ini karena sangat mencintai Arya. Pria sepertinya yang aku cari karena sangar tampan, seksi dan kaya. Aku tidak akan pernah hidup menderita jika suatu saat nanti menikah dengannya,' gumam Putri yang masih melihat pergerakan Arya.


Arya yang baru saja mengangkat tangannya untuk meloloskan satu persatu kancing kemeja yang melindungi tubuh kekarnya, hanya tersenyum smirk ketika melihat wanita di bawahnya tidak berkedip menatapnya.


Beberapa saat kemudian, seketika ia memperlihatkan perut sixpack penuh dengan roti sobek. Bahkan ia mulai sibuk menurunkan penutup terakhir tubuhnya karena ingin segera melakukan puncak dari inti kegiatan panas mereka.


Arya yang tadi sempat turun dari ranjang dan menyingkirkan pelindung tubuhnya, kini sudah tidak kuat lagi menahan gairah yang bertalu-talu dalam dirinya.


Kini, ia naik ke atas ranjang dengan menumpu tubuhnya dengan kedua lutut dan tentu saja tidak membuang waktu, segera menyatukan tubuhnya.


Belum sempat Putri membuka mulut, ia membulatkan mata saat pria yang berada di bawahnya sudah merangsek masuk tanpa aba-aba dan tubuh mereka menyatu dengan kulit menegang dan memanas.


Hingga membuatnya menggigit bibir bawahnya saat kenikmatan luar biasa mendera bagian paling sensitif miliknya.


Putri yang saat ini mencengkeram kuat punggung lebar pria yang telah berhasil menyatukan diri dengannya, kini bisa merasakan denyut nadi pria tanpa jarak sedikit pun dengannya.


Selama beberapa saat ia yang terbuai dengan setiap perbuatan Arya, benar-benar hanya merasakan sebuah kenikmatan luar biasa.

__ADS_1


Bahkan saat ia menjerit kecil tadi, bukanlah respon atas sebuah kesakitan, tetapi kenikmatan luar biasa tak tertahankan dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Aneh, hanya itu yang terlintas di pikirannya saat ini karena sama sekali tidak merasakan kesakitan saat urat panjang yang menegang milik pria itu benar-benar sudah terbenam pada miliknya.


Saat ia menahan kenyerian luar biasa yang dirasakan, semua itu seketika berubah menjadi sebuah kenikmatan saat pria di atasnya mulai bergerak dengan ritme teratur. Bahkan suara rintihan kenikmatan yang menghantamnya mulai mendominasi di ruangan hotel tersebut.


Ia sebenarnya merasa sangat malu karena dari tadi tidak berhenti mendesah dan menghiasi kesunyian ruangan kamar.


Sementara pria di atasnya sangat bisa mengendalikan diri dengan sama sekali tidak mengeluarkan suara. Ingin sekali ia membungkam bibirnya yang dari tadi tidak berhenti merintih saat merasakan kenikmatan tak tertahankan.


Namun, saat ia bergerak untuk membungkam mulutnya agar tidak selalu mendesah saat gerakan semakin kuat menghantamnya, suara bariton pria tampan itu berhasil menembus jantungnya.


"Jangan berhenti mendesah, Sayang. Tatap aku dan teriakkan namaku!" ujar Arya dengan suara bernada tegas dan mengarahkan tatapan tajam pada wanita yang ada dalam kuasanya.


Tentu saja ia ingin melakukan itu dengan diiringi ******* dan rintihan dari sosok wanita cantik yang memerah wajahnya tersebut.


Melihat Putri yang terlihat sangat seksi ketika berpeluh dengan kulit memerah, sehingga terlihat semakin memesona dan membuatnya makin mencintainya.


Ia ingin Putri berteriak dan menjerit penuh kenikmatan seperti para wanita yang dilihatnya di situs haram ketika merasa bosan.


Ya, Arya selama ini sangat suka melihat video-video pasangan yang bercinta dan membuatnya tidak asing dengan setiap gerakan ketika menggapai puncak kenikmatan bersama seorang wanita.


Meskipun ia harus berkorban dengan bermain solo di dalam kamar mandi setelah melihat video tersebut.


'Jadi, seperti ini rasanya bercinta dengan seorang wanita? Jika tahu rasanya senikmat ini, aku tidak akan pernah memilih jomlo tanpa pasangan sampai bertahun-tahun. Mempunyai kekasih yang bisa diajak bercinta kapan saja, rasanya sangat menyenangkan,' gumam Arya yang kini masih tidak berhenti untuk menggapai surga dunianya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2